My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 25 | Kebohongan yang Terungkap


__ADS_3

Hari kedua berlanjut. Ken datang ke kantor Bela, pegawai yang dipercaya untuk menyerahkan bonus para buruh selama ini. Kali ini, Ken ingin menyamakan jawaban atara Pak Satrio dan Bela. Ken merasa dalam kasus ini Bela bekerja sama dengan Pak Satrio.


Tok tok tok..


“Bu Bela, permisi” Kata Ken dan masuk ke kantor Bela.


“Pak Ken, silahkan masuk. Ada apa pak?” Tanya Bela


Ken masuk dan duduk, Bela adalah sasaran terakhir, untuk membuktikan bahwa Pak Satrio dan Bela yang mengambil bonus para buruh tiap bulannya.


“Pak Sam menyuruh saya untuk mengingatkan Bu Bela tentang hal yang terjadi di pabrik karena Bu Bela belum melaporkannya.” Pancing Ken


Ken melihat raut wajah Bela yang terlihat sedikit ketakutan mendengar kata kata Ken saat itu. Bela tak berani menatap mata Ken dan terus memainkan jari jarinya yang menandakan Bela sedang berbohong atau meutupi kebohongannya.


“Siang ini segera laporkan pad Pak Sam, itu perintahnya Bu. Saya permisi” Ken berdiri dan keluar.


Namun Bela menahan Ken, Bela berpura pura tak mengerti tentang apa yang di maksudkan Ken dan perintah Pak Sam.


“Maaf pak. Maksudnya melaporkan kejadian apa ya pak? Saya tidak mengerti.” Jawab Bela dengan sedikit ketakutan dan tangannya bergetar.


Ken melihat Bela yang bergetar menanyakan hal itu. Ken saat ini benar benar yakin bahwa Bela yang mengambil bonus buruh selama berbulan bulan. Ken hanya tersenyum dan kembali duduk, tatapannya benar benar seperti mengimidasi Bela, Ken terus menekan Bela dengan tatapannya.


“Ibu tak tahu? benarkah? Bukankah apapun yang terjadi di pabrik sudah seharusnya bu Bela yang melaporkannya?” Ken semakin menjadi.


Kali ini Bela sudah mulai berkeringat dan tak mebisa mengontrol tangannya yang terus bergetar. Bela merasakan takut yang luar biasa saat itu. bonus tujuh puluh lima juta bukan jumlah yang sedikit untuk bisa dikembalikan oleh Bela.


“Masalah tentang dua mesin pemotong kayu yang telah rusak bu. Masalah apa lagi?” Seru Ken.


Dengan sikap Bela yang seperti itu, sudah cukup meyakinkan Ken bahwa Bela memang melakukan penggelapan uang. Kali ini tinggal membuat Bela mengaku bahwa dirinyalah yang menggelapkan semua uang itu.


“Kemarin saya di utus Pak Sam untuk ke pabrik untuk melihat lihat di sana dan mengamati pekerjaan para buruh, dan Pak Satrio menunjukkan bahwa dua mesin pemotong kayu telah rusak dan sudah di sampaikan pada ibu, namun bu Bela mengapa belum melaporkannya pada Pak Sam?” Perjelas Ken.


Ken melihat Bela semakin tenang saat ini, Bela berpikir bahwa Ken tak mengetahui tentang penggelapan uang yang telah dilakukannya selama beberapa bulan terakhir.

__ADS_1


“Oh.. Maaf pak, saya terlalu sibuk sampai lupa melaporkan hal ini pada Pak Sam. terimakasih telah mengingatkan saya Pak Ken” Seru Bela.


Ken keluar dari ruangan Bela dan menunggu Bela menelepon Pak Satrio, saat itu terjadi barulah Ken mendapatkan bukti yang sangat kuat.


Yang di harapkan Ken terjadi, Bela keluar dari ruangannya dan menelepon seseoang dan dia adalah Pak Satrio.


“Mengapa mudah sekali menjebak wanita ini? hanya di gretak sedikit saja sudah memanas. Berakhirlah sudah kalian berdua di tanganku.” Seru Ken dalam hati sambil tersenyum.


Ken mengikuti Bela untuk merekam pembicaraan kata kata Bela untuk menjadikannya bukti.


Bela berjalan ke gudang di bawah dan masuk ke dalam gudang untuk menelepon Pak Satrio saat itu.


“Mengapa tak meberi tahu saya bahwa Pak Ken pergi ke pabrik kemarin? Apa yang Pak Ken tanyakan kemarin? Apa Pak Ken menanyakan tentang bonus para buruh?” Tanya Bela dalam telepon.


Ken yang mendengar hal itu terus merekam pembicaraan mereka berdua secara diam diam di dalam gudang itu sambil tersenyum .


“Akhir bulan ini kita akan mendapatkan lagi bonus para buruh jadi bersiap siaplah dan kondisikan para buruh agar mereka tak mengetahuinya. Paham?” Seru Bela.


Bela mematikan teleponnya, sementara Ken bersembunyi agar Bela tak mengetahui bahwa dirinya sedang diikuti. Bela berjalan keluar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diikuti dan kembali ke ruangannya.


Siang itu Ken berangkat ke pabrik untuk membawa beberapa buruh bersamanya untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Sam hari itu. Ken menyetir dengan kecepatan penuh agar sampai di tujuan dengan cepat. Sesampainya di pabrik Sam turun dan masuk ke pabrik untuk mencari para buruh yang sempat terdengar percakapan mereka oleh Ken kemarin. Namun Pak Satrio melihat Ken yang seperti sedang mencari seseorang saat itu.


“Pak Ken. Anda datang kembali ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya Pak Satrio.


Pak Satrio seperti mulai curiga dengan apa yang di lakukan Ken saat ini, Pak Satrio merasa kalau Ken sudah mengetahui hal yang telah terjadi di pabrik ini. Namun Pak Satrio mencoba mencegahnya apapun yang akan dilakukan Ken, Pak Satrio mencoba untuk menghalanginya.


“Kalau ada apa apa di pabrik ini, saya bisa langsung laporkan pada Bu Bela pak, Jadi Pak Ken tak perlu repot repot kemari untuk memantau kami pak” Seru Pak Satrio.


Ken mengerti maksud Pak Satrio, dia ingin mengusir Ken dari pabrik siang itu, namun Ken tak kehabisan akal, apapun yang terjadi Ken harus menemukan buruh itu dan membawanya pada Pak Sam untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Pak Satrio mengusir saya? Saya kemari atas perintah Pak Sam, kalau bapak tidak suka silahkan menghubungi Pak Sam langsung.” Gretak Ken.


Namun Pak Satrio masih terus berusaha untuk mengentikan apapun yang akan di lakukan Ken siang itu.

__ADS_1


“Saya mengerti Pak, namun kami memiliki Bu Bela, segala yang terjadi di pabrik ini sudah kami informasikan pada bu Bela, dan biarkan Bu Bela yang mengambil alhih pak. Karena ini tanggung jawab bu Bela, bukan bapak.” Sahut Pak Satrio.


Ken mendekati Pak Satrio dengan senyumanannya yang menakutkan. Pak Satrio memilih lawan yang salah. Ken tak bisa dilawan hanya dengan kata kata seperti itu.


“Jadi maksud pak Satrio saya tak perlu mengontrol kemari karen bu Bela yang bertanggung jawab? Lalu mengapa laporan tentang tentang rusaknya alat pemotong kayu Pak Sam bisa tak mengerti? Atau ada yang bapak sembunyikan dari saya?” Tanya Sam.


Sam sangat pandai membuat lawannya ketakutan saat berbicara dengannya. Pak Satrio bukan tandingan Ken, masalah ini bisa dengan mudah diselesaikan oleh Ken.


“Sebentar saya menghubungi Pak Sam terlebih dahulu, saya akan mengataka kalau salah satu pekerja di pabrik melarang saya masuk utuk mengecek keadaan pabrik. Kira kira apa yang akan terjadi pada bapak?” Gretak Ken sekali lagi.


Pak Satrio kehabisan kata kata dan terlihat ketakutan. Dibandingkan dengan Ken, dia bukanlah siapa siapa, Pak Satrio mulai mundur dan membiarkan Ken melakukan apapun yang dia inginkan, karena takut dirinya akan di pecat.


Ken yang melihat Pak Satrio mundur mengerti kalau Pak Satrio menyerah dengannya, Ken masuk dan mencari kumpulan para buruh kemarin. Namun sebelumnya Ken meminjam ponsel Pak Satrio untuk melakukan sesuatu.


“Oh, Pak Saatrio bisa saya pinjam ponsel bapak sebentar?” Tanya Ken baik baik.


Pak Saatrio memberikan ponselnya dengan tatapan bingung. Ken mengambil ponsel pak Satrio lalu membantingnya. Pak Satrio terkejut dengan apa yang dilakukan Ken saat itu, namun Ken membiarkannya dan terus mencari kumpulan para buruh.


“Katakan saja berapa harganya, saya akan mengganti ponsel bapak. Ponsel itu bukan masalah besar kan pak?” Seru Ken.


Pak Satrio marah namun tak bisa mengungkapkannya, karena mengetahui posissi Ken jauh lebih tinggi darinya yang membuat Pak Satrio tak dapat melakukan apapun pada Ken. ken bukanlah tandinagnnya.


Ken mengetahui kalau dia tak membanting ponsel pak Satrio, dia akan menelepon Bela untuk mengatakan segalanya saat ini. Dan akhirnya Ken menemukan mereka, ken membawa tiga orang buruh bersamanya untuk datang ke kantor dan menemui Pak Sam untuk menceritakan yang sebenarnnya.


“Pak Ken, kita akan pergi kemana pak?” Tanya salah satu buruh di mobilnya.


“Kita akan ke kantor untuk menemui Pak Sam, kalian katakanlah yang sebenarnya. Katakanlaha kalau selama beberapa bulan kalian tak dapat bonus dari kantor dan ceritakan segala yang perlakuan Pak Satrio pada kalian.” Seru Sam.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2