My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 114 | Siapa Dia?


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap dimana hampir tak ada orang didalam sekolah. Mira turun dari atap bersama dengan Arka meski tak dapat di tutupi bahwa matanya bengkak akibat menangis. Percakapan yang panjang pada akhirnya berakhir dan hubungan mereka pun membaik meski tak mungkin mereka kembali untuk bersama.


“Hari sudah gelap, aku akan mengantarmu pulang. Katakan itu pada kekasih atau kakakmu agar ia tak cemburu padaku”, ucapnya mengajak Mira pulang melihat hari yang sudah gelap, Mira mengangguk dan mengiyakan ajakan Arka sambil tertawa kecil mendengar ucapannya.


Seperti yang terlihat, pukul enam sore sudah tak ada lagi siswa yang berkeliaran di sekolah, hanya beberapa anak aja yang terlihat dan juga beberapa penjaga sekolah yang sudah mulai berpatroli untuk mengusir para siswa yang belum juga pulang ketika hari sudah mulai gelap. Beruntung Mira dan Arka berhasil lolos dari omelan penjaga sekolah.


Dalam perjalanan pulang, Mira beberapa kali menatap pada Arka yang sedang fokus menyetir tanpa mengatakan apapun padanya, meski Arka mendapati Mira terus saja menatapnya namun Mira seperti tak menyadarinya.


“Berhentilah menatapku, aku takkan bertanggung jawab jika kamu kembali jatuh cinta padaku”, ucapnya membuyarkan lamunan Mira. Meski kembali tersadar namun Mira masih saja menatap pada Arka, enah apa yang berada dalam pikirannya saat itu. Sangking seringnya menatap pada Arka, hingga ia tak menyadari bahwa Mira telah sampai di depan rumahnya.


“Jadi kamu mau terus menatapku atau turun dan masuk ke rumahmu?”, tanya Arka yang dengan mencubit kecil kedua pipi Mira karena gemas akan tindakannya yang sedari adi terus saja memandanginya tanpa henti.


“Sudah sampai rupanya. Baiklah, terimakasih tumpangannya”, ucap Mira keluar dari mobil Arka dan menunggu hingga mobil yang dikendarai Arka hilang dari pandangannya. Segera Mira masuk ke dalam rumahnya dan langsung disambut oleh Sam yang pada saat itu juga baru saja pulang.

__ADS_1


“Bagaimana acaranya? Sepertinya seru sekali sampai kamu pulang cukup terlambat”, tanya Sam yang sedang duduk sambil melonggarkan dasi yang terikat di lehernya. Mira datang mendekat pada Sam dan duduk sambil memeluk ayahnya.


“Hari ini banyak sekali kejutan yang Mira dapatkan. Dimana mama?”, tanya Mira pada Sam sambil melepaskan pelukannya.


“Ada apa mencari mama? “ Tanyaku sambil membawa minuman untuk Sam lalu duduk di antara Mira dan Sam.


“Seluruh barang barangku masih tersimpan di gudang kan?”, tanya Mira padaku tiba tiba. Aku mengangguk pada Mira meski aku tak mengetahui barang apa yang dimaksudkan anakku itu namun barang barang bekas yang masih terpakai memang ku letakkan di gudang bersama seluruh kenangan didalamnya. Segera Mira menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya lalu pergi ke gudang untuk mencari barang barang miliknya, pemberian dari Arka semasa mereka berpacaran dahulu.


“Astaga, tak kusangka ketika aku berpacaran dengan Arka, banyak barang pemberiannya”, ucapnyya dengan terus mengumpulkan semua barang barang itu, entah berapa boneka yang diberikan Arka, hiasan rambut dan juga lain sebagainya. Sangking banyaknya barang, Mira menabrak lemari di sampingnya dan menjatuhkan beberapa barang dan album foto.


Ketika hendak membereskan barang yang jatuh secara kebetulan sebuah foto keluar dari albumnya, terlihat seorang gadis bersama seorang pria yang sangat bahagia dalam foto itu dan bahkan ada beberapa foto yang menunjukkan bahwa hubungan mereka lebih dari yang Mira bayangkan.


“Bukankah ini mama? Namun siapa pria disampingnya? Aku yakin ini bukan papa. Jika kalau bukan papa lalu siapa?”, gumamnya dalam hati, Mira bingung dan bertanya tanya tentang foto semua foto yang ada di album ini, foto lama yang mulai tak terlihat jelas gambarnya. Dengan melupakan semua barang barangnya Mira membawa beberapa album foto bersamanya dan berjalan ke ruang tengah, Mira melihatku dan memberikanku sebuah album foto yang sudah sangat lama tak pernah ku sentuh dan bahkan aku sudah mulai melupakan bahwa aku memilikinya.

__ADS_1


“Mama, ini apa? Siapa pria yang bersama mama? Mama bahkan menciumnya dalam foto ini”, tanya Mira dengan memberikan sebuah foto dimana aku dan Rey sedang bermesraan. Sudah sangat lama bahkan cukup lama masa masa ini bahkan perlahan telah ku lupakan karena kebahagiaan baru yang kudapatkan hingga saat ini.


“Ada apa dengan foto ini?”, tanyaku pada Mira sambil mengambil album foto itu dari Mira dan mendudukannya tepat di sampingku. Tak ku sangka aku kembali mengingatnya, mengingat senyuman, wajah dan kenangan manis pahit bersamanya. Aku kembali terenyuh ketika satu satu album foto kembali ku buka, melihat betapa bahagianya aku dahulu, senyuman terus saja menghiasi wajahku sampai aku hampir tenggelam didalam kenangan itu, Sam memegang tanganku dan memelukku, membuatku akhirnya tersadar dan memeluknya.


“Ada apa? Siapa pria ini mama?”, tanya Mira semakin penasaran dengan pria yang bernama Rey. Aku baik baik saja menceritakan siapa itu Rey dan apa artinya bagiku namun aku menatap ke arah Sam untuk memastikan bahwa ia akan baik baik saja ketika aku kembali membuka kisah lama yang terasa begitu menyayat bagiku dan bagi hubunganku dengan Sam dahulu.


“Ah.. Sepertinya kisah ini akan kembali kekehidupan kita”, ucap Sam dengan menghela napas panjang dan menyandarkan dirinya di sofa.


“Aku takkan menceritakannya jika kamu tak setuju, lagi pula sudah kita sudah sepakat untuk tak lagi mengingat ingat saat saat ini”, balasku dengan segera.


“Jangan khawatir, kita bukan lagi pasangan yang berusia dua puluh delapan dan tiga puluh tahun sayang. Masa itu sudah lewat dan kalau kamu ingin mengungkapkannya kembali bukan sebuah masalah untukku, ceritakanlah. Mungkin bisa menjadi sebuah pelajaran untuk Mira”, jawab Sam sambil menatapku lalu mengecupku.


Aku kembali ke halaman depan sambil menghela napas dalam, ku tatap anak gadisku dan ku mulai kisahku, kisahku dimana aku pertama kali menemukan cinta, dan merasakannya didalam hatiku. Kisahku yang hanya aku dan Sam yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2