
Siang itu Reno berada dalam mobil yang sedang menuju ke rumah Kinan selingkuhannya. Dari pada berkumpul dengan keluarganya, Reno lebih memilih untuk menemani Kinan di rumahya. Perasaannya pada Meli telah berubah dan bahkan Reno tak memiliki perasaan apapun pada istrinya itu, Reno hanya melihat Meli sebagai seorang wanita yang mengurusnya dan melayaninya. Namun Reno masih tetap berpura pura seakan akan dia masih mencintai Meli agar keluarga Reno tak mengetahuinya.
Reno datang ke rumah Kinan dengan membawa makanan kesukaan Kinan dan sebuah kalung berlian untuk kekasihnya itu. Hatinya benar benar telah dibutakan oleh cinta, segala yang terbaik dari dirinya dia berikan untuk Kinan.
Dari dalam rumah Kinan mendengar sebuah mobil parkir di halaman rumahnya, dia adalah Reno kekasih yang sejak tadi di tunggunya.
“Hai Ren” sambil memeluk dan mencium pipi Reno.
“I miss you so much Kinan, maaf selama satu minggu aku tak mengunjungimu sama sekali” Kata Reno dengan lembut.
Kinan tersenyum manis di depan Reno dan menggandengnya masuk ke dalam. Reno mengorbankan waktu bersama istri juga anaknya dan menemani Kinan semalaman. Perasaannya pada Kinan kian lama kian besar dan makin membulatkan tekatnya untuk menceraikan Meli tanpa mengetahui kalau Meli juga anaknya telah mengetahui perbuatan gila yang dilakukan Reno di belakang keluarganya.
Tak sengaja Reno melihat sepasang sepatu sneekers di depan pintu kamar Kinan, Reno merasa tak asing dengan sepatu itu. Fokusnya terhadap Kinan teralihkan karena melihat sepasang sepatu itu.
“Ren.. Reno.. Mengapa tak mendengarkanku? Apa yang kamu pikirkan?” Tanya Kinan kesal.
“Maaf sayang, tapi itu sepatu kamu baru membelinya?” Tanya Reno sambil menunjuk ke arah sepatu.
“Ahh.. Aku belum menceritakannya padamu yaa. Jadi sekitar satu minggu yang lalu, aku berjalan dari kedai kopi favoritku, namun heels ku patah dan membuat kakiku terkilir, untung ada wanita baik yang menolongku, dia mengobati dan memberikan sepatu itu untukku, dia bahkan mengantarkanku pulang Ren. Namanya Megi” Kata Kinan menjelaskan.
Reno menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Kinan dan menggelengkan kepalanya untuk meyakinkannya bahwa itu bukan milik Meli.
“Bodoh sekali aku. Tak mungkin itu Meli, Meli tak mengetahui apapun tentang Kinan. Iyaa.. Itu tidak mungkin” Gumam Reno dalam hatinya.
“Reno, hari ini kamu menginap?” Tanya Kinan yang mengharapkan Reno menginap.
Reno melihat ke arah Kinan sambil tersenyum dan menggelengkan kepalany yang membuat Kinan sedikit kecewa dengan jawaban yang diberikan Reno. Reno mencium kening Kinan dan memeluknya.
__ADS_1
“Hari ini aku tak bisa Kinan, Meli dan Raka menungguku di rumah” Jawab Reno.
“Mengapa kamu hanya memperhatikan Meli dan Raka saja? Apa kamu sudah tak mecintaiku lagi?” Tanya Kinan
Kinan memasang wajah sedih yang membuat Reno tak tega meninggalkannya dan menolak kainginannya. Reno membelai wajah Kiann dan menempelkan keningnya pada Kinan sambil tersenyum untuk membuat Kinan tersenyum lagi.
“Maafkan aku yang sekarang yang sepertinya tak ada waktu untuk menemanimu, namun aku laki laki berkeluarga dan tak bisa meninggalkan keluargaku begitu saja, namun percayalah. Aku sangat mencintaimu dan ingin menikahimu Kinan” Seru Reno.
Kinan semakin senang mendengar bahwa Reno akan menikahinya, Kebahagian tak tertahankan terpancar dari wajahnya. Kinan memanglah wanita yang terlihat polos hingga Reno jatuh hati padanya, namun Kinan adalah wanita yang tangguh dan juga memiliki keinginan yang kuat.
“Jadi kapan kamu akan menikahiku Ren? Kamu selalu bilang secepatnya, namun sudah dua tahun sejak kita berhubungan, tak juga kamu menikahiku!!. Apa yang kamu tunggu? Cepat ceraikan istrimu dan nikahi aku.” Seru Kinan.
Reno tersenyum dan mencubit lembut kedua pipi Kinan yang terlihat sangat imut dimatanya ketika sedang merajuk itu.
“Kamu mengetahui alasanku mengapa aku belum bisa menceraikan Meli kan sayang? Bersabarlah lebih lama, aku sedang mempersiapkan yang terbaik untuk masa depan kita nanti.” Jawab Reno menenangkan Kinan.
Hari sudah mulai malam dan Reno memutuskan untuk pulang pukul setengah enam sore untuk makan malam bersama keluarganya dan meninggalkan kekasihnya Kinan.
Kecupan hangat diberikan oleh Reno pada Kinan lalu Reno pulang untuk bertemu dengan keluarganya. Didalam mobil Reno menyemprotkan parfum untuk menghapus jejak agar Meli tak curiga terhadap bau parfum wanita lain yang menempel pada tubuh dan pakaiannya.
Meli dan Raka telah siap di meja makan dan menunggu Reno datang. Meli mendengar suara mobil dari dalam rumah dan menyiapkan senyum terbaiknya untuk menyambut kedatangan suaminya.
“Mama.. mengapa mama tersenyum?” Tanya Raka.
“Tersenyumlah Raka, selama ini kamu selalu ketus dengan papamu, bersikaplah manis mulai sekarang atau papa akan curiga bahwa kamu megetahui sesuatu.” Jawabku menjelaskan.
Raka mengerti dan menuruti perintah mamanya, Reno masuk dan di sambut oleh senyuman dari istri dan anaknya yang membuatnya senang malam itu.
__ADS_1
“Eh.. Ren. Sudah pulang, mau makan atau mandi dulu?” Tanyaku.
“Makan dulu saja papa, temani Raka makan” Pinta Raka.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Meli, Reno duduk di sebelah Raka untuk maka bersama malam itu sebelum mandi, malam itu tak terjadi apa apa, suasana makan malam bersama pun seperti tidak ada sesuatu atau hal yang terjadi, semuanya terlalu rapi dan tenang. Meli dan Raka membohogi Reno dan berpura pura tak mengetahui apapun dan Reno pun membohongi keluarganya tentang hubungan gelapnya bersama Kinan.
“Mel, minggu depan kosongkan seluruh jadwalmu, kita akan liburan bersama ke Bali.” Kata Reno.
Meli sedikit bingung dengan ajakan Reno yang tiba tiba mengajaknya dan Raka pergi berlibur ke pulau Bali, Meli merasa bahwa Reno sedang mempersiapkan sesuatu atau menyembunyikan sesuatu yang penting dariya.
“Ada apa? Mengapa pendadak Ren? Apa kamu ada urusan kantor yang mengharuskan membawa anggota keluarga?” Tanya Meli.
Reno menggelengkan kepalanya lalu terseyum pada Meli dan Raka dan melanjutkan kembali makannya.
“Bukan apa apa Mel, aku hanya merindukan kita berlibur bersama seperti dahulu, dulu kita sangat bahagia dan aku ingin mengembalikan momen itu sekali lagi.” Jawab Reno.
Reno sangat pandai merangkai kata kata indah yang membuat Meli hampir saja percaya dengan kebusukan Reno itu.
“Apa yang mau di kembalikan? Hubungan apa? Kebahagiaan apa? Segalanya telah hancur sejak kamu berselingkuh.” Gumam Meli dalam hatinya.
“Raka, apa kamu senang kalau kita pergi berlibur?” Tanya Reno pada Raka.
Raka hanya tersenyum pada Reno dan melanjutkan makan malamnya. Reno juga telah membicarakannya pada Kinan, salah satu cara agar Reno bisa bertemu Kinan adalah dengan berlibur keluarga dan mengajak Kinan tanpa sepengetahuan Meli. Reno seperti tak bisa lgi menolak keinginan Kinan yang ingi salalu bersamanya, Reno mengabulkan keinginannya meskipun tak bisa terus memegang tangannya karena harus bersama keluarganya.
.
.
__ADS_1
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘