
Suasana yang cukup sunyi saat makan malam terjadi di rumah saat ini, aku berusaha mencarikan suasana seperti yang selalu Sam lakukan padaku, namun sepertinya aku gagal. Aku bukan Sam yang mampu membuat orang lain tertawa hanya dengan jokes jokes kecil yang ku lontarkan.
Aku memegang tangan Sam yang ada di sebelahku dan tersenyum padanya, aku bisa menebaknya kalau kali ini pasti masih dengan masalah yang sama. Bela dan Pak Satrio.
“Kamu mau cerita saat ini atau nanti?” Tanyaku langsung.
Sam tersenyum melihatku dan melanjutkan makannya.
“Sepertinya aku tak pernah bisa menyembunyikan masalah yang ku hadapi darimu Rein, kamu selalu menyadarinya.” Jawab Sam.
Kami melanjutkan makan malam kami yang cukup sunyi malam itu. Kami mendengar suara mobil Ken masuk ke dalam garasi. Mulai Ken bekerja di pabrik, jam pulang Ken sedikit lebih lambat. Hampir setiap hari Ken selalu pulang pukul tujuh malam dan kadang lebih malam dari ini. Pekerjaan di pabrik benar benar menyita waktu Ken.
“ Haii.. Malam semuanya..” Sapa Ken dengan keceriaannya.
“Ken, sudah pulang. Ayo makan dulu” Kataku.
Ken mencucui tangannya dan duduk di meja makan di samping Mira dan mulai mengambil piring lalu mulai makan.
“Akhirnya aku makan malam juga... Aku sangat lapar sekali kak Rein.” Seru Ken dan makan dengan lahapnya.
Mira yang melihat sikap Ken pamannya hanya tertawa kecil, Ken hanya tersenyum pada Mira dan mencubit kecil hidung mungil Mira.
“Pelan pelan om, nanti tersedak” Seru Mira sambil tertawa.
Ken menyadari sesuatu di meja makan, malam itu Ken juga merasakan kalau makan malam kali ini terasa sangat sunyi sekali. Ken melihatku dan mengarahkan kepalanya pada Sam kakaknya seperti mengkodeku menannyakan ada apa dengan Sam saat ini. Aku hanya meyuruhnya diam dengan menggelengkan kepalaku. Ken mengerti dan mengangguk lalu melanjutkan makan malam dengan suasana yang cukup sunyi itu.
Makan malam kali ini telah selesai, Sam masuk ke kamarnya dan berjalan seperti orang yang tak bertenagaa, sedangkan Ken menemani Mira bermain sebentar sebelum Mira tidur pukul sembilan nanti.
“Om, temani Mira bermain yaa.. Mira ingin sekali bermain rumah rumahan dengan om Ken” Pinta Mira dengan wajah memohon.
Ken merasa tubuhnya masih memiliki lebih banyak energi untuk bermain bersama keponakannya itu dan mengabulkan keinginan Mira.
“Oke.. Ayo kita bermain..” Jawab Ken dengan menggandeng tangan Mira.
Mereka bermain di depan tv yang menyala. Ken menemani Mira bermain cukup lama dan aku bisa membereskan meja makan dan membersihkan dapur juga piring piring kotor.
Suara tertawa Mira dan Ken terdengar sampai ke dapur, aku benar benar merasa terbantu berkat adanya Ken di rumah ini, tak bisa ku bayangkan ketika Ken harus meninggalkan rumah ini untuk menikah bersama Laura suatu hari. Pasti rumah ini akan kembali ke keadaan dimana Ken belum datang ke rumah ini. Ken benar benar menjadi teman dan orang yang mempu membuat Mira tertawa lepas seperti ini.
__ADS_1
Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Aku mengusap tanganku yag basah dengan handuk yang ku gantung di sebelah kulkas dan mengajak Mira untuk tidur agar Ken juga bisa beristirahat malam ini.
“Mira.. Ayo tidur sayang..” Panggilku sambil berjalan dari arah dapur
Saat aku berjalan ke depan tv, aku sangat terkejut dengan apa yang ku lihat saat ini. Ken seperti dalam posisi tak bisa menghindari permintaan Mira dan kelakuan keponakannya itu. Rambut Ken di ikat dengan begitu banyak karet Mira yang berwarna warni dan jugawajah Ken dipenuhi bedak yang biasa digunakan Mira setelah mandi. Aku tertawa melihat hal ini. Ken tak bisa berbuat apa apa sangking sayangnya pada Mira.
“Yaa Tuhan.. Mira apa yang kamu lakukan pada ommu nak?” Tanyaku sambil menutup mulutku terkejut
“Have you done with your dishes?” Tanya Ken dengan senyum terpaksanya.
Pantas saja sejak tadi Mira dan Ken berhenti tertawa dan rumah terasa sangat sunyi. Kupikir mereka tertidur namun ternyata Mira membuat Ken seperti bonekanya dengan segala karet warna warni juga bedak di rambut dan wajah Ken.
“Mira, ayo tidur, kasihan om Ken. Om Ken cukup lelah hari ini sayang.” Ajakku sambil membereskan mainan Mira yang berserakkan.
Mira tertawa dan memeluk Ken lalu membantuku membereskan mainannya yang berserakan dimana mana.
“Om terimakasih yaa sudah menemani Mira bermain malam ini.” Seru Mira dengan senyuman yang sangat lucu di wajahnya.
Ken hanya tersenyum dan tak bisa kesal dengan kelakuan Mia padanya, karena Mira adalah keponakan pertamanya dan Ken sangat menyayangi Mira seperti anaknya sendiri.
“Ken, thank you so much for today..” Seruku dengan wajah sedikit merasa bersalah.
Aku menggandeng Mira ke kamar dan menidurkannya, Ken juga masuk ke kamarnya untuk beristirahat malam ini. Ku buatkan Mira susu dan membacakan sebuah cerita dongeng karena Mira sangat suka sekali dengan dongeng sebelum tidur.
“..... dan akhirnya pinokio menjadi manusia seuntuhnya ....”
Aku melihat Mira yang telah tertidur, aku menutup buku dan mematikan lampu kamar Mira dan meninggalkannya. Aku masuk ke kamar dan kudapati Sam masih belum tertidur dan sedang duduk di kasur seperti sedang merenungkan sesuatu. Aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya malam itu sambil memeluknya dan membelai rambutnya.
“Ada apa dengan hari ini Sam?” Sambil mengusap punggungnya yang cukup lebar.
“Tidak apa apa Rein, aku hanya membutuhkan ruang untuk berpikir jernih” Jawab Sam padaku.
Aku mengerti dan mencium kening Sam untuk membuat dia percaya padaku dan bisa kapan saja bersandar padaku karen aku adalah istrinya.
“Kapanpun kamu mau menceritakannya, bangunkan aku.” Kataku dan langsung tidur.
Ku biarkan Sam melakukan apa yang dia inginkan, Sam ingin sendiri maka ku berikan ruang untuknya untuk berpikir sejenak dan menjernihkan pikirannya walau aku tak yakin apa yang terjadi pada Sam saat ini.
__ADS_1
Alarm ku berbunyi pukul empat pagi, aku bangun dan ku lihat Sam masih tertidur sangat pulas. Sebelum keluar kamar aku menyiapkan set pakaian untuk Sam kenakan ke kantor pagi ini, lalu langsung menuju dapur untuk memasak juga menyiapkan bekal untuk Sam dan Ken.
Pukul setengah enam pagi aku mulai menyiapkan diriku, mandi dan membersihkan diri sebelum sarapan bersama.
Aku kembali ke dapur untuk menata makanan di meja makan pukul enam pagi sebelum Sam dan Ken bangun untuk sarapan pagi.
Suara pintu terbuka terdengar dan Sam keluar dari kamar dengan wajah yang sedikit kusut tak seperti biasanya.
“Morning Sam.. Bagaimana istirahatmu?” Tanyaku sambil menata pirig di meja.
Sam menjawab pertanyaanku hanya dengan senyuman di wajahnya, yang membuatku mengetahui bahwa pagi inipun Sam sedang tak baik baik saja. Aku hanya menghela napasku dan kembali menata makanan juga piring di meja makan.
Sam tiba tiba memelukku dari belakang dan mencium pipiku dari samping sambil tersenyum dan mengusap wajahnya di punggungku.
“I miss you so much Rein.. I don’t know what i have to do.” Seru Sam sambil terus memelukku dari belakang.
Aku membalikkan tubuhkudan memegang wajahnya dengan kedua tanganku dan kedua tangan Sam melingkar di pinggangku.
“It’s ok Sam. Ikuti kata hatimu, kalmu laki laki yang bijak dalam mengambil keputusan, jangan biarkan orang lain mempengaruhimu. Jdilah dirimu sendiri dan jadilah pepimpin yang bijak” Seruku meneguhkan Sam.
Sam tersenyum dan memelukku. Aku merasa Sam mulai kembali seperti Sam yang biasanya dan ku harap Sam bisa melakukan yang terbaik.
“I’m so lucky to have you Rein. I love you” Seru Sam
“I know” Jawabku.
Sam menatapku dan mengecup lembut bibirku sambil tersenyum, tanpa ku sadari Ken sudah ada di depanku dan menatap kami berdua dengan tatapan terkejut karena melihat kami berciuman.
“ Kalian berdua benar benar harus melakukannya di sini?” Tanya Ken heran
“Siapa suruh kamu bangun sepagi ini?” Seru Sam menggoda adiknya.
“Kalau seperti ini terus Mira akan mendapatkan adik baru” Kata Ken meledek.
.
.
__ADS_1
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘