
Ditemani dengan segelas kopi dan dokumen yang menumpuk di meja Sam, Sam terus bekerja dan menyelesaikan seluruh pekerjaannya siang itu sampai waktu menunjukkan pukul lima sore sudah saatnya dia pulang kerumah. Sam membereskan segala dokumen yang ada dimejanya dan merapikannya, Sam bukan orang yang menyukai hal yang berantakan, Sam lebih menyukai merapikan barang barangnya sendiri dan meninggalkan kantorya dalam posisi yang sangat rapi. Sam membereskannya dengan senyum terpasang di wajahnya. Senyum itu pun makin lama makin manis dengan lesung pipi di sisi kanannya.
“Aku merindukan Rein” Katanya sambil mengusap wajahnya.
Dalam perjalanan pulang yang ada di kepalanya hanya Rein, seperti remaja yang di mabuk cinta, itulah yang di rasakan Sam, tujuh tahun pernikahan tak membuat Sam berhenti mencintai Rein meskipun Sam mengerti kondisi Rein yang belum mencintainya, cintanya makin lama makin besar pada istrinya itu, rasa ingin membahagiakannya, rasa ingin membuatnya tersenyum setiap hari, itulah yang selalu dirasakan dan dilakukan Sam.
Suara mobil masuk terdengar oleh ku yang sedang bermain dengan Mira, Mira terlihat senang dengan kedatangan ayahnya itu.
“Mira, papa sudah pulang” Kataku menatap Mira
Mira berlari ke pintu depan dan bersiap menyamput kepulangan Sam. Begitu Sam membuka pintu, dirinya disambut dengan Mira yang membentangkan tangannya dan berlari kearahnya.
“Papa..” Teriaknya sambil berlari memeluk Sam
Sam memeluknya dan menggendongnya juga melemparkan Mira dan menangkapnya, Mira paling senang ketika Sam melemparkan Mira dan menangkapnya.
“Anak papa yang cantik” Katanya sambil mencium pipi Mira
Aku datang menghampiri anak dan ayah yang saling berpelukan itu, meskipun hatiku belum bisa mencintai Sam, namun melihat mereka bahagia seperti ini saja sudah cukup untukku dan mungkin aku bisa bertahan hidup dengan Sam.
“Aduh Mira dan papa mesra sekali kalian” Kataku menggoda mereka.
Sam melihatku dan mengerutkan alisnya sambil tersenyum
“Kenapa kamu mau juga sayang? aku bisa lebih mesra lagi Rein” Katanya sambil menurunkan Mira.
Sam menghampiriku dan menyentuh daguku dengan tatapan yang cukup aneh rasanya.
“Tapi dikamar yaa” Saambungnya dengan berbisik di telingaku.
Aku terkejut dengan kata katanya dan mundur satu langkah dengan memasang wajah terkejut. Bisa bisanya dia mengatakan hal ini, aku melihat ke arah Mira yang terus memandangi Sam. Ku harap Mira tak mendengar apa yang baru saja dikatakan Sam.
Aku mencubit perutnya yang telah menggodaku dengan kata kata nakalnya itu, meskipun begitu, Sam takkan berani menyentuhku tanpa seijinku, itu yang membuatku bisa bertahan dengan Sam hingga saat ini, karena dia sangat menghormati dan menghargai keputusanku.
“ssttt!! Kalau Mira dengar bagaimana” Tanyaku dengan melebarkan mataku dan sambil berbisik
Sam melihat ke arah Mira yang dari tadi melihat ke arah kami berdua sambil tersenyum. Mira yang tak mengerti apa apa hanya membalas senyuman Sam. Sam menjadi semakin liar saat ini.
“Mira, apa Mira mau punya adik?” Kata Sam pada Mira.
Sekali lagi aku terkejut dengan kata kata Sam, apa yang dia pikirkan? Mengapa dia mengatakan hal hal aneh pada Mira? Aku membulatkan mataku dan memukul lengan Sam yang besar itu. Mira hanya tertawa dan mengiyakan pertanyaan Sam.
“Adik? Papa bisa buatkan Mira adik?” kata Mira dengan polosnya
Aku semakin tak bisa mengatasi kondisi ini, Sam benar benar sedikit keterlaluan, dia benar benar menggodaku sampai sejauh ini. Sam melihat ke arahku dan tersenyum dengan seribu arti. Aku melipat kedua tanganku dan membuang wajahku. Sam mendekati wajahku dan tersenyum dengan manis sambil membenturkan keniningnya dengan keningku lalu mencium keningku. Saat itu, aku merasakan hatiku yang mulai berdebar, Sam benar benar meresahkan.
“Sam kamu mau makan atau mandi dulu?” Tanya ku mengalihkan suasana.
Sam melihatku sambil memiringkan kepalanya yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
“Aku mau makan, tapi makan kamu yaa” Jawabnya sambil mencubit pipiku didepan Mira
__ADS_1
“Mama.. Mira lapar, ayo makan” Kata Mira sambil memegangi perutnya
Sam melihat ke arah Mira dan dan menggendong Mira sambil mengusap hidungnya dengan hidung Mira yang memiliki bentuk yang sama.
“Mira lapar? Okee.. Ayo kita makan”
Jawab Sam sambil berjalan ke meja makan dengan menggendong Mira dengan satu tangan dan tangan lainnya merangkul pinggangku.
Aku taak tahu apa yang terjadi di kantor hari ini, namun Sam benar benar terlihat sangat senang. Dari caranya berbicara denganku dan caranya berbicara juga bercanda dengan Mira. Aku bisa melihat dan merasakannya.
“Kamu hari ini ada kejadian apa Sam di kantor? Sepertinya hal yang sangat baik terjadi yaa?” Tanyaku sambil makan
Sam tersenyum dan mengangguk, namun dia tak menceritakannya padaku, Sam hanya bermain dan bercanda dengan Mira di meja makan.
“Papa, Mira sebentar lagi akan naik ke kelas satu, kalau Mira masuk SD Negeri apa Mira bisa minta hadiah dari papa?" Tanya Mira.
Sam melihat ke arah Mira, Sam mulai menyadari bahwa waktu benar benar cepat berlalu, Mira sebentar lagi akan naik ke SD, Sam tak ingin melewatkan satupun masa kanak kanak Mira, karena Mira saat ini sudah mulai mengerti mana yang baik dan tidak, juga mulai bisa marah dan berbohong pada kami.
“Apa yang Mira inginkan? Selama itu hal yang positif papa akan memberikannya pada Mira.” Jawab Sam.
Mira tersenyum dan melanjutkan makannya, namun tak memberi tahu Sam tentang apa yang dia inginkan.
Aku memberseskan meja makan dan membersihkan rumah sebentar sebelum masuk ke kamar untuk tidur, dan tak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, aku mengecek ke kamar Mira untuk memastikan bahwa Mira sudah tidur lalu kembali ke kamar, Sam masih terjaga dengan memakai kacamata dan membaca buku novel favoritnya. Sam membacanya dengan sangat serius. Hal lain yang ku suka dari Sam adalah ketika dia melakukan hal dengan serius, raut wajahnya benar benar sangat tampan. Tak heran jika banyak pegawai wanita yang sangat senang milihat Sam bekerja dengan serius, karena inilah yang mereka lihat dari Sam.
“Mengapa dia harus melakukan segala hal dengan serius? Apa dia tak tahu kalau wajah seriusnya itu benar benar berbahaya” Gumamku dalam hati.
Sam melihatku dan tersenyum, namun dia mengerutkan keningnya kerena melihat wajahku yang sedikit cemberut.
Aku hanya menggelengkan kepalaku dan naik ke kasur lalu tidur membelakangi Sam.
Sam memegang bahuku dan mendekatkan wajahnya padaku
“Rein, apa aku membuat kesalahan?” Tanyanya kembali, namun aku tak menjawabnya.
Akupun bingung dengan apa yang kulakukan sekaarang, mengapa aku tiba tiba kesal dengan Sam?
Sam meletakkan buku dan kaca matanya dan memelukku dari belakang.
“Ada apa? Kalau kamu tak cerita aku tak tahu salahku dimana” Katanya lembut.
Aku membalikkan tubuhku dan menghadap Sam masih dengan ekspresi kesal yang terpasang di wajahku.
“Kamu benar benar harus melakukan hal itu?” Kataku
Sam melihatku dan seperti tak mengerti dengan apa yang ku katakan. Dia menggelengkan kepalanya dan memutar bola matanya seperti mencari jawaban dari pertanyaanku.
“Rein, aku tak mengerti, apa maksudmu?” Tanya Sam
Aku kesal karena Sam tak mengerti yang ku maksudkan, aku membalikkan tubuhku namun Sam menahanku dengan kedua tangannya.
“Katakan apa maksudmu, katakan denga jelas.” Kata Sam melihat ke arahku
__ADS_1
Aku tak mengerti mengapa aku seperti ini, Sam menatapku namun aku tak berani menatap matanya.
“Rein, ada apa?” Tanyanya lembut.
Aku memberanikan diri melihat ke matanya dan mengatakan segalanya.
“Jangan lagi memasang wajah serius ketika kamu melakukan segala hal” Kataku
Sam yang awalnya memasang wajah bingung perlahan lahan mengerti maksud dari tidakanku itu, dia melihat kearahku dan memelukku, aku berusaha melepaskan pelukan Sam, namun Sam makin kuat melukku.
“Sam lepas” Kataku dengan wajah kesal
“i know it, you're jelous right?” Katanya sambil terus memelukku”
“No, i’m not” Kataku sambil terus melepaskan diri dari Sam.
“Aku tak mungkin cemburu pada Saam hanya karena masalah ini, tak mungkin” gumamku dalam hati.
Namun hatiku masih saja kesal, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku tidak cemburu pada Sam hanya karena sikap seriusnya itu yang membuat banyak wanita suka padanya.
Sam melepaskan pelukannya dan mendekatkan keningnya dengan keningku sambil tersenyum.
“Kamu cemburu pun aku suka Rein, itu artinya kamu peduli denganku, dan kamu tahu? Cemburu adalah awal dari kamu jatuh cinta pada seseorang” Katanya dengan lembut.
Aku terdiam mendengar kata kata Sam, aku masih tak percaya bahwa aku cemburu dengannya. Aku memalingkan wajahku namun Sam menahannya. Sam makin mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku dengan lembut. Tak dapat ku kendalikan diriku. Jantungku berdegup kencang, aku ingin melepaskan ciuman Sam namun aku tak punya tenaga, tak dapat ku bohongi hatiku.
Sam menciumku lebih dalam lagi dan membelai rambutku, aku memejamkan mataku dan mengikuti irama Sam, Sam menciumku lebih liar kali ini dan tangannya sudah mulai membuka kancing atas bajuku, aku tersadar dan menahan tangannya juga melepaskan ciuman itu.
“Sam, jangan” Kataku
Sam melihatku dengan tatapan yang pernah ku lihat sebelumnya, saat pertama kali dia menciumku dengan liar sebelum akhirnya aku membohonginya.
“Rein, aku menginginkanmu malam ini” Katanya sambil memegang wajahku.
Aku menolaknya, aku masih belum membereskan hatiku, aku tak bisa memberikan diriku sepenuhnya pada Sam kalau aku tak bisa membereskan hatiku dan menghapus Rey dari masa laluku, aku ingin mencintai Sam dengan tulus tanpa ada bayang bayang Rey di belakangku.
“Aku tak bisa Sam, maafkan aku.” Kataku sambil menutup wajahku.
Sam tersenyum dan memelukku, wajah kecewa kembali terlihat. Aku lagi lagi mengecewakan Sam, aku membenci perasaan ini, perasaan bersalah pada Sam yang sudah sangat baik dan sangat mencintaiku.
“It’s ok Rein. Aku yang seharusnya meminta maaf, tak seharusnya aku melakukan itu tanpa seijinmu” Jawab Sam.
Apa yang ku lakukan? Aku membuatnya kecewa lagi dan lagi. Aku benar benar ingin memberikan diriku padanya namun saat aku melakukannya, bayang bayang Rey muncul yang membuatku takut. Namun Sam masih tetap menungguku dan mencintaiku dengan segenap hatinya, kali ini aku akan berjuang lebih keras untuk menghapus masa laluku dan datang pada Sam. Kerena aku adalah miliknya, sudah seharusnya aku memberikan diriku padanya.
.
.
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘
__ADS_1