
Hari itu aku dan Sam terjaga semalaman, aku terdiam dengan tatapan kosong yang entah memikirkan apa, aku merasa hari ini sangat berat untuk dilalui. Hari ini kami pisah ranjang, Sam tidur di kamar Mira dan aku berbaring di kasur dengan tangan yang mentupi seluruh wajahku, perlahan aku mulai menangis, ku coba untuk tidak mengeluarkan suaraku, namun ini semua terlalu menyakitkan bagiku, dadaku sakit menahan ini semua, aku ingin berteriak, aku ingin keluar dari ini semua, perlahan tangisanku semakin terdengar, aku mulai menangis dan menangis. Suaraku makin lama makin kencang. Tanpa sadar aku berteriak. Seperti orang gila rasanya, namun aku ingin melampiaskan apa yang ku rasakan selama ini.
Perasaan sakit yang ada dihatiku seakan memuncak dan aku tak mampu mengendalikan emosiku, hari itu aku teringat Rey, laki laki yag sangat ku cintai, aku mengingat senyumnya, aku mengingat hangat pelukannya, segala yang dia lakukan untuk membuatku tertawa. Aku mengingat segalanya. Ingatanku mulai membawaku ke tempat yang ingin kulupakan. Aku teringat ketika aku berada di sebuah kuburan, batu nisan yang bertuliskan nama Reynand. Itu benar benar menyakitkan. Semalaman aku menangis tanpa henti.
Pagipun tiba, aku masih tetap dalam posisiku, berbaring dan tak melakukan apapun. aku mendengar suara ketokan pintu dan memanggilku dengan lembut saat itu.
Tok tok tok
“Rein, keluar sebentar. Kamu harus makan” itu adalah suara Sam.
Setelah segala yang terjadi Sam masih memperlakukanku dengan sangat baik. Aku tak menghiarukannya, seperti seseorang yang kehilangan harapan untuk terus hidup, itulah yang kurasakan. Terlalu banyak aku menangis hingga taak ada lagi kekuatanku untuk bergerak pagi ini.
Sam membuka pintu kamar karena tak ada respon dariku, dia masuk dengan membawa beberapa helai pancake dan kopi kesukaanku. Meskipun sedih dan menyakitkan namun Sam tetap mendatangiku dengan senyuman di wajahnya, namun tatapannya tak bisa berbohong. Tatapannya terlihat sedih menskipun dia memasang senyuman di wajahnyaa.
“Kamu makan dulu yaa.. maaf aku tidak bisa memasak, yang bisa kulakukan hanya membuat pancake dan segelas kopi kesukaan kamu.”
Seyuman itu tampak tulus namun matanya sangat sedih. Bagaimana dia bisa melakukan semuanya ini? Tidakkah dia terluka karena aku telah membohonginya? Tidakkah dia berpikir aku wanita yang jahat?
Air mataku mulai menetes melihat perlakuannya padaku. Sam menyeka air mataku dan menggelengkan kepalanya.
“Tolong jangan sedih lagi, aku sakit melihat kamu seperti ini Rein”
Aku mengehentikan ucapan Sam dan menghela napas panjang.
“Mari kita akhiri segalanya Sam. Kita sama sama tersakiti kalau terus begini”
Sam menatapku sekejap dan menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan menutup telinganya.
__ADS_1
“Berhenti Rein, aku tidak mau dengar yang seperti ini lagi, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin” pintanya
Aku melihat ke arahnya, apa lagi yang harus diselesaikan saat ini? Segalanya telah berakhir, Tak ada apappun yang harus dipertahankan dalam hubungan ini pikirku.
Sam memegang tanganku, kurasakan tangannya bergetar dan berkeringat.
“Kamu boleh tidak menganggapku suamimu, kamu hanya mau mengurus Mira? Silahkan. Kamu mau hidup seperti dulu? Lakukan tapi jangan tinggalkan aku Rein”
Sam mendekatkan keningnya ke tanganku. Cintanya padaku begitu besar aku bisa melihatnya namun tak bisa merasakannya karena hatiku sudah mati.
“Tetap disini, ku lakukan apapun yang kamu mau. Kamu mau kita pisah ranjang? Oke. Apapun yang kamu mau Rein, tapi biarkan aku ada didekatmu. Mungkin butuh waktu lama untuk kamu menerimaku, aku tidak peduli. Biarkan aku yang mencintaimu. Aku akan menunggu selama apapun itu.”
Aku terdiam mendengarmya berkata seperti itu, aku menggelengkan kepalau, ini tidak benar. Semuanya salah. Tidak seharusnya Sam seperti ini.
“Tidakkah kamu egois Sam? Mengapa terus menahanku untuk dirimu sendiri? Biarkan aku menemukan kebahagiaanku Sam. Jangan halangi aku lagi”
“Aku tak peduli Rein, aku tahu semua yang kamu rasakan, kamu tidak bisa meninggalkan masa lalumu, kamu terjebak dengan masalalumu, kamu tidak mau membawaku masuk ke duniamu yang gelap itu. Namun aku sudah siap dengan semuanya.”
Aku melihat ke mata Sam, bagaimana mungkin dia mengetahuinya, hal yang kupendam seorang diri namun dia bisa merasakannya.
“Jangan khawatir Rein, biarkan aku masuk ke duniamu, perlahan biarkan aku memberikan warna lain di hidupmu, satu kesempatan Rein, aku mau kamu merasakan cinta kembali, kalau kamu takut kamu bisa pegang tanganku, aku tidak akan menyentuhmu tanpa seijinmu, aku janji. Kita lewati segalanya bersama. Percaya padaku”
Entah mengapa saat aku menengar kata kata Sam, hatiku menjadi tenang. Dia membuatku percaya kalau aku bisa bergatung padanya, dia membuatku berani untuk melangkah tanpa rasa takut. Dan tangannya selalu siap untuk menangkapku saat aku jatuh nanti.
Baru ku sadari, akulah yang egois bukan Sam. Sam hanya melindungiku, dia hanya mencintaiku dengan caranya, dia hanya membuatku bahagia selama ini, akulah yang egois, aku yang selalu membuatnya sedih, akulah yang membuat Sam percaya bahwa aku mencintainya dan hidup dalam kebohongan yang ku buat, akulah penyebab masalahnya.
Sam memegang tanganku dan mengangkat wajahku agar aku melihat matanya, dia tersenyuman tulus di wajahnya.
__ADS_1
“Asal jangan ada kebohongan lagi Rein, lebih baik aku hidup dengan kenyataan bahwa kamu belum mencintaiku daripada aku hidup dengan segala kebohongan yang mengatakan bahwa kamu mencintaiku. Itu lebih menyakitkan.”
Aku mengangguk. Aku benar benar merasa bersalah pada Sam, tidak seharunya aku membohonginya selama ini, mugkin hatiku belum sepenuhnya mencintai Sam, aku masih terjerat dengan cinta yang lama dan tak mampu melepaskan diri, namun dari sini aku belajar, aku tidak boleh lagi membohongi Sam, bagaimanapun juga adalah suamiku. Meskipun pernikahan ini bukan hal yang kuinginkan, namun tak seharusnya aku memperlakukan orang yang sangat mencintaiku seperti ini.
Dia ada disaat aku sedih, dia mengetahui segalanya tentangku, dia selalu mampu menemukanku saat aku tersesat, yang membuatku tersenyum setiap hari, dia rela memberikan segala yang terbaik dari dirinya untukku meski tahu aku tak mencintainya.
Aku menatap Sam dan langsung memeluknya, aku benar benar menyesal melakukan hal bodoh padanya.
“Maafkan aku, aku membuatmu hidup dalam kebohongan yang ku buat, maaf kalau kamu harus merasakan sakit sampai seperti ini, maaf kalau aku mengecewakanmu Sam.”
Aku melepaskan pelukanku darinya dan menyeka air mataku lalu tersenyum padanya.
“Mulai hari ini aku tidak akan membohongimu lagi. Dan untuk mencintaimu, aku..”
Sam menghentikan kata kataku denganmenyuruhku diam.
“Sudah ku katakan berkali kali, mencintaimu itu adalah urusanku, yang merasakan sakit itu aku, aku akan memberikan segalanya, ku korbankan segalanya Rein, aku akan menunggumu datang padaku, itu semua bagianku. Bagianmu hanya menerima seluruh yang ku berikan padamu, dan aku percaya perlahan pasti kamu akan datang padaku dan mengatakan bahwa kamu mencintaiku.”
Hari ini kami menyelesaikan segalanya. Aku dan Sam mengulang lagi segalanya dari awal. Kali ini tak ada lagi yang ku tutupi darinya. Aku merasa lega karena Sam mengatakan semua itu, dia laki laki yang baik dan aku menghargainya kali ini.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘