My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 36 | Kesempatan ke dua


__ADS_3

Bunyi ketikan komputer juga suara telepon yang berdering memenuhi kantor mulai pagi hari. Kantor sudah mulai produktif tepat pukul delapan pagi. Beberapa karyawan terlihat mondar mandir dengan membawa doukumen untuk di copy dan di arsip dan ada juga yang masuk ke ruangan Sam untuk menyerahkan dokumen untuk di tanda tangani juga di cek ulang. Ketika semua orang sibuk bekerja dan fokus pada tugas masing masing, Sam datang dengan membawa tas kerjanya juga membenarkan dasinya yang kurang rapi sambil membetulkan posisi rambutnya sedikit yang dirasa sedikit berantakan. Dengan tubuh yang besar dan tinggi Sam memasuki kantor dan langsung menekan tombol lift untuk naik ke ruangannya. Baru saja Sam datang, namun banyak orang telah memperhatikannya terutama pegawai wanita. Sam terlihat cukup santai saat itu karena merasa sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.


“Selamat pagi Pak Sam” Sapa para pegawai.


Sam hanya mengangguk dan tersenyum pada mereka, pintu lift terbuka dan Sam masuk lalu menekan tombol untuk naik ke ruangannya di lantai sepuluh. Perusahaan yang didirikan Sam tak terlalu luas dan tak terlalu tinggi, perusahaan yang dibangunnya hanya sampai di lantai sepuluh. Pintu lift kembali terbuka dan Sam keluar dari lift dan berjalan menuju kantornya. Semua pegawai yang bekerja di lantai sepuluh menyapa Sam setiap berpapasan dengannya.


Sam masuk ke ruangannya dengan disambut oleh dokumen yang telah menunggu untuk dikerjakan oleh Sam sejak pagi tadi. Sam menutup pintu kanornya dan menghela napas panjang sambil memejamkan matanya sebentar lalu berjalan duduk ke kursinya.


“Baiklah.. Mari kita mulai bekerja.” Dengan membunyikan sendi sendi jari tangannya.


Satu persatu dokumen di baca dan di tanda tangani oleh Sam. Ditengah keseriusan Sam bekerja, Suci sekertaris Sam masuk dengan membawa tab di tangannya.


“Permisi Pak Sam” Sapa Suci dan masuk ke ruangan Sam


“Saya sudah mengatur jadwal bapak untuk pertemuan dengan Pak Kim. Dan jadwalnya di hari rabu jam sepuluh pagi pak,” Kata Suci menjelaskan


Sam menghentikan membaca dokumen dan menutup dokumen itu juga melepas kaca mata yang terpasang di wajahnya dan melihat ke arah Suci.


“Baiklah pukul sepuluh pagi, lalu apa jadwal saya setelah itu?” Tanya Sam


“Jadwal anda setelah itu, makan siang bersama Pak Darma” Jawab Suci.


Sam mengangguk mengerti karena Sam hampir melupakan janjinya yang sudah terjadwal untuk makan siang bersama orang tuanya.


“Baiklah Suci, setelah itu saya kosong kan?” Tanya Sam.


“Iya pak.” Jawab Suci


“Kalau begitu kamu tolong hubungi Bela dan Pak Satrio agar datang ke kantor saya pukul tiga sore” Seru Sam


Suci sedikit heran dengan perintah Sam saat itu, menyiapkan jadwal pribadi untuk mantan pegawai perusahaan.


“Maaf Bu Bela dan Pak Satrio kemari pukul tiga sore pak?” Tanya Suci


“Saya mengerti apa yang kamu pikirkan Suci, namun buatkan saya jadwalnya dan hubungi mereka berdua dan pastikan mereka sudah berada di tempat ini sesuai dengan janji.” Jawab Sam


“Baik pak”


Suci meninggalkan ruangan Sam dan kembali ke kursinya untuk melakukan perintah Sam padanya. Namun dalam mengerjakannya Suci masih tak habis pikir, mengapa Sam harus memanggil kembali dua orang itu, setelah kabar tentang Bela menyebar di kantor, para pegawai sudah benar benar tidak pernah menyebut nama Bela lagi, jika ada yang menyebut nama itu, maka para pegawai akan kembali marah karena mereka mengingat apa yang telah di lakukan Bela pada perusahaan terutama pada Sam.


“Yang benar saja, aku menjadwalkan Pak Sam untuk bertemu dengan penipu gila ini? Apa yang dipikirkan Pak Sam?” Gerutu Suci dengan sedikit kesal.

__ADS_1


Dari arah pantry Luna kembali dengan meniup kopi panas yang baru saja di buatnya lalu tak sengaja melihat Suci yang sedang mengetik dengan wajah kesal membuat Luna menghentikan langkahnya. Karena Luna tak pernah melihat Suci kesal dengan pekerjaan apapun yang diberikan Sam padanya.


“Stt.. Stt..” Sapa Luna


Suci menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Luna, satu satunya orang yang memanggilnya dengan cara seperti itu hanyalah Luna.


“Ada apa?” Tanya Luna dengan nada seperti orang yang tak bersemangat


“Ada apa? Sepertinya kesal sekali?” Tanya Luna


Suci melihatnya dan melihat ke ruangan Sam untuk memastikan Sam tak melihatnya sedang berbicara dengan Luna.


“Tidak ada apa apa, hanya sedikit lelah.” Jawab Suci


“Luna, ada yang ingin ku tanyakan.” Seru Suci


“Kalau Bela datang ke kantor ini akan bagaimana nantinya kira kira?” Tanya Suci.


Luna melihat ke arah Suci dengan mata sedikit melotot karena terkejut dengan yang di katakan Suci padanya saat itu.


“Apa maksudmu Suci? Jangan mengatakan hal yang tidak tidak” Seru Luna dengan sedikit kesal


“Apa Pak Sam memanggilnya kemari?” Tanya Luna sedikit curiga


Suci sedikit membulatkan matanya dan wajahnya terlihat panik saat itu, Suci takut ketahuan oleh Luna karena Luna mulai mencurigai Suci.


“Aaa.. Tidak. Tidak mungkin Pak Sam memanggilnya kemari Luna. Apa yang kemu bicarakan? Kamu mencurigai Pak Sam” Tanya Suci membalikkan kata kata luna.


Suci mencoba menutupi bahwa Sam menyuruhnya datang kemari karena dia dan Luna sedang membicarakan Suci.


“Tidak.. Aku tak pernah mencurigai Pak Sam seperti itu. Bukan itu maksudku” Jawab Luna ketakutan.


“Sudahlah kembali ke mejamu dan bekerja atau aku akan melaporkannya pada Pak Sam bahwa kamu mencurigainya” Seru Suci


Kata kata Suci terdengar sangat meyakinkan dan membuat Luna cukup takut saat itu dan kembali ke mejanya dengan membawa kopinya.


...****************...


Meli membawa dompet dan ponsel di tangannya dan mengantri membeli kopi kesukaannya di salah satu kedai langganannya. Dengan menggunakan kemeja tanpa lengan bergaris warna hitam puti dan celana jeans dengan rambut cokelatnya yang bergelombang dan panjangnya setengah punggungnya. Pintu kedai kopi itu kembali terbuka dan itu adalah Kinan, Kinan kembali datang ke kedai kopi itu untuk menikmati kopi kesukaannya di siang hari. Kinan memperhatikan seorang wanita yang berdiri di depannya itu, seseorang yang pernah dikenalnya. Kinan menepuk punggung wanita itu dan mencoba menyapanya


“Megi?” Seru Kinan sedikit ragu

__ADS_1


Meli melihat ke belakang dan melihat Kinan berada tepat di belakangnya saat itu. Hal yang tak terduga terjadi, Meli tersenyum dan menyapa Kinan kembali saat itu.


“Hai Kinan” Jawab Meli sambil memeluk


“Ku kira kita akan jarang bertemu karena kamu sangat sibuk Megi, ternyata kita bertemu lagi di tempat ini” Kata Kinan senang.


“Yaa.. Aku cukup sibuk dengan tugasku sebagai ibu rumah tangga. Hal itu cukup banyak meyita waktu ku. Bagaimana dengan mu Kinan? Bagaimana kabarmu?” Tanya Meli


“Aku baik Megi, hanya sedang sibuk bekerja untuk biaya pernikahan” Jawab Kinan.


Meli sedikit terkejut dengan jawaban Kinan.


“Kapan kalian menikah? Apa dalam waktu dekat ini?” Tanya Meli


“Emm, sepertinya tidak dalam waktu dekat ini. Namun itu pasti dan secepatnya” Jawab Kinan.


“Selamat siang kakak, silahkan pesanannya kak” Sapa salah satu pegawai di kedai kopi itu.


“Cappucino latte satu yaa, kamu apa Kinan?”


“American Latte” Jawab Kinan.


Mereka mendapat pesanan mereka dan duduk di satu meja dekat jendela untuk berbincang bincang sebentar.


Kinan mulai membicarakan tentang dirinya pada Meli, tanpa mengetahui siapa Meli sebenarnya, dengan mudahnya Kinan percaya dengan segala sandiwara yang dibuat oleh Meli.


“Sepertinya seru sekali yaa Kinan menjadi dirimu. Sepertinya hidupmu sangat menyenangkan ditambah dengan kekasih yang kamu ceritakan. Lengkaplah sudah kebahagiannmu” Seru Meli.


“Aku juga ingin bertemu dengan keluargamu Megi, sepertiya keluargamu juga sangat bahagia dan mungin lebih bahagia dari yang ku kira” Jawab Kinan.


“Next yaa ku kenalkan dengan suami dan anakku” Jawab Meli.


Dengan mudahnya Meli membuat Kinan percaya dan menceritakan kehidupannya juga kehidupan asmaranya pada Meli yang memudahkan Meli untuk lebih cepat menghancurkan Kinan dan Reno.


.


.


.


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2