
Siang itu Meli dan Kinan menikmati siang itu dengan meminum segelas kopi bersama. Kinan menceritakan seluruh hidupnya juga kisah cintanya pada Meli sedangkan Meli hanya menceritakan sisi lain dari dirinya untuk membuat Kinan tetap ada di dekatnya sambil menyusun rencana selanjutnya.
Tak terasa sudah hampir tiga jam mereka menghabiskan waktu bersama, Meli harus kembali ke rumah untuk melakukan tugasnya.
“Kinan, aku harus pulang sekarang. Sudah jam dua siang, aku harus mengurus anakku di rumah.” Seru Meli sambil melihat jam tangannya.
“ohh.. Baiklah, aku juga akan pulang.”
Meli mengambil tas di sebelahnya juga kunci mobil di meja lalu pergi meninggalkan Kinan.
“Bye Kinan..” Sambil berjalan dan melambaikan tangannya.
Meli masuk ke dalam mobil dan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya untuk menghubungi orang suruhannya yang diperintahkan untuk melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan suaminya dengan Kinan ketika mereka sedang bersama beserta buktinya dan apa saja yang mereka lakukan di belakang Meli.
“Halo, segera kirimkan pada saya bukti bukti yang sudah kalian dapatkan siang ini di tempat biasa.” Seru Meli dengan memegang ponselnya.
Sedikit lagi, Meli akan membuktikan bahwa Reno benar benar berselingkuh dan akan menghancukannya. Meli tak akan tinggal diam dengan perlakuan Reno yang tega menyelingkuhinya. Perasaan cintanya pada Reno telah padam dan tak tersisa sedikitpun, dan meskipun Reno memohon ampun, Meli tak akan memaafkannya.
“Aku harus mengamankan saham tiga persen yang diberikan Pak Rudy sebelum Reno merebutnya dari tanganku. Takkan ku biarkan dia memiliki segalanya, dan akan ku pastikan dia kehilangan segalanya ketika bercerai denganku.” Seru Meli sambil mengepalkan tangannya dengan sangat marah.
Meli menyalakan mobilnya dan langsung pulang ke rumahnya untuk mengurus rumah juga Raka. Meli memulai rencana awalnya dengan memindahkan Raka dari sekolah yang sebelumnya saat kenaikan kelas beberapa bulan lagi untuk menjauhkannya dari jangkauan Reno. Meli mengerti bahwa Raka benar benar tak ingin lagi bertemu dengan Reno. Anak seusia Raka yang masih kelas dua SD saat ini benar benar telah membenci ayahnya karena telah mengetahui segalanya. Tak seharusnya Raka mengetahui ini semua di saat usianya masih sangat kecil, karena alasan itu Meli memindahkan Raka menjauh dari jangkauan Reno agar Raka bisa fokus sekolah dan menikmati waktu kanak kanaknya seperti anak lain seusianya.
Meli telah sampai di rumah lamanya untuk mengambil paket yang telah di letakkan oleh orang suruhannya itu dan membukanya di dalam rumah lamanya. Sudah sangat lama Meli tak mengunjungi rumah itu, namun Meli menyewa orang untuk membersihkannya tiap hari karena Meli sangat menyayangi rumah peninggalan kedua orang tuanya itu.
Meli masuk perlahan dan melihat ke sekeliling untuk memastikan tak ada yang berubah dari rumah itu. Meli terhenti ketika melihat foto keluarga, foto dimana Meli masih kecil, tak terasa air matanya menetes melihat foto itu.
“Papa, sebentar lagi Meli akan bercerai dengan Reno pa. Ternyata Meli menikahi laki laki yang salah. Reno tak bisa hidup hanya dengan satu wanita saja pa. Meli kecewa, karena tak ada laki laki yang seperti papa yang menyayangi Meli dan menjaga Meli” Seru meli sambil menangis.
Meli menghapus air matanya dan meletakkan foto itu kembali ke tempatnya lalu membuka kotak di meja. Segala bukti itu membut dada Meli sesak. Memang perasaan Meli pada Reno sudah hilang sejak mengetahui bahwa Reno selingkuh, namun tetap saja, Meli adalah istrinya. Istri mana yang tak kecewa dan menangis melihat suaminya berselingkuh?
__ADS_1
“Dengan ini semua, akan ku pastikan Reno hancur, karir juga apapun yang dimilikinya akan hancur.” Seru Meli sambil mengusap air matanya.
Meli menyimpan bukti itu di tempat yang sangat rahasia dan tak ada satu orangpun yang mengetahui tempat itu termasuk orang suruhannya yang membersihkan rumah itu.
Tepat pukul lima sore Meli sampai di rumah dengan membawa makanan yang dibelinya di subuah rumah makan.
“Raka, mama pulang” Teriak Meli sambil membawa keresek makanan juga tasnya.
Raka datang dan membantu Meli membawakan keresek berisi makanan dan meletakkannya di atas meja makan.
“Kamu mandi dulu yaa Raka, sebentar lagi papa datang. Mari kit makan bersama.” Seru Meli sambil terseyum.
Raka tersenyum dan menuruti perintah mamanya. Raka sangat menyayangi Meli dan menurut padanya, berbeda ketika Raka bersma Reno, Raka tak terlihat seperti anaknya, karena mereka berdua selalu bertengkar dan Raka tak mau menuruti perkataan ayahnya.
Disaat Raka sedang mandi, Meli duduk di sofa dengan santai dan menghubungi salah satu teman dekatnya, untuk membahas sesuatu yang cukup penting. Meli mencari nama Dara di kontaknya dan menghubunginya.
“Akhir minggu ini sibuk? Apa kita bisa bertemu? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”
“Baiklah, hari sabtu jam sembilan pagi. See you Dara.” Meli mematikan teleponnya.
“Urusan Raka selesai, saat ini aku harus mengurus tiga persen sahamku.”
Meli kembali mencari Pak Rudy di kontaknya dan mengubunginya untuk menyelesaikan langkah selanjutnya.
“Hai papa.. besok papa ada waktu? Ada yang harus Meli bicarakan dengan papa. Namun tolong jangan katakan apapun pada Reno kalau Meli menghubungi atau membicarakan sesuatu dengan papa” Seru Meli di telepon.
“Baik pa. Besok Meli datang jam sebelas siang. Terimakasih pa” Jawab Meli sambil menutup teleponnya.
“Kali ini aku harus berhasil dengan seluruh rencana yang telah ku susun” Seru Meli dalam hatinya.
__ADS_1
Tepat pukul setengah enam Reno telah sampai di rumah. Reno masuk dengan membawa jas yang di lipat di langannya dan tas di sebelah tangannya.
“Hai Mel, Raka mana?’ tanya Reno
“Raka mandi, kamu juga mandilah dulu, setelah itu kita makan malam bersama” Jawab Meli.
Reno mengangguk dan masuk ke kamar untuk mengambil baju ganti dan bersiap siap mandi sedang Meli meenyiapkan makanann yang dibelinya di rumah makan untuk makan malam bersama keluarganya.
Raka keluar dari kamarnya sambil membawa ponselnya. Raka duduk dan memainkan ponselnya sambil menunggu Reno keluar kamar untuk makan bersama.
“Raka, bagamana harimu di sekolah?” Tanya Meli
“Tidak ada apa apa ma.. Raka hanya belajar dan bermain seperti biasanya.” Jawab Raka sambil memaikan ponselnya dengan asik.
“Kamu tak membuat masalah lagi kan Raka di sekolah?” Tanya Meli.
“Tidak mama, Raka sudah berjanji akan menjadi anak yang baik pada mama” Jawab Raka.
“Mama tak ingin di panggil ke sekolah hanya karena kamu berbuat ulah atau bermain bersma anak anak nakal lainnya yaa Raka.” Seru Meli.
Meli tersenyum kecil sambil mencubit kecil pipi anknya yang hanya fokus bermain dengan ponselnya.
.
.
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘
__ADS_1