
Bunyi mobil pasrkir terdengar dari dalam rumah Meli pagi itu ketika Meli dan Raka sedang sarapan, namun Meli hanya melihatnya tanpa menyambut kedatngan suaminya itu, sedang Raka hanya diam karena sudah terbiasa dengan Reno yang sering sekali pulang larut malam bahkan pagi.
“Pagi sayang, Raka” Sapa Reno sambil membawa jas dan tas di tangannya.
Reno sudah terbiasa dengan keadaan ini, sejak terakhir dia mengatakan bahwa ada meeting di luar kota, Meli dan Raka sudah memperlakukannya dengan berbeda, sudah hampir tiga tahun rasanya. Namu Reno masih bersikap baik pada mereka untuk menutupi kebusukan yang dilakukannya.
“Kamu sudah pulang? Mandi yaa lalu makan, aku akan mengantar Raka ke sekolah” Jawab Meli dan meninggalkan meja makan.
Reno benar benar tak mengerti dengan Meli, Reno tak mengetahui bahwa istrinya dan Raka telah mengetahui kebohongan yang disimpannya selama bertahun tahun. Bahkan Meli telah mengetahui siapa wanita simpana Reno itu.
“Raka, hari ini papa yang mengantar yaa.. Raka sudah sangat lama tidak diantar papa kan?” Tanya Reno
Raka hanyalah anak berumur delapan tahun, namun Raka sudah mengerti apa yang dilakukan Reno di belakangnya dan mamanya.
“Tidak perlu pa, Raka diantar mama, papa pasti lelah kan.” Jawab Raka sambil mengambil tas sekolah di sebelahnya dan memanggil Meli.
“Mama.. Ayo berangkat, nanti Raka terlambat” Teriaknya.
Meli keluar dari kamar dengan memakai jaket dan kacamata, penampilannya tak seperti akan mengantarkan Raka, namun seperti akan pergi ke suatu tempat.
“Mel, kamu mau kemana?” Tanya Reno heran
“Aku ada perlu dengan Rein, dan mungkin akan pulang sore, kamu istirahat saja yaa.. Aku sudah masak untuk makan siang kalau kamu nanti lapar” Jawabnya
Segala yang dilakukan Meli dan Raka terhadap Reno makin aneh, Reno bisa merasakannya, semenjak Reno pulang dari Bali tiga tahun lalu, perlakuan anak dan istrinya benar benar berbeda.
“Apa yang dipikirkan Meli? suaminya barus saja pulang, namun bukannya disambut dia malah meninggalkanku, bagaimana aku bisa bertahan dengannya jika sikapnya begini padaku” Kata Reno kesal.
Rasa kesal Reno menghilang ketiak Kiana, wanita simpanannya meneleponnya, yang membuat Reno kembali ceria kembali.
“Hey sayang, ada apa?” Tanyanya sambil berjalan ke kamar.
Di dalam mobil Meli menyetir dan tak berbicara satu katapun, begitu juga dengan Raka.
“Mama, nanti Raka bermain ke rumah Rangga yaa mama bersama teman teman yang lain, kalau mama sudah mau pulang, hubungi Raka, Raka tidak mau dirumah dengan papa.” Kata Raka
Meli tersenyum dan membelai rambut Raka sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kamu pulang, bagaimanapun juga dia papa kamu, kamu tidak boleh seperti itu.” Kata Meli.
Raka melihat Meli dengan kesal, dan membalas perkataan Meli.
“Mama saja tak ingin di rumah bersama papa, apalagi Raka. Raka juga tak suka” Jawabnya.
Meli tak ingin Raka membenci Reno, bagaimanapun juga Reno adalah ayah dari Raka, selama ini Reno masih memberinya perhatian dan kasih sayang walaupun Meli tak tahu apakah itu semua tulus atau hanya sandiwara saja.
“Masalah mama dan papa, biar mama dan papa yang selesaikan, kamu jangan ikut campur, jangn membenci papa Raka. Papa tak pernah melakukan hal buruk kan pada Raka” Jelas Meli.
Namun Raka bukan lagi anak kelas dua SD, Saat ini Raka sudah sebelas tahun, Raka mengerti apa yang dilakukan papanya pada mama dan juga dirinya.
“Raka tetap akan pergi ke ruah Rangga, jangan paksa Raka mama” Katanya dengan sedikit berteriak.
Meli mengerti perasaan Raka, tak mudah baginya mengetahui kebenaran tentang Reno yang berselingkuh ketika usianya masih kecil. Raka telah kehilangan figur seorang ayah, Raka sudah merasa tak mempunyai sosok ayah yang akan di bangga banggakan pada teman temannya bahkan pada seluruh dunia.
“Oke, tapi kalau mama bilang pulang, kamu pulang yaa mama jemput jam tiga sore di rumah Rangga” Jawab Meli melunak.
Raka seperti telah berubah, perlakuannya terhadap teman temannya, sikapnya didalam kelas, dan hampir seluruh mata pelajaran mendapat nilai dibawah rata rata yang membuat Raka terancam tidak naik kelas. Namun sikapnya terhadap Mira yang sudah dianggap adiknya tak berubah sedikitpun. Raka tetap menjadi seperti seorang kakak yang sangat menyayangi Mira.
Meli memarkirkan mobilnya di suatu kantor firma hukum Partners and Friend Law Firm. Salah satu Firma hukum yang terbaik. Meli masuk dan menemui Laura, pengacara yang pernah ditemuinya di sebuah cafe minggu lalu.
Meli sedang membeli segelas kopi di salah satu kedai kopi favoritnya dan duduk di dekat jendela sambil meminum kopinya ditemani suasana yang nyaman. Namu salah seorang pelanggan berjalan dengan memegang kopi di tangan kirinya sambil menelepon yang membuat wanita itu tersandung dan jatuh.
“Aduh..” Seru wanita itu dan kopinya terjatuh.
Meli yang melihat wanita itu jatuh disebelahnya langsung membantunya berdiri dan duduk di sisi lain.
“Anda tidak apa apa?” Tanya Meli sambil membantunya berdiri.
“Saya baik baik saja, terimakasih telah membantu saya” Jawab wanita itu.
Meli memapahnya dan duduk di sisi lain agar temat itu dibersihkan oleh penjaga kedai kopi itu.
“Terimakasih telah membantu saya. saya Laura” Sambil memberikan tangannya berkenalan.
“Saya Meli” Memegang tangan Laura.
__ADS_1
Siang itu mereka bercakap cakap dengan asiknya tentang apapun yang bisa mereka bahas. Suasana diantar mereka tidak canggung sedikitpun, seperti menemukan teman baru rasanya.
“Oh iya, anda bekerja dimana?” Tanya Meli
“Bisakah kita berbicara santai? Sepertinya usia kita sama” Tanya Laura
Meli mengangguk setuju
“Aku bekerja di firma hukum Partners and Friend Law Firm sebagai pengacara, baru saja dipindah tugaskan di sini” Jawab Laura
Meli terkejut, lawan bicaranya adalah seorang pengacara, seseorang yang di butuhkan selama ini. Meli tersenyum. Dalm hatinya mengatakan ingin mengaakhiri segalanya dengan bantuan Laura.
“Kalau aku konseling bisa berti yaa?” Tanya Meli sambil tertawa.
“tentu saja bisa, ini kartu namaku, kalau ada apa apa hubungi aku dulu, nanti ku buatkan jadwal untuk kita bertemu” Kata Laura.
...****************...
Meli datang dan langsung masuk ke ruangan Laura pagi itu setelah mengantar Raka ke sekolah.
Tok tok tok..
“Permisi..” Kata Meli
Laura yang sedang menata mejanya karena baru saja kedatangan client melihat ke arah pintu dan itu adalah Meli.
“Hai Mel, masuklah” Sapa Laura
Meli masuk dan langsung duduk, sedang Laura menyiapkan segelas kopi dan beberapa camilan untuk Meli pagi itu.
“Jadi ada apa?” Tanya Laura.
Meli menceritakan segalanya pada Laura, awal mula segalanya terjadi, pertama kali Meli mengetahui bahwa Reno berselingkuh dengan wanita lain, Meli ingin menyelesaikan secepatnya dengan Reno, segalanya dia ceritakan pada Laura termasuk hadiah saham tiga persen dari keluarga Reno. Meli sudah tak tahan lagi tinggal bersama dengan Reno, Meli ingin bercerai dengan Reno dan mendapatkan hak asuh atas Raka anaknya.
.
.
__ADS_1
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘