
Suasana makan bersama keluarga sangat sangat sunyi, Meli Reno juga Raka mereka memiliki kesibukan kesibukan masing masing dengan ponsel mereka, tak ada canda juga percakapan yang membuat makan malam itu sangat nyaman, momen makan malam yang ceria seperti dahulu sudah tak pernah lagi dirasakan oleh Meli dan keluarganya.
“Meli, Raka. Minggu depan kita akan berangkat ke Bali, jadi siapkan segala perlengkapan kalian mulai dari sekarang ya. Karena kita akan pergi dengan pesawat pertama.” Seru Reno sambil melahap makanannya
Meli dan Raka hanya mendengar saja dan tak meresponi sama sekali, mereka menatap layar ponsel mereka untuk memuaskan diri sendiri. Reno melihat sikap istri dan anaknya itu dan menjadi sedikit kesal.
“Sayang, kamu dengar apa yang ku katakan?” Tanya Reno.
“Oh.. Iya, aku dengar. Maaf ada yang harus ku urus.” Jawab Meli
Reno mulai merasa bahwa keluarganya sudah berubah. tak ada lagi Meli yang selalu tersenyum menyambutnya pulang, tak ada lagi Raka yang berlari memeluk ayahnya ketika ayahnya baru pulang kerja. Tak ada lagi kehangatan di keluarga ini. Seakan akan mereka sudah hidup dengan cara mereka masing masing. Reno mulai merasakan bahwa istri dan anaknya menjadi dingin padanya tanpa ada alasan yang jelas. Reno tak menyukai keadaan ini, namun Reno membiarkan saja. Reno pun sudah tak peduli dengan keluarganya.
Raka telah menyelesaikan makan malamnya tanpa mengeluarkan satu katapun, yang dilakukannya hanya makan sambil memainkan ponselnya.
“Mama, Raka sudah selesai makan. Raka bermain dulu ya ma..” Seru Raka.
Reno tak bisa berkata kata lagi melihat anaknya seperti itu pada dirinya. Reno melihat Meli dengan tatapan cukup kesal di wajahnya.
“Ada apa dengan Raka? Kamu terlalu memanjakannya sehingga dia seperti tak menganggapku disini.” Seru Reno kesal.
“Biarkan saja, Raka masih anak anak, dia takkan mengerti meski ku marahi karena sikapnya.” Jawab Meli sambil membereskan piring di meja.
“Tapi tak sepantasnya dia seperti itu. Aku bekerja sampai malam setiap hari dan anakku sudah tak menganggapku ada? Lihat kelakuannya, makan dengan memainkan ponselnya terus” Timpal Raka.
“Mungkin kamu yang kurang memperhatikan anakmu.” Jawab Meli.
Perkataan Meli semakin membuat Reno kesal. Tak biasanya Meli seperti ini pada Reno. Meli yang dahulu pasti menenangkannya ketika Reno sedang kesal pada siapapun.
“Aku kurang memperhatikan anakku? Lalu apa yang ku lakukan selama ini? Aku mencukupi semua kebutuhannya, aku melakukan yang terbaik untukya bahkan aku mengajak keluarga kita berlibur. Lalu dimana letak ketidak pedulianku?” Seru Reno
“Baiklah, mungkin aku dan Raka yang tak memahamimu selama ini.” Jawab Meli.
__ADS_1
Meli membawa piring piring kotor itu untuk di cuci dan membereskan meja makan, sedang Reno langsung masuk ke kamar dengan perasaan kesal dan membanting pintu kamar.
Meli tak meresponi tindakan suaminya itu, sebaliknya. Meli memendam segalanya, ingin rasanya Meli ikut meledak saat bertengkar dengan Reno, namun Meli harus memendam segalanya sendiri, Meli tak ingin menunjukan kekesalannya atau kemarahannya pada Reno, jika dia melakukannya Reno akan semakin curiga dengan semua tindakan Meli.
“Apanya yang memperhatikan? Dia hanya sibuk dengan selingkuhannya. Dia berbohong dan menghancurkan keluarganya sendiri. Lalu setelah semua yang dilakukannya, dia menanyakan mengapa kami berubah? Dasar tak tahu malu.” Seru Meli sangat kesal sambil mencuci piring piring kotor.
Sangat berbeda sekali dengan keluarga Sam. Keluarga yang selalu harmonis dengan segala kelucuan dan keseruan yang ada di dalamnya saat sedang makan malam bersama. Makan malam selalu di hiasi dengan canda tawa juga cerita cerita seru yang terjadi setiap harinya.
“Ken, bagaimana hari harimu di pabrik? Sepertinya kamu lebih sibuk dari biasanya Ken.” Tanyaku sambil melahap makananku.
“Yaa.. cukup sibuk sih kak, tapi aku lebih senang di pabrik. Aku bisa terjun langsung ke lapangan dan melihat segalanya dari dekat dan tak terhalang oleh komputer atau apapun.” Jawab Ken sambil menusuk sosis di piringnya.
“Lalu bagaimana hubunganmu dengan Laura?” Tanyaku.
“Itu salah satu masalahnya kak. Meskipun satu kota namun aku jarang bertemu denganya, karena waktu kami tak pernah sama. Hanya di hari minggu, itu juga hanya beberapa jam saja.” Jawab Ken.
“Itu lebih dari cukup Ken, untung bisa bertemu, kalau tidak?” Jawab Sam dengan senyum meledeknya.
“Kalau kamu tak mau aku bisa mengembalikanmu ke kantor, bekerjalah di kantor. Namun mimpimu akan semakin jauh.” Jawab Sam.
Aku hanya tertawa melihat kelakuan adik kakak yang lucu ini. Meskipun sudah dewasa namun mereka tetaplah adik kakak yang suka jail satu sama lain dan masih suka bercanda. Mendengar mereka berdua bercekcok benar benar membuatku tertawa dan senang.
“Sam, sudahlah, jangan menjaili adikmu terus” Seruku sambil tertawa.
“Kak, sepertinya besok malam aku akan makan malam di luar bersama Laura.” Jawab Ken
“Baik baiklah dengan Laura” Seru Sam.
Makan malam kamipun selesai, seperti biasa aku membereskan meja makan dan mencuci piring kotor sedang Sam dan Ken melanjutkan perbincangan mereka di depan televisi sambil menemani Mira bermain. Ketika dua pria sedang saling berbincang dan tertawa, suara tertawa mereka akan terdengar seperti sambaran petir yang tiba tiba datang dan mengatkan. Begitulah mereka berdua, tak sekali dua kali mereka tertawa karena membahas sesuatu.
Aku membawakan irisan buah pepaya dan juga teh hangat untuk mereka berdua agar bisa lebih menikmati perbincangan mereka yang terdengar sangat seru itu.
__ADS_1
“ Bisakah aku bergabung dengan kalian?” Kataku sambil membawa buah dan teh hangat di nampan.
“Kemarilah kak” Jawab Ken.
Aku hanya mendengarkan mereka berbicara dan berbincang dan sesekali tertawa dengan cerita mereka yang terdengar cukup lucu. Sam merangkulku membuatku tetap nyaman dan tetap di sana dan menemaninya, salah satu cara Sam menunjukkan perhatiannya padaku tanpa mengeluarkan satu katapun.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Sudah waktunya Mira untuk tidur. Aku menghampiri Mira dan menyuruhnya untuk menyudahi bermainnya dan lekas tidur malam ini
“Mira, ayo sudah waktuya kamu tidur, sudah jam sembilan malam.” Seruku didepannya.
Mira menurut dan mulai membereskan mainannya dan mengembalikannya ke temaptnya sesuai dengan intruksiku dan aku membuatkan Mira satu botol susu untuk membuatnya tertidur.
“Ayo Mira” Seruku sambil memberikan botol susu dan menggendongnya.
“Selamat tidur putri cantik” Seru Ken sambil melambaikan tangannya
“Mama, Mira merindukan kak Raka, Mira ingin bermain bersama kak Raka seperti dulu.” Kata Mira sambil meminum susunya.
Aku membelai rambut Mira dan tersenyum padanya sambil menarik napas panjang.
“Aku juga ingin menemui Meli saat ini dan kembali seperti dulu namun untuk saat ini bukan waktu yang tepat” Seruku dalam hati.
“Nanti yaa sayang, kak Raka sibuk sekolah, nanti kalau kak Raka ada waktu kita ke sana ya..” Jawabku menenangkan Mira.
“Tak hanya mira yang merindukan Raka, akupun merindukan sahabatku dan ingin terus ada di sisinya. Namun saat ini tak ada yang bisa kulakukan untuknya.” Seruku kembali dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘