My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 50 | Hal Kecil Yang Disebut Cinta


__ADS_3

Kisah cinta adalah salah satu kisah yang disenangi berbagai kalangan, entah itu anak kecil, anak remaja hingga orang dewasa. Setiap orang pasti menganggap kisah cinta merekalah yang paling menarik atau paling tragis dan mungkin yang terbaik karena itu kisah mereka sendiri. Namun benarkah yang mereka alami dan rasakan itu adalah cinta? Atau hanya sekedar sebuah obsesi?


Cinta adalah sebuah hal yang serius dan bukan main main, karena cinta melibatkan perasaan dan bagaimana pemikiran dan hati mencoba untuk menyamakan langkahnya, setidaknya itulah yang diyakini oleh Ken dan Laura. Sejak awal mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih, mereka sudah berkomitmen untuk benar benar serius dalam menjalaninya sampai saat ini. Sesulit apapun rintangannya dan sekeras apapun badai berusaha untuk menghancurkan mereka berdua itu takkan berhasil. Perasaan dan kepercayaan yang dimiliki Ken dan Laura benar benar sangat kuat. Itulah yang menjadikan mereka benar benar siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.


Ken benar benar ingin melamar kekasihnya, namun dirinya sadar bahwa dirinya masih tak memiliki apapun, usaha yang dijalaninya belum berjalan dengan semestinya, dia hanya mempunyai sebuah usaha yang masih terbilang kecil dan hanya mampu menyuplai toko toko pengrajin kayu. Masih sangat jauh dari kata sukses menurut ukurannya sendiri, disinilah Ken merasa dilema, Ken sudah berjanji akan menikahi Laura secepatnya, namun apa yang harus dilakukannya saat ini? Haruskah dia bergantung pada orang tua dan kakaknya terus? Mungkin orang lain melihat bahwa Ken adalah orang sukses, orangtuanya memiliki bisnis konveksi yang sudah cukup besar dan dikenal para desainer hebat Indonesia, Ken bisa saja meneruskan usaha kedua orang tuanya, namun dia tak ingin. Ken lebih memilih mengembangkan usahanya sendiri dan mengikuti jejak kakaknya.


Pekerjaan yang dijalani Ken seakan berantakan hari ini, pikirannya terpecah antara ingin meraih mimpinya dahulu atau melamar Laura. Dua hal ini sangat penting untuk dirinya, Ken ingin menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh Laura namun, hal itu akan terjadi hanya ketika Ken mampu mewujudkan mimpinya terlebih dahulu.


Hampir satu minggu Ken seperti ini, berangkat bekerja dan pulang. Itulah rutinitas Ken selama satu minggu. Hal ini menyebabkan beberapa pekerjaannya terhenti dan tak terkontrol. Tak seperti biasanya, Ken yang selalu sigap ketika ada pengiriman yang terlambat atau masalah apapun dan mampu menyelesaikannya dengan sangat baik, kali ini seperti Ken kehilangan kemampuannya. Masalah ini terdengar sampai pada direktur utama, Suci dengan cepat emenghubungi Ken sesuai dengan perintah Sam dan langsung memanggil Ken untuk menemuinya di kantor.


“Selamat siang Pak Ken, hari ini anda di minta untuk ke kantor menemui Pak Sam.” Seru Suci dalam telepon.


“Baik saya segera kesana. Terimakasih.” Jawab Ken.


Ken sudah menduga akan hal ini dan tak berusaha membela diri nantinya, Ken hanya mengikuti perintah Sam sebagai direktur utama dan menerima hukuman jika dirinya benar benar salah. Ken datang ke kantor dengan wajah yang sedikit murung dan langsung masuk ke ruangan Sam di lantai sepuluh.


“Selamat siang pak.” Sapa Ken sambil mengetuk pintu.


Sam yang sedang berbicara pada Pak Kim mengisyaratkan Ken untuk masuk saat itu dan menyuruhnya menunggu beberapa saat karena dirinyaa sedang berbicara dengan Pak Kim di telepon.


“......Baik Pak Kim, kita bahas lagi ketika nanti ketika kita bertemu sesuai janji...” Seru Sam sambil menutup ponselnya.


Wajahnya yang tadi terlihat senang dan bahagia seketika langsung terlihat marah. Kali ini Sam marah pada Ken sebagai pegawainya dan bukan sebagai adiknya, sambil menggebrak meja Sam memarahi Ken saat itu.


Bbrraakkk...


“Apa saja yang kamu lakukan ha? Bahan baku terlambat, pengiriman terlambat bahkan bulan ini saya berikan kamu target namun apa? Tak ada satupun tugasmu yang selesai. Semua berantakan.” Seru Sam dengan sangat marah.


Sam benar benar kecewa pada Ken, Sam tak mengetahui masalah apa yang dihadapi Ken, yang dia inginkan adalah Ken bekerja dengan baik dan setiap target yang diberikan harus tercapai, tak peduli Ken adalah adiknya ketika dikantor dia harus bekerja dengan baik.

__ADS_1


“Berikan laporanmu, saya ingin lihat apa saja yang telah kamu kerjakan selama satu minggu ini.” Seru Sam dengan kesal.


Dengan wajah yang datar Ken meberikan map berisikan laporan yang sudah dibuatnya untuk dilaporkan pada Sam.Sam melihat pekerjaan yang dilakukan Ken selama satu minggu dan tak ada satupun yang selesai. Sam berusaha untuk mengontrol emosinya dan menenangkan dirinya sejenak.


“Maafkan saya pak, saya berjanji masalah ini takkan terulang lagi. Dan maafkan saya telah mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan saya.” Seru Ken tegas sambil menundukkan kepalanya dan tak menatap Sam sama sekali.


“Saya tak mau tahu bereskan masalah ini, pastikan dalam dua hari semua pengiriman telah dikirim dan bahan baku telah diterima. Paham kamu?” Perintah Sam.


“Kembalilah ke pabrik.” Seru Sam sambil kembali mengerjakan tugasnya.


“Baik pak. Saya permisi.” Jawab Ken.


Ken keluar dari kantor Sam dan para karyawan menatap ke arah Ken dengan tatapan yang beragam, ebberapa menatap karena kasihan dan beberapa menatap karena bahagia karena Sam memarahi Ken.


“Lihatlah dia, hanya karena direktur utama adalah kakaknya dia bisa bekerja dengan seenaknya benar benar tak tahu malu.” Seru salah satu pegawai.


Ken yang mendengar itu hanya diam saja, dan tak memikirkan perkataan mereka dan tatapan kasihan yang ditujukan padanya. Ken berjalan keluar dari kantor dan kembali ke pabrik untuk melanjutkan pekerjaannya sesuai perintah direktur utama.


Sembari menyetir, Ken menghubungi beberapa pabrik penyedia bahan baku yang datang terlambat dan menyelesaikan segalanya secepat mungin dan langsung megontrol para buruh untuk memastikan mereka bekerja dengan baik dan memperkecil kemungkinan barang rijek.


Ken benar benar terlalu fokus dalam memperhatikan pekerjaan para buruh satu persatu hingga tak menyadari Laura menghubunginya berkali kali. Laura berusaha menghubungi Ken siang itu namun Ken tak mengangkatnya, Ken meninggalkan ponselnya di dalam kantornya karena ingin memastikan para buruh bekerja dengan baik.


Dalam situasi lain, Laura dengan wajah sangat sedih berusaha terus menghubungi kekasihnya. Dia ingin menceritakan kegelisahannya dan kesusahannya hari ini pada Ken, namun harapannya punah karena Ken tak juga menjawab panggilannya.


“Ada apa ini? Mengapa Ken tak menjawab panggilanku? Apakah dia benar benar sibuk sampai tak ada waktu untuk melihat ponselnya?’ Seru Laura kesal sambil menangis.


Laura kembali menyelesaikan pekerjaannya namun suasana hatinya tak mampu diajak untuk bekerjasama kali ini. Laura merasakan harinya sangat berat dan dia membutuhkan Ken, bahkan hanya mendengar suara ken sebentar saja sudah cukup baginya.


“Dia benar benar sibuk. Sepertinya hari ini aku tak bisa menghubunginya sama sekali.” Seru Laura.

__ADS_1


Berharap Ken menghubunginya kembali beberpa saat kemudian, namun pada kenyataannya Ken tak kunjung menghubungi Laura sampai waktu bagi Laura untuk pulang. hanya kata kecewa yang mempu menggambarkan perasaan Laura saat ini.


“Tidak bisakah kamu menghubungiku? Atau kirimkan aku kabarmu, aku sangat sanagt membutuhkanmu Ken.” Seru Laura dalam hatinya.


Laura memutuskan untuk pulang dan tak lagi menghubungi Ken hari itu. Tak hanya Ken, Laura pun sedang melewati hari yang berat dan merasa jenuh dengan segalanya


“Haruskah aku menyusulnya di pabrik? Sepertinya aku benar benar ingin melihat kekasihku.” Seru Laura.


Namun langkahnya terhenti ketika ponselnya berbunyi dan itu adalah Ken. Ken menghubungi Laura tepat pukul enam sore, sangat terlambat namun Laura merasa senang karena Ken menghubunginya.


“Hei.. sorry Lau, aku sangat sibuk dengan pekerjaanku. Aku bahkan baru melihat ponselku dan melihat lima panggilan darimu.” Seru Ken dengan nada lelah.


“’It’s ok. But are you ok babe? Sepertinya kamu sangat lelah. Kamu dimana? biar aku kesana.” Jawab Laura.


“Noo.. it’s ok, aku benar benar sibuk. Ada apa?” Tanya Ken.


Laura ingin menceritakan hari ini pada Ken, namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Laura merasa Ken juga sedang mengalami hal berat dan tak ingin makin membebaninya dengan cerita hari ini yang tak terlalu penting baginya.


“Tidak ada apa apa.. Aku hanya merindukanmu.” Jawab Laura singkat.


“Hanya merindukanku? Benarkah? Sepertinya tidak. Ada apa?” Tanya Sam sambil merebahkan dirinya di sofa.


Laura benar benar luluh pada Sam, kata kata dan perlakuannya yang sangat lembut padanya juga ketika Ken sedang lelah sekalipun, Ken masih tetap mendengarkan cerita dan rasa kekesalan Laura.


Laura masuk ke mobil dan berbicara pada Ken didalam mobil. Semangatnya seakan akan kembali penuh ketika mendengar suara Ken meskipun hanay sebentar karena Ken harus kembali bekerja. Namun itu saja cukup bagi Laura. Seperti kata orang, bagaimanapun keadaanmu dan sesibuk apapun kamu, ketika kamu menjadikan seseorang prioritasmu, mereka pasti ada waktu untuk berbicara dan mendengar suaramu meskipun hanya sebentar.


.


.

__ADS_1


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2