My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 101 | Sahabat Jadi Cinta


__ADS_3

Tak ada yang lebih indah dari perasaan cinta yang dirasakan kedua insan, ketika perasaan mereka terbalaskan sepertinya dunia berpihak pada mereka berdua. Dan lagi cinta di masa SMA adalah yang terbaik yang pernah dirasakan. Tiap orang akan mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang terbaik dalam hidup mereka, mereka bisa menunjukkan cinta mereka sebebas bebasnya. Kini Arka berada tepat di hadapan Mira, pandangan yang sangat tulus membuat Mira tak bisa menatap kedua mata Arka yang sepertinya berbinar itu, Mira memalingkan wajahnya dan ia tersipu malu. Gadis mana yang tak tersipu ketika laki laki yang dicintainya menatapnya dengan sangat tulus.


“Arka hentikan. Jangan menatapku seperti itu”, ucapnya lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Arka hanya terkekeh dan perlaha ia melepaskan kedua tangan Mira yang menghalangi pandangannya untuk melihat kecantikan dari Mira, gadis yang disukainya.


“Mengapa? Biarkan aku meamandangmu”, ucap Arka. Keinginan laki laki ketika jatuh cinta seperti tak bisa menahan diri mereka, Ingin sekali Arka memeluk bahkan mengecup Mira namun hal itu enggan dilakukannya, Arka hanya mengusap kepala Mira dengan lembut memberikan perhatuan dan menunjukkan bahwa dirinya sangat menyayangi Mira. Seperti halnya Arka, Mira pun mempunyai perasaan yang sama.


Arka kembali menjalankan mobilnya, ia tak ingin membuang buang waktu hanya dengan menatap Mira, ia ingin menghabiskan waktu bersamanya mengingat peringatan dari Sam bahwa Mira harus kembali sebelum jam sembilan malam. Taman bermain adalah tujuan mereka setelah menonton di bioskop. Layaknya pasangan kekasih pada umumnya, mereka bercanda berfoto dan mencoba seluruh wahana yang bisa dinaiki. Sangat menyenangkan, membuat mereka berdua tak ingin berpisah.


“Aku tak ingin membuang momen ini. Aku ingin Mira menjadi kekasihku”, gumam Arka dalam hatinya, melihat senyum Mira yang sangat manis membuat Arka tak bisa memalingkan tatapannya, baginya, Mira adalah gadis tercantik dan termanis dan ia tak ingin Mira jatuh ditangan laki laki lain selain dirinya. Sejujurnya Arka bukan pria yang romantis, bahkan ia tak tahu bagaimana menjadi romantis, Arka berusaha mencari cara agar ia mampu menyatakan cintanya seperti kebanyakan orang, ia tak ingin Mira kecewa hanya karena pernyataan cintanya yang biasa saja. Tatapannya terhenti pada seseorang penjual gulali, tak ada cara lain yang terpikirkan olehnya.


“Baiklah, sekarang atau tidak sama sekali. Ku harap Mira menyukainya”, ucapnya dan segera melangkah menuju penjual gulali. Arka memilih gulali paling besar dengan pemilihan warna yang tepat. Dan benar saja, gulali itu sangat besar, bahkan besarnya melebihi tubuhnya.

__ADS_1


“Lalu bagaimana aku menyembunyikannya? Ya Tuhan, aku bodoh sekali”, ucapnya setelah membawa gulali raksasa itu bersamanya, Arka berusaha menyembunyikan dibalik tubuhnya yang ukurannya tak sebanding dengan gulali itu dan ia berjalan ke arah Mira yang sedang duduk menunggunya sambil meneguk sebotol minuman berkarbonasi.


“Mira”, panggil Arka. Ia memberikan gulali raksasa untuk Mira, gulali dengan warna yang sangat cantik.


“Waah.. Gulali ini besar sekali.. Dari mana kamu tahu bahwa aku menyukai gulali? Yang ku ingat aku tak pernah mengatakan apapun padamu”, tanya Mira dengan wajah bahagia melihat gulali raksasa yang diberikan Arka. Sangking besarnya gulali itu, tubuh Mira yang mungil tertutup olehnya. Mira memakan sedikit demi sedikit gulali yang diberikan Arka padanya sedang Arka terus menatap gadis disampingnya sambil mengumpulkan keberaniannya untuk menyatakan perasaannya.


“Mira maukah kamu menjadi kekasihku?”, ucap Arka dengan sangat cepat namun sayangnya Mira tak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Arka ditengah kerumunan banyak orang. Arka melihat ke arah Mira yang masih diam dan menikmati gulali yang dipegangnya, perlahan Arka mengatur napasnya dan memejamkan kedua matanya sembil sesekali tangannya mengepal.


“Mira”, panggil Arka dengan jelas


“Aku menyukaimu. Aku tak tahu apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku, yang pasti aku tak kuat lagi memendam perasaan ini dan aku benar benar menyukaimu. Ku harap kamu ....”

__ADS_1


“Aku juga. Aku juga menyukaimu”, ucap Mira memutus perkataan Arka yang belum selesai. Mendengar bahwa Mira mempunyai perasaan yang sama seperti Arka, ia langsung memeluk Mira. Betapa bahagianya Arka ketika perasaannya terbalas. Detak jantung mereka saling bersautan ketika mereka saling berpelukan. Seakan tak percaya bahwa dirinya memiliki kekasih, Mira sangat bahagia bahwa laki laki yang dicintainya juga mencintainya.


“Jadi ini hari pertama kita?”, tanya Arka, Mira mengangguk. Akhirnya Mira mengerti arti dari sepasang kekasih yang dimabuk cinta, Mira mengetahui rasanya memiliki kekasih, perasaan yang tak pernah dibayangkan Mira sebelumnya.


Waktu mereka untuk bersama hampir habis karena bulan sudah terlihat dengann jelas di atas, meski keinginan hati ingin tetap bersama namun Arka tak bisa menahan Mira dan memulangkannya lebih dari jam malam kekasihnya itu atau ayahnya takkan mempercayakan Mira untuk pergi bersama Arka mesi Arka adalah kekasihnya.


“Baiklah, waktunya bagimu untuk pulang”, ucap Arka mengajak Mira pulang meski hatinya pun tak ingin berpisah dari kekasihnya itu. Mira menatap ke arah Arka dengan tatapan yang sedikit sedih karena malam ini harus berakhir. Dengan berat hati ia berdiri dan berjalan disamping Arka, Sepanjang hari Mira tak memegang ponsel sama sekali, perkataan Raka pun tak didengarnya. Dalam ponselnya ada puluhan panggilan tak terjawab dan belasan chat dari Raka.


“Sepertinya anak itu terlalu bersenang senang. Ku harap dia baik baik saja”, ucapnya ketika seluruh panggilan dan pesannya tak ada satupun yang direspon oleh Mira.


“Kamu gila jatuh cinta dengan adikmu sendiri. Sadarlah, Mira bahkan tak pernah memandangmu sebagai seorang pria, kamu hanya seorang kakak baginya” , tambahnya.

__ADS_1


Raka merasa tak da kesempatan baginya untuk mendekati hati Mira. Ia sangat lelah dengan pedih yang dirasakannya, ingin rasanya mengungkapkan perasaannya namun perasaan takut terus menghantuinya.


“Meski aku tak bisa menyatakan perasaanku setidaknya aku harus bertindak. Aku akan membuat mu merasakan bahwa aku mencintaimu Mira. Mulai saat ini takkan ada lagi seorang kakak bagimu, aku akan bertindak selayaknya laki laki yang mencintaimu. Setidaknya itu yang akan ku lakukan”, ucapnya, Raka bertekat untu mendapatkan hati Mira dengan caranya sendiri, ia tak ingin kehilangan Mira, ia tak ingin hanya menjadi seorang kakak baginya, menatapnya dari kejauhan dan mencintai dalam diam.


__ADS_2