My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 87 | Tak Ada Lagi Jalan


__ADS_3

Segalanya berjalan dengan baik sesuai dengan perintah Meli. Meski ada beberapa orang yang tak mempercayai berita bahwa Meli masih hidup namun hal itu bukanlah masalah baginya sebab ia telah mendapatkan banya dukungan disisinya. Sudah cukup satu bulan Reno merasakan apa yang selama ini ingin ia rasakan dan telah tiba saatnya Meli kembali mengambil apa yang telah dipercayakan padanya. Rencananya sudah sangat matang, saat ini ia akan beraksi untuk menjatuhkan Reno selamanya hingga tak ada satu orangpun yang ingin kembali mengingat ingat tentangnya.


“Bagaimana perkembangannya?”, tanya Meli sambil menyeruput secangkir kopi dihadapannya.


“Menurut info yang saya dapat Reno sedang mengalami kesulitan saat ini karena banyak yang membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan”, jawab Pak Hendra.


Meli tersenyum, perasaannya sangat senang mendengar bahwa Reno kesulitan. Membayangkan Reno kacau saja sudah sangat membuatnya bahagia, Meli bahkan tak sabar untuk segera menggeser Reno dari singgah sana yang dari awal tak ditakdirkan untuknya.


“Bagaimana dengan pria tua itu?”, tanya Meli yang duduk berhadapan dengan Pak Hendra


“Dia sangat aman. Tak ada yang mengetahui keberadaannya, kita bisa kapan saja memakainya”, ucap Pak Hendra.


“Tidak, aku akan mempergunakannya untuk menuntutnya ke meja hijau. Bukankah sangat menyenangkan melihatnya terjebak dibalik jeruji besi? Aku sangat tak sabar menantikannya”, ucap Meli dengan senyuman terpancar di wajahnya.

__ADS_1


Dalam keadaan lain, Reno terlihat kebingungan dengan yang terjadi pada dirinya dan perusahaan yang ia pimpin. Akibat pembatalan kontrak perusahaan harus menanggung ratusan juta, baru saja Reno memimpin dan perusahaan telah merugi hingga ratusan juta dan mengakibatkan tersendatnya gaji karyawan yang harus dibayarkan.


Terlihat Reno sedang marah dan membanting barang barang yang terlihat olehnya, tak satupun luput darinya sampai tak ada satupun barang tersisa di ruangannyaa. Meja, vas bunga, pigora dan lain sebagainya telah berserakkan di bawah akibat kemarahan Reno yang membara. Kekesalannya tak bisa begitu saja musnah hanya dengan membanting setiap barang yang terlihat, tak ada lagi yang dapat ia lakukan, bahkan beberapa investor yang setia berjalan dengan perusahaan beberapa mundur.


“Arrgghhh.... Bagaimana mungkin ini terjadi!!?. Dimana letak kesalahanku? Mengapa mereka semua mundur dan pergi? Ada apa sebenarnya ini? Mengapa mereka mengkhianatiku?”, Ucapnya sambil berteriak.


Beberapa hari setelah pembatalan kontrak juga beberapa nvestor yang meninggalkan perusahaan, banyak karyawan yang menuntut pembayaran gaji mereka yang terlambat lebih dari satu minggu, perusahaan semakin goyah sampai Reno tak mampu mengendalikannya lagi. Tanpa disadarinya, Meli perlahan bergerak memberikan sebuah bukti ke kantor polisi terkait rekaman yang merekam aksinya dalam memasang sebuah bom pada mobilnya.


“Jadi anda masih hidup?”, tanya seorang polisi yang melihat rekaman itu secara langsung


“Kami akan segera menindak lanjuti masalah ini. Silahkan menunggu sampai kami menghubungi anda”, ucap polisi itu.


Tak butuh waktu lama bagi polisi itu bergerak, keesokan harinya beberapa polisi mendatangi perusahaan tempat Reno bekerja sambil memberikan surat resmi penangkapan. Dengan menggunakan jaket berwarna hitam lengkap dengan atribut kepolisian mereka memasuki perusahaan dimana Reno memimpin, suasana menjadi sangat ramai melihat kedatanagn beberapa polisi yang naik ke lantai paling atas dan menuju ruangan Direktur Utama yaitu Reno.

__ADS_1


Polisi memnunjukkan lencananya melihat sekertaris mencoba menghalaingi langkah mereka yang ingin masuk ke dalam ruangan Reno, setelah melihat lencana itu, ia tak berani lagi menghalangi polisi untuk masuk ke dalam, wajahnya sangat ketakutan dan ia kembali bekerja seakan akan ia tak melihat apapun.


Tok Tok Tok ...


Mata Reno terbelak melihat beberapa polisi yang sedang berdidi di hadapannya dan didalam ruangannya. Jantungnya seakan berpacu dengan sangat cepat dan matanya melihat kesana kemari seakan ia menyembunyikan sesuatu. Reno berdidi sambil membenarkan jasnya dan mempersilahkan para polisi itu untuk duduk.


“Ada perlu apa?”, tanay Reno


“Anda ditangap atas tuduhan pencobaan pembunuhan terhadap saudara Meli. Anda berhak diam dan ditemani oleh pengacaraa”, ucap polisi itu sambil memborgol tangan Reno.


“Apa? Bagaimana mungkin? Tidak!! Saya tak melakukannya!!. Lepaskan saya!!”, ucapnya berteriak kebingungan dan ketakutan


Reno tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, mengapa tiba tiba ia ditangkap? Siapa yang melakukannya? Ia yakin bahwa ia tealh memastikan kalau tak ada satu orang pun yang melihat aksinya tersebut, lalu apa yang ia lewatkan? Bukti apa yang tertinggal olehnya? Reno terdiam dan tak mengatakan apapun saat dirinya berlahan berjalan ke balik jeruji besi.

__ADS_1


“Apakah ini adalah akhir bagiku? Siapa yang melaporkanku? Buktti apa yang mereka dapatkan?” ucapnya bertanya tanya.


Tak ada satupun yang mampu menjawab seluruh pertanyaan yang memenuhi kepalanya sejak ia pertama menginjakkan kaki masuk ke adalam tempat yang buruk ini


__ADS_2