
Makan malam itu pun tiba, makan malam yang selalu dihiasi dengan keseruan, candaan yang dilontarkan Ken dan Sam juga kisah kami satu persatu di hari ini. Hanya saat makan malamlah kami bisa benar benar berkumpul bersama dan membahas sesuatu atau berbagi cerita yang telah di lewati di hari itu. Makan malam bagi kami adalah sebuah momen penting yang tak ingin di lewatkan, karena kebersamaan dan keseruan didalamnyalah yang selalu ditunggu tunggu. Seperti sedang di charge tenaga kami, saat makan malam bersama tak ada satupun dari kami yang berhenti tertawa.
“Ken, besok Pak Satrio akan kembali ke pabrik, namun kamu tetaplah yang memegang kendali. Kalau Pak Satrio di hina atau di jatuhkan, biarkan saja. Bertidaklah seperlunya saja.” Kata Sam sambil mengunyah makanannya
“Oh ya? Baiklah.” Jawab Ken sambil menyendokkan makanan kedalam mulutnya.
“Jadi, bagaimana hari hari kalian? Ada sesuatu yang menarik?” Tanyaku.
“Emm, hari ini tak ada yang terlalu menarik, hanya akhirnya kami berkolaborasi dengan Citra Group Development, hal yang tak pernah terpikirkan olehku.” Jawab Sam.
“It’s great kak. Akupun tak menyangka bahwa salah satu developer besar bekerja sama dengan perusahaan ini kak.” Sambung Ken.
“Karena itu, sudah menjadi tugasmu untuk memastikan semua bahan baku telah siap juga menyelesaikan tiap unit tepat waktu.” Seru Sam sambil meunjuk Ken dengan sendoknya.
“Siap bos.” Jawab Ken.
“How about you Rein?” Tanya Sam.
“Aku kembali berbaikan dengan Meli, Meli menceritakan segalanya padaku juga rencananya untuk menghancurkan Reno juga Kinan. Aku memutuskan untuk mendukungnya, aku tak ingin lagi meninggalkan Meli melewati hari hari sulitnya sendiri. Terimakasih ya Ken, sudah mengatakannya padaku” Jawabku.
“You did it we*l***l Rein” Jawab Sam sambil memegang tanganku.
“Ahh.. Itu hanya kebetulan aku mengetahuinya kak.” Jawab Ken.
Mira tiba tiba meletakkan sendoknya dan mengatakan apa yang diinginkannya pada Sam saat makan malam itu.
“Papa.. Sebentar lagi Mira naik ke kelas satu. Apa Mira boleh sekolah di tempat kak Raka? Mira ingin satu sekolah dengan kakak” Seru Mira.
Mendengar hal itu, aku teringat tentang Meli yang ingin memindahkan Raka ke sekolah baru untuk menghindari Reno.
“Ah.. Sam, aku teringat satu hal. Meli akan memindahkan Raka ke sekolah yang baru ketika kenaikan kelas nanti, kebetulan kepala sekolah itu teman Meli, kalau mau Mira bisa satu sekolah dengan Raka, apa kamu setuju? Sekolahya juga tak terlalu jauh hanya berjarak lima belas menit dari rumah” Tanyaku.
Aku juga sangat berharap kalau Mira juga bisa satu sekolah dengan Raka, mengingat Mira sangat dekat sekali dengan Raka dan sudah menganggapnya seperti kakaknya sendiri.
__ADS_1
“ Cobalah ke sekolah itu dan minta brosurnya, biar kulihat terlebih dahulu. Aku tak ingin anakku mendapat pelajaran atau guru yang tak kompeten, aku ingin Mira sekolah di tempat yang baik dengan guru yang kompeten” Jawab Sam.
Aku mengangguk menuruti perkataan suamiku. Aku mengerti Sam tak ingin Mira anak kesayangannya medapat pendidikan yang kurang baik, semaksimal mungkin Sam ingin memberikan sekolah dan pendidikan yang baik untuk Mira.
“Ken, hari ini kamu bukannya janji mkan malam dengan Laura?” Tanya Sam
Ken mengunyah makannya dan menelannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Sam saat itu.
“Malam ini Laura bertemu client kak, sepertinya itu Meli. Katanya ada yang harus dibahas dengan Meli kak. Jadi malam ini kencan kami batal” Jawab Ken.
Hubungan Ken dan Laura bisa dibilang cukup sulit. meskipun mereka tak LDR lagi seperti dahulu, namun waktu untuk mereka saling bertemu bisa dibilang cukup sulit. Waktu luang Sam sering kali berbeda dengan Laura. Namun tiga tahun mereka telah menjalaninya, dan itu benar benar hal yang baik. Mereka berdua bisa menyikapinya dengan dewasa. Aku benar benar berharap bahwa Ken bisa secepatnya menikahi Laura.
“Pasti sulit ya Sam, Kalian berdua jarang memiliki waktu yang sama untuk saling bertemu satu sama lain” Tanya ku.
“Mau bagaimana lagi kak. Namun selama kami bisa mengkondisikannya dan menjaga kepercayaan kami satu sama lain, kami baik baik saja.” Jawab Ken.
Aku benar benar iri dengan hubungan Ken dan Laura, seandainya aku bisa seperti mereka, aku tak perlu membuang buang tujuh tahun waktuku, seharusnya tujuh tahun itu aku dan Sam bisa saling mencintai dan menyayangi. Namun kami baru bisa melakukannya di usia pernikahan tahun ke tujuh. Sangat disayangkan sekali.
Wajahku yang tiba tiba sedikit murung diketahui oleh Sam saat itu, Sam memegang tanagnku dan menatapku dengan lembut.
“I’m fine” Jawabku sambil tersenyum.
Aku melihat makanan di meja telah habis tak bersisa. Aku berdiri dan langsung memllbersihkan meja dan membawa piring kotor untuk di cuci. Namun Ken langsung menumpuk piring piring itu dan membawanya ke dapur.
“Kak, kali ini biarkan aku yang membereskannya, kakak istirahatlah bersama kak Sam. Biar adik iparmu yang menangani semuanya kak” Seru Ken sambil membawa piring piring itu.
“Tak perlu Ken, kakak bisa melakukannya sendiri. Kamu saja yang istirahat.” Jawabku sambil berusaha mengambil piring piring itu daru tangan Ken.
“kak, biarkan aku saja. Aku bsia melakukannya, kak bersantai saja hari ini, dan biarkan aku yang melakukannya, hanya mencuci piring bukan hal yag sulit untuk dilakukan kak” Jawab Ken.
Sam datang dan merangkulku, tatapn bingung terlihat di wajah Sam saat itu, Sam melihat heran kelakuan adiknya saat itu.
“Ada apa denganmu?” Tanya Sam.
__ADS_1
“Aku hanya ingin melakukannya kak, sepertinya kak Rein cukup lelah mengurus rumah dan Mira sendirian, jadi hari ini aku ingin membantunya mencuci piring.” Jawab Ken sambil membawa piring piring kotor itu.
“Seertinya kamu benar. Baiklah, Rein, istirahatlah, biarkan Ken dan aku yang membereskan semua ini, akan ku pastikan semuanya dalam keaadaan bersih, piring, meja makan juga dapur. Serahkan pada kami sayang” Seru Sam sambil mengecup keningku dan membawa beberapa piring kotor bersamanya,
Aku terseyum melihat kelakuan dua kakak beradik yang kadang kadang membuatku bingung. Namun aku bersyukur memiliki mereka berdua di hidupku, suami yang sangat sayang dan mencintaiku, juga adik ipar yang terasa seperti adik kandungku sendiri yang sangat baik padaku. Sepertinya akulah yang paling bahagia di sini, aku menemani Mira bermain saat itu sambil beristirahat sejenak. Suara Sam dan Ken tersengar dari dapur, perdebatan kecil mereka benar benar membuatku tertawa. Dua pria besar berada didapur untuk mencuci piring juga membersihkan dapur, aku tak pernah memikirkan itu sebelumya.
Di dapur Sam dan Ken saling bercanda kecil, Sam mengelap piring dan gelas juga peralatan makan yang sudah di cuci Ken dan meletakkannya di dalam rak piring.
“Bagaimana hubunganmu dengan Laura?” Tanya Sam sambil memasukkan beberapa piring yang sudah di lap ke rak piring
“Baik baik saja kak. Hanya sedikit khawatir padanya” Jawab Ken sambil mencuci piring piring kotor.
“Apa yang kamu khawatirkan? Bukankah Laura baik baik saja?” Tanya Sam.
“Iya, Laura baik baik saja. Aku hanya khawatir dengan masa depan kami berdua kak. Kami sama sama sibuk, lalu kalau suatu saat kami menikah bagaimana? Aku selalu ingin mempunyai keluarga seperti kakak.” Jawab Ken
Sam mengelap tangannya yang basah dan merangkul adiknya itu sambil tersenyum dan mematikan kran air itu.
“Ken, lihat kakak.” Seru Sam sambil tersenyum.
“Pernikahan bukan seperti itu, kamu tak bisa menggunakan ku dan Rein sebagai tolak ukurnya. Mungkin kamu ingin mempunyai keluarga yang terurus seperti yang kamu lihat saat ini, namun kamu harus membangunnya sendiri, jangan suruh Laura mengikuti langkahmu. Namun kamu dan Laura harus berjalan bersama sama. Bangun keluarga bahagia bersama Laura, boleh saja kamu menjadikan keluarga ini sebagai panutanmu. Namun buatlah keluargamu sendiri bersama Laura. Jangan khawatir, saling percaya satu sama lain dan kalian akan berhasil.” Kata Sam menjelaskannya.
Ken menarik napas panjang, airmata terlihat mengalir di sudut matanya. Segera mungkin Ken menghapusnya sambil tersenyum.
“Apa bisa aku melakukannya kak?” Tanya Ken.
“Tidak bisa hanya kamu saja Ken, kamu dan Laura” Jawab Sam.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘