My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 12 | Mencoba Kembali


__ADS_3

Suasana di rumah Meli pagi itu cukup sunyi. Meli tak mampu menenangkan Mira yang menangis ketakutan dari kemarin, Mira tidak tidur juga tidak makan, anak yang malang itu harus melihat orang tuanya bertengkar hebat seperti itu. Mira hanya menangis di kamarnya. Dia ketakutan dengan semua yang dilihatnya. Baru pertama Mira merasakan ketakutan seperti ini.


Meli mecoba masuk dan menenangkan Mira, Meli mencoba menjelaskan segalanyaa agar Mira berhenti menangis dan tak ketakutan lagi.


Tok tok tok


“Mira”


Meli datang menghampiri Mira yang duduk di samping kasur sambil menutup wajahnya dan memeluknya, mencoba membuat Mira merasa nyaman didekatnya. Meli menghapus air mata Mira dan merapikan rambutnya yang berantakan, wajah Mira benar benar kacau, tidak ada anak yang mampu menangis semalaman seperti Mira, dia benar benar ketakutan saat itu.


“Sayang, jangan menangis lagi yaa, mama papa hanya salah paham, mama papa sayang sama Mira, mereka pasti melakukan yang terbaik untuk Mira”


Mira menatap kearah Meli dengan wajah mungilnya yang ketakutan.


“hiskk hiiskk.. Tante, apa benar mama tidak pernah mencintai papaa?”


Meli terkejut mendengar kata kata Mira itu, anak sekecil itu menanyakan hal seperti ini, terlebih lagi itu benar. Meli mencoba menjawab Mira dengan hal yang mudah diterima.


“Mira dengar dari mana? apa Mira dengar dari mama papaa?” Tanya Meli lembut.


Mira menggelengkan kepalanya dan menatap ke bawah dan menghapus air matanya, Mira mencoba menceritakan hal yang terkadi padanya di sekolah saat itu.


“Dulu Mira pernah bertengkar sama teman karena dia mengatakan kalau mama tidak mencintai papa, Mira tidak percaya karena Mira percaya pada mama”


Meli semakin bingung dengan segala yang terjadi pada keluarga sahabatnya itu. Hal seperti ini anak kecil bisa sampai mengetahuinya. Meli menatap lembut Mira dan membelai rambutnya .


“Mira, mama papa bertengkar bukan berarti mereka tidak saling mencintai. Hanya kakrena mama papa bertengkar bukan berarti mama papa tidak menyayangi Mira.”


Meli tersenyum dan memeluk Mira agar semakin tenang dan menjelaskan segalanya dengan perlahan.


“Mira dititipkan ke rumah tante hari ini karena mama papa tidak mau Mira mendengar mama papa bertengkar. Mira tahu kan bertengkar itu tidak baik? Mama papa tidak mau memberi contoh buruk unuk Mira. Mira mengerti?”


Segala pertanyaan yang ada di benak Mira sudah terjawab saat ini, Meli tersenyum melihat Mira telah kembali ceria, sudah tak ada ketakutan lagi diwajah Mira.


Raka datang ke kamar Mira sengan membawa makanan untuk Mira sambil tersenyum.


“Mira, aku bawa makanan. Kamu makan dulu yaa” katanya.


Mira melihat ke arah Raka yang datang dengan membawa nasi sosis dan nuget makanan kesukaannya. Mira makan dengan lahapnya ditemani Raka, sedang Meli keluar untuk membersihkan rumah.


“Raka, kamu jaga Mira yaa, ajak dia bermain, jangan sampai Mira menangis. Oke”


Raka melihat kearah mamanya dan menjawab mamanya dengan senyum

__ADS_1


“Oke mama.. Raka ajak Mira main.”


Hari itu Mira seperti melupakan degala yang terjadi kemarin dan kembali bahagia karena ada Raka yang menemaninya seharian. Mira tertawa bahagia, mereka bermain boneka, sampai membuat tenda dari beberapa seprei, memasukan beberapa bantal dan boneka serta beberapa mainan didalamnya, seolah olah mereka sedang berkemah di hutan belantara, Raka membacakan Mira beberapa buku cerita yang menarik karena Mira masih belum bisa membacanya sendiri.


Mulai dari kisah putri salju kesukaan Mira, si gadis kerudung merah dan beberapa kisah lainnya. Mira mendengarnya sambil merebahkan tubuhnya dengan kedua tangannya menopang dagu.


“....sampai akhirnya kancil dan buaya berteman. Tamat”


Raka melihat Mira, raka sangat senang Mira ad disii bersamanya, Seprti punya adik perempuan rasanya, Raka benar benar menjaga Mira dengan sangat baik.


Mereka berdua bermain sampai lupa waktu, ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, bel remah Meli berbunyi.


“Kriieett” suara pintu dibuka.


Meli melihatku dan Sam datang ke rumahnya, dan bisa ku lihat raut wajahnya yang seperti orang kebingungan.


“ Rein Sam?”


Kami tersenyum ke arah Meli.


“Aku mau bawa Mira pulang hari ini.”


Meli tak percaya melihatku dan Sam datang kerumahnya, dia berpikir aku dan Sam butuh waktu lama untuk membereskan masalah ini dan Rein bisa tinggal lebih lama di rumahnya.


Aku dan Sam masuk ke rumah Meli dan langsung disambut dengan suara tertawa Mira dan Raka yang cukup keras di kamar. Aku senang mendengarnya. Mira benar benar tidak papa.


“Mira masih main sama Raka, mau langsung ku panggil?” Tanya Meli


Sam langsung menjawab dengan gelengan kepalanya.


“Jangan Mel, biarkan Mira bermain dulu, kita bisa tunggu.”


Meli melihatku lalu melihat Sam seperti tidak percaya, baru saja kemarin kami bertengkar namun hari ini seperti tidak terjadi apa apa.


“Are you ok guys? Menurutku ini masalah yang cukup serius loh. Kalian sudah menyelesaikannya?” Tanya Meli dengan wajah bingung


Aku dan Meli saling berpandangan dan ku jawab pertanyaannya dengan anggukkan.


“Kami sudah menyelesaikannya Mel, jangan khawatir” Jawabku.


Sam menghela napas panjang.


“Trimakasih yaaa Mel, kamu sidah menjaga anak kita. Aku tak menyangka Mira bisa tertawa selepas ini, terakhir dia menangis ketakutan. Apa yang kamu katakan padanya Mel sampai Mira merasa nyaman di sini?” Tanya Sam

__ADS_1


Meli tertawa kecil sambil melipat kedua tangannya dan memandag aku dan Sam.


“Hmm, bukan hal yang serius, aku mecoba memberikan Mira pengertian kalau kalian menyuruh Mira tinggal sementara denganku untuk menyelesaikan masalah kalian, agar Mira tidak melihat pertengkaran orang dewasa yang tidak pantas dipertontonkan anak kecil dan dia mengerti.”


Aku dan Sam sama sama mengangguk, Mira mampu menenangkan serang anak kecil yang menangis ketakutan karena melihat pertengkaran orangtuanya. Dia wanita yang cukup hebat.


“Rein, sahabatmu hebat loh. Mira anak yang keras kepala bisa menurut dan memahami ucapan Meli”


Aku tersenyum mendengar Sam mengatakan hal itu dan seperti biasa, Meli kalau sudah dipuji anaknya akan besar kepala dan biasanya dia inging dipuji lebih banyak lagi.


“Yaiyalah Meli gitu, apa sih yang tidak bisa dilakukan Meli?” Sahutnya.


Suara Mira dan Raka tertawa makin kencang sampai membuat kami semua terheran, sebenarnya apa yang mereka bicarakan sampai mereka tertawa begitu hebonya.


“Mel, itu anak anak sedang apa? Tertawanya kencang sekali?" Tanyaku.


Meli hanya menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua bahunya tidak mengerti, karena seharian dia mebersihkan rumah.


Mira dan Raka keluar dari kamar sambil tertawa, kami melihat keduanya tertawa sampai menangis. Aku memanggilnya dari sofa


“Mira..” Sambil melambaikan tanganku.


Mira menoleh mendengar panggilanku dan langsung berlari ke arahku dan Sam.


“Mama papa..” Sambil memeluk kami.


Aku mencium kening Mira dan Sam mengusap kepalanya. Berpisah dari Mira satu hari seperti satu tahun rasanya. Aku dan Sam tak pernah pisah dari Mira selama ini, jadi kami sangat merindukan anak kami.


“Apa yang kalian berdua tertawakan? Sam pai menangis begini?” Tanya Sam.


Mira dan Raka hanya tertawa dan menunjukkan sebuah album foto yang berisikan fotoku dan Meli saat kami masih muda dahulu. Mira melihat aku dan Meli tumbuh bersama di foto itu dan menertawakan kami yang dilihatnya sangat lucu dengan pakaian juga gaya rambut saat kecil dulu.


“Mama.. Kenapa wajah mama di foto ini memaki banyak bedak? Mama lucu sekali hahahahah”


Aku dan Meli mengingat kembali kenangan masa kecil kami berdua, satu persatau. Sore itu suasana menjadi sangat ramai karena dipenuhi suara tawa Mira dan Raka juga Aku, Sam dan Meli yang sama sama mengingat masa lalu yang menyenangkan.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2