
Aku memikirkan tawaran Ken malam itu, aku ingin sekali membantu Meli, namun jika aku melakukan ini, itu artinya aku setuju dengan keinginan Meli untuk bercerai dengan Reno, aku mengerti ini bukanlah tempatku untuk ikut campur dalam masalah rumah tangga sahabatku, namun aku tetap ingin yang terbaik untuk Meli.
Semalaman aku memikirkan hal ini, haruskah aku menghubungkan Meli dengan pacar Ken? Atau harus ku biarkan saja Meli mencari jalannya sendiri? Aku bergumam dengan pikiranku sendiri. Di satu sisi aku ingin membantu Meli namun disisi lain aku tak mau Meli harus bercerai dengan Reno karena mereka mempunyai anak.
Kepalaku hanya diisi dengan Meli dan Meli semalaman, sampai tak terasa hari sudah pagi dan sudah saatnya aku menjalankan tugasku, memasak dan mengurus keluargaku.
“Pagi Rein” Sapa Sam sambil mencium keningku.
Aku tersenyum sambil melihat Sam dan melanjutkan memasak. Sam menyadari sesuatu dari raut wajahku, karena tak biasanya aku terlihat sangat lelah pagi itu.
“Rein, are you ok? kalau capek kamu istirahat saja, jangan dipaksakan. Biar aku beli makanan untuk sarapan.” Kata Sam sambil memegang wajahku dengan kedua tangannya.
“I’m ok Sam, i’m just lil tired. i can’t sleep last nigth” Jawabku sambil memindahkan masakan ke mangkuk.
Sam memelukku dari belakang dan mengusapkan wajahnya pada rambutku yang membuatku merasa sedikit geli.
“Sam, geli, cepat mandi lalu sarapan” Kataku sambil mendorong Sam.
Sam terlihat sedikit khawatir dengan keadaanku, Sam sangat menyayangiku. Aku bisa melihat dari wajahnya yang cukp khawatir itu.
“Aku baik baik saja Sam, aku hanya memikirkan Meli, bukan hal yang serius” Kataku meyakinkan Sam.
Sam mempercayaiku dan memelukku, dia benar benar laki laki yang baik untukku dan aku bersyukur menikah dengan Sam yang bisa menerima apapun keadaanku saat ini.
...****************...
Pagi itu Sam dan Ken turun dari mobil dan masuk ke perusahaan tempat mereka bekerja, Sam masuk terlebih dahulu lalu Ken mengikuti di belakangnya .
“Pagi pak Sam” Sapa para karyawan Sam seara bergiliran
Sam tersenyum membalas sapaan mereka dan melihat Ken yang ada di belakangnya.
__ADS_1
“Mereka mungkin menyapaku, namun mereka benar benar terpesona dengan penampilanmu Ken” Kata Sam menggoda adiknya.
Sam masuk ke ruangannya dan mulai bekerja sedang Ken bekerja di tempat yang sama seperti karyawan lainnya. Sam orang yang sangat adil. Tak peduli Ken adiknya, dia akan menempatkan Ken sesuai dengan bidang yang dia kuasai dan tidak memberikan kedudukan tinggi hanya karena Ken adalah adiknya.
Saat sedang sibuk dengan dokumen dokumen yang harus ditandatangani dan di revisi, Sam menerima email dari orang yang tak dikenalnya, Sam membuka emailnya dan dia cukup terkejut saat membacanya, email itu dari seorang buruh pabrik.
Namun Sam tidak langsung percaya begiu saja, bagaimanapun juga, Bela adalah orang yang dipercaya Sam untuk memberikan bonus langsung pada buruh pabriknya. Sam terlihat sedikit kecewa terhadap email yang baru saja diterimanya. Siang itu Sam meneleon Ken dengan telepon kantor untuk datang ke kantornya
“Ken ke ruangan saya sekarang yaa.” Perintah Sam
Ken menutup teleponnya dan langsung masuk ke kantor Sam.
“Ya pak Sam” Jawab Ken
Ken mampu menempatkan diri dengan baik, ketika di kantor, Sam adalah atasannya yang berhak menyuruhnya mengerjakan apapun bukan lagi kakaknya.
“Baik pak, saya kerjakan” Jawab Ken
Sam memilih Ken untuk mengerjakan ini bukan semat mata hanya karena dia adiknya, namun Sam tahu kalau Ken adalah orang yang sangat teliti dan mampu menemukan jawaban atas masalah yang ditemuinya.
Sam melajutkan pekerjaannya dan membiarkan Ken mengurusnya. Tak lama Suci sekertarisnya mengetuk pintu ruangan Sam
“Permisi Pak, Pak Kim sudah datang”
“Suruh Pak Kim masuk Suci.” jawab Sam
Seorang pria yang sudah mulai berumur masuk ke ruangan Sam bersama dengan tiga pengawalnya, pria itu adalah Pak Kim, pemilik dari perusahaan Citra Group Development. Meskipun sudah mulai berumur, namun kharisma dan ketampanan dari Pak Kim masih sangat nyata. Terlihat dari bentuk tubuhnya yang tegap. Perusahaan yang bergerak di bidang properti dan hunian ini sudah sangat terkenal karena kawasan perumahannya yang sangat nyaman untuk ditinggali.
Citra Group Development adalah salah satu dari sepululuh developer terbesar di Indonesia, Citra Group Development sudah mengembangkan hampir delapan puluh proyek yang terdiri dari perumahan, perkantoran, hotel juga apartement. Dan saat ini Citra Group Development sedang membangun perumahan baru yang berkawasan di Bandung yang dinamai Perumahan Citra Sentosa. Dan hari ini Pak Kim datang untuk mengajak Perusahaan Sam bekerja sama dengannya.
__ADS_1
“Pak Sam” Sapa Pak Kim
“Pak Kim, silahkan duduk Pak” Jawab Sam sambil mempersilahkannya duduk.
Pak Kim dan Sam mempunyai gaya yang sama, yaitu tidak suka basa basi dan langsung menuju intinya. Pak Kim menyerahkan sebuah proposalnya untuk dibaca oleh Sam.
“ Pak Sam, ini proposal kerja samanya Pak, kami tertarik dengan produk baru yang telah dikeluarkan perusahaan ini dan niat kami mengajak perusahaan bapak untuk bekerja sama dengan kami.”
Pak Kim menunjukkan banyaknya perumahan yang akan segera di bangun dalam waktu dekat ini.
“Baik, lalu bentuk kerja sama seperti apa yang bapak inginkan?” Tanya Sam.
“Produk baru yang telah perusahaan bapak keluarkan membuat kami tertarik untuk memberikannya pada setiap rumah pak juga kitchen set baru yang bapak keluarkan” Kata Pak Kim menjelaskan.
Sam cukup terkejut mendengar penjelasan Pak Kim, harga dari lemari ini bisa dibilang agak mahal dan Pak Kim ingin memberikan satu satu lemari dan kitchen set di setiap unit.
“Unit yang akan kami keluarkan sebanyak seribu lima ratus unit Pak Sam, namun untuk pembukaan kami akan membangun lima ratus unit terlebih dahulu lengkap dengan seluruh perabota rumah” Jelas Pak Kim
Sam mengangguk mengerti dengan penjelasan Pak Kim yang cukup menggiurkan itu, bisa dibayangkan oleh Sam keuntungan yang akan didapatkannya jika perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Citra Group ini.
“Baik pak, saya pelajari dulu proposalnya dan akan saya kabari bapak secepatnya” Jawab Sam
“Terimakasih pak Sam, saya harap Pak Sam setuju bekerja sama dengan perusahaan bapak”
Sam mungkin tak perlu terlalu lama mempertimbangkannya dan bisa langsung mengiyakan tawaran dari Pak Kim, namun Sam bukanlah orang yang gegabah dalam mengambil keputusan, dan lagi ini adalah keputusan yang sangat besar yang harus dipikirkan matang matang.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh..