
Dua mobil terhenti dan terlihat Sam juga Ken turun dari mobil mereka masing masing. Merek masuk ke kantor, seluruh pegaiaw yang lewat menyapa mereka berdua. Selama ini katika para pegawai khususnya pegawai wanita menyapa Sam, mereka akan terpesona dan memberikan senyuman manis mereka, namun sejak Ken masuk dan bekerja di sana, senyuman manis yang selalu di dapat Sam dari para pegawainya mulai hilang satu persatu dan mereka terpesona oleh Ken yang tak kalah tampan dari Sam.
“Pak Ken tampan sekali hari ini?” Seru salah satu pegawai wanita itu.
“Namun pesona Pak Sam tetap di hati, meskipun Pak Sam sudah beristri namun tak ada yang mampu mengalahkan poseona dan ketampanan Pak Sam tidak juga adiknya” Timpal pegawai yang lain.
Ken dan Sam yang mendengar hal itu tersenyum satu sama lain karena perkataan para pegawai wanita itu. Di dalam lift Ken tertawa sangat kencang di depan Sam.
“Semenjak aku masuk kakak telah kalah dariku, aku lebih menawan dan tampan, juga single. Jadi pegawai di sini pasti lebih melirikku.” Seru Ken dengan bangga.
Sam terdiam dan hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu.
“Nikmati saja masa lajangmu Ken, karena kalau kamu sudah menikah, pujian yang kamu dengar dari mulut mereka mungkin takkan pernah kamu dengar lagi.” Seru Sam.
Pintu lift terbuka dan mereka berjalan ke tempat masing masing, Sam masuk ke ruangannya dan Ken duduk di kursiya.
Setelah jam makan siang tepatnya pukul satu siang, Sam memanggil Ken untuk datang ke ruangannya untuk menugaskannya hal yang penting.
“Pak Ken, tokong keruangan saya sekarang” Katanya di telepon.
Ken datang dengan sopan dan duduk berhadapan dengan Sam.
“Ada apa pak?” tanya Ken.
Sam menutup dokumen yang sedang di bacanya dan melipat kedua tangannya.
“Mulai besok kamu pegang pabrik, yang mengawasi para buruh tidak ada, kamu isi bagian itu, datang ke kantor satu minggu sekali saja, fokuslah pada pabrik dan percepat produksi barang.” Perintah Sam
“Baik pak, namun untuk pak Satrio apa tidak sebaiknya..” Kata kata Ken tiba tiba terhenti.
Ken menghentikan perkataannya karena Sam menyuruhnya untuk diam saat itu.
“Masalah itu biar saya yang urus, fokuslah pada tugasmu” Seru Sam tegas.
Ken mengangguk mengerti, Ken tak pernah memberontak pada apapun yang ditugaskan Sam padanya, karena dia sadar di kantor Sam adalah atasannya dan tak sepantasnya Ken memberontak atau tak menuruti perintah Sam hanya karena Sam adalah saudaranya.
“Nanti saat pulang bawa barang barang yang kamu perlukan untuk bekerja di pabrik, agar besok tidak perlu kemari untuk mengambil barang dan mulai lah mengawasi pabrik.” Perintah Sam.
__ADS_1
Ken menuruti perintah Sam dan mulai membereska barang barang yang diperlukannya sesuai dengan yang di perintahkan Sam.
Luna, salah satu karyawan yang duduk di sebelah Ken melihat Ken merapikan barang barangnya dan meletakkannya di dalam kardus seperti orang yang akan pengundurkan diri.
“Pak Ken, apa yang anda lakukan? Apa anda di pecat oleh Pak Sam?” Tanya Luna terkejut
Ken hanya tersenyum mendengar kata kata Luna yag menyangka bahwa dirinya dipecat.
“Oh.. Tidak, saya di perintahkan untuk mengawasi pabrik mulai sekarang bu.” Jawab Ken menyelaskan.
Luna yang mendengar itu dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan menyebarkan berita itu pada teman temannya. Tak butuh waktu lama seluruh kantor mengetahui kalau Ken akan dipindahkan di pabrik, terutama para wanita yang bekerja di sana. Mereka terkejut dan tak jarang mereka menunjukka wajah sedih ketika berpapasan dengan Ken dimanapun mereka berada.
Hari berikutnyapun datang, waktu bekerja Ken dan Sam telah berbeda, Sam berangkat puku l setengah depalam pagi sedangkan Ken berangkat pukul delapan pagi. Ken memulai pekerjaannya di pabrik dengan mengawasi pekerjaan para buruh dan menghandle sistem yang berjalan di sana. Sam memerintahkan agar Ken memastikan bahan baku sudah siap sebelum di olah, mengurangi barang riject, juga memastikan para buruh bekerja dengan baik.
Ken mulai menyukai bekerja di pabrik, dia bisa melihat segalanya langsung dengan matanya dan bisa belajar bagaimana mengelola, dan memanage waktu dengan lebih baik agar pekerjaan atau struktur yang sudah jalan bisa menjadi lebih baik.
Tak butuh waktu lama, satu minggu Ken bekerja di pabrik, bukan hanya Ken yang merasakan manfaatnya bagi dirinya, namun para buruh pabrik pun merasakan manfaatnya juga, perbedaan cara mengelola dan memerintah antara Ken dan pak Satrio sangat berbeda, mereka lebih nyaman dengan Ken daripada dengan pak Satrio karena Ken mampu bertanggung jawab dengan pekerjaannya juga dengan seluruh buruh yang ada. Setiap mermasalahan yang dialami oleh para buruh di lapangan, Ken mampu mengatasinya dan memberi solusi yang sangat baik dan tepat. Dan sesuai dengan peritah dari Sam, setiap satu minggu sekali Ken akan datang ke kantor untuk bekerja di kantor dan menyerahkan laporan pada Sam tentang apa saja yang terjadi di pabrik dan setiap kendala juga perkembangan apa saja yang ada di lapangan.
“Selamat siang Pak Sam” Sapa Ken masuk ke ruangan Sam.
“Ini laporan mingguan yang bapak minta untuk saya lakukan.” Seru Ken.
“Say puas dengan hasil kerja kamu yang baru satu minggu di pabrik. Mulai sekarang gantikan posisi Pak Satrio, sepertinya posisi ini sangat tepat untumu. Bantu saya dalam mengembangkan pabrik, Percepat proses produksi kalau bisa. Saya percayakan pabrik padamu Pak ken.” Kata Sam sambil memuji.
Ken kembali duduk di kursinya dan mengerjakan apa yang bisa dikerjakannya, Ken lebih banyak menganggur di kantor, karena hanya menyetorkan laporan dan mengerjakan sisa pekerjaannya lalu bersantai.
Ken mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan mengirinkan pesan lewat aplikasi chatting pada Laura,
“Lau, are you bussy?”
“Tidak terlalu, ada apa?”
“Makan siang bersama?”
“Let’s go”
Pukul setengah dua belas Ken keluar dari kantor untuk menjemput Laura yang jarak kantornya tak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai.
__ADS_1
“Hai Ken, mau makan di mana?” Tanya Laura sambil masuk ke mobil
“Steak maybe, atau kamu mau makan apa?” Tanya Sam
“Steak? Ok.”
Ken memilih salah satu resto enak di dekat sana dan mulai memesan makanan mereka.
“So, how’s your day Ken?” Tanya Laura sambil menunggu pesanan datang.
“It’s going great. How’s your day Lau?” tanya Ken
“I feel like i’m done with today, aku baru saja dapat client yang cukup menjengkelkan Ken, untungnya kamu menghubungi untuk kita lunch bersama, jadi aku bisa sedikit refreshing this noon” Jawab Laura sambil mengambil pisau dan garpu.
“Kasus apa?” Tanya Ken sambil memakan steak miliknya.
“KDRT Sam, jadi si istrinya datang untuk menggugat cerai karena si suami sering pulang malam dan mabuk lalu memukul si istri tanpa alasan yang jelas. Lalu saat ku minta bukti lain yang mendukung kasus KDRT itu si istri menolak dan bilang kalau aku yang harus mencarinya sendiri.” Seru Laura dengan kesal.
“What? Really?” jawab Ken sambil mengunyah steak di mulutnya.
“it doesn’t make any sence Ken” Seru Laura.
Ken mendengarkan cerita Laura dan rasa kekesalannya saat jam makan siang berlangsung. Untunglah Ken menghubungi Laura, kalau tidak mungkin mood Laura akan menjadi kacau karena pekerjaan.
“Kamu pasti bisalah Lau, you are the best lawyer ever, the great one” Seru Ken memberi semangat.
“Iyaa tapi susah Ken” Seru Laura dengan sedikit merengek.
Ken memegang tangan Laura dan tersenyum manis di hadapannya. Hanya tatapannya saja membuat Laura menjadi tenang dan setiap perkataan juga semangat yang diberikan Ken padanya benar benar terasa nyata bagi Laura.
“Thank you kamu sudah mendengar ceritaku yang mungkin kamu tak mengerti Ken, i love you” Seru Laura dengan senyuman manisnya.
“Yaa.. I love you too” Jawab Ken.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘