My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 56 | Masalah Membawa Keuntungan


__ADS_3

Laura tak merasakan apapun ketika Ken meninggalkannya untuk sementara waktu karena urusannya dengan ayahnya namun satu yang pasti bahwa hubungan mereka akan baik baik saja. Keesokan paginya Ken berangkat menuju ke rumah kedua orang tuanya untuk menceritakan hubungannya dan mengatakan keadaan yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan juga Laura. Ken menyadari bahwa ia dan Laura telah melanggar sebuah batasan yang seharusnya tak mereka lakukan meskipun mereka hidup di kota metropolitan dengan pergaulan yang sangat bebas diusia muda seperti mereka.


Dengan sebuah mobil yang biasa ia kendarai Ken sampai ke rumah orang tuanya yang sangat besar. Aura mengerikan yang biasa ia rasakan ketika ayahnya ada dirumah kembali dirasakannnya, Ken disambut oleh ibunya dengan senyuman dan pelukan yang hangat. Anak laki laki selalu dekat dengan ibu daripada dengan ayah dan itu juga dirasakan oleh Ken ketika ia datang dan menyambut pelukan ibunya yang sudah lama tak ia rasakan.


“Bagaimana kabarmu Ken? Mama sangat merindukanmu” Ucap Bu Reni memeluk Ken.


“Ken baik baik saja mama. Papa ada didalam?” Tanya Ken melepas pelukan ibunya.


“Masuklah, papa sudah menunggu didalam” Jawab Bu Reni.


Ken masuk ke dalam dan melihat ayahnya yang duduk dengan memegang tablet di tangannya sambil sesekali menyeruput segelas kopi di meja. Ken merasakan telapak tangannya yang mulai berkeringat dan jantungnya berdetak dengan kencang, ia sempat mematung sejenak ketika melihat ayahnya dan mengumpulkan niatnya untuk menghadap Pak Sukmo, ayahnya.


“Aku tak mungkin mundur saat aku sudah sampai di rumah.” Lirihnya dalam hati.


“Papa, bagaimana kabarnya pa?” Tanya Ken sambil berjalan menghampiri ayahnya.


“Sudah datang? Duduklah Ken. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan papa?” Tanya Pak Sukmo


Ken mengetahui bahwa ayahnya adalah orang yang tidak suka basa basi dan langsung menuju intinya namun tetap saja setelah hampir satu tahun Ken tak bertemu dengan ayahnya bukannya menanyakan kaarnya namun langsung pada intinya.

__ADS_1


“Apa perusahaan papa berjalan dengan baik?” Tanya Ken mencoba mencairkan suasana.


“Mengapa kamu menanyakan perusahaan papa? Apa kamu berencana menggantikan papa?” Jawab Pak Sukmo.


Jawaban ayahnya membuatnya menyerah dan langsung menuju pada intinya. Masalah yang sedang dihadapi oleh Ken sudah didengar sebelumnya dari Sam anak pertamanya. Ingin rasanya Pak Sukmo menghajar Ken saat ini juga namun bagaimanapun juga ia tak tega melakukan hal itu. Meskipun sifatnya tegas dan terlihat galak namun Pak Sukmo tak pernah menggunakan kekerasan dalam mendidik Sma dan juga Ken hingga mereka dewasa.


“Ken berencana menikah dengan Laura kekasih Ken pa. Itu alasan mengapa Ken datang menghadap papa.” Ucapnya dengan setengah menunduk.


“Apa yang kamu miliki sampai kamu berani mengatakan ingin menikahi Laura?” Tanya ayahnya.


Kali ini Pak Sukmo meletakkan tabletnya dan berbicara dengan menatap anaknya yang terlihat penuh dengan keraguan dan ketakutan di matanya. Sama seperti ia mendidik Sam, pak Sukmo takkan membiarkan anaknya menikah ketika ia sendiri belum cukup mapan untuk menghidupi dirinya sendiri dan calon istrinya kelak.


Bu Reni datang dengan membawa satu cangkir teh hangat dan potongan buah untuk menenmani perbincangan anak dan suaminya yang terlihat sangat serius itu dan mendekat pada mereka. Bagaikan air ditengah panasnya api, itulah peran ibunya dirumah. Bu Reni mampu meredam amarah dan menetralkan suasana yang tegang dengan kehadirannya.


“Mama bawakan potongan buah dan secangkir teh untukmu Ken, pasti kamu lelah kan?” Ucap ibunya.


“Laura Evelyn adalah seorang pengacara hebat dan berasal dari keluarga yang cukup berada. Dan kamu Ken, datang ingin menikahinya tanpa memiliki apapun? Apakah kamu menyadari bahwa Laura itu anak kesayangan orang tuanya yang mereka jaga dan rawat sampai ia dewasa juga dicukupkan segala kebutuhannya? Lalu kamu datang tanpa memiliki apapun dan ingin melamarnya? Jangan bodoh kamu!!” Ucap ayahnya sedikit geram.


Ken memikirkan hal yang sama seperti apa yang dipikirkan ayahnya. Ia menyadari bahwa dirinya yang belum menjadi apa apa takkan bisa menikahi Laura, tekatnya yang sangat kuat mendorong dirinya akan melakukan apapun asalkan ia dapat menikahi Laura.

__ADS_1


“Lalu apa yang harus Ken lakukan papa? Ken tahu dan sadar bahwa papa takkan mengijinkan Ken melamar Laura saat Ken masih belum menjadi apa apa. Saat ini apa yang harus Ken lakukan? Dan lagi Ken takut kalau seandainya benar Laura mengandung anak Ken nantinya” Tanya Ken putus asa.


Ucapan Ken yang seperti ini yang ditunggu oleh Pak Sukmo sedari tadi, berbeda dair ibunya yang tak tahu apa apa. Mendengar perkataan Ken itu, Bu Reni terkejut dan melihat ke arah Ken dengan matanya yang membola tak percaya dengan perkataan anaknya.


“Apa? Hamil? Apa maksudmu Ken? Kamu menghamili Laura?” Teriak ibunya terkejut.


“Tidak ma ... Ken masih belum tahu apakah Laura hamil atau tidak, maaf Ken melakukan hal bodoh dengan Laura.Karena itu sebelum segalanya terlambat Ken ingin menikahi Laura agar kemungkinan Laura hamil diluar pernikahan tak terjadi” Jawab Ken.


Tak seperti yang ia bayangkan, ayahnya hanya diam dan meneguk secangkir kopi dihadapannya tanpa bereaksi terhadap perkataannya itu. Seperti sudah mengetahui masalah ini, Pak Sukmo terlihat baik baik saja dengan pernyataan anak bungsunya itu.


“Papa tak marah? Ada apa ini? Ku pikir papa akan menampar dan menghajarku” Lirihnya dalam hati.


“Mulai minggu depan ajukan cuti pada Sam selama tiga bulan dan kamu menangani anak perusahaan. Dalam waktu tiga bulan kalau kamu mampu membuat inovasi baru, papa berikan kamu modal untuk membuka usahamu sendiri seperti yang kamu inginkan. Namun kalau kamu gagal, jangan pernah bermimpi untuk menikahi Laura tak peduli ia mengandung anakmu atau tidak.” Perintah ayahnya.


Ken masih tak percaya apakah ini pertanda yang baik atau buruk baginya. Ia merasa bahwa ayahnya sedang mendukungnya mencapai cita cita dan harapannya namun disisi lain ia merasa bahwa ayahnya tak ingin ia menikah dengan Laura. Tanpa berpikir panjang Ken mematuhi perintah ayahnya karena ia tak lagi memiliki pilihan lain. Meskipun Ken tak mengerti tujuan ayahnya memerintahkannya melakukan semua ini namun satu yang ia tahu bahwa ia harus berhasil melewati masa masa ini agar ia bisa kembali dan menikah dengan Laura sang pujaan hatinya.


“Baik papa. Ken akan mengajukan cuti selama tiga bulan seperti yang papa perintahkan.” Jawab Ken.


Tak butuh waktu lama, Ken kembali ke rumah Sam setelah urusan dengan ayahnya selesai. Dalam mobil ia terus menerka nerka apa yang sebenarnya ayahnya rencanakan padanya hingga memerintahkannya untuk mengelolah anak perusahaan selama tiga bulan.

__ADS_1


__ADS_2