My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 29 | Ken Laura


__ADS_3

Sore itu suasana rumah cukup tenang, Mira sedang sibuk bermain dengan mainan maian barunya yang didapatkan saat Ken datang beberapa minggu yang lalu sedang aku tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan Laura kekasih Ken yang akan ikut makan malam di rumah ini. Aku menyiapkan segalanya serapi dan sesempurna mungkin, aku tak ingin kesan pertama kekasih Ken tidak hanya biasa saja. Sebagai kakak iparnya aku ingin memberikan yang terbaik untuk adik iparku dan kekasihnya.


“Mira sayang, ayo cepat mandi, sudah jam empat sore. Hari ini kita kedatangan tamu” Teriakku dari ruang makan.


Mira adalah anak yang cukup penurut dan pengertian, tanpa banyak mengeluh dia meletakkan seluruh mainannya dan membiarkannya lalu pergi mandi sendiri.


Aku melihat segalanya telah tertata rapi di meja dan sangat sempurna. Aku bangga pada diriku sendiri karena melakukan segalanya sendiri. Aku mengambil ponselku dan hendak memotonya untuk menunjukkannya pada Sam.




Aku menutup ponselku lalu mandi dan bersiap siap untuk makan malam, ku pilih pakaian yang cukup baik untuk makan malam ini dan mulai merias diri juga menyiapkan Mira.


...****************...


Ken menyetir dengan senyuman diwajahnya, seperti tak sabar utuk mengenalkannya pada keluarganya, Ken menjemput Laura di tempat kerjanya di Partner and Friend Law Firm. Ken mengeluarkan ponselnya dan menelepon Laura.


“Hey, aku sudah sampai, cepat turun.” katanya di telepon.


Laura turun dengan menggunakan setelan jas dan terlihat sangat rapi malam itu.


“you look so great Lau” Puji Ken.


Laura tersipu malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Seharian aku di pengadilan Ken, tiga client ku sidang, jadi aku berpakaian seperti ini.” Jawab Laura


“Kamu menang?” Tanya Ken sambil menyetir mobilnya.


“As always, selama client ku benar, akan ku bela mati matian” Jawabnya.


Ken melihat Laura yang tetap cantik walau wajahnya terlihat cukup lelah malam itu, Ken memegang tangan Laura dan mencium tangannya, sama seperti kakaknya, Ken juga adalah laki laki yang baik dan sangat perhatian dengan pasangannya.


“Ken, aku nervous, kira kira aku nanti membuat kesalahan atau tidak dalam berbicara? Dan apa kakak dan kakak iparmu akan menerimaku? Lalu dengan penampilan seperti ini...” Kata kata Laura terhenti.


Ken menghentikan kata katanya dengan menempelkan jarinya ke bibir Laura.


“Tenang, wanita yang telah berhasil di medan perang mana mungkin akan takut dengan keadaan seperti itu? Kamu hebat, kamu pintar, kamu cantik dan kamu yang terbaik” Seru Ken


Sekali lagi Laura tersipu malu dengan kata kata Ken saat itu. Ken memang sangat ahli dalam berkata kata apalagi menaklukan hati wanita, kalau tidak Laura takkan jatuh hati pada Ken.


Ken tiba di rumah dan masuk bersama Laura yang di rangkulnya. Aku menyambut kedatangan Ken dan Lara dengan memeluk mereka.


“Hai, sudah datang Ken.” Sapa ku.


“Kak, ini Laura kak. Laura ini kakak iparku” Ken mengenalkan kami.


Aku mendekati Ken dan dan berbisik padanya.


“She is gorgeous Ken” Bisikku.


“Laura ayo masuk” Seru ku.

__ADS_1


Aku menggandeng Laura dan mengajaknya masuk untuk makan bersama malam itu. San dan Mira sudah ada di meja makan menunggu kami. Laura sedikit terkejut melihat Sam, dia kagum karena Sam sangat tampan.


“Hai Laura” Sapa Sam.


Malam itu kami makan bersama dan mengenal satu sama lain, suasan yang sangat bahagia menyelimuti rumah ini, tawa dan cerita cerita lucu dari Ken dan Laura cukup menghibur makan malam ini. Aku melihat merekaa berdua, mereka benar benar pasangan yang serasi. Aku melihat mereka sedikit iri, andai waktu bisa ku putar kembali. Aku ingin dari awal mempunyai hubungan seperti itu dengan Sam.


“Ken, bagaimana kalau bertemu? kakak penasaran” Tanya ku.


Ken dan Laura saling menatap dan tertawa saat itu


****Flash back tiga tahun sebelumnya****


Siang itu di salah satu tempat gym, Ken sedang berlari dengan treadmill dengan earphon terpasang di telinganya, siang itu Ken menggunakan kaos singlet dan celana se lutut juga handuk yang tergantung di lehernya. Ken yang menggunakan earphone tak menyadari Laura yang masuk ke tempat gym itu, setiap laki laki yang melihatnya terpesona dengan kecantikan Laura yang saat itu menggunakan setelah pakaian gym warna biru. Laura menggunakan smith machie atau alat untuk mengangakat barbel yang membuat para laki laki makin tertarik pada Laura, namun Laura tak menghiraukan mereka, dia hanya fokus dengan latihannya saja.


Saat itu, dua laki laki mencoba mendekati Laura dan mengajaknya berbicara, cara mereka cukup tak sopan pada Laura, mereka berani menyentuh tangan dan punggun Laura denganalasan ingin membantu Laura,


“Hai nona manis, sepertinya itu terlalu berat, apa mau kami bantu?” Tanya mereka dengan senyuman


Laura tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan tetap fokus dengan olahraganya. Namun kedua orang itu tetap ingin mencari perhatian Laura dengan memegang bahunya.


“ini terlalu berat untukmu, pakai yang ini saja” Seru mereka.


Laura memasang wajah kesal dan menghajar mereka berdua dengan tendangan.


“Jangan menggangguku dasar kalian tidak sopan” Teriak Laura.


Ken yang fokus berlari di treadmill nya terhenti dan menoleh ke belakanga karena suara berisik mengganggunya.


Mereka berdua bangun dan merasa marah pada kelakuan Laura pada mereka, mereka tak terima Laura mengajar mereka


Mereka ingin balik menghajar Laura namun dengan cepat Ken memegang tangan mereka dan mendorongnya hinga terpental.


“Tolong jangan bersikap kurang ajar, di tempat ini” Seru Sam


“Kamu tak tahu apa apa, dia menendang kami tanpa alasan yang jelas” Seru salah satu dari mereka.


Ken melihat ke belakang, dan melihat Laura yang ketakutan.


“Apa benar kamu menendang mereka?” Tanya Sam


“Mereka yang kurag ajar, mereka menyetuh tangan dan punggungku” Seru Laura ketakutan


Ken melihat mereka dengan wajah yang marah. Ken paling benci dengan laki laki yang tak bisa menghormati seorang wanita apalagi sampai melecehkannya.


“Kalian mau pergi atau ku hajar saat ini juga?” Kata Ken mengamuk


Dua laki laki itu ketakutan dan memilih untuk meninggalkan tempat gym itu, suasana kembali tenang seperti sebelumnya dan Laura sudah tak ketakutan lagi.


“Kamu baik baik saja?” Tanya Ken


Laura mengangguk dan berterimakasih pada Ken karena telah membantunya mengusir dua laki laki itu.


“Terimakasih telah membantuku. Aku Laura” Smbil menyodorkan tangannya.

__ADS_1


“Aku Ken” Jawabnya dengan senyum


Ken menceritakan kejadian di gym saat itu dan awal mula mereka bertemu pertama kalinya yang membuatku terkesan dengan apa yang dilakukan Ken.


“Pantas saja Laura yang sangat cantik ini terpikat padamu Ken, dari awal kamu memang menawan.” Kataku memuji.


Kami menikmati makan malam bersama saat itu, selesai makan malam aku menidurkan Mira sebentar dan membawakan camilah juga minuman hangat. Sam Ken dan Laura duduk bersama di depan tv dan membicarakan hal lain, sedang aku membawakan potongan buah segar juga teh hangat untuk mereka.


“Kak Rein, jangan terlalu repot, aku jadi tidak enak.” Seru Laura.


“Siapa yang repot. Kamu calon adik iparku, sudah sepantasnya aku memperlakukanmu dengan baik” Jawabku.


“Beruntung sekali Ken memiliki kakak ipar seperti kak Rein” Seru Laura


Ken meminum teh dan meletakkannya karena mendengar kata kata Laura.


“Aku memang beruntung Lau, Kak Rein sangat pintar memasak, dan melakukan segalanya sendiri, dia sangat independen, sama sepertimu Lau, dan kak Rein juga selalu memberikan yang terbaik, aku merasa bukan adik iparnya namun adik kandungnya” Seru Ken memujiku.


“Hei, kalau bukan karena kakakmu yang tampan ini kamu takkan beruntung Ken. Karena aku kamu mempunyai kakak ipar yang cantik dan luar biasa ini.” Seru Sam


Kami berbincang bincang sampai melupakan waktu yang sudah larut.


“Kak aku mengantar Laura pulang dulu ya, sudah jam sepuluh malam” Seru Ken.


Dalam mobil Laura tak berhenti tersenyum, dia sangat senang dengan hari ini, Laura terus memegang tangan Ken dan bersandar di bahu Ken yang lebar itu.


“Kakak dan kakak iparmu sangat menyenangkan Ken, pantas kamu sangat betah sekali di sini, Kak Rein benar benar wanita yang luar biasa. Saat kita menikah nanti apa aku bisa seperti kak Rein?” Tanya Laura.


Ken mencium kening Laura sambil tersenyum mendengar celotehan Laura malam itu di mobil.


“Jangan menjadi orang lain Lau, kamu adalah kamu. Aku mencintaimu apa adanya dan kak Rein adalah kak Rein” Jawab Ken.


Laura melihat ke arah Ken dan mengerutkan keningnya.


“Namun aku ingin menjadi istri seperti kak Rein yang bisa melayani keluarganya dengan sangat baik, melayanimu dengan baik” Jawab Laura.


“hmmm.. kamu ingin melayaniku dengan baik?. Apa sebaiknya aku tak mengantarkanmu pulang?” Jawab Ken.


“Lalu? ini sudah larut” Tanya Laura polos


“to the hotel babe” Seru Ken sambil mengedipkan sebelah matanya.


Laura terkejut dengan kata kata Ken yang menggodanya seperti itu.


“KKEENNAANN” Teriak Laura kesal


Ken hanya tertawa melihat laura kesal dengan kata katanya yang menggoda Laura di mobil malam itu


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2