
Meli menyeruput kopi yang disuguhkan oleh Laura sebelum akhirnya memulai melanjutkan ceritanya kembali. Meli menarik napas panjang, keinginannya berpisah dengan Reno sangat kuat, namun hatinya merasakan sakit karena harus menceritakan apa yang Reno lakukan di belakangnya.
“Terakhir minggu lalu saya mendapatkan foto ini secara diam diam” Kata Meli sambil menyerahkan foto Reno yang sedang berpelukkan dengan wanita lain di sebuah bar.
“Tidak hanya ini, banyak foto dan bukti transfer yang secara rutin Reno berikan kepada Kinan tiap bulannya” Lanjut Meli
Laura mengecek segala bukti yang dibawa oleh Meli, bukti yang di bawa Meli cukup kuat, mulai dari foto Reno yang berciuman dengan Kinan di sebuah Bar, bukti invoice hotel juga buktti transfer Reno pada Kinan yang rutin tiap bulan selama satu tahun terakhir.
“Bukti ini cukup kuat, namun kita harus mencari tahu alasan Reno berseligkuh juga bukti bukti langsung atau bukti tidak langsung utuk menyerang Reno” Jawab Laura.
Meli mengerti dengan penjelasan singkat dari Laura untuknya, meskipun hatinya sakit, namun Meli akan berjuang untuk menemukan bukti bukti lain terkait perselingkuhan Reno dengan Kianan.
“Saya akan mendapatkan bukti buktinya dengan segera, untuk smentara hanya ini yang dibutuhkan?” Tanya Meli
Laura mengangguk mengiyakan pertanyaan Meli.
“Agar lebih mudah, berpura puralah anda tidak mengetahui apapun, agar Reno tak curiga bahwa anda mengetahui perselingkuhan yang ditutupnya itu, dan teruslah mencari bukti bukti lainnya” Saran Laura.
Meli meninggalkan kantor Laura dengan memakai kaca mata hitam di wajahnya, sambil menelepon orang yang disewanya untuk mencari tahu lebih dalam hubungan dan mencara bukti bukti tentang perselingkuhan Reno dengan Kinan,
“Halo, ini saya, terus lanjutkan pekerjaanmu, kalau sudah saya akan berikan kamu bonus.” Katanya di telepon.
Untuk Meli uang bukan apa apa, asal Meli berhasil mengungkap perselingkuhan Reno di depan hukum dan mendapatkan hak asuh atas Raka, berapapun uang yang harus dikeluarkan oleh Meli tak menjadi masalah baginya.
Setelah Meli menelepon orang suruhannya, dia menelepon Raka untuk menyuruhnya pulang karena hari sudah mulai sore.
“Halo Raka, mama jemput sekarang yaa.” Sambil berjalan keluar
Saat memasuki mobil dan bersiap untuk menjemput Raka, seorang wanita yang dikenalnya berjalan keluar dari kedai kopi sebelah firma hukum yang didatangi Meli. Wanita itu adalah Kinan selingkuhan Reno. Rasa benci Meli semakin besar, Meli benar benar ingin menghabisinya saat itu juga, namun Meli berusaha untuk tidak membuat kesalahan untuk saat ini, Meli menenangkan hati dan pikirannya. Kinan berjalan dengan membawa kopi dan kunci mobil di tangan kanannya, dan tiba tiba Kinan tersandung dan jatuh.
“Aku benar benar ingin menabrak wanita gila itu saat ini, bolehkah aku melakukannya?” Katanya dengan wajah yang sangat marah
Namun Meli mengurungkan niatnya untuk menabrak Kinan, Meli keluar dari mobil dan membantu Kinan.
“Kamu tidak apa apa?” Tanya Meli sambil membantunya berdiri.
“Iya saya tak apa. terimakasih telah membantu saya” Jawab Kinan.
Kinan berusaha berdiri namun kakinya terkilir dan heels sebelah kiri patah yang membuatnya tak bisa berdiri dan berjalan.
“Sepertinya kakimu terkilir, masuklah ke mobil, biar ku bantu mengobati kakimu” Seru Meli
__ADS_1
Kinan tak bisa menolak karena tak ada satu orangpun di sana yang bia membatunya selain Meli. Kinan masuk ke mobil Meli dan mengobati kakinya yang terkilir.
“Baiklah, sudah selesai. Tapi heelsmu patah, kamu mau memakai sepatuku?” Bukan heels tapi lebih baik dari pada berjalan tanpa alas kaki kan?” Seru Meli
Kinan tak curiga sedikitpun dengan Meli, orang asing yang sangat baik padanya, Kinan tak mengenalnya sama sekali bahkan Kinan tak mengetahui kalau Meli adalah istri dari Reno.
“Aku sudah sangat merepotkan apa tidak apa apa?” Tanya Kinan.
Meli menggelengkan kepalanya dan mengambil sepatu sneekers dan memberikannya pada Kinan untuk pakainya.
“Kamu ambil saja sepatu ini, sepatu indah ini cocok untukmu yang cantik.” Puji Meli.
Kinan tersenyum dan memakai sepatu pemberian Kinan sebelum akhirnya keluar dari mobil Meli dan pulang ke rumahnya.
“Nama kamu siapa?” Tanya Kinan
“Aku Meri. Kamu?” Tanya Meli
“Aku Kinan. Terimakasih untuk bantuannya Meri, aku harus pulang” sambil membawa tas dan sepatunya yang rusak.
Meli menyamarkan namanya dan mengaku namanya adalah Meri, Meli tak sebodoh itu untuk mengatakan nama aslinya pada Kinan.
“Apa kamu bisa berjalan? Biar ku antar sampai kerumahmu” Kata Meli.
“ Terimakasih, tapi aku sudah cukup merepotkanmu. Kita baru saja berkenalan namun aku sudah banyak menyusahkanmu” Jawab Kinan
Meli tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Senyuman Meli benar benar terlihat tulus sampai Kinan mempercayainya.
“Kamu tidak merepotkanku, aku hanya senang membantu orang lain” Jawab kinan
Sore itu Meli mengantarkan Kinan ke rumahya, Meli berhasil membuat Kinan percaya padanya. Langkah pertama Meli telah berhasil dan sekarang tinggal menjalankan langkah selanjutnya, Meli akan membuat Kinan percaya penuh padanya.
“Kinan, apa kamu sudah menikah?” Tanya Meli.
Kinan menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Meli,
“Aku belum menikah namun aku akan segera menikahi kekasihku, dia berjanji setelah segalanya selesai dia akan menikahiku” Jawab Kinan.
Meli terkejut mendengar perkataan Kinan yang akan segera menikah dengan kekasihnya, yang artinya dia akan menikah dengan Reno suaminya, Meli tersenyum, Meli terus mencari tahu lebih banyak tentang hubungan mereka berdua.
“Laki laki yang menikahimu pastilah laki laki yang beruntung mendapatkan wanita secantik kamu Kinan” Puji Meli.
__ADS_1
“Teruslah percaya padaku wanita bodoh. Aku akan benar benar menghancurkan hidupmu dan Reno. Berbahagialah kalian berdua dalam kehancuran yang akan terjadi pada kalian berdua sebentar lagi” Seru Meli dalam hatinya.
Jantungnya berdegup kencang, ingin sekali rasanya menghina Kinan saat ini, ingin rasanya menampar wajahnya. Meli ingin berteriak dengan kencang bahwa laki laki itu adalah suaminya. Namun sekali lagi Meli mengurungkan niatnya dan memilih untuk mendekati Kinan.
Meli mengambil ponselnya dan menghubungi Raka untuk memberitahunya bahwa dia akan terlanmat menjemput Raka.
“Halo sayang, maaf mama nanti terlambat yaa jemput kamu, mama ada urusan sebentar, mungkin jam lima mama sampai. tidak apa apa kan?” Tanya Meli
“Iya mama, tidak apa apa, Raka suka disini dari pada dirumah dengan papa" Jawab Raka di telepon.
“Oke, bye sayang” Jawab Meli dan mematikan ponselnya.
Kinan melihat Meli dengan wajah yang sedikit menyesal setelah mendengar percakapan Meli dan anaknya ditelepon.
“Seharusnya kamu tak perlu mengantarkanku sampai ke rumah, kasihna anakmu, dia menunggu lama karena mamanya mengantarkan orang asing yang baru dikenalnya” Kata Kinan.
Meli melihatnya dan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Kamu tak menyusahkanku, aku sudah mengatakannya kan, aku suka membantu orang lain. Anakku juga pasti mengerti, jadi ini bukan masalah. Tenang saja” Jawab Meli.
“Meri apa kita bisa berteman? Kita sepertinya akan menjadi teman yang cocok satu sama lain.” Tanya Kinan.
Meli menganggukkan kepalany dan tersenyum manis.
“Sudah ku duga dia benar benar wanita yang bodoh, mudah sekali menipunya. Astaga, selera suamiku rendah sekali. Dari mana dia menemukan wanita bodoh ini? Wanita seperti ini apakah pantas disandingkan denganku?” Serunya dalam hati.
“Meri, rumah dengan pagar warna hitam didepan sana itu adalah rumahku.” Katanya sambil menunjuk.
Meli berhenti dan melihat dan menurunkan Kinan di depan ruamahnya.
“Meri terimakasih sudah mengantarkanku pulang hati hati di jalan yaa” Kata Kinan dengan senyuman.
Kinan melambaikan tangannya dan langsung menjemput Raka lalu pulang kerumahnya. Di perjalanan Kinan hanya tersenyum senang. Dengan mudahnya dia membuat Kinan percaya padanya.
“Good job Meli, you did it. Dasar wanita bodoh” Katanya sambil tersenyum
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘