My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 58 | PAMIT


__ADS_3

Kriinggg Kriingg ...


Laura meraba ponselnya yang berdering dengan tangannya sambil fokus mengecek data yang ia baca. Ia melihat kekasihnya menghubunginya lalu mengangkatnya.


“Yaa Ken ada apa?” Tanya Laura


“Baiklah, tak perlu menjemputku karena aku membawa mobil sendiri. Sampai jumpa” Ucapnya lalu mengakhiri panggilannya.


Laura menyelesaikan semua tugasnya secepat mungkin karena Ken mengajaknya makan siang bersama di kafe langganan mereka. Sesekali Laura melihat jam di tangannya untuk memastikan bahwa ia tak terlambat makan siang dengan Ken karena Ken ingin membahas sesuatu yang penting dengannya.


“Baiklah, saatnya aku pergi” Ucap Laura sambil melakukan sedikit peregangan


Ken duduk sambil menunggu Laura datang dengan sesekali menyeruput minuman pesanannya sembari memainkan ponselnya menunggu Lauraa. Tak lama setelahnya Laur datang dan duduk di hadapannya. Ken kembali merasa goyah saat ia melihat sosok kekasih yang sangat dicintainya itu. Hatinya seperti tak kuat mengatakannya.


“Jadi. Apa yang ingin kamu bicarakan Ken? Apapkah sangat penting?” Tanya Laursa sambil memotong daging di piringnya.


“Setelah makan aku akan mengatakannya Lau.” Jawab Ken.


Ken melanjutkan makan siangnya tanoa berbicara lagi begitu juga dengan Laura. Tanpa ada kecurigaan sedikitpun Laura makan dan menghabiskan makannya. Kini Ken tak lagi bisa mundur dan ia mengatakan segalanya pada Laura.


“Apa yang akan terjadi kalau aku harus kembali pada orang tuaku? Akankah kamu baik baik saja?” Tanya Ken.


Laura diam sejenak mendengar ucapan Ken. Ia mengerutkan keningnya tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Ken saat itu.


“Maksudmu? Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya?” Tanya Laura.


“Bagaimana kalau aku harus kembali pada orang tuaku Laura? Akankah kamu baik baik saja tanpa ku sementara?” Ucapnya.


Tatapannya sangat tegas dan meyakinkan. Laura membulatkan matanya sambil menatap Ken, ia tak mengerti mengapa Ken harus kembali ketika ia berjuang untuk tetap ada disisinya sampai saat ini.


“Apa kamu berniat meninggalkanku? Aku berusaha untuk tetap disisimu namun kamu memilih untuk meninggalkanku? Begitu maksudmu?” Jawab Laura sedikit emosi.


Ken menggelengkan kepalanya dan meraih kedua tangan Laura dan mencium punggung tangannya sambil memejamkan matanya. Bukan itu yang ia maksudkan.

__ADS_1


“Tidak. Aku tak berniat meninggalkanmu Laura, kamu mengetahui bahwa aku sangat mencintaimu namun aku harus kembali untuk sementara waktu. Dalam tiga bulan aku akan kembali, aku berjanji.” Ucap Ken meyakinkan.


“Untuk apa kamu kembali? Apa yang kamu lakukan disana? Apakah kedua orang tuamu tak merestui hubungan kita? Bukankah hubungan kita sudah berjalan cukup lama Ken?” Tanya Laura panik.


“Tenanglah Lau. Papa memintaku untuk mengelola anak perusahaannya selama tiga bulan dan mengembangkannya. Papa ingin melihat kemampuanku mengemban tanggung jawab ini sebelum akhirnya ia merestuiku menikahimu” Jawab Ken.


Laura terkejut mendengar jawaban Ken. Menikah adalah hal yang sangat ia inginkan keluar dari mulut Ken. Matanya membola dan mulutnya menganga.


“Menikah? Benarkah?” Tanya Laura terkejut


“Jadi ku mohon tunggulah sebentar lagi Lau. Aku akan menikahimu. Aku berjanji” Ucap Ken.


“Ken. Kamu tidak sedang bercanda bukan? Kalau kamu bercanda aku akan sangat membencimu.” Balas Laura.


Ken mendekatkan wajahnya dengan Laura dan menempelkan keningnya dengan Laura sambil tersenyum lalu mencium tangan Laura.


“Apakah aku terlihat bercanda saat ini? Aku tak ingin membuatmu menungguku lebih lama lagi, jadi ku mohon bersabarlah sebentar lagi. Aku mungkin akan sangat sulit untuk dihubungi atau ditemui. Bisakah kamu bersabar denganku?” Tanya Ken menatap Laura dengan tulus.


Ken membungkam mulut Laura yang berteriak sambil tersenyum, bisa ia lihat betapa bahagianya kekasihnya saat ini dan Ken tak lagi ingin menyianyiakan kesempatan ini. Kesempatan atau tantangan dari ayahnya akan ia lakukan dengan baik agar tujuannya menikahi Laura bisa terjadi secepatnya.


Waktu menunjukkan sore hari dan matahari mulai terbenam. Ken membereskan barang barang dan ekerjaannya lalu pulang ke rumah. Dalam perjalanan Ken menghubungiku untuk mempersiapkan Mira yang akan dijemputnya. Seperti yang Ken katakan bahwa ia ingin mengajak Mira pergi dan membelikan apapun yang Mira inginkan karena dalam waktu yang cukup lama Ken takkan bertemu dengan Mira.


“Apakah Mira telah bersiap kak?” Tanya Ken dalam ponselnya


“Mira telah siap dan sedang menunggumu Ken”, jawabku.


“Baiklah kak, sebentar lagi aku sampai”, ucapnya lalu mematikan panggilan.


Ken bergegas dengan mobilnya menjemput Mira, keponakan kesayangannya untuk mengajaknya belanja apapun yang Mira inginkan mengingat bahwa Ken sangat menyayangi Mira seperti anaknya sendiri. Ken tiba dirumah dan langsung disambut pelukan Mira sambil berlari dan berteriak bahagia.


“Om Ken”, ucapnya senang.


Tawa Mira seperti menghilangkan setiap rasa lelah dan beban pikiran yang menumpuk di pundak dan kepalanya. Memeluk Mira disaat ia lelah adalah salah satu cara Ken untuk menghilangkan rasa lelahnya.

__ADS_1


“Keponakan om cantik sekali. Mira ingin pergi kemana malam ini? Om akan belikan apapun yang Mira inginkan”, ujarnya.


“Mira ingin ice cream, boneka, baju baru dan banyak lagi om Ken.” Jawabnya bersemangat.


Tatapan mata Mira terlihat sangat bahagia, Ken pun merasa senang melihat keponakan kecilnya itu terlihat sangat riang. Ia berharap Mira bisa terus tersenyum dan bahagia meskipun setelah ini Ken akan meninggalkan Mira untuk semetara mengingat bahwa Mira pun sangat menyayangi Ken.


“Baiklah, kita pergi sekarang?” ajak Ken


“Eemm.” Jawab Mira.


“Kak, aku pegi dengan Mira ya”, pamitnya


“Berhati hatilah Ken, jaga Mira baik baik.” Seruku.


Ken menggandeng tangan mungil Mira berjalan keluar dan memasuki mobilnya, mereka berangat ke sebuah pusat pembelanjaan dan berjalan berkeliling sambil sesekali Mira menarik tangan Ken ketempat benda yang ia inginkan. Satu persatu Ken membelikan apapun yang Mira inginkan dihari itu. Mainan, boneka, baju, makanan dan lain sebagainya asalkan Mira senang.


Hari sudah mulai malam dan Ken mengajak Mira pulang setelah lelah berbelanja dan bermain dengan puasnya. Ken berjalan disamping Mira dengan tangan yang penuh dengan barang belajaan Mira di tangannya.


“Baiklah, saatnya kita pulang Mira. Apa Mira senang hari ini?” Tanya Ken sambil berjalan.


“Mira sangat senang om. Bisakah om mengajak Mira berjalan jalan seperti ini lagi besok?” Tanya Mira sambil memakan ice cream nya.


“Apapun yang tuan putri inginkan.” Jawab Ken tersenyum.


Ken dan Mira memasuki mobil dan pulang ke rumah, terlihat Mira yang mulai mengantuk dengan sisa sisa ice cream yang masih menempel disekitar bibir dan pipinya.


“Mira, kalau om Ken tidak ada bersama Mira apakah Mira akan sedih?” Tanya Ken.


“Om akan pergi? Kemana?” Tanya Mira dengan mata sedikit mengantuk.


“Om takkan pergi jauh, om akan kemnali dan bermain lagi dengan Mira.” Jawab Ken sambil membersihkan sisa ice cream di pipi Mira.


Mira tak lagi merespon karena ia telah tertidur lelap. Ken tak hanya sedih karena harus berpisah dengan kekasihnya namun ia juga sangat sedih karena dirinya juga harus berpisah dengan Mira, keponakan kesayangannya kaena besok Ken tak lagi tinggal bersama keluarga kakaknya itu dalam waktu tiga bulan lamanya.

__ADS_1


__ADS_2