
Pagi itu Sam keluar dari mobilnya dengan senyuman seakan akan siap untuk melewati hari ini. Sam berjalan masuk ke kantor dengan setelan jas berwarna hitam yang sudah disiapkan Rein untuknya karena hari ini Sam banyak menghadiri rapat yang cukup penting. Sam masuk ke kantor dan para pegawai menyapanya.
Sam masuk ke ruangannya dan duduk untuk mulai bekerja, mata Sam terpaku melihta tumpukan dokumen diatas mejanya yang cukup banyak dan segera harus ditanda tangani, namun sekali lagi, Sam tersenyum. Hatinya sangat gembira saat ini. Karena pertengkaran denga Rein kemarin telah selesai dan hubungan keduanya membaik, tak ada satupun yang mampu merusak mood Sam hari itu.
Sam mulai mengkoreksi dan menandatangani satu persatu, dan membagi dokumen tersebut menjadi dua bagian, bagian yang harus dibahas untuk rapat nanti dan bagian yang sudah ditanda tangani Sam. Ketika Sam sedang menandatangani semua dokumen itu, dia menelepon sekertarisnya unuk mempersiapkan rapat dengan tim design interior juga bagian pemasaran.
“Suci, tolong kamu siapkan ruang rapatnya dan beri tahu divisi design interior juga pemasaran kalau rapat saya majukan jam 10 yaa.”
Sam menutup teleponya dan kembali bekerja. Saat Sam bekerja, wajah serius selalu terlihat di wajahnya yang membuat pegawai wanita yang melihatnya kagum akan ketampanannya lewat kaca yang transparan sebagai pembaatas antar ruangannya dengan meja para pegawainya.
“Astaga, Pak Sam tampan sekali saat bekerja. Lihat wajahnya yang mengagumkan itu, seandainya Pak Sam belum menikah”
Banyak pegawai mampu menghabiskan lima sampai sepuluh menit hanya untuk memandangi ketampanan Sam yang luar biasa saat sedang bekerja.
Sam menyadari hal itu dan hanya diam saja, kalau Sam melihat ke arah mereka dan menyapa mereka Sam tahu kalau mereka akan berteriak histeris.
“Astaga.. Jangan di hiraukan Sam, jangan dihiraukan” Serunya sambil menandatangani dokumen.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh dan Sam bergegas ke ruang rapat untuk memulai rapat dengan divisi design dan pemasaran.
Sam berjalan memasuki ruang rapat sambil membenarkan posisi dasi dan jasnya lalu duduk dan memandang mereka. Sam menghela napas panjang sebelum memulai rapat pagi itu.
“ Baik selamat pagi semua, langsung saja, tim design, saya mau lihat hasilnya. Silahkan” Sambil mengarahkan tangannya.
Ketua tim design maju dan mulai mempresentasikan hasil pekerjaan mereka yang telah direvisi.
“Kami mengumah sedikit gaya lemari pakaian kemarin Pak. Dengan ukuran yang sedikit mewah di bagian pintunya, juga kami membuat ruang rahasia di dalam lemari ini pak, untuk menyimpan barang berharga dengan menggunakan sidik jari pak”
Sam mendengarnya seperti agak aneh, bagaimana bisa? Lemari pakaian adalah kayu, namun memasukan sidik jari untuk membuka tempat rahasia didalamnya sangatlah tidak mungkin.
“Bagaimana mungkin? Memasukkan sidik jari? Kalian sadar kan lemari itu terbuat dari kayu?” Tanya na.
Bagian pemasaranpun melihatnya dengan sedikit bingung. dan saling menatap satu dengan yang lainnya. Lalu ketua design menjelaskannya lebih rinci.
__ADS_1
“Mungkin lemari ini terbuat dari kayu, namun bapak yang meminta kami untuk memikirkan hal yang lebih hebat lagi, maka kami merancang ini pak. Tempat rahasia itu bukan dari kayu, namun dari kaca yang kami design dan benar benar mirip seperti lemari dan tak terlihat seprti kaca."
Sam mengangguk mengerti penjelasan bagian design dan cukup tertarik dengan konsep mereka.
“Baik, kalau kalian membuat sebuah tempat rahasia dari kaca, berarti harus dengan kaca yang tidak mudah pecah.” Perjelas Sam
Bagian design mengangguk sambil tersenyum.
“Berarti kalian memakai kaca jenis laminated?”
Sesuai dugaan divisi design, Pemimpin mereka memang sangatlah cerdas, bisa menebak dengan sangat akurat.
“Benar pak, kaca itu sangat kokoh dan tahan benturan dan pasti tak terlihat kalau itu adalah sebuah kaca pak.”
Sam salut dengan hasil kerja keras divisi design interior, mereka benar benar memikirkan hal yang seperti ini, bisa dibayangkan oleh Sam kalau produk ini akan laris dipasaran, namun permasalahannya, itu akan membutuhkan dana yang cukup besar.
“Saya sangat setuju dengan ide kalia, benar benar membuat saya terkesan, namun apa kalian tidak berpikir kalau ini akan memakan dana yang cukup besar? Sedangkan kita menjual barang barang berkualitas dengan harga yang terjangkau !” Serun Sam
Sekali lagi tim design tersenyum dan memunculkan gambar selanjutnya. Model dan bentuk yang sama dengan sebelumnya. Namun apa bedanya? Sam melihatnya dengan teliti dan dia terkejut melihat seperti tombol di dalam lemari itu dan mengerti tentang konsep kedua mereka.
Sekali lagi Sam dibuat terkesan dengan gaya berpikir mereka, dengan ini perusahaannya akan benar benar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Sam memberikan tepuk tangan untuk kerja keras mereka. Hanya dalam tujuh hari, mereka mampu menciptakan terobosan baru. Benar benar hal yang luar biasa.
Wajah Sam benar benar terlihat sangat gembira di ruang rapat itu. Lalu Sam menyuruh bagian pemasaran untuk menyampaikan perkembangan penjualan selama satu minggu.
Kepala bagian pemasaran menayangkan grafik ke layar. Dan Sam lagi lagi dibuat cukup terkejut dengan usaha mereka selama satu minggu ini.
“Pak, selama satu minggu ini kami berhasil menjual seperempat dari produk kita, Kami mengadakan diskon dan misterius box dengan pembelian minim tiga juta yang membuat orang orang tertarik dengan produk kami pak.”
Sam mendengarnya dengan seksama dengan satu tangan menopang dagunya juga mengerutkan alisnya.
“Misteruis box? Tidak merugikan kita kan?” Tanya Sam.
“Tidak pak, karena misterius box ini produk yang kami pasarkan terjual seperempatnya pak.” Jawab ketua tim pemasaran
__ADS_1
Sam terkejut mendengarnya, Sam tidak mendengar kabar apapun tentang misterius box ini, namun sudah dijalankan tanpa persetujuannya. Sam menatap bagian pemasaran dengan tajam. Sam cukup marah mendengar itu semua.
“Kalian pikir ini online shop? yang seenaknya saja memberikan misterius box tanpa ijin dari saya. Kalian tidak memberikan proposal apapun terkait ini, dan sudah kalian jalankan?”
Suasana yang gembira langsung menjadi sunyi karena kemarahan Sam di ruang rapat. Bagian pemasaran hanya bisa menunduk tanpa penjelasan apapun.
“Apa kalian tidak menghargai saya? Bisa bisanya kalian melakukan hal ini tanpa sepengetahuan saya?” Sam berdiri dan menunjuk ke arah tim pemasaran.
“Maafkan kami pak, kami hanya ingin memberikan kontribusi yang terbaik” Jawab ketua tim pemasaran.
Sam menarik napas panjang dan berusaha menenangakan pikirannya. Sam kembali duduk dan mencoba tenang untuk berbicara kembali. Permasalahannya bukan pada mereka memberikan misteri box untuk menarik minat pembeli, namun Sam merasa tak dihargai sebagai pemimpin, mereka seenaknya saja menjalankannya tanpa mendapatkan ijin darinya.
“Barang sudah dikirim?” Tanya Sam pada ketua tim pemasaran.
“Ba..barang dalam proses pengiriman pak” Jawab ketua tim pemasaran dengan sedikit ketakutan.
“Saya maafkan kali ini, namun kalau hal ini sampai terulang lagi, kamu Sandy. Saya pecat dari jabatan kamu. Paham” Sentak Sam pada Sandy ketua tim pemasaran.
Sam menenangkan diri kembali dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“Baik semuanya, segera selesaikan ini semua, saya minta dalam waktu tiga bulan, harus segera siap. Kita akan launcing produk baru ini. Dan tim pemasaran, segera buat pengumuman terkait ini, sesegera mungkin serahkan pada saya.” Perintah Sam dengan tegas.
“Baik pak” Jawab seluruh anggota rapat.
Sam berdiri dan meninggalkan ruang rapat untuk kembali ke ruangannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘