My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 7 | Dia Milikku


__ADS_3

Siang itu suasana kantor cukup tenang dan aman. Sam duduk di kursinya dengan laptop dihadapannya. Sam melihat omset yang diperoleh selama hampir satu tahun ini, tahun ini banyak pesaing pesaing baru dengan inovasi dan model yang lebih modern menarik hati para pelanggan setia Sam. Omset yang didapatkan kali ini cukup sedikit, tidak pernah dalam sejarah Sam berkarir omset yang didapatkannya cukup kecil. Bagaimana Sam harus berupaya kali ini? Sam terlihat sangat kacau dengan posisi rambut yang sedikit acak acakan dan dasi yang miring sebelah. Sam memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan mencoba memutar otak agar Sam tidak mengalami kerugian.


“Apa yang harus ku lakukan sekarang? Kalau seperti ini terus aku akan mengalami kerugian”


Sam membenarkan penampilannya dan keluar dari kantornya untuk memanggil tim design interiornya juga bagian pemasaran untuk mengadakan rapat dadakan siang itu.


Terlihat tim yang sudah berkumpul di ruang rapat sedang menunggu Sam, mereka sudah menduga apa yang akan Sam katakan di rapat itu. Sam masuk ke ruang rapat dan duduk dikursinya dengan melipat tangannya.


“Maaf saya mengadakan rapat dadakan di siang ini, dan kalian pasti tahu apa yang akan saya bahas siang ini.”


Para tim design interior dan pemasaran saling menatap satu sama lain dengan wajah gelisah terlihat dari tatapan mereka.


“Hari ini,saya mau lihat design terbarunya. Apa sudah jadi?”


Sam langsung masuk ke intinya, karena Sam bukan orang yang suka berbasa basi saat bekerja apalagi saat Sam sedang dalam keadaan yang sangat serius. Ketua tim design maju dan mulai mempresentasikan hasil kerjanya dengan tim


“Kami membuat beberapa design untuk meja kantor, lemari baju juga meja lipat khusus untuk laptop yang kedepannya pasti dibutuhkan oleh para customer “


Ketua tim design menunjukkan design yang sudah dipersiapkan sejak sebulan yang lalu, Sam yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya hasil design kurang memuaskan costumer kalau hanya seperti ini.


“Mungkin ide kamu membuat meja lipat untuk laptop sangat bagus, tidak terlalu ribet dan cukup simple untuk dibawa kemana mana, saya setuju, tapi perpaduan wananya tolong diganti yaa. Dan untuk meja kantor dan lemari baju, design kalian terlalu kuno. Pikirkan yang lebih fresh untuk produk ini, dan minggu depan saya harap sudah selesai.”


Sam selesai dengan tim desing nya yang ada di sisi kanannya. Sekarang Sam melihat tim pemasaran yang ada di sisi kirinya.


“Bulan ini sepertinya saya tidak melihat hasil dari hasil kerja kalian, apa saja yang kalian lakukan? Saya tidak membayar kalian hanya untuk bekerja dengan seenaknya. Paham kalian?”

__ADS_1


Bagian tim pemasaran hanya bisa menunduk mendengar kata kata pemimpinnya itu.


“Kami sudah melakukan segala cara pak, mulai dari mengadakan promosi di depan kantor, memasang banner di jalan besar dan juga selalu update dalam web resmi pak,”


Ketua tim pemasaran angkat bicara kali ini karena semua usaha yang dilakukan tim pemasaran sepertinya sudah sampai batasnya. Sam mengetahui akar permasalahanny sekarang. Mulai dari design yang kurang diminanti dan ditambah dengan promosi yang tidak menarik. Sam menghela napas panjang dan melipat kedua tangannya sampai menutupi mulutnya.


“Kalian lihat pesaing kita kan? Design yang ditawarkan sangat bagus dan mengikuti selera di jaman ini, sedangkan kita? memang kita menang dengan harga yang cukup terjangkau, tapi dengan design yang seperti ini apa kalian pikir kita bisa bersaing?


Sam melihat ke arah para pekerjanya dengan sedikit menaikkan nada suaranya, Sam meredakan emosinya terlebih dahulu sebelum memulai kembali berbicara. Keadaan di ruang rapat saat ini cukup tegang dan tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai solusi untuk masalah yang sedang di hadapi perusahaan.


“Oke, tim pemasaran, jangan hanya lewat website saja, buat konten yang menarik para customer, kita habiskan stok kita terlebih dahulu atau paling tidak setengah dari stok kita bisa terjual, saya tidak peduli bagaimana cara kalian melakukan promosi untuk produk ini. Paham kalian?”


Sam selesai berbicara denganmereka dan meninggalkan kursinya, namun langkahnya kali ini terhenti dan membalikkan tubuhnya


“Minggu depan kita adakan rapat lagi, dan saya harap sudah ada perkembangannya.”


“Halo Sam, kamu dimana? kanapa belum pulang? kamu lembur?”


“Hai Rein, iyaa maaf sayang aku belum kasi kamu kabar, iyaa aku lembur, kamu uda maka Rein? kalau belum kamu sam Mira makan dulu aja, aku pulang malam Rein, banyak yang harus diurus”


“Oke, kalau mau plang telpon aku yaa”


“Iyaa Rein.. udah yaa, aku lanjut kerja”


Sam menutup telponnya dan melanjutkan pekerjaannya yang banyak menyita waktunya hari itu, Sam tidak bisa mengatakannya pada Rein istrinya, karena Sam tidak ingin Rein panik dan kebingungan, cukup Sam saja yang memikirkan ini semua.

__ADS_1


Sam merebahkan tubuhnya sebentar di sofanya untuk menghilangakn stres dan sedikit rasa kantuknya, dalam benaknya hanya hanya ada pekerjaan yang menumpuk dan cukup berat. Bagaimana Sam dan perusahaannya bisa melewati semua ini, persaingan anatar perusahaan memanglah hal yang wajar bagi para pengusaha, namun bukan berati itu adalah hal yang mudah dilewati bagi setiap pengusaha. Mereka harus memutar otak untuk dapat memajukan perusahaan mereka, Perusahaan mable Sam unggul dalam harga yang bersahabat dan kualitas yang cukup baik, namun tanpa design yang bagus, maka tetap saja pelanggan kurang tertarik dengan produk yang di jual perusahannya.


“Hari ini cukup sampai disini saja, besok aku akan kembali dan menyelesaikan segalanya”


Sam pulang karena waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Sam hendak menghubungi Rein kalau dirinya akan pulang, namun Rein pasti sudah tidur dan Sam tidak ingin menggangu tidur istrinya itu.


Sesampainya dirumah, Sam disambut oleh Rein yang masih terjaga malam itu untuk menunggu kedatangan suaminya. Rein datang dan memeluk suaminya, membawakan tas dan memberinya segelas air putih. Rein duduk di sofa dan melihat Sam yang terlihat amat sangat berantakan malam itu, Rein tersenyum dan mengelus pipi suaminya dengan penuh kasih sayang, karena Rein tahu saat ini Sam sedang menghadapi masa sulit di kantor dan tidak ingin Rein mengetahuinya.


“Kamu ada apa di kantor? belakangan ini kamu sering pulang larut?”


Rein memegang tangan Sam untuk membuatnya senyaman mungkin berada didekatnya. Sam hanya bisa tersenyum tipis dan enggan untuk menjawab Rein, Sam hanya memeluk Rein untuk melegakan lelah dan stresnya. Rein menepuk punggung Sam yang cukup lebar untuk membuatnya tenang.


“Kalau kamu ada apa apa bilang ke aku Sam, aku istrimu, mungkin aku tidak bisa bantu di perusahaan, tapi mungkin kalau kamu cerita ke aku, setresmu berkurang. Jangan hadapi ini sendirian, kamu punya aku Sam”


Kata kata Rein benar benar mampu menenangkan hati dan pikiran Sam malam itu. Sam melepaskan pelukan Rein dan menatap wajah cantik istrinya itu dan mencium keningnya.


“Hanya ini kamu ku butuhkan dari kamu Rein, pelukan hangat, sentuhan kasih sayang dan kata kata yang menenagkan. Kamu sudah sangat membantu”


Sam tersenyum bahagia, meskipun dia menghadapi hal yang sulit di kantor, namun dia punya Rein yang ada disisinya saat ini, seperti pelindung di tenagh badai, seperti api yang menghangatkan dan seperti setitik cahaya di tengah kegelapan, itulah peran Rein dala hidup Sam.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2