My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 15 | Meli


__ADS_3

Suasana menjadi hening karena pertengkaran kami, aku benar benar tak ingin membahas masalah ini karena aku tak ingin mengingat kekecewaan yang sempat kurasakan beberapa tahun yang lalu. Salah satu alasan mengapa aku jarang mengunjungi orang tuaku karena ini. Aku masih kecewa dengan orangtuaku karena pernikahan ini.


“Mama , papa, Rein minta tolong kalau mama dan papa ingin Rein bahagia saat ini, jangan bahas masalah Rein dengan Sam lagi, biarkan kami yang menyelesaikan segalanya berdua. Bisa kan ma? pa?”


Suasana saat itu benar benar tidak menyenangkan, dan ponselku pun berbunyi, Sam menelponku saat itu.


“Halo, Rein”


“Ya Sam, ada apa?”


Aku langsung mengubah nada suaraku agar tak ketahuan kalau aku sedang bertengkar kecil dengan kedua orang tuaku.


“Ini sudah mulai malam, kamu menginap saja, kasihan Mira kalau harus pulang malam”


Dengan cepat langsung ku jawab tidak pada Saam


“Aku sama Mira pulang sekarang, Mira juga pasti ingin pulang. Sudah yaa Sam.”


Aku mematikan posnelku dan memanggil Mira untuk bersiap pulang.


“Mira, ayo siap siap, kita harus pulang, jangan sampai terlalu malam.” Teriakku.


“Rein, kamu makan malam dulu yaa, mama masak makanan kesukaanmu yaa.” Ucap mama.


Aku menggelengkan kepalaku menolak tawaran orang tuaku sambil tersenyum.


“Tidak perlu ma, kasihan Mira nanti terlalu malam.” Jawabku.


Mama papaku salaing menatap dan bisa kulihat wajah mereka yang sedikit kecewa dengan tolakanku untuk makan bersama dirumah.


“Kamu tidak merindukan rumah ini? Tidak mau lebih lama lagi bersama mama dan papa? Kita jarang ketemu loh Rein.” Timbal papa.


Aku membalasnya masih degan senyuman sambil mengambil tas disebelahku dan kunci mobil dimeja.


“Next time yaa paa. Kalau waktunya lebih lama Reina akan menginap. Hari ini Rein harus pulang.”


Aku berdiri dan mencium tangan kedua orang tuaku dan memeluk mereka, Mira pun melakukan hal yang sama.


“Oma, opa, Mira pulang yaa..” Katanya.

__ADS_1


Mama papaku hanya tersenyum dan mengelus kepala Mira. Malam itu kami pulang kerumah, meskipun dengan kondisi tubuh yang sedikit lelah, namun sepertinya aku harus pulang karena merasa tak nyaman disini.


Malam itu aku pulang kerumah, aku hanya diam dan menyetir sementara Mira sudah tertidur lupas setelah kita makan malam bersama di jalan. Waktu terus berjalan, dan aku menyetir dengan ditemani radio yang menyala.


Malam itu aku dan Mira sampai di rumah tepat pukul sepuluh malam, aku menelepon Sam untuk keluar menggendong Mira ke kamarnya, sedang aku membersihkan diri dan langsung tidur tanpa mengatakan apapun pada Sam. Sam hanya membelai rambutku dan mencium keningku di saat aku telah tertidur pulas setelah melalui hari yang cukup berat.


Pagi datang, aku mendengar suara nyanyian burung dan sinar matahari pagi yang cukup menyilaukan mata. Saat aku membuka mata, baru ku sadari kalau aku terlambat bangun dan tak sempat menyiapkan sarapan untuk Sam dan mengurus Mira pagi ini.


Ketika ku buka mataku, aku langsung keluar kamar, ku lihat makanan sudah tertata diatas meja, Sam mengenakan celemek yang biasa ku pakai dengan membawa makanan di tangannya lalu meletakkannya di meja, juga ku lihat Mira sudah duduk di meja dan bercanda dengan Sam. Pemandangan ini benar benar sangat indah. Aku tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


“Mama sudah bangun?” Kata Mira yang melihatku di depan pintu kamar


Sam melihat kearahku dan tersenyum.


“Eh Rein, ayo sini makan dulu. Aku belajar masak loh,” Katanya dengan bangga.


Aku mengerutkan alisku, terakhir Sam masal telur saja hangus, dan sekarang dia ingin aku percaya bahwa dia yang memasak ini semua?


Aku datang dan duduk bersama mereka untuk sarapan. Ku lihat Sam menyiapkan sayur sup lengakap dengan ayam tepung juga perkedel di atas meja.


“Rein, aku benar benar masak sendiri, sup gampang, tinggal masukkan segala jenis sayur lalu diberi bumbu sedikit sudah jadi. Ayam tepung dan perkedel juga aku sendiri yang menggorengnya.” Katanya sambil menepuk dadanya.


Aku melihatnya sambil tersenyum kecil melihat tingkah konyol Sam dipagi hari.


“Ini bukan kamu yang masak Sam, kamu beli dimana?” Tanyaku sambil melihat ke arahnya.


Namun dia masih saja menyangkalnya dengan beribu alasan yang membuatku tertawa.


“Ini benar benar aku yang memasak, tanya saja Mira. Anak kecil tak pernah berbohong, iya kan Mira?” Tanya Sam


Mira hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya dan melanjutkan makannya. Aku melihat ke bawah dan menemukan papper bag dan mengambilnya, ketika ku buka struk pembayaran makanan ada didalamnya. Saat itu aku benar benar tertawa melihat ini semua.


“Sam, ini apa?” Sambil menunjukkan struk pembayaran makanan padanya.


Sam melihatnya sambil tersenyum malu dan menggaruk kepalanya.


“Aku benar benar cerohoh” Katanya sambil memukul keningnya.


Pagi itu kami sarapan dengan suasana yang menyenangkan, Sam membuat hariku menjadi ceria.

__ADS_1


...****************...


Pagi itu Meli terlihat cukup sibuk menyiapkan sarapan untuk Raka anaknya. Dan ponselnya berbunyi. Meli melihat teleponny namun dia tak melihat nomornya, hanya bertuliskan nomor pribadi.


Meli mengangkatnya dan suara itu terdengar seperti suara samaran.


“Meli, kamu benar benar bodoh. Selama ini kamu dibodohi oleh suamimu.” Katanya.


Meli mendengarnya dengan bingung, siapa orang ini, mengapa pagi pagi menelponnya dan mengatakan omong kosong ini? dalam benak Meli.


“Siapa ya? Dan apa maksudnya kamu berbicara seperti itu?”


Meli menanggapinya dengan tenang, Meli tak mau terpancing emosi berbica di telepom dengan orang asing.


“Suamimu, dia tidak di luar kota untuk pekerjaan, dia diluar kota untuk bertemu dengan selingkuhannya.” Katanya.


Orang misterius itu menutup teleponya dan membuat Meli makin penasaran dengan ini. Firasatnya memang sudah tidak tenang ketika suaminya mengatakan bahwa dia harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.


Tak lama setelahnya orang misterius itu mengiriminya bukti invoice hotel mewah. Tangan Meli sudah bergetar melihat bukti invoice hotel itu, Meli tak mau percaya dengan hal yang seperti ini, hal ini bisa saja hanya di rekayasa. Zaman yang sangat cangih saat ini, apapun bisa dilakukan.


Jantung Meli berdetak dengan kencang, namun meli berusaha meyakinkan dirinya bahwa suaminya tak akan melakukan hal yang seperti itu.


“Tidak, tidak mungkin. Tenanglah Mel, ini semua palsu. Ini tak nyata.” Serunya.


Namun beberapa menit kemudia bel rumahnya berbunyi yang membuat Meli sedikit terkejut. Meli langsung mengintip dari jendela untuk melihat siapa yang datang, namun orang itu langsung berlari dan pergi dengan motornya meninggalkan kotak kecil didepan pintu rumahnya.


Meli melihatnya dengan penuh kecurigaan, tangannya kembali bergetar, dia telah menyangka apa yang ada dalam kotak ini, namun dia meyakinkan dirinya kalau itu bukan bukti foto suaminya dengan wanita lain.


“Tenang Meli, mungkin orang itu hanya mengantar paket saja.” Sambil mengelus dadanya.


Meli mulai membukanya sambil menarik napas panjang dan berhara itu bukan sesuatu yang dipikirkannya. Namun ketika dibukanya, Meli benar benar terkejut. Semua foto itu, itu adalah foto suaminya bersama wanita lain di sebuah bar dan di kamar hotel.


Meli mulai merasa lemas dan menjatuhkan kotaknya dan mulai menangis. Kakinya tak sanggup lagi untuk berdiri tegap melihat ini semua, berathun tahun menikah, namun suaminya membohonginya dan bersenang senang dengan wanita lain. Hatinya hancur saat itu mengetahui suaminya berselingkuh.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2