My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 52 | Satu Malam dan Satu Masalah


__ADS_3

Kisah cinta dan perjuangan yang dilalui mereka berdua tak mudah, mereka mempunyai tujuan dan goals masing masing dalam hidup. Kesalah pahaman adalah hal yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Namun malam itu, Laura kembali menangis mendengar kata kata Ken padanya. Mereka memeluk satu sama lain dan menyesali perbuatan dan kata kata mereka, terlihat Ken memberikan tatapan yang sangat tulus pada Laura dan mendekatkan keningnya sambil membelai wajah Laura.


“Apa tak masalah dengan diriku yang seperti ini? Aku hanya mampu mengelola bisnis kecil untuk saat ini dan belum bisa membahagiakanmu.” Seru Ken sambil terus menempelkan keningnya.


Laura mengangguk sambil tersenyum senang, kedua tangannya juga membelai wajah Ken. Dengan perlahan Ken mendekatkan wajahnya dan mendaratkan kecupan lembut pada bibir Laura. Perasaan bahagia yang tak terlukiskan dirasakan oleh mereka berdua. Ken menggiring Laura ke sofa sambil terus mengecup lembut Laura.


Mata mereka saling terpejam dan menikmati tiap momen yang mereka lakukan berdua saat itu, perlahan Ken mengubah kecupan itu menjadi sebuah ciuman yang sedikit bergairah. Laura mencoba mengikuti permainan Ken yang cukup membuat dirinya kewalahan. Ken terus mencium Laura dan memberikan kenikmatan luar biasa pada kekasihnya itu.


Tak cukup hanya di sofa, Ken menggendong Laura sambil menciumnya dan berjalan menuju kamar Laura. Untuk pertama kalinya Laura melihat Ken dengan versi yang berbeda, Ken yang sangat agresif dan bahkan tak memberikannya kesempatan untuk menarik napas dan mengikuti permainannya. Setiap bagian tubuh Laura di kecupnya dan tak ada satupun yang terlewat yang membuat Laura meliuk dan mengeluarkan suara yang membuat Ken makin bersemangat.


“Ken berhenti... Apa kamu yakin?” Seru Laura dengan napas yang terengah.


“Sudah terlambat menanyakan itu Lau, aku takkan berhenti meski kamu menjerit kesakitan. Kali ini aku akan menunjukkan versi lain dari diriku yang selama ini kupendam.” Seru Ken sambil kembali mencium Laura.


Ken mencium Laura dan memainkan bagian bagian tubuh sensitif Laura dengan jari jarinya yang membuat Laura kehilangan akal sehatnya dan hanya pasrah dengan semua yang dilakukan Ken padanya.


“Astaga.. Lihatlah betapa indahnya tubuhmu. Aku benar benar sudah tak bisa menahannya lagi” Seru Ken sambil membuka celananya dan memuaskan Laura malam itu.


Malam itu Ken menunjukkan cintanya dengan cara berbeda pada Laura, hal yang tak pernah dia lakukan pada Laura namun saat ini dia melakukannya. Suasana makin memanas dan Ken menambah kecepatannya yang membuat Laura menutup mulutnya agar suaranya tak terdengar oleh tetangga sebelah.


Malam yang sangat indah bagi mereka berdua. Laura membiarkan Ken menembusnya tanpa melakukan perlawanan apapun dan hanya mengikuti irama permainan Ken. Mereka melewati malam bersama sampai pagi menjelang. Suara air mengalir dan bau sedap membangunkan Ken dari tidurnya. Ken terbangun dan tak menemukan Laura di kamar lalu dengan cepat Ken mengenakan pakaiannya dan langsung keluar menemui Luara yang tengah memasak dengan menggunakan baju tidurnya.


Ken tersenyum melihat Laura menyiapkan semua makanan dan minuman seorang diri sambil menutupi wajahnya.


“Jadi ini yang setiap hari Kak Sam rasakanm ketika melihat istrinya menyiapkan sarapan untuk dirinya. Aku memahaminya sekarang. Aahhh.. Sial aku benar benar ingin segera menikahinya.” Seru Kes danlam hati.


Ken menghampiri Laura dan memeluknya dari belakang sambil mengecup punuknya dan bermanja pada Laura.


“Hei.. You wake up? Cepat makan dan pulanglah. Kak Sam pasti mencarimu karena tak pulang semalam.” Seru Laura.


“Biarkan saja, aku sudah dewasa dan bebas melakukan apa yang aku mau.” Jawab Ken sambil terus memeluk Laura.

__ADS_1


“Ken lepaskan aku, aku tak bisa menyiapkan makanan kalau kamu seperti ini.” Seru Laura sambil mendorong Ken dengan lengannya.


“Baiklah sayang” Jawab Ken melepaskan pelukannya lalu duduk di meja makan.


“Aku hanya mahir memasak nasi goreng dan telur untukmu Ken.” Seru Laura sambil memberikan satu piring nasi goreng.


“Kamu masak kursi ini juga pasti akan ku makan Lau” Seru Ken menggoda Laura


Untuk pertama kalinya Ken merasakan apa yang dirasakan Sam selama ini, hal ini membuat Ken sangat bahagia dan memicu Ken untuk bekerja lebih keras lagi untuk wanita yang sangat dicintainya ini.


tepat pukul sepuluh pagi Ken sampai di rumah dan disambut oleh wajah Sam yang tak bersahabat. Ken merasa bahwa Sam telah mengetahui yang terjadi semalam.


“Hai kak.. Aku kemarin bermain ke tempat Laura dan tak sengaja tertidur di apartemennya.” Seru Ken dengan membuat dan tak berani menatap mata Sam.


“Kamu belum menikah dengan Laura dan kamu sudah berani tidur dengannya? Dasar anak bodoh.” Seru Sam sambil melempar Ken dengan buku yang ada di meja.


Ken menghindar dan berlari ke arahku dan bersembunyi di belakangku yang sedang membwakan segelas kopi untuk Sam.


“Lihat kelakuan adik kesayanganmu ini sayang. Dia belum menikah dengan Laura namun sudah berani menidurinya, benar benar kurang ajar anak ini.” Seru Sam dengan nada sedikit marah.


Aku melihat kearah Ken yang ada dibelakangku dengan tatapan terkejut, aku tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar.


“Ken benarkah itu?” Tanyaku.


“Kak.. Maafkan aku.. Aku hanya melakukan apa yang Kak Sam sarankan padaku.” Seru Ken sambil memelukku


“Selamatkan aku kak..” Tambahnya.


“Kakak tak peduli lagi, bulan depan nikahi Laura. Kalau sampai dia hamil diluar nikah ku patahkan lehermu dasar anak bodoh.” Seru Sam marah sambil mengambil gelas kopi di tanganku.


Ken masih berada di belakangku dan memasang wajah menyesal, Ken mengetahui kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalahan yang sangat fatal.

__ADS_1


“Cepat mandi dan bersihkan tubuhmu lalu ceritakan pada kakak.” Seruku sambil menepuk lengannya yang besar dan meninggalkannya untuk menenangkan Sam.


Dari jauh sudah bisa ku lihat wajahnya yang kecewa dengan tindakan yang dilakukan adiknya itu, aku datang menemuinya dan menenangkannya. Sam sangat menyayangi adiknya dan tak ingin hal buruk terjadi padanya suatu hari nanti.


“It’s ok Sam, tenanglah. Ken tahu apa yang terbaik untuk dirinya saat ini, dia suah dewasa dan kamu tak bisa memperlakukannya seperti anak anak lagi.” Seruku sambil menepuk punggungnya.


“Benarkah? Ken sudah dewasa dan bisa memilih mana yang baik? Lihat yang dilakukannya. Seharusnya dia bisa menahannya Rein, aku tahu ken sangat mencintai Laura, namun tidak dengan cara seperti ini. Kalau mau melakukan hal itu dengan Laura, menikahlah dahulu.” Seru Sam kesal


“Iyaa.. Aku tahu Ken salah, namun Ken akan bertanggung jawab atas Laura. Kita dukung saja yaa.. Mungkin jalan yang diambil oleh Ken salah dan dalam hal ini ku harap kamu bisa menjadi kakak yang bisa menasehatinya dan mengarahkannya, bukan memojokkan dan menyudutkannya Sam. Ken masih bingung dengan semua ini, bimbing dia.” Seruku


Kemarahan Sam pada Ken benar adanya, aku mengerti perasaannya. Ketakutan bahwa adik kesayangannya melakukan sesuatu diluar batas membuat Sam marah, karena Ken adalah tanggung jawabnya selama Ken tinggal bersama kami dan selama Ken belum menikah.


Sam mulai meredahkan amarahnya dan berusaha untuk menenangkan pikirannya, tak lama Ken datang dan duduk di sofa samping sambil memainkan jarinya dan tak berani menatap kakaknya karena merasa takut.


“Apa yang kamu pikirkan sampai melakukan hal ini?” Tanya Ken.


“Maaf kak. Aku salah menafsirkan perkataan kakak, aku berpikir untuk menunjukkan kesungguhanku pada Laura dengan cara yang berbeda tanpa berpikir panjang kak. Namun aku akan bertanggung jawab dan menikahi Laura.” Jawab Ken.


“kamu paham kan alasan kakak marah bukan karena kamu bertanggung jawab atau tidak?” Seru Sam melihat ke arah Ken.


“Iya kak.. Sedalam apapun cintaku pada Laura, aku harus bisa menahan diriku dan menjaganya sampai kami menikah. Maafkan adikmu yang bodoh ini kak.” Seru Ken.


“Bahas masalah ini dengan Laura dan segera hubungi papa agar secepatnya bisa melamar Laura. Selesaikan masalah ini sendiri jika memang kamu sudah siap dengan semuanya. Paham kamu?” Seru Sam


Sam meninggalkan Ken dan masuk ke kamarnya. Untuk pertama kalinya aku melihat Sam benar benar marah dan kecewa pada Ken, dan aku tak bisa berkata apa lagi. Dibalik sifatnya yang suka bercanda dan menyenangkan, Sam adalah sosok yang sangat tegas dan cukup ditakuti ketika sedang marah.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2