
Perasaan senang menyelimutiku sore itu, dalam mobil yang ku kendarai tak hentinya aku tersenyum bahagia setelah cukup lama aku tak bertukar kabar atau salaing menghubungi karena adanya perbedaan pendapat diantara kami. Aku pulang ke rumah dengan membawa makanan yang telah ku beli dari sebuah restoran langgananku. Tepat pukul lima sore aku sampai di rumah dan mulai meyiapkan makan malam lalu membersihkan diri sebelum suamiku pulang ke rumah.
“Bu, saya pulang ya bu. Tugas saya sudah saya kerjakan semua” Seru bu Sum.
“Oh.. Baik bu.. Terimakasih ya bu. Ini untuk bu Sum dan keluarga bu.” Jawabku sambil memberikan papper bag yang berisi makanan.
“Terimakasih Bu, Ibu sudah sangat baik pada saya” Jawab bu Sum sambil menerima papper bag pemberianku.
“Iya sudah bu, hati hati pulangnya.” Jawabku.
“Mama.. Mengapa mama selalu memberikan makanan pada bu Sum” Tanya Mira.
Aku melihat ke arah Mira yang terlihat bingung, karena setiap kali bu Sum menjaga Mira, aku selalu membawakan sesuatu ketika dia pulang.
“Mira, berbuat baik pada orang lain itu adalah sebuah keharusan. Dan lagi bu Sum sudah banyak membantu mama, bu Sum sangat baik kan pada Mira saat mama dan papa tak ada di rumah?” Tanyaku.
“Iya mama, bu Sum sangat baik pada Mira” Jawab Mira.
“Jadi tak ada salahnya kan kalau kita berbuat baik pada orang lain, hanya memberikan sedikit makanan atau hal yang kita miliki pada orang lain tak ada ruginya sayang. Karena apa yang kita tabur pada orang lain suatu saat kita akan menuai. Mira mengerti?” Kataku menjelaskan pada Mira.
Aku berharap semua yang kulakukan juga hal baik yang dilakukan Sam didepan Mira, suatu saat Mira bisa mencontohnya dan menjadikannya anak yang baik dan mau berbagi dengan orang lain.
“Mira tunggu di sini yaa.. Mama mandi sebentar sebelum papamu datang” Seruku sambil masuk ke kamarku.
Tak lama setelah aku masuk ke kamar mandi, Sam datang dengan membawa jas i salah satu lengannya seperti biasanya, Sam datang dan langsung memeluk Mira dan menggendongnya.
“Mira.. Anank cantiknya papa..” sambil memeluk Mira.
“Papa..” Seru Mira sambil memeluk dan mencium Sam.
“Mama dimana Mira?” Tanya Sam.
“Mama baru saja mandi papa.” Jawab Mira.
Mendengar itu, Sam tersenyum dan mencium Mira, lalu menurunkannya kembali.
__ADS_1
“Mira tunggulah di sini yaa.. Papa mengganti pakaian sebentar.” Seru Sam dengan senyuman di wajahnya.
Mengetahui aku sedang mandi, Sam langsung cepat cepat masuk ke kamar sebelum aku selesai mandi. Dari arah kamar mandi aku mendengar suara pintu ditutup dengan cukup kencang.
“Sayang.. Apa sudah selesai mandinya?” Tanya Sam.
Mendengar suara Sam, dengan cepat aku mengambil handuk dan menutupi tubuhku dengan handuk dan dengan cepat mengunci pintu kamar mandi yang tak ku kunci. Namun aku terlambat. Sam telah membuka pintu kamar mandi dengan senyuman di wajahnya. Aku masih berusaha menutupi tubuhku dan memalingkan wajahku dari tatapan Sam.
“ Ada apa? Mengapa tak berani menatapku Rein?” Tanya Sam.
Sam mendekatiku, tak tahu mengapa aku seperti malu dihadapannya. Aku benar benar tak berani menatap mata suamiku sendiri. Kalau diingat ingat kami memang tak pernah berada di kamar mandi bersamaan. Tatapan Sam terus membuat jantungku berdetak kencang saat itu.
“Rein, kamu takut pada suamimu sendiri?” tanya Sam.
“Ahh.. Tidak Sam, aku hanya..” Aku tak mampu menjawabnya.
Sam terus mendekatiku dan aku terus menghindar darinya. Tanpa ku sadari Sam memegang tanganku dan menarikku di pelukannya. Seperti ingin meledak jantungku. Setiap hari Sam memelukku namun aku biasa saja, namun saat ini aku seperti kehabisan napas, jantugku berdetak sangat kencang ketika aku di pelukan Sam.
“Ada apa? Memeluk istriku sendiri apa tak boleh?” Tanya Sam.
“Tingkahmu lucu sekali Rein, aku takkan melakukan apapun padamu. Kecuali kalau kamu menginginkannya” Seru Sam tepat ditelingaku.
Aku menghindar karena terkejut dengan Sam yang tiba tiba berbisik di telingaku, aku menunduk dan menggelengkan kepalaku.
“Cepat pakai bajumu, lalu kita makan malam bersama. Aku sudah cukup lapar” Seru Sam
Sam meninggalkanku dan langsung mengambil baju di lemari lalu mengganti pakaiannya. Aku keluar dari kamar mandi dan langsung melihat pemandangan yang cukup indah. Tubuh Sam yang besar dan kekar itu saat ini terbuka. Melihatnya melepas kemejanya lagi lagi membuat jantungku berdebar kencang.
“Mengapa suamiku sangat tampan sekali? Aku ingin menyentuhnya” Seruku dalam hati.
Seketika aku terbangun dari lamunanku menyadari apa yang baru saja ku katakan pada diriku sendiri.
“Ada apa? Mengapa melihatku seperti itu?” Tanya Sam sambil mencari baju di dalam lemari.
Lagi lagi aku tak menjawab Sam dan langsung mengambil baju yang telah ku siapkan di atas kasur, namun kakiku tak sengaja menginjak mainan Mira yang membuatku tersandung dan terjatuh di atas kasur yang membuat handuk yang ku pakai terbuka tanpa ku sadari. Sam membalikkan tubuhnya dan melihatku dengan mata terbelalak. Aku langsung menutup tubuhku dengan handuk, namun belum sampai aku menutupi seluruh tubuhku, tangan Sam menahan tanganku. Sam mendekatiku dan saat ini tubuhnya tepat berada di atasku.
__ADS_1
“Aku berusaha menahan diriku untuk tak melakukannya Rein, namun mengapa hal ini terjadi. Aku tak bisa menahannya lagi” Seru Sam.
Aku berusaha mengontrol perasaanku, berusaha terlihat tenang untuk menghindari Sam, namun tubuhku menolaknya. Pikiranku ingin menghindari Sam, namun hatiku menginginkan hal yang sama. Tak bisa ku pungkiri, tubuhku juga menginginkan Sam. Aku benar benar telah jautuh sejatuh jatuhnya pada suamiku. Wajah Sam terlihat sangat dekat denganku, kupejamkan mataku dan kurasakan bibirnya menyentuh bibirku.
Perasaan ini nyata. Untuk pertama kalinya aku melakukan ini dengan Sam karena sama sama menginginkannya. Aku tak bisa menahannya, Sam semakin liar dengan sentuhan dan ciumannya. Perasaan yang sulit dijelaskan saat ini kurasakan. Sam benar benar membuatku kehilangan akal sehatku, dia benar benar sangat paindai memainkannya.
Disaat Sam melakukannya denganku, kami mendengar suara ketukan pintu dasn suara Mira memanggilku.
“Mama... Ayo cepat keluar, Mira lapar” Seru Mira.
Dengan tubuhnya yang kecil, Mira belum mampu untuk menggapai gagang pintu dan membukanya sendiri. Aku dan Sam cukup terkejut, kami saling memandang satu sama lain dan tertawa, Sam mencium keningku dan menutupi tubuhku dengan handuk.
“Pakai bajumu Rein, Mira menunggu kita” Seru Sam sambil tersenyum
Aku memakai bajuku dan segera keluar bersama Sam, Sam membuka pintu dan tersenyum pada Mira lalu menggendongnya dipelukannya.
“Kamu lapar sekali yaa Sayang” Seru Sam sambil mencium pipi Mira
“Mama lama sekali mandinya.. Mira kelaparan” Seru Mira sambil memeluk manja Sam
“Maafkan mama sayang..” Jawabku sambil mencium kening anakku.
Sam membalikkan tubuhnya dan melihat ke arahku sambil tersenyum dan mengedipkan matanya, Sam memajukan bibirnya sambil tersenyum, aku mencium bibirnya seperti keinginannya, dan kami menuju meja makan untuk makan bersama. Ku lihat Ken sudah berada di meja makan dan memainkan ponselnya. Ken melihat ke arah kami berdua dan menggelengkan kepalanya.
“Aku melihat apa yang baru saja kalian lakukan” Seru Ken
Aku dan Sam tertawa dengan ekspresi wajah dan kata kata yang dikeluarkan Ken pada kami.
“Cepatlah menikah, agar tak hanya melihat kemesraan kami tiap hari, tapi juga bisa melakukannya dengan Laura” Goda Sam pada Ken.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘