My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 66 | Posesif


__ADS_3

Hari berganti hari menjadikan setiap hari lebih baik dari sebelumnya. Aku sampai dirumah setelah menjemput Mira pulang sekolah karena jarak antara sekolah dan rumah yang tak terlalu jauh setiap hari aku berjalan kaki mengantar jemput Mira.


“Mama, Mira mendapat surat dari sekolah. Ada di dalam tas”. Ucapnya lalu mengambil bonekanya dan bermain


Aku membuka tas Mira dan membaca surat itu yang isinya adalah tentang kelulusan, aku masih tak menyangka bahwa anakku sebentar lagi akan menginjak Sekolah Dasar dan bukan Taman Kanak Kanak lagi. Aku mengambil ponselku dan menghubungi Sam saat itu juga.


Tuutt .... Tuuutt ....


“Iya sayang?”, jawab Sam


“Apakah kamu pulang terlambat?”, tanyaku.


“Tidak. Aku pulang seperti biasa ada apa? Apa istriku ini merindukanku?”, tanya Sam


“Hmmm.. Ada yang ingin ku bahas denganmu setelah pulang nanti”, jawabku


“Baiklah, aku akan pulang lebih cepat. Love you Rein”. Jawab Sam lalu mengakhiri panggilanku.


Aku melakukan tugas ku seperti biasa ketika dirumah. Meskipun kami memiliki asisten rumah tangga namun aku membiasakan diriku untuk melakukan hal yang bisa ku lakukan karena ini adalah rumahku. Mulai dari berkebun, merangkai bunga dan meletakkannya di setiap sudut rumah sampai memasak pun aku melakukannya sendiri. Tak terasa hari sudah sore dan aku segera menata makanan yang telah ku masak sebelum Sam datang.


“Mira, cepat rapikan mainanmu sebelum papa datang sayang”, ucapku sedikit berteriak


Seperti yang dikatakan Sam bahwa ia akan pulang lebih cepat ketika ku hubugi dan sekarang Sam telah tiba di rumah. Sam masuk ke dalam rumah dengan jas yang disampirkan di lengannyaserta dasi yang sudah tak rapi seperti saat ia berangkat.


“Aku mencium wangi makanan yang membuat perutku berbunyi. Bisakah aku makan sekrang Rein?”. Tanya Sam sambil memelukku dari belakang.


“Bersihkan dirimu dan mandilah Sam, tubuhmu sangat kotor”, jawabku.


“Sudahkah kamu melihat tubuhku? Buktikan kalau tubuhku benar tubuhku kotor”. Ucap Sam sambil perlaha melepas dasinya dan membuka beberapa kancing bajunya dan tersenyum nakal


“Yang benar saja Sam. Lakukan di kamar”, ucapku mendorong Sam.


“Baiklah, mari kita lakukan di kamar”. Jawabnya menggodaku sambil mencoba menarik tanganku.


Entah mengapa aku merasa Sam sangat agresif hari hari ini, ia bahkan terlalu sering menggodaku seperti ini. Namun aku menyukai Sam yang seperti ini karena aku merasa ini adalah salah satu cara ia menunjukkan rasa cintanya padaku.


“Cepatlah Sam, ada yang ingin ku bahas denganmu tentang sekolah Mira”. Ucapku menghindari Sam.


“Baiklah sayang”. Jawabnya lalu mencium keningku.


Kami berkumpul untuk makan malam bersama dan pada saat itu aku memberikan surat yang Mira dapat dari sekolah pada Sam.


“Bulan depan akan ada acara kelulusan Mira. Bisakah kamu datang?”, tanyaku sambil memberikan surat

__ADS_1


“Baiklah, aku akan mengosongkan jadwalku hari itu”. Ucapnya sambil membaca surat Mira.


“Lalu besok aku akan mendaftarkan Mira ke sekolah yang sama dengan Raka”, ucapku.


“Sekolah yang pernah kamu katakan padaku? Apa tak terlalu jauh Rein, jaraknya bahkan lebih dari lima belas menit dari rumah”, jawab Sam menatapku.


“Kita sudah pernah melihatnya bukan? Dan sejauh ini hanya sekolah itulah yang paling baik dan jaraknya paling dekat. Bukankah kamu mengatakan bahwa biaya bukan masalah asalkan Mira mendapatkan sekolah yang baik”, ucapku mencoba merayu Sam.


“Baiklah. Hubungi aku kalau ada masalah”, ucap Sam tersenyum padaku.


“Tidak akan ada masalah karena Mira akan langsung masuk ketika aku menghubungi kepala sekolahnya”, ucapku


“Istriku memang cerdas”, ucap Sam sambil tertawa kecil.


Waktu berlalu dengan begitu cepatnya hingga tak terasa bahwa hari ini Mira lulus dari TK. Aku datang bersama Mira dan juga Sam untuk menghadiri acara kelulusan Mira. Aku sudah menduganya dari awal bahwa semua orang khususnya para ibu ibu muda yang akan menatap suamiku karena ketampanannya.


“Aku sudah mengatakannya padamu, jangan memakai baju seperti ini. Lihatlah mereka semua menatapmu , terutama para ibu ibu muda”, bisikku kesal.


“Biarkan saja mereka menatapku. Itu lebih baik agar kamu tetap disisiku, tunjukkanlah pada mereka bahwa kamu adalah istriku Rein”, ucap Sam yang membuatku kesal


Tanpa banyak berkata kata lagi aku menggandeng suamiku dihadapan orang banyak agar mereka semua melihat bahwa aku adalah pasangan Sam, aku tak peduli dengan pemikiran orang lain yang mengatakan bahwa aku adalah istri yang posesif, asalkan suamiku aman apapun akan ku lakukan.


“Sam, aku akan mengambil munum sebentar, apa yang ingin kamu minum?”, tanyaku menoleh ke arah aneka minuman


Aku berjalan hendak mengambil minuman untukku dan Sam sedang Sam sibuk memotret Mira juga berfoto dengannya, tiba tiba seorang pria seusia Sam mendekat dan menyapaku.


“Bukankan anda ibunya Mira?”, tanya pria itu


“Iya, Mira anak saya”, jawabku singkat.


“Ternyata benar, saya ayah dari Rio, anak yang pernah berkelahi dengan Mira”, ucap pria itu.


“Baru ku sadari, kecantikan Mira ternyata menurun dari ibunya. Anda benar benar sangat cantik”, ucap pria itu memujiku.


Aku mencoba untuk diam dan tak menghiraukannya sembari terus mengantri untuk mengambil minuman. Sampai akhirnya Sam datang dan memanggilku karena ia melihatku yang berbicara dengan pria lain ketika sedang mengambil minuman.


“Sayang, mengapa lama sekali?”, tanya Sam sambil menatap ke arah pria di sebelahku.


“Antrian cukup panjang Sam”, jawabku menatap Sam.


Aku segera mengambil minuman untukku dan mengambilkan juga untuk Sam lalu meninggalkan tempat itu.


“Siapa pria yang berbicara denganmu? Sepertinya seru sekali pembicaraan kalian”, ucap Sam ketus.

__ADS_1


“Apa kamu cemburu? Pria itu adalah ayah dari Rio, anak yang pernah berkelahi dengan Mira dahulu. Tenanglah, dibandigkan denganmu pria itu tak menarik sama sekali”, ucapku merangkul lengannya.


Sam masih menatapku dengan tatapan cemburunya dan sedikit merasa kesal padaku.


“Tetaplah disampingku dan jangan pergi lagi. Aku tak ingin istriku berbicara dengan pria lain”, ucap Sam cemburu.


“Berhentilah bersikap posesif padaku Sam”. Ucapku menyadari tatapan Sam padaku sambil meminum minuman yang ku pegang.


Acara kelulusan pun di mulai, perasaan bahagiaku sebagai seorang ibu ketika melihat Mira tertawa senang dengan memakai baju toga di tubuh mungilnya membuatku menyadari satu hal. Anakku sudah besar, ia bahkan sudah tak ingin lagi aku mengantarkannya sampai ke depan kelasnya.


“Bukankah Mira terlihat sangat cantik Sam?”. Ucapku yang memotret Mira sedang beriri diatas panggung.


“Itu semua karena ketampananku dan kecantikanmu Rein”, ucap Sam bahagia.


Acara kelulusan Mira berlangsung dengan sangat meriah, setiap anak yang hadir di acara itu sangat gembira tanpa terkecuali. Ketika acara telah usai, Ken dan Laura datang dengan embawa hadiah kelulusan untuk Mira, kedua orang tua Sam pun datang membawa hadiah untuk Mira.


“Rein, dimana cucu mama?”, tanya mertuaku.


“Mira sedang bermain bersama temannya mama”, jawabku sambil mencium mertuaku.


“Bisakah aku menyusul Mira saat ini? Aku sangat merindukan keponakan kecilku kak”, ucap Ken memohon.


“Mira.. Sayang”, panggil Sam.


Mira yang mendengar ayahnya memanggil segera menghampiri Sam dan melihat oma opa dan juga pamannya datang dengan membawa hadiah di tangan mereka.


“Oma, opa, om Ken”, teriak Mira sambil memeluk mereka.


Mira terlihat sangat bahagia mendapat banyak hadia dari mereka. Dihari bahagia itupun, Laura menjalin sebuah hubungan dengan Pak Sukmo dan Bu Reni, orang tua Ken.


“Laura, kamu juga datang?”, tanya mama.


“Iya, saya datang Bu”, jawab Laura.


Papa mengerutkan alisnya mendengar Laura memanggil istrinya dengan sebutan Bu dan menggelengkan kepalanya.


“Laura, sudahkah Ken melamarmu?”, tanya papa


“Sudah Pak. Ken sudah melamar saya”, jawab Laura sopan


“Lalu mengapa masih memanggil kami dengan sebutan itu? Panggil mama dan papa”, ucap papa sambil tersenyum.


Tak hanya Laura, Ken pun sangat bahagia mendengar hal itu. Yang berarti mama papa sangat merestui hubungan Ken dan Laura ke jenjang berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2