My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 55 | Segalanya Hanya Permulaan Untuk Kami


__ADS_3

Seperti biasa kantor firma hukum tempat Laura bekerja sudah menunjukkan tanda tanda kesibukan pada pukul sembilan pagi. Meskipun mereka mulai aktif bekerja pukul delapan pagi namun mereka mulai menerima client pada pukul sembilan pagi. Laura cukup sibuk dengan pekerjaannya saat ini, bagaimana tidak? Sejak kemenangannya beberapa hari lalu Laura telah diangakat menjadi pengacara senior dan dipercaya untuk mempunyai timnya sendiri diusianya yang masih cukup muda.


“Wah... Selamat datang pengacara senior kita Laura Evelyn..” Seru Pak Benny atasan Laura.


“Sudahlah.. Bapak membuat saya malu. Saya hanya menjalankan tugas saya sebaik mungkin sebagai pengacara pak” Jawab Laura


“Baiklah cukup basa basinya, Laura kamu bisa pindah ke ruanganmu sendiri karena saat ini kamu adalah pengacara senior dan lima orang ini adalah tim milikmu.” Seru Pak Benny menjelaskan.


“Akhirnya saya bisa bekerja sama dengan bu Laura.” Seru salah satu anggota tim Laura kegirangan.


Tak lama ketika mereka sedang merayakan momen kecil bahagia bersama, Arini yang berada dibagian resepsionis membawa beberapaa anak magang dari salah satu universitas masuk ke kantor untuk melaksanakan tugas mereka.


“Selamat pagi semua. Saya membawa beberapa anak magang yang akan belajar di tempat ini.” Seru Airini


“Kalian sapalah mereka. Kalian akan bekerja dan turuti apapun yang mereka ajarkan.” Lanjut Airini.


“Selamat pagi, Kami dari Universitas A akan memulai kegiatan magang kami.” Seru salah satu anak magang.


“Baiklah, kita langsung bagi tim saja yaa.. Kalian, dua perempuan silahkan ikut Bu Laura dan menjadi timnya lalu kalian para laki laki ikut Pak Bayu. Mari kita bekerja..” Seru Pak Benny


Pekerjaan mereka pun dimulai, hampir tak ada kata istirahat bagi mereka sangking banyaknya pekerjaan sampai menumpuk. Tak heran kalau para pengacara kadang sering lembur untuk menyelesaikan kasus kasus mereka yang menumpuk, mulai dari kasus kecil hingga kasus yang besar.


Laura melihat ke arah anak anak magang yang masih bekerja dengan giatnya, seperti melihat dirinya dahulu. Laura pernah merasakan rasanya menjadi seorang anak magang, pekerjaan yang menumpuk tak membuatnya malas, Laura kembali melihat sebuah semangat yang berapi api di mata anak anak magang yang membuat Laura kembali semangat mengerjakan tugasnya.


“Kalian, istirahatlah dahulu. Kalau lelah jangan terlalu dipaksakan untuk saat ini, lakukan secara bertahap agar kalian tak merasa jenuh.” Seru Laura memberi saran.


“Kami baik baik saja bu. Kami senang bisa terjun langsung dan membantu menyelesaikan ini semua.” Jawab salah satu anak magang yang lain.


Laura mengeluarkan ponselnya dan mulai memesan beberapa makanan untuk dirinya dan timnya sebagai perayaan dirinya naik jabatan. Jarak satu jam setelah Laura memesan makanan, kurir makanan telah sampai di resepsionis dan Luara turun untuk mengambil pesanannya dan memanggil timnya untuk makan bersama.


“Hei, ayo kita makan dulu, saya sudah memesan makanan untuk merayakan hari ini.” Seru Laura sambil menunjukkan makanan yang telah dipesannya.


Tak hanya memesan makanan untuk dirinya dan timnya, beberapa makanan instan seperti pizza, corn dog dan makanan instan lainnya dipesan untuk teman teman kantornya.

__ADS_1


“Hai semua.. Mari kita istirahat sejenak, aku sudah mmebeli beberapa makanan ringan untuk kita.” Serunya.


Siang itu mereka semua makan bersama dan saling bercanda untuk beberapa saat sebelum mulai mengerjakan dokumen doukumen kasus yang belum terselesaikan. Namun di tengah tengah kebahagiaan mereka, salah satu anak magang mengatakan kata kata terlarang yang tidak boleh dikatakan dikantor ketika mereka sedang sedikit bersantai.


“Bu Laura, apakah hari ini seperti hari hari sebelumnya? Atau lebih sepi? Karena sejak kami datang sepertinya tak ada client yang datang.” Seru salah satu anak magang.


Kata kata terlarang yang keluar dari mulut salah satu anak magang sontak membuat mereka semua melihat kearahnya sambil membelakkan matanya dan berharap kata katanya tak menjadi kenyataan.


Namun ternyata tidak. Mengapa kata kata itu ditetapkan menjadi kata kata terlarang di firma hukum ini? Karena ketika salah satu pegawai mengatakan kata kata ini, selalu saja terjadi hal yang diluar dugaan yang membuat mereka semua kewalahan menghadapinya. Dari jauh mereka telah mendengar beberapa orang datang dengan membawa dokumen dan beberapa orang berteriak di telepon dengan nada marah.


“Aku tak mau tahu, aku menggugat cerai. Siapkan pengacaramu, aku akan menyiapkan pengacaraku dasar laki laki sialan” Seru salah satu ibu yang datang dengan sangat marah.


Tak hanya itu saja, beberapa orang datang dengan bekas luka disekujur tubuhnya dan datang ke firma hukum untuk menggugat cerai suaminya karena melakukan kekerasan.


Suasana kantor yang awalnya sepi dan mereka bisa bekerja dengan nyaman, dalam sekejap menjadi sangat ramai dengan kasus kasus yang mereka bawa.


“Astaga.. Ini firma hukum atau kantor polisi? Mengapa banyak sekali kasus kekerasan disini?” Seru salah satu anak magang.


“Bereskan makanan kalian dan meja ini, lalu kembali bekerja. Hari ini kita akan sangat sibuk.” Seru Laura sambil mengusap sisa sisa mkanan yang mungkin masih menempel di mulutnya.


Hari ini berakhir dengan sangat melelahkan, lagi beberapa dari mereka termasuk Laura harus kembali lembur untuk menyelesaikan kasus kasus lalu yang belum terselesaikan.


Laura menutup dokumen dan pulang ke apartemen miliknya lebih awal karena merasakan bahwa tubuhnya tiba tiba tak enak, berkali kali Luara mual dan lemas, terlihat wajahnya yang tiba tiba pucat yang mengisyaratkan bahwa Laura harus pulang dan beristirahat.


Ketika Laura sedang bersiap siap, lagi lagi dirinya merasa mual dan pusing. Seperti tak kuat menahan tubuhnya, Laura jatuh dan hilang kesadarannya.


Tari yang pernah menjadi teman satu ruangan Laura melihat Laura yang tiba tiba pingsan dan dengan cepat meminta pertolongan untuk mengangkat Laura, Tari mengambil ponsel Laura dan menghubungi Ken kekasih Laura tentang keadaannya.


Dalam mobil yang dikendarainya dengan santai, Ken tiba tiba mendapat panggilan dari kekasaihnya yang membuatnya tersenyum manis. Namun ketika Ken menerima panggilan itu, suara itu bukan milik Laura.


“Halo Ken, ini Tari teman Luara, bisakah kamu ke firma hukum sekarang? Laura tiba tiba pingsan.” Seru Tari panik.


Mendengar itu Ken langsung mengubah jalurnya dan langsung menuju tempat Laura dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Hari pertama Laura menjabat sebagai pengacara senior, dirinya malah jatuh tak sadarkan diri. Tari dan beberapa rekannya berusaha menyadarkan Laura dengan memberikan minyak dan menghangatkan tubuh Laura dan menunggu sampai Ken datang menjemput.


Tak butuh waktu yang cukup lama Ken telah sampai dan langsung mengurus Laura. Perasaan panik dan khawatir bercampur aduk menjadi satu. Setelah Ken datang, perlahan Laura mulai sadarkan diri dan membuka kedua matanya peralahan. Laura melihat orang orang mengerumuninya danjuga melihat Ken disitu.


“Lau.. kamu tak apa? Apa yang terjadi? Mengapa bisa seperti ini?” Tanya Ken panik.


“Aku tak apa. Hanya terlalu lelah Ken.” Jawab Laura lemas.


“Sudahlah Laura, pulanglah bersama Ken dan biarkan kendaraanmu disini.” Seru Tari.


Ken mengambil tas dan barang barang Laura dan berjalan sambil merangkul Laura sampai ke mobil. Di dalam mobil Laura hanya diam dan tak mengatakan apapun, terlihat dari tubuhnya yang kelelahan dan wajahnya yang pucat.


“Lau.. Besok jangan berangkat bekerja kalau kamu tak siap. Aku tak bisa menemanimu berangkat besok, jadi lebih baik beristirahatlah.” Seru Ken.


“Mengapa Ken?” Tanya Laura.


“Aku harus pulang, ada yang harus ku katakan pada papa tentang hubungan kita Lau” Jawab Ken.


“Apa aku harus menginap dan menemanimu?” Tanya Ken


“Tak perlu Ken, aku hanya kelelahan, istirahat yang cukup akan mengembalikan kondisiku, jagan terlalu khawatir.” Jawab Laura.


“Lau apa benar kamu hanya kelelahan?” Tanya Ken.


“Now is my periods Ken, aku tak hamil. Tenanglah.” Seru Laura.


Seperti bisa membaca pikirannya, Laura menebak maksud dari pertanyaan Ken saat itu yang mengira dirinya tengah hamil. Ken berharap Laura benar benar hanya membutuhkan istirahat, karena besok dirinya tak bisa berada di sisi Laura ketika Laura membutuhkan bantuannya.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2