
Aku menemaninya dan menenagkannya sementara anak anak ku suruh bermain di kamar Raka agar mereka tak mendengar percakapan kami. Ku peluk Meli dan ku usap punggungnya agar dia merasa sedikit nyaman, Meli hanya melamun dan sesekali air matanya menetes, Meli belum menceritaka apapun padaku, dia hanya terdiam dan tatapannya kosong.
“Rein, apa yang kurang dariku?” Tanya Meli tiba tiba.
Aku melihatnya dan memegang wajahnya dengan kedua tanganku, aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum.
“Kamu adalah sahabatku yang paling baik dan perempuan paling sempurna Mel. Ada apa? Ceritakan padaku.” Jawabku lembut.
“Benarkah? Lalu mengapa Reno berbohong? Kalau aku yang paling baik dan paling sempurna, mengapa dia mencintai wanita lain bahkan tidur bersama wanita itu Rein?” Jawabnya sambil menangis.
Aku terkejut. Aku tak menyangka Reno akan melakukan hal seperti ini, yang ku tahu Reno sangat mencintai Meli dan melakukan apapun untuk Meli, Hal seperti ini tak terpikirkan olehku.
Hari itu Meli menceritakan segalanya padaku dan menunjukkan foto foto Reno dengan wanita lain, tubuhnya bergetar menceritakan semuanya itu. Aku hanya bisa mendengarkannya, hatiku sakit melihat sahabatku mengalam hal yang seperti ini, aku memeluknya dan menenangkannya untuk sementara.
“Mel, kamu yakin itu bukan palsu? bisa saja foto itu di edit agar rumah tangga kalian hancur?”
Meli menggelengkan kepalanya dia sangat yakin kalau Meli tidak punya musuh begitu pula dengan Reno.
“Tidak Rein, Semuanya sudah jelas, Reno berselingkuh. Alasan Reno selalu pulang larut malam, alasan Reno selalu keluar kota dan pulang terlambat adalah karena wanita ini.” Jawabnya sambil meremas foto ditangannya.
Aku tak tahu bagaimana caraku membantu Meli saat ini, yang bisa ku lakukan hanya mendengarkannya dan menenangkannya.
“Rein, kalau satu hari nanti aku merasa sudah tidak kuat bisa ku titipkan Raka padamu sebentar?” Tanyanya.
Aku mennganggukkan kepalaku dan tersenyum untuk menjawab pertanyaannya.
“Pasti Mel, anakmu anakku juga, kapanpun kamu mau menenangkan diri, titipkan Raka padaku.”
Siang itu aku dan Mira pulang dan terpaksa meninggalkan Meli sendiri bersama Raka, karena aku tak bisa meninggalkan tanggungjawabku sendiri terlalu lama. Aku benar benar tidak tenang meninggalka sahabatku dalam kondisi seperti itu, namun aku sebagai seorang ibu dan seorang istri harus menjalankan tugasku.
“Mama, tante Meli kenapa mama?” Tanya Mira
Aku tersenyum sambil menghela napas lalu menjawab
“Tante Meli banyak pikiran Mira, oh iya. Raka tadi ada bilang sesuatu sama Mira?” Tanya ku.
Mira memutar bola matanya dan mengingat ingat
“Tidak mama, kaka Raka hanya diam dan tak bicara apapun pada Mira. Mira mencoba bermain tapi kak Raka tetap diam saja.” Jawabnya
Sudah ku duga Raka mungkin telah mengetahui bahwa Reno berselingkuh. Kasihan Raka, anak sekecil itu harus mengetahui kenyataan bahwa ayahnya selingkuh. Dimata Raka, Reno adalah sosok ayah yang luar biasa dan sangat dibangga banggakan itulah yang ku tahu, namun setelah kejadian ini, Raka akan memandang ayahnya dengan cara yang berbeda.
Aku dan Mira sampai di rumah pukul tiga sore dan mulai memasak untuk makan malam karena Ken adik Sam akan datang menginap di rumah. Waktu terus berjalan dan aku terus menyiapkan segala sesuatu untuk nanti malam.
__ADS_1
Tok Tok Tok..
Aku mendengar suara ketukan pintu dan itu pastilah Ken yang datang.
“Mira, tolong buka pintunya sayang, itu om Ken sudah datang” Teriakku
Mira berlari dan membukakan pintu sambil tersenyum bahagia.
“Om Ken” Teriaknya
Ken menggendong Mira dan memeluknya.
“Hahaha.. Mira, kamu sudah besar yaa..” Katanya.
Aku menemui Ken didepan pintu sambil mengelap tanganku yang sedikit basah.
“Hai ken sudah sampai” Sapaku sambil memeluknya.
“Kak Rein”
“Ayo masuk Ken”
Mira tak melepaskan tangan Ken mulai dari pintu karena benar benar senang Ken datang. Ken meletakkan barang barangnya di samping sofa dan duduk ditemani Mira, sedang aku menyiapkan minuman dan camilan untuk Ken.
“Baik kak, aku membuat bisnisku sendiri tapi sepertinya tidak berjalan lancar, berbeda dengan Kak Sam yang awal merintis bisnisnya sendiri dan hasilnya sangat baik.” Jawabnya
Aku tersenyum, anak ini sama seperti Sam, anak yang cukup ambisius namun tetap rendah hati.
“Jalan setiap orang berbeda Ken, mungkin kamu sedang dipersiapkan untuk hal yang lebih besar. Siapa tahu?” Jawabku.
“Jadi agendamu disini bagaimana?” Tanyaku kembali.
“Aku akan membantu kakak di bisnisnya dan juga belajar cara menjalankan bisnis yang baik dan benar kak, next nya aku mau bangun bisnis sendiri yang di bantu kakak nanti” Jawabnya sambil memegang gelas di tangannya.
“Bagus Ken,oh iya. Kamu mau istirahat? Sudah kakak siapin kamarnya.” Tanyaku
Sam melihat kea rah Mira yang sedang asih bermain dengan tangannya lalu melihat ke arahku.
“Sepertinya nanti saja kak” Jawabnya.
Aku menyadari mengapa Ken menjawab seperti itu, karena Mira ingin bermain bersama Ken. Aku tersenyum dan memanggil Mira.
“Mira, om Ken mau istirahat sebentar, Mira mandi sulu yaaa. Sebentar lagi papa dating” Kataku.
__ADS_1
Terlihat jelas bahwa Mira merindukan Ken, meskipun mereka terakhir bertemu waktu Mira berumur dua tahun namun Mira sangat senang dengan Ken.
“Mama, Mira mau sama Om.” Katanya dengan wajah cemberut
“Udahlah kak, nanti saja Ken istirahat, biar Ken temani Mira sebentar sampai Kak Sam datang.” Katanya.
“Kamu yakin Ken?” Tanyaku.
Ken menganggukan kepalanya dan tersenyum.
“Oke, kakak lanjut masak dulu yaa, kalau perlu apa apa bilang” Kataku sambil berjalan menuju dapur.
Aku memasak makanan cukup banyak untuk makan malam nanti. Suara tertawa Mira yang cukup keras membuatku tersenyum, anak itu benar benar meyukai Ken. Tak lama suara mobil Sam datang, Sam turun dari mobil dan masuk ke rumah.
“Papa..” Teriak Mira dan langsung memeluk papanya.
“Aduh anak papa..” Sambil mencium Mira.
“Kak” Sapa Ken
“Heii Ken.. My God.. its been a long time” Sambil memeluk adiknya.
Aku menyiapkan meja makan dan ku lihat dua pria berbadan besar saling berpelukan melepas rindu.
“Ayo sudah pelukkannya, kita makan malam dulu.” Kataku dari meja makan.
Mira langsung lari dan duduk di meja makan, sedangkan Sam dan Ken berjalan sambil merangkul satu sama lain.
Kami semua makan dengan mendengar serunya Sam dan Ken bercakap. Belum pernah ku lihat Sam secerewet ini, mereka berdua benar benar terlihat sangat bahagia, bias ku lihat dari tatapan Sam yang sangat merindukan momen saat mereka bersama dan bercanda dulu.
“Kak, ini masakan kakak benar benar enak, masakan mama kalah loh. Yak an kak Sam?” Puji Ken.
“Kamu kalau cari istri nanti harus seperti iparmu yaa, udah cantik, pintar, jago masak jago urus anak. Paket lengkap pokoknya” Saut Sam sambil tertawa
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang lucu ini.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘