
Aku memejamkan kedua mataku, merasakan kembali dengan hatiku disaat pertama aku bertemu dengannya, cinta pertamaku yang berhasil merubah hidupku. Hidupku yang hanya ku ikat untuk diriku sendiri namun dia datang dan perlahan melepaskan ikatan itu, membuatku yakin bahwa percaya pada orang lain takkan merugikanku, satu persatu tali yang mengikat diriku mulai lepas dan Rey berhasil membebaskanku, ia menumbuhkan rasa percaya diriku, ia berhasil membuatku melihat dunia dengan warna lain juga menikmati hidup dengan cara yang berbeda. Rey mengajarkan bahwa dunia tak hanya tentangku saja, ia membuka mataku dan membuatku mampu melihat bahwa disekelilingku ada banyak orang yang sangat menyayangiku lebih dari yang ku bayangkan.
Ku buka dan ku ambil foto pertama, kembali teringat di memoriku bagaimana manis dan sejuknya ia saat tersenyum padaku, senyumannya yang mampu meluluhkan dan merobohkan dinding pembatas yang telah ku bangun untuk melindungi diriku sendiri.
“Hanya dia yang memiliki senyum yang seperti ini, sebelum dia tak ada yang lain”, ucapku dengan melihat potongan foto yang mulai memudar ditelan waktu. Tak dapat ku bohongi perasaanku bahwa aku sangat merindukan pria ini, senyuman dan betapa lembut perlakuannya padaku.
Ku buka halaman selanjutnya, meski seluruh foto dalam album ini mulai memudar namun kenangan yang ku simpan dalam hati dan pikiranku masih terasa sangat nyata tiap kali aku menutup mata, aku mulai merasakannya. Aku kembali mengingat momen momen bahagia saat aku bersamanya, tanpa sadar aku kembali hanyut dengan masa laluku sampai Mira kembali menyadarkanku dengan memegang tanganku.
“Aku tak pernah tahu bahwa mama pernah memiliki perasaan yang seperti ini selain pada papa. Apa pria ini sangat penting? Lalu dimana ia? Mengapa Mira tak pernah mengenalnya?”, tanya Mira padaku dengan terus membalik album foto yang ada dalam pangkuanku. Terlihat sekali bahwa ia sangat penasaran tentang siapa pria ini, pria yang bahkan tak pernah ku sebut dihadapan anak anakku.
“Perlu kamu ketahui bahwa mama adalah orang yang sangat tertutup dan hidup hanya untuk diri sendiri. Mama tak pernah percaya apa itu cinta, bagi mama cinta hanyalah sebuah omong kosong dan tak berarti. Dahulu mama sangat bingung, bagaimana mungkin cinta mampu membuat orang lain menangis? Kalau kedua insan saling mencintai mengapa ada sebuah perselingkuhan dan pengkhianatan?. Sejujurnya merasakan cintapun mama tak pernah mengalaminya, hanya melihat orang lain menangis dan terluka sudah cukup membuat mama ketakutan untuk mengenal cinta. Konyol bukan?”, ucapku berbicara sambil membenarkan posisi rambut anak gadisku yang sedikit berantakan. Dahulu mungkin aku akan goyah ketika aku mengingat kembali kenanganku bersama Rey namun saat ini ada Sam disampingku sambil memelukku. Memastikan bahwa aku takkan lagi tertarik masuk kedalam masa lalu yang gelap dan kelam.
__ADS_1
“Sampai akhirnya, Rey datang. Dengan tingkah konyolnya ia berhasil membuat mama menerima orang lain masuk dan menjadi bagian dalam hidup ini. Dengan adanya Rey, ia menambah kebahagiaan baru dan hidup menjadi lebih menyenangkan sejak dia ada. Dia yang hanya orang asing dan entah datang dari mana tiba tiba menjadi bagian penting dalam hidup mama”, ucapku sambil tersenyum. Sangat jelas sekali bayang bayang Rey yang terlihat dipikiranku, masih sangat nyata rasanya ketika ia memelukku.
“Pemikiran mama yang awalnya mengatakan bahwa cinta hanyalah omong kosong dan tak berarti seluruhnya terbantahkan ketika Rey masuk”. Aku mengingat saat ia mengenalkan arti cinta dihidupku, ia menunjukkan bahwa ia sendiri adalah cinta yang nyata untukku. Rey berhasil mendobrak pintu hatiku dan menjadikanku miliknya.
“Lalu dimana dia? Mira masih tak mengerti, jika mama sangat mencintai pria yang bernama Rey, mengapa mama tak bersamanya?”, tanya Mira bingung dan melihat ke arah Sam yang berada tepat di belakangku seakan ia meragukan hubungan kami. Bagaimana tidak ? Jika seorang anak mengetahui sebuah kisah cinta ibunya yang sebenarnya lalu ia menikah dengan pria lain. Aku mengerti dan paham apa yang dipikirkan anakku itu.
“Kamu belum mendengar kisah ini sampai selesai Mira, dengarkan dahulu maka kamu akan mengerti semuanya”, ucapku lalu duduk mendekat pada Mira, kini ku mulai membuka halaman selanjutnya dari album itu, aku mulai menceritakan bagaimana diriku yang perlahan mulai berubah dan mulai menjalin hubungan dengan Rey.
“Mama tahu bahwa ia adalah pria yang sangat bodoh namun seharusnya ia tak sebodoh itu dengan mementingkan orang lain dari pada kesehatannya sendiri. Sampai suatu ketika di pagi hari ketika mama bangun, mama mengetahui bahwa Rey sudah tak lagi ada di dunia ini”. Masih ku ingat rasanya saat aku kehilangan dirinya, sakit yang dahulu pernah ku rasakan perlahan mulai terasa, luka yangg dulu pernah tertutup seakan kemmbali terbuka dan kembali meninggalkan bekas.
“Disaat itulah mama merasa untuk pertama kalinya tak berdaya, ketika diri sendiri tak bisa melawan apa yang sudah digariskan, mama hanya bisa menangis dan menjerit. Mama pernah berpikir jika seandainya mama tak pernah membuka hati untuk Rey masuk, pasti mama tak pernah merasakan sakit hingga seperti ini, jika seandainya mama tetap pada pendirian mama untuk tak percaya dengan cinta, mungkin mama takkan mengalami seluruh kepedihan yang mendalam. Dia datang dengan membawa cinta dan pergi dengan meninggalkan luka”. Aku benar benar larut dalam kesediahan saat aku kembali membuka kisah lamaku yang telah ku pendam selama hampir dua puluh tahun, aku tak percaya bahwa bekas lukanya akan terus ada sampai hari ini. Perlahan Mira mulai menangis, ku seka air mata yang mulai turun dan ku genggam kedua tangannya. Apakah kisahku sesedih itu sampai anakku pun menangis? Aku tersenyum dan menanyakan untuk memastikannya.
__ADS_1
“Ada apa? Apa ini terlalu sedih untukmu?”, tanyaku lembut pada Mira.
“Ah, tak apa mama, mama lanjutkan saja ceritanya, setelah ini Mira yang akan menceritakannya”, ucap Mira memintaku melanjutkan kisahku dengan Rey.
“Baiklah, mama selalu berharap bahwa mama tak pernah mengenal siapa itu Rey agar mama tak jatuh cinta padanya. Mama dulu berpikir bahwa ia sangat jahat karena berhasil membuat mama jatuh cinta namun dengan cepat ia meninggalkan mama dan memikul kesedihan ini seorang diri. Selang dua tahun, papamu datang, dengan cara yang sama. Mama dijodohkan begitu saja dengan Sam. Bisa kamu bayangkan? Saat mama masih dalam keterpurukan kedua orang tua mama menjodohkan mama dengan pria yang tidak mama cintai. Hal ini semakin membuat luka yang ada dalam hati mama membesar, mama berpikir bahwa selamanya mama akan merasa tersiksa”, aku sangat ingat ketika aku menikah dengan Sam, bahkan memikirkan ia akan menyentuhku rasanya sungguh menjijikan. Tahun pertama aku berhail menghindar dari Sam namun tidak di tahun ke dua, aku sangat ingat bagaimana kedua orang tuaku memaksaku untuk segera punya anak. Tekanan yang begitu kuat dari keluarga membuatku hampir setengah gila.
“Lalu aku anak siapa?”, tanya Mira sedikit bingung. Kebingungan dan kepolosannya berhasil membuatku dan Sam menahan tawa kami disaat aku sedang menceritakan sebuah kisah sedih
“Tentu saja kamu anak papa. Tidakah kamu melihat bahwa kamu lebih mirip papa dari mama?”, jawab Sam singkat sambil tertawa kecil.
“Di tahun kedua pernikahan kami, kamu lahir. Ketika kamu lahir, perasaan sedih mulai menghilang meski hanya sedikit. Namun lebih dari itu, sosok yang mama nikahi ternyata sangat luar bisaa, tak peduli bagaimana rasa sakit yang mama alami, meski mama memperlakukannya tidak baik dan meskipun mama belum mencintai sepenuhnya, namun Sam tak pernah menyerah”, aku ingat bagaimana semua usahanya untuk mendapatkan hatiku meski hanya dirinya sendiri yang jatuh cinta, entah antara aku yang beruntung menikahinya atau dia yang tidak beruntung karena menikahiku. Mira mulai memahami kisahku dari sini ia tahu apa yang terjadi setelahnya.
__ADS_1