My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 26 | Buruh Pabrik


__ADS_3

Siang hari adalah jam produktif bagi Sam, tak sekali dua kali Sam melewatkan jam makan malam kalau bukan Rein istrinya yang mengingatkannya untuk menyempatkan waktu untuk makan siang terlebih dahulu. Namun siang itu Sam kembali melewatkan jam makan siang, sampai Ken datang bersama dengan beberapa buruh ke ruangannya.


Ken turun dari mobil bersama dengan beberapa buruh pabrik yang dibawanya siang itu, dengan penampilan yang cukup berantakan para buruh bersama Ken memasuki perusahaan. Dengan penampilan seperti tu, semua mata tertuju pada penampilan para buruh yang cukup berantakan dengan noda noda hitam di pipi dan tangan mereka.


Tok tok tok..


“Selamat siang Pak Sam” Sapa Ken.


Ken memasuki ruangan direktur bersama dengan tiga buruh lainnya. Terlihat sekali para buruh merasa tak nyaman berada di ruang direktur, mereka merasa malu karena menghadap seorang direktur dengan penampilan yang berantakan seperti itu.


"Pak Ken, ada apa?” Tanya Sam


“Saya sudah mengumpulkan segala bukti terkait masalah bonus para buruh pabrik pak, dan saya membawa perwakilan dari para buruh untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi yang selama ini tak pernah didengar pak” Kata Ken menjelaskan.


Sam melihat ke arah Ken dan tiga buruh tersebut. Dimulai dari para buruh, Sam ingin mendengar penjelasan dari mereka secara langsung. Hal yag belum pernah didengar oleh Sam sebelumnya.


“Sebelumnya kami bingung pak tiba tiba Pak Ken meminta kami untuk langsung datang ke kantor dan meminta kami menjelaskan apa yang terjadi di pabrik selama ini” Kata salah satu buruh.


“Terimakasih pak karena bapak bersedia mendengar suara kami saat ini. Kami akan mengatakan segala yang terjadi di pabrik pak. Termasuk perlakuan Pak Satrio pada kami selama ini.” Sahut buruh lainnya.


“Selama lima bulan terakhir kami tak pernah menerima bonus pak, bahkan bonus tahun baru pun kami hanya mendapat separuhnya pak. Kami bertanya pada Pak Satrio namun Pak Satrio menjawab kalau Bapak sudah mengentikan pemberian bonus tiap bulan pada kami pak.” Jelas buruh lain.


Sam mendengarnya dengan kesal, penjelasan dari para buruh membuat Sam marah besar, sangat terlihat di wajahnya. Namun Sam mengontrol emosinya dan tak membiarkan emosinya yang memutuskan.


“Lalu?’ Tanya Sam


“Pak Satrio selama ini memperlakukan kami dengan kejam pak. Banyak dari kami yang sempat mengalami kecelakaan kecil bahkan sampai patah tulang ketika bekerja di pabrik, namun Pak Satrio tak memperhatikan kami, bahkan biaya pengobatan kami harus menanggungnya sendiri pak.” Jelas para buruh.


Sam merasa bersalah disini, Sam merasa gagal memberikan kesejahteraan pada para buruhnya. Sam berpikir bahwa telah menyerahkan para buruh pada orang yang tepat dan bisa dipercaya, nyatanya dia seperti seekor ular yang sangat beracun.

__ADS_1


“Apa ada lagi? Katakan saja segalanya.” Tanya Sam


Para buruh saling menatap satu sama lain, kali ini mereka terlihat sangat lega karena sudah mengatakan yang sebenarnya pada Sam, mereka menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Sam.


“Tidak ada pak. Hanya ini saja.” Jawab para buruh serentak.


Ken memberikan dokumen dan catatan juga bukti rekaman suara Bela. Orang yang dipercaya Sam untuk membagikan bonus para buruh.


Sam melihat dan mendengarkan rekaman yang diberikan Ken padanya. Mendengar dari rekaman dokumen dan juga pengakuan dari para buruh. Sam mengepalkan tangannya seperti bersiap untuk menghajar siapapun yang berani berurusan dengannya kali ini.


“Terimakasih kalian sudah datang dan mengatakan yang sebenarnya pada saya, saya sendiri yang akan menindak lanjuti masalah ini. Dan untuk bonus para buruh, jangan khawatir, saya pastikan kalian akan mendapatkan kembali bonus kalian.” Jawab Sam dengan bijak.


Para buruh sangat senang mendengar penjelasan dari Sam dan tak sabar memberikan berita ini pada buruh lainnya. Sam senang melihat kegembiraan yang terlihat di wajah mereka.


“Tak seharrusnya mereka diperlakukan begini, mereka bekerja dengan sangat baik namun hanya bertemu dengan orang yang tak tepat. Ini semua salahku, yang dengan mudah memilih orang untuk mengawasi pabrik” Serunya dalam hati.


Ken mengantarkan mereka kembali ke pabrik, mereka berjalan keluar dari mobil dan masuk ke pabrik seperti telah mendapatkan sebuah tameng yang membuat orang lain tak bisa menyentuh mereka, termasuk pak Satrio. Mereka mengatakkan segala yang terjadi ketika mereka di kantor bertemu dengan Sam. Ekspresi bahagia terpancar dari wajah seluruh para buruh. Saat ini mereka berani melawan Pak Satrio, karena mereka mendapatkan Sam bersama sama dengan mereka yang membuat Pak Satrio tak bisa semena mena dengan mereka.


“Halo Suci, tolong hubungi Pak Satrio di pabrik juga Bela untuk menghadap saya besok jam sebelas siang yaa. Pastikan mereka berdua datang pukul sebelas siang besok.” Perintah Sam.


Sam menyandarkan tubuhnya di kursi dan mengendorkan dasi yang mengikat di lehernya untuk bernafas sejenak, Sam memejamkan matanya dan merenungkan kejadian hari ini.


“Mengapa hal ini sampai terjadi? Aku terlalu lengah dan hanya fokus di kantor saja sampai melupakan para buruh di pabrik yang kurang ku perhatikan” Serunya.


Tak heran seluruh pegawainya sangat betah bekerja bersama Sam, bukan hanya mempunyai visual yang menawan, namun juga kepribadian yang sangat baik dan selalu memperhatikan kesejahteraan para pegawainya, dan terlebih lagi, Sam tak malu untuk meminta maaf kepada para pegawainya kalau memang itu adalah salahnya. Sam tak pernah membeda bedakan pegawainya, mulai dari satpam, petugas kebersihan atau pekerja kantoran, semuanya sama di mata Sam.


Sam dan Ken pulang kerumah dengan kondisi yang berantakan, mereka turun dari mobil masing masing dan masuk kerumah, aku sudah siap menyambut suami juga adik iparku dengan senyuman.


“Hai.. sudah pulang kalian berdua..” Sambutku

__ADS_1


Aku melihat penampilan kakak beradik ini, mulai dari posisi dasi juga cara memegang jas mereka benar benar sama persis. Sepertinya Ken dan Sam adalah orang yang sama hanya berbeda nama, penampilan gaya dan juga sifatnya benar benar mirip.


“Astaga kalian yaa.. Apa kalian sadar kalau kalian itu sangat mirip satu sama lain?” Tanyaku heran.


Sam tak memperdulikan kata kataku, Sam datang dan membuka tangannya untuk memelukku dan mencium keningku.


“My God Rein.. I miss you soo much” Seru Sam sambil memelukku


“Kak aku mandi dulu yaa.. aku sangat lelah hari ini” Sahut Ken


“Sam, lepas. Mandi dulu sana, lalu makan malam, sepertinya banyak yang akan kamu ceritakan padaku malam ini.”


Sam tersenyum dan mencium pipiku lalu mandi dan bersiap untuk makan malam yang sudah tersedia di meja makan. Aku mengurus Mira sebentar dan mendudukkannya di meja makan untuk bersiap makan malam bersama.


Di tengah makan malam kami, Ken memberitahuku dan Sam bahwa besok Ken akan mengundang kekasihnya untuk makan malam bersama di rumah.


“Kak, kalau besok aku mengundang Laura untuk makan malam bersama apa boleh?” Tanya Ken.


“Ajak saja, aku ingin melihat wanita cantik mana yang berhasil ditaklukan adikku ini” Jawab Sam sambil mengunyah makanannya.


“Boleh Ken, mau makan apa besok? Biar kakak siapkan” Jawabku


“Ehmm.. Apa saja kak, masakkan kak Rein tak pernah gagal, aku percaya kakak” Jawab Ken.


Malam itu makan malam kami berjalan dengan cukup sepi dan hanya ada tawa kecil yang menghiasai makan malam kami karena Sam dan Ken terlihat sangat lelah hari ini, seperti pekerjaan yang mereka lakukan benar benar menguras tenaga merak sejak pagi tadi.


.


.

__ADS_1


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2