My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 21 | Misi Reno


__ADS_3

Ken meyetir dengan kecepatan yang cukup tinggi siang itu dan pergi ke pabrik yang diperintahkan Sam padanya. Dengan membawa beberapa dokumen yang dibawanya dari kantor, Ken mempelajarinya agar mempermudah menemukan sumber masalahnya.


“Bulan November lalu kantor memberikan tujuh puluh lima juta bonus untuk para buruh pabrik, lalu bulan selanjutnya sama sampai bulan Maret lalu.” Katanya sambil membaca dokumen itu.


Ken menemukan kejanggalan disini, dia mecoba membacanya dan mengingat ingat lagi untuk meyakinkannya kalau memang ada kesalahan disini.


“Data ini sudah di serahkan ke kantor, namun tanda terimanya tidak ada. Data ini tidak sama dengan data yang diserahkan ke kantor.” Katanya sambil mengetukkan jarinya pada dokumen yang dipegangnya.


Ken sampai di pabrik dan turun tanpa membawa dokumen. Sam masuk dan langsung memeriksa kejanggalan itu. Mulai dari mengamati setiap buruh yang bekerja disana, melihat kinerja mereka hanyalah sebuah alasan agar tak ada yang mengetahui maksud Ken datang ke pabrik itu Karena Sam menyuruhnya melakukannya secara diam diam.


Ken langsung menemui Pak Satrio, orang yang dipercaya untuk mengontrol para buruh dipabrik itu. Untuk menanyakan hal hal terkait kinerja para buruh dan apakah ada masalah pada tiap buruh atau mesin yang mereka gunakan.


“Pak Ken, silahkan masuk pak.” Sambut Pak Satrio


“Bagaimana keadaan di sini pak? Apa ada kendala terkait buruh atau mesin mesin yang digunakan?” Tanya Ken pada Pak Satrio


“Emm, tidak ada pak, para buruh baik baik saja dengan pekerjaan mereka, dan untuk mesin, ada dua mesin pemotong kayu yang rusak dan masih belum diperbaiki.” Jawab Pak Satrio


Ken mengerutka alisnya, mendengar penjelasan dari Pak Satrio, sudah jelas bahwa kenjanggalan di sini semakin terlihat.


Ken bergumam dalam hatinya, mengapa pak Satrio tak mengatakan yang sebenarnya pada Ken? Tidak mungkin jika Pak Satrio tak mengetahui yang sebenarnya terjadi.


“Bisa saya lihat mesin yang rusak pak? Biar saya laporkan ke kantor” Tanya Ken.


Pak Satrio menunjukkan jalannya pada Ken, tempat dua mesin pemotong kayu yang rusak. Namun hal yang tak terduga didengar oleh Ken dan Pak Satrio dari beberapa buruh yang sedang berbicara satu dengan yang lainnya saat menuju tempat mesin pemotong kayu yang rusak itu.


“Sudah lima bulan kita tak mendapat bonus dari kantor, bonus tahun baru pun kita tak dapat, ada apa ini? “ Keluh salah satu buruh


“Anakku sebentar lagi akan naik ke kelas dua SD dan butuh biaya besar, namun kalau aku tak dapat bonus, bagaimana nasib anakku?” Keluh Buruh lainnya.


Ken yang mendengar hal itu cukup terkejut, tak butuh waktu lama untuk segera mengungkapkan apa yang terjadi di pabrik ini karena Ken telah mendapat sedikit petunjuk dari pengakuan para buruh. Namun disisi lain, Pak Satrio terlihat cukup gelisah mendengar hal seperti itu.


“Hei kalian, apa yangbkalian lakukan? Mengapa tidak bekerja? Jangan hanya berbicara. Pergi bekerja. Dasar pemalas!!!” Seru Pak Satrio dengan nada membentak.

__ADS_1


Para buruh itupun langsung pergi bekerja dengan raut wajah yang sedikit kesal. Ken melihat Pak Satrio, wajahnya benar benar terlihat sedikit ketakutan, namun Ken membiarkannya saja dan berpura pura tak mendengar apapun.


“Pak Ken, di sebelah sini pak” Kata Pak Satrio dengan tangan yang mengarahkan dan senyum palsu ketakutannya.


Ken melihat lihat mesin itu dan sesekali melihat ke arah Pak Satrio yang tatapan matanya terlihat tidak tenang.


“Apa ada lagi pak masalah di pabrik ini?” Tanya Ken.


Pak Satrio menggelengkan kepalanya


“Tidak ada pak, hanya ini saja” Jawabnya.


Di sisi lain, saat para buruh bekerja, bongkahan kayu yang cukup besar jatuh dari atas dan menindih salah satu lengan buruh yang langsung membuat kehebohan di tempat itu


braakk...


“Aduuhh... Tolongg” Teriak salah satu buruh yang kesakitan dengan suara kayng cukup keras.


Ken da Pak Satrio yang mendengar itu langsung menunju lokasi untuk melihat keadaan disana.


“bongkahan kayu jatuh dan mengenai lengan Yayan pak.” Jelas salah satu buruh.


Ken melihat hal ini dan langsung menyuruh Pak Satrio membawanya ke rumah sakit agar Ken bisa mencari tahu letak kesalahan dai bonus gaji buruh.


“Pak Satrio, segera bawa ke rumah sakit, untuk masalah ini, kantor yang akan bertanggung jawab, saya akan melaporkan hal ini.” Perintah Ken pada Pak Satrio.


Pak Satrio dan beberapa buruh membawa Yayan ke rumah sakit untuk dirawat. Sementara Ken menuju kantor Pak Satrio untuk mencari petunjuk lainnya.


Satu persatu dokumen yang ada di kantor Pak Satrio diperiksa begitu juga dengan komputernya, cukup lama Ken di kantor Pak Satrio untuk mencari petunjuk lain, namun tak satupun petunjuk didapatkan. Ken terpaksa turun dan kembali ke kantor untuk melaporkan kejadian hari ini dan melanjutkannya besok.


...****************...


Siang itu Rein terlihat sangat lelah, berkali kali Rein meyakinkan diri untuk menghubungi Meli, namun selalu diurungkan niatnya, gelisah bercampur dengan khawatir, itulah yang dirasakan Rein saat ini.

__ADS_1


“Kalau aku tak membantu Meli, dia akan kesulitan, namun kalau aku membantunya, dia pasti benar benar memutuskan untuk bercerai dengan Reno. Namun belum tentu Reno berselingkuh, bisa saja itu hanya rekayasa” Gumam Rein meyakinkan dirinya.


“Namun kalau Reno benar benar berselingkuh, bagaimana?”


Rein sagat menyayangi sahabatnya dan tak tega melihat Meli terluka dan menghadapi masalah sendirian.


“Apa yang harus ku lakukan? Haruskah aku meminta pertimbangan Sam tentang masalah ini? ahh.. Tidak tidak. Sam pasti mendukung keputusan Meli untuk bercerai dengan Reno.”


Rein berjalan kesana kemari untuk bisa memutuskan akankah dia membantu Meli atau tidak.


Di satu sisi, Ken sampai di kantor pukul tiga sore dan melaporkan kejadian yang terjadi di pabrik hari ini ke ruangan Sam, juga perkembangan dari tugas yang diberika Sam padanya.


Tok tok tok..


“Ken, bagaimana? sudah diperiksa?” Tanya Sam


“Sudah pak, namun masih belum pasti siapa yang mengambil bonus para buruh pabrik pak. Dan saya ingin melaporkan kejadian hari ini pak” Jawab Ken.


Sam menganggukkan kepalanya dan mengerutkan keningnya.


“Kejadian hari ini? Ada apa” Tanya Sam


“Hari ini saya mendapat laporan bahwa dua mesin pemotong bongkahan kayu telah rusak pak, itu yang menghambat kinerja para buruh, dan juga salah satu buruh mengalami kecelakaan saat bekerja, bongkahan kayu besar jatuh menindih lengan Pak Yayan, salah satu buruh. Dan saya sudah menyuruh Pak Satrio untuk mengurusnya Untuk seluruh biayanya akan segera dikirimkan oleh Pak Yayan.”


Sam mengangguk mengerti. Tak salah Sam menyuruh adiknya untuk datang ke pabrik dan mengawasi pabrik, hal hal seperti ini Sam bahkan jarang mendapat laporan terperinci seperti ini tentang yang terjadi di pabriknya.


“Baik, kamu buat laporannya dan segera serahkan pada saya, namun untuk tugas pribadi yang saya tugaskan jangan kamu masukkan, ini rahasia.”


Ken mengangguk dan kembali ke mejanya untuk segera menyelesaikan tugas tugasnya untuk segera dilaporkan pada Sam.


.


.

__ADS_1


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh..


__ADS_2