
Aku membereskan piring di meja makan untuk meletakkannya di dapur dan membersihkan perlengkapan makan yang dipakai tadi sementara Mira bermain dengan segala macam mainannya, Sam dan Reno berbicara santai di depan tv. Aku membersihkan meja makan dan dapur lalu membuatkan teh untuk suami dan adik iparku.
“Hai.. sepertinya seru sekali topik pembicaraan kalian. Masalah kantor ya?” Tanyaku sambil meletakkan teh dan potongan buah apel.
Aku duduk di sebelah Sam, Sam merangkulku. Ken melihat kami dengan tatapan yang sedikit kesal.
“Sepertinya menyenangkan kalau sudah menikah yaa..” Seru Ken.
Sam tertawa mendengar celotehan Ken, lalu membuatnya semakin panas lagi dengan mencium keningku dan memelukku.
“Kak, lakukan di kamar jangan di depanku.” Seru Ken.
Aku dan Sam tertawa melihat sikap Ken yang seperti ini. Terlihat jelas di wajahnya kalau Ken juga menginginkan hal seperti ini bersama kekasihnya,
“Cepatlah menikah, bisa melakukan hal ini setiap hari sangat menyenangkan Ken” Goda Sam pada adiknya.
“Bagaimana hari kalian di kantor?” Tanya ku sambil melihat ke arah Sam dan Ken.
“Cukup baik, Ken berhasil memerankan peran detektif kali ini” Jawab Sam sambil menyilangkan kedua tangannya.
Aku melihat Sam dan Ken dengan tatapan bingung. Mereka bukan lagi anak berusia delapan tahun dengan peran detektifnya.
“What are you eight guys? Ken berperan sebagai detektif?” Tanyaku.
Sam dan Ken tertawa melihat reaksiku, dimata Sam aku adalah perempuan yang polos dan mudah untuk di tipu.
“Jangan menganggu kakak iparku terus kak Sam. Kak Rein apa kakakku sering menggodamu kak?” Tanya Ken padaku.
Aku hanya tersenyum dan mencubit kecil perut Sam sangking gemasnya dengan perlakuannya padaku.
“Yaa beginilah kakakmu Ken. Sebelum menikah denganku apa Sam selalu seperti ini? Suka menggoda wanita yang dekat dengannya?” Tanyaku.
Sam melihat ke arahku seperti tak percaya aku menanyakan hal seperti itu pada Ken.
“Sayang, aku laki laki yang baik, aku tak pernah menggoda wanita lain selain kamu, it’s only you” Jawabnya dengan ekspresinya yang sedikit berlebihan.
Sam mengatakan hal seperti itu membuatku dan Ken geli sendiri. Tak pernah ku bayangkan Sam mengatakan hal ini padaku.
“Astaga kak Sam, aku merinding mendengar kata katamu kak.” Seru Ken.
__ADS_1
Akupun seperti itu, merinding rasanya mendengar suamiku mengatakan hal itu. Aku mencubit kedua pipi Sam karena gemas.
“Jangan berkata seperti itu lagi Sam.” Kataku sambil mencubit kedua pipinya.
Sam tertawa melihatku dan Ken meliuk geli seperti cacning kepanasan mendengar kata katanya itu.
“Kalian berbicaralah dulu, aku kekamar mandi sebentar.” Seru Sam
Sam meninggalkanku dan Ken. Ken melihatku sambil tersenyum senang.
“Kakak benar benar mencintai kak Rein. Tentang kata katanya tadi, itu semua memang benar, kakak pernah digosipkan seorang gay karena tak pernah menyukai perempuan sama sekali kak. Jadi kakak tak pernah berbicara manis dengan teman teman wanitanya.” Seru Ken.
Aku mendengarkan perkataan Ken, aku membayangkan bagaimana perasaan Ken kalau mengetahui bahwa aku tak mencintai kakaknya. Aku masih belum mampu melupakan masa laluku. Bagaimana kalau Ken mengetahui bahwa hanya Sam yang mencintaiku sementara aku tidak. Tidakkah itu menyakitkan untuknya? Mengetahui seorang kakak yang di sayanginya harus hidup dengan wanita sepertiku, wanita yang tak bisa mencintainya selama bertahun tahun.
“Aku bahagia wanita yang dinikahi kakak adalah kak Rein, wanita yang cantik dan sangat mencintai kakak. Semoga kalian berdua bahagia selamanya yaa kak. Sudah malam aku tidur dulu yaa kak.” Kata Ken.
Ken meninggalkanku dan masuk ke kamarnya untuk istirahat sementara aku masih tetap duduk di sofa.
Jangtungku berdebar mendengar perkataan Ken. Hatiku sakit, ingin menangis rasanya. Selama ini Sam memendam segalanya sendiri, dia tak pernah menceritakan pada siapapun tentang hubungannya denganku, tidak juga dengan keluarganya. Tanpa sadar aku meneteskan air mataku. Mengingat betapa egoisnya aku pada Sam. Aku kesal pada diriku sendiri yang masih tak mampu melupakan Rey.
“Rein, Ken sudah masuk kamar?” Tanya Sam
Aku segera menghapus air mataku secepat mungkin, aku tak ingin Sam melihatku menangis.
Aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum padanya lalu menyandarkan kepalaku di dada Sam yang tegap.
“Bukan apa apa aku mengantuk, aku masuk dulu yaa” Seru ku.
Aku masuk ke kamar sambil menghapus air mataku. Didalam kamar aku berusaha untuk tak menangis. Kata – kata Ken benar benar menusukku. Hari hari yang ku lewati bersama Sam benar benar membahagiakan, namun mengapa aku tak bisa memberikan hatiku sepenuhnya pada Sam? Butuh berapa lama lagi sampai aku bisa mencintai Sam dengan seluruh hatiku? Itulah yang ku tanyakan setiap hari. Tidakkah sangat menyenangkan ketika aku bisa mencintai Sam seperti Sam mencintaiku? Merasakan cinta bersama, menangis bersama, merasakan sakitpun bersama. Aku ingin melaluinya bersama Sam, namun hatiku tak bisa berpaling dari Rey.
Sam masuk dan menlihatku menahan tangisku. Tanpa berpikir panjang Sam langsung naik ke kasur dan memelukku.
“Ada apa? Apa Ken mengatakan hal yang menyakitimu?” Tanya Sam.
“Jujurlah padaku Rein.” Tanya Sam.
Aku berbalik dan memeluk Sam sambil menangis, aku tak mampu membendung air mataku saat ini, tanganku bergetar, hatiku sakit. Seperti di lorong yang gelap, aku menjerit namun tak ada satupun orang yang mengulurkan tangannya memabntuku.
“Maafkan aku Sam. Apa yang harus ku lakukan untuk bisa mencintaimu dengan tulus? Apapun akan ku lakukan kali ini.” Kataku sambil menangis.
__ADS_1
Sam tak mengerti apa yang terjadi padaku. Aku tiba tiba memeluknya dan mengatakan hal yang tak dimengertinya.
“Apa yang kamu bicarakan? Cara untuk mencintaiku? Ada apa dengamu?” Tanya Sam bingung.
Aku menghapus air mataku dan duduk melihat Sam.
“ Sam, bantu aku melupakan masa laluku. Bantu aku melupakan Rey agar aku bisa mencintaimu.” Seruku.
Sam hanya tersenyum dan menyentuh wajahku dengan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
“Rein, aku tak bisa melakukan itu. Semua berawal dari hatimu, hatimu yang harus membereskannya sendiri bukan aku. Selama ini sekeras apapun usahaku untuk membuatmu datang padaku itu hanya sia sia.” Katanya dengan lembut.
Sam duduk menghadap padaku adn memegang kedua tanganku lalu memelukku.
“Dengar Rein, Jangan pernah melupakan Rey, dia bukanlah sebuah kesalahan, dia hanya kenangan yang indah yang layak ada di hatimu, namun kamu harus terus melanjutkan hidupmu yang sekarang, bersamaku.”
Tatapan Sam benar benar meluluhkanku. Tanpa sadar aku benar benar telah jatuh hati padanya. Hatiku berdebar dengan kencang. Aku merasakan rasa cemburu pada Sam, aku ingin setiap hari memberikan yang terbaik padanya, aku ingin terus membatnya tersenyum. Tanpa sadar aku telah mencintainya. Au benar benar mencintainya. Sekarang aku mengerti, Sam membuka mataku. Rey hanyalah masa laluku, saat ini aku telah bahagia dengan Sam. Aku hanya tak menyadarinya.
“Rein, aku mencintaimu, aku mengerti saat kita menikah kamu bahkan tak memandangku, namun aku tetap memilih untuk mencintaimu. Saat ini giliranmu, apapun keputusanmu, aku takkan meninggalkanmu.”
Aku melihat ke arah Sam dan menyentuh wajahnya, air mataku kembali mengalir. Aku memejamkan mataku, kurasakan hatiku berdebar dengan kencang. Perasaan bahagia ini, ini yang ingin ku rasakan bersama Sam. Aku akhirnya bisa merasakannya, aku mencintai Sam, aku sangat mencintai suamiku.
“Sam, aku mencintaimu.” Kataku dengan pelan.
Sam menatapku tak percaya. Namun Sam hanya tersenyum, dan menggelengka kepalanya.
“Sudah ku katakan, lebih baik aku hidup dengan kenyataan yang menyakitkan dari pada hidup dengan kebohongan yang indah Rein.”
“Sam, aku benar benar mencintaimu. Aku merasakannya. lihat aku, apa aku sedang berbohong?” Tanya ku sambil memegang wajah Sam dengan tanganku
Sam terdiam sejenak menatap mataku, air matanya mengalir, kepalanya tertunduk. Sam masih tak percaya dengan pengakuanku. Kebahagia terpancar dari wajahnya. Sam tersenyum senang dan memelukku erat.
“Apa ini nyata Rein?” Tanya Sam
Aku mencintai Sam. Mengetahui aku merasakan perasaan itu, aku benar benar sangat bahagia. Perasaanku tak terbendung begitu juga dengan Sam. Kata kata Sam menyadarkanku. Selama ini aku mencintainya, hanya tak menyadarinya, aku hanya fokus dengan Rey yang menjadi penyebab kebahagiaanku dan juga penyebab kesedihanku, sampai aku tak menyadari bahwa aku sangat mencintai Sam. Aku tak mau kehilangan Sam, aku ingin bersamanya, menua bersamanya dan mencinainya selamanya.
.
.
__ADS_1
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘