My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 63 | Siapa Dia?


__ADS_3

Hari berganti hari, dari apartemen Ken yang terkesan mewah ia duduk sambil terus menatap layar ponselnya berharap ada jawaban dari Laura yang telah ditunggunya sejak semalaman. Bersama dengan secangkir kopi dihadapannya sambil memasang wajah yang kecewa, Ken mencoba sekali lagi menghubungi kekasihnya, Laura.


Tuuutt ... Tuuutt ... Tuuutt


Laura tetap tak menjawabnya. Kini pikiran Ken cukup kacau dan hal ini seperti merusak paginya. Ia merebahkan dirinya di sofa sambil menghela napas dalam dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


“Apakah aku membuat sebuah kesalahan? Ada apa ini? Sejak kemarin Laura tak bisa dihubungi dan ia juga tak merespon pesan ataupun panggilanku”, gerutunya.


Tanpa berlama lama lagi Ken mengambil jas yang ia sampirkan di kursi lalu meninggalkan apartemennya dengan perasaan yang kecewa. Hari ini pun berjalan cukup buruk bagi Ken baik di rumah maupun di tempat kerjanya. Seluruh kekecewaannya ia lampiaskan pada anak buah yang melakukan kesalahan kecil.


Brraakk


“Bisakah kamu melakukan hal yang benar? Bukankah ini hal kecil?”. Geramnya sambil menggebrak meja


Kemarahan Ken terdengar sampai ke luar dan membuat para pegawainya cukup terkejut mengingat bahwa Ken tak pernah membnetak satupun karyawan yang berbuat kesalahan ditambah lagi hal ini hanyalah sebauh kesalahan kecil.


“Ada apa? Mengapa Pak Ken marah seperti itu?”, tanya salah satu pegawai sambil berbisik.


“Akupun tak tahu, yang ku tahu hanya Pak Ken marah karena ada pencatatan yang salah”, jawab pegawai lainnya.


Sesaat setelah Ken keluar dari ruangannya, seluruh pegawainya diam dan tak ada yang berani menatap Ken yang sedang marah. Ken memutuskan untuk pergi ke atap untuk menenangkan pikirannya sejenak, ia merasa sedikit keterlaluan karena memarahi pegawainya yang hanya melakukan sebuah kesalahan kecil. Dengan tatapan menyesal Ken menutupi wajahnya lalu meremas gelas plastik yang ada di sebelahnya.


“Seharusnya aku tak marah hanya karena masalah kecil seperti ini. Ini semua salahku karena mencampurkan urusan pribadi ke dalam pekerjaan. Ah.. Aku bodoh sekali”, ucapnya menyesal.


Ken mengeluarkan ponselnya dan ia melihat pemberitahuan bahwa Laura telah membalas pesannya beberapa menit yang lalu . Keadaan hatinyaa yang kacau membuatnya tak peduli dengan isi balasan dari Laura. Ken memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan pikirannya sebelum akhirnya ia kembali ke ruangannya untuk bekerja.


“Hanya karena Laura ku lampiaskan kekesalanku pada pegawaiku. Hari ini aku buruk sekali”, ucapnya sambil menengadah ke langit.

__ADS_1


Dalam situasi lain Laura yang sedaang bekerja dengan komputernya yang menyala sesekali mencoba melihat layar ponselnya untuk memastikan apakah Ken telah membalas pesannya atu tidak. Namun ia tak mendapati balasan apapun dari Ken, berusaha untuk terus fokus dalam pekerjaannya namun matanya tak bisa lepas dari layar ponsel yang berada tepat di sebelahnya.


“Ada apa ini? Apakah Ken marah padaku hanya karena aku baru membalas pesannya semalam? Bukankah sudah ku jelaskan kalau ponselku mati dan aku tak mengetahui kalau ia menghubungiku?”, gerutunya.


Ken turun dari atap menuju ke ruangannya, bersama rasa penyesalannya Ken ingin mentraktir para pegawainya makan malam di sebuah restauran pukul enam sore setelah pulang kerja untuk menebus kesalahannya yang sudah marah dengan sedikit keterlaluan.


“Semuanya, setelah pulang bekerja mari kita makan malam bersama. Apapun yang kalian makan saya yang akan membayarnya”, ucap Ken dengan senyuman.


Para pegawai sangat bahagia mendengar Ken akan mentraktir mereka. Setelah mengetahui bahwa mereka akan makan malam bersama, mereka semakin giat dalam bekerja dan berusaha menyelesaikan tanggung jawab mereka seluruhnya hari ini agar mereka tak memiliki beban ketika nanti mereka makan malam bersama.


“Benarkah Pak? Anda benar benar yang terbaik pak”, ucap salah satu pegawai memuji Ken.


Menit berganti menit dan para pegawai terlihat tak sabar untuk makan malam bersama sebentar lagi. Beberapa kali mereka melihat ke arah jam yang terpasang di dinding sambil menunggu saat pulang kantor tiba.


“Baiklah. Apa kalian semua sudah siap?”, tanya Ken yang keluar dari ruangannya


Malam itu mereka semua berpesta dan Ken membayar appaun yang mereka makan. Raut wajah mereka yang sangat bahagia membuat Ken juga turut merasakan perasaan bahagia bersama mereka, tujuan Ken mengajak mereka semua makan malam di tempat yang bagus bukan hanya sebagai permintaan maafnya karena mengeluarkan emosi yang meledak ledak namun tujuan utamanya adalah untuk melampiaskan kekesalannya terhadap Laura.


Cukup lama mereka waktu yang mereka habiskan untuk makan bersama hingga tak terasa hari mulai larut menandakan bahwa mereka harus pulang untuk kembali lagi bekerja esok hari. Dalam sebuah ruangan tempat Laura bekerja yang sudah sangat sepi dan hanya ada dirinya juga seorang cleaning service, Laura memutuskan untuk menghabiskan malamnya untuk bekerja karena beberapa hari lagi sidang perceraian Meli akan dilakukan. Dengan rambut yang terikat sampai ke atas dan beberapa koyo yang di tempel di bagian kepalanya untuk meredakan sakit kepala akibat terlalu banyak beban pikiran yang ditanggung, Laura terus bekerja sampai larut.


“Astaga... Aku sungguh lelah”, keluhnya.


Sedikit peregangan dilakukan Laura untuk mengurangi rasa lelah di bagian punggungnya dan mengambil ponselnya untuk melihat apakaah Ken menghubunginya atau tidak. Ketika dilihatnya tak ada kabar apapun dari Ken, Laura merasa sangat kesal karena ia merasa tak diperhatikan seperti dahuu oleh kekasihnya, Ken.


“Apa apaan ini? Tak ada satupun kabar dari Ken? Tidak tahukah ia bahwa aku sangat membutuhkannya saat ini? Ada dimana dia saat ini?, gumamnya sedikit kecewa.


Laura mencoba menghubungi Ken sekali lagi untuk paling tidak ia bisa mendengarkan suara Ken walau hanya sebentar saja untuk kembali mengisi tenaganya yang hampir terkuras habis.

__ADS_1


“Ku mohon, jawablah panggilanku Ken”, ucapnya berharap.


“Ada apa?”, jawab ken merespon panggilan Laura.


“Apakah aku mengganggumu?”, Tanya Laura sambil menggigit jarinya


“Ah.. Tidak. Aku hanya baru saja pulang dari makan malam bersama para pegawai kantor.”, jawabnya


Ken dan laura sempat berdiam diri beberapa saat tanpa ada percakapan lagi dan membuat Laura merasa bahwa panggilannya sedikit membuat Ken terganggu karena ia merasa Ken cukup lelah malam ini.


“Baiklah, beristirahatlah Ken”, ucap Laura sedikit kecewa.


“Lau..”, panggi Ken.


“Aku sangat merindukanmu”, ucap Ken.


Satu saja perkataan Ken mampu membuat Laura kembali bersemangat dan bahagia seakan tenaganya telah terisi penuh seperti saat ia pertama datang ke kantor di pagi hari. Lau tersenyum sambil menggoyangkan tubuhnya seakan hatinya tengah berbunga bunga mendengar Ken mengatakan bahwa Ken sangat merindukannya.


“Aku juga sangat merindukanmu Ken..”, ucap Laura bahagia.


Disaat saat Laura sedang berbicara dengan Ken sesosok pria tinggi dan berbadan cukup besar datang keruangan Laura sambil membawa beberapa makanan di tangannya.


“Lau, makanlah dahulu dan jangan sampai sakit. Aku yang akan kesusahan di hari pernikahan nanti kalau kamu tak menjaga kesehatanmu”, ucap pria itu.


Perkataan pria itu tak sengaja terdengar oleh Ken karena suaranya yang cukup kencang memanggil nama Laura. Segera Laura mengisyaratkan pria itu untuk diam disaat ia sedang berbicara dengan Ken, kekasihnya.


“Siapa itu? Kamu bersama pria lain selarut ini?”, tanya Ken curiga

__ADS_1


__ADS_2