My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 102 | Dating Me, Mira


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Raka memulai aksinya. Karena hari ini adalah hari minggu, ia berencana mengajak Mira pergi satu hari penuh bagaimanapun caranya, memakai pakaian yang rapi dan wangi. Ia melihat pancaran dirinya di cermin memastikan bahwa penampilannya sangat sempurna pagi ini.


“Mengapa Mira tak bisa melihat ketampananku? Ketika ia memiliki pria tampan disisinya mengapa ia bisa lebih memilih bocah ingusan itu dari pada aku?. Hah.. Lihat saja nanti”, ucapnya dengan membenarkan posisi rambut dan juga pakaiannya. Raka turun dari kamarnya untuk segera berangkat karena waktu telah menunjukkan jam delapan pagi, tiba tiba dari arah ruang tengah Meli sedang duduk bersantai sambil menyeruput secangkir kopi dan memegang tablet.


“Apa yang akan kamu lakukan pagi pagi begini?”, tanya Meli lembut pada anaknya.


“Ah, mama. Raka akan pergi, mungkin pulang larut malam”, ucapnya meminta ijin. Meli melihat penampilan anaknya yang terlihat tak sedang ingin pergi bersama teman temannya, Raka terlihat ingin berkencan, Meli tersenyum dan melihat kearah anaknya yang sedang berdiri agak jauh dari hadapannya.


“Pergi berkencan? Kamu memiliki kekasih?”, tanya Meli curiga dengan gelagat anak tunggalnya itu.


“Kenalkan dia pada mama, mama ingin tahu gadis mana yang mampu menarik perhatianmu”, tambah Meli dan memalingkan wajahnya dari Raka melanjutkan kegiatannya membaca berita dari tablet yang ia pegang.


“Kalau gadis itu telah menjadi kekasihku, Raka akan mengenalkannya”, ucapnya menghampiri Meli dan mengecup pipi mamanya itu dengan lembut.


“Berhati hatilah sayang”, ucap Meli sedikit berteriak.


Raka segera menuju rumah Mira, dan ia sangat yakin bahwa pada jam ini Mira masih tertidur, Raka sangat mengetahui kebiasaan baik atau kebiasaan buruk Mira dan hanya Raka yang mengerti Mira meski Mira memiliki kekasih sekalipun, Raka mempercepat lajunya tak sabar untuk segera bertemu dengan Mira. Ketika hendak sampai dirumuah, Raka mencoba menghubungi Mira dan menggodanya.


Tuuutt .... Tuuuttt ... Tuuuutt


Seperti perkiraan Raka, Mira masih tertidur dengan sangat pulas,i ia menggeserkan tubuhnya ketika mendengar ponselnya berdering terus menerus. Dengan mata yang masih tertutup dan belum tersadar sepenuhnya, Mira meraba meja disampingnya untuk mendapatkan ponselnya lalu mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

__ADS_1


“Hmmm. Iya?”, jawab Mira dengan suara sengaunya.


“Kamu masih tertidur? Lebih baik kamu cepat bangun dan ikut denganku”, balas Raka dengan fokus menyetir mobilnya.


“Ahh.. Aku mengantuk kak. pergilah bersama Grace”, balas Mira dengan mata yang masih terpejam, meski sinar matahari menembus jendela kaca dan mengenai matanya secara langsung namun Mira memilih tetap tidur.


“Aku sudah memperingatkanmu. Jangan sampai aku berbuat yang tidak tidak”, ucap Raka lalu mengakhiri panggilannya. Mira tak terlalu memusingkan perkataan Raka padanya dan melanjutkan tidurnya yang terganggu oleh Raka.


Tak lama setelah Raka menghubungi Mira, ia sampai ke rumah Mira, ekspresi bahagia terpanjar dari setiap gerakannya dan langkah kainya, ia bersiul sambil berjalan masuk kedalam rumah seperti yang sering ia lakukan sejak dahulu. Rumah itu sudah seperti rumahnya sendiri, jadi kapanpun Raka ingin datang, ia akan datang.


“Selamat pagi semua”, sapa Raka pada ku dan juga Grace yang terlihat sedang berada di ruang tengah sambil memainkan ponsel masing masing, aku menoleh ke arah sumber suara yang menyapaku dan Grece kala itu. Raka terlihat berdiri tak jauh dariku sambil tersenyum, tak biasanya ia seperti ini, aku membalas senyuman Raka dan aku tahu tujuan ia kemari adalah untuk Mira.


“Raka naik yaa tante, biar Raka yang membangunkan Mira”, ucap Raka meminta ijinku dengan menunjuk kamar Mira yang berada di lantai atas. Aku mengangguk seraya mengijinkannya, meski sepertinya tak boleh ketika laki laki dan perempuan yang telah akil bail berada di satu rungan dan hanya berdua saja. Namun aku tak memikirkan hal yang tidak tidak, yang kulihat adalah dua anak kecil sedang bermain.


Dengan segera Raka naik ke kamar Mira, ia mmebuka pintu secara perlahan dan masuk diam diam, ia mengambil sebuah kursi dan duduk sambil memandangi Mira yang sedang tertidur, rambut yang acak acakan dan mulutnya menganga. Raka tak bisa menahan diri untuk tak tertawa melihat Mira yang seperti ini.


“Mengapa aku bisa jatuh cinta dengan gadis seperti ini?”, ucapnya sambil mengelus kening hingga keatas kepalanya dengan lembut. Merasakan sesuatu sedang menyentuh kepalanya dengan lembut, Mira membuka matanya dengan perlahan lahan, hal pertama yang ia lihat adalah Raka, Raka tersenyum pada Mira dan Mira membalas senyuman itu. Lambat laun Mira merasa ada yang aneh, ia membuka matanya lebar lebar dan segera bangun lalu menoleh ke arah Raka yang berada di sebelahnya.


“Ahh.. Tutupi tubuhmu dengan selimut”, ucap Raka mencoba mengalihkan pandangannya dari Mira yang hanya mengenakan kaos singlet, lekuk tubuhnya bahkan terlihat oleh Raka, bagaimanapu Raka juga laki laki dan hak yang tak diinginkan akan terjadi jika ia terus melihat lekuk tubuh Mira yang berada tepat dihadapannya. Dengan segera Mira menutupi tubuhnya dengan selimut, ia sangat terkejut melihat Raka yang tengah berada di dalam kamarnya.


“Apa yang kakak lakukan didalam kamarku? Bagaimana bisa seorang laki laki masuk sesuka hatinya ke kamar gadis?”, ucap Mira terkejut.

__ADS_1


“Lagi pula aku sudah menghubungimu untuk bersiap. Salah sendiri mengapa kamu tak mendengarkan perkataanku!!”, balas Raka dengan terus memalingkan wajahnya dari Mira. Perlahan Raka melihat ke arah Mira yang sudah menutupi tubuhnya.


“Tunggu. Kamu menganggapku seorang pria? Dan lagi sejak kapan kamu malu dihadaanku?”, tanya Raka dengan tatapan nakalnya, seperti tersipu malu, kali ini Mira yang memalingkan wajahnya dari Raka yang terus saja menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.


“Yaa.. Karena.. Itu.. Kakak memag seorang laki laki kan?. Bagaimana aku tak malu ketika kakak masuk ke kamarku tanpa seijinku dan memandangiku seperti itu? Sudahlah keluar dari kamarku!!”, ucap Mira sedikit membentak.


“Bersiaplah, hari ini temani aku”, ucapnya lalu beranjak dari kursi yang ia duduki.


“Aku tak mau, aku ingin tidur kak”, balas Mira segera menolak ajakan Raka. Raka membalikkan tubuhnya dan kembali duduk dan memandangi Mira yang membuat Mira memalingkan kembali wajahnya karena Raka menatapnya dengan tatapan yang sedikit aneh dan mendebarkan baginya.


“Jadi kamu lebih menyukai aku berada disini dan terus menatapmu? Kamu tak takut hal buruk akan terjadi? Seperti katamu, aku seorang pria. Ketika pria dan wanita berada di satu kamar yang sama kira kira apa yang akan terjadi? Bisakah kamu membayangkannya?”, ucapnya menggoda dan menakut takuti Mira. Mendengar ucapan Raka, Mira sedikit ketakutan dan akhirnya mengikuti keinginan kakaknya itu.


“Ah.. Baiklah. Aku akan ikut denganmu. Keluarlah terlebih dahulu, aku akan bersiap”, ucap Mira yang tak memiliki pilihan lain selain ikut dengan kakaknya itu. Kemana? Tidak tahu. Yang pasti Raka berhasil membuat Mira sedikit ketakutan dan mengikuti keinginanya.


“Tiga puluh menit, bersiaplah. Ku tunggu dibawah. Dan, kenakan pakaian yang nyaman juga sepatu” ucap Raka sambil berjalan mundur kebelakang dengan tatp melihat ke arah Mira.


“Mengapa kakak mengaturku? Apapun yang ku pakai terserah padaku, aku akan memakai bikini agar kakak malu telah mengajakku pergi”, ucap Mira, Mira tak sadar dengan apa yang telah ia ucapkan akan sangat berbahaya baginya. Lawan bicaranya adalah Raka yang sedang berusaha mendapatkan hatinya, bukan seorang kakak yang datang untuk mengajaknya pergi.


“Rupanya kamu benar benar ingin menggodaku ya?”, ucap Raka sedikit menyeringai, segera Raka menghampiri Mira namun langkahnya terhenti ketika Mira melemparkan salah satu bantal yang berada di sampingnya untuk mencegah Raka semakin dekat padanya.


“Jangan mendekat dan keluarlah, jangan goda aku seperti ini”ucap Mira kesal dengan tingkah Raka yang tak biasa baginya. Mira merasa Raka bertingkah aneh dan terlalu banyak menggodanya hingga jantungnya kembali berdebar. Raka hanya tertawa melihat wajah mira yang sangat kesal itu, ia segera keluar dan menunggu Mira bersiap.

__ADS_1


__ADS_2