My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 76 | Untukku dan Bukan Untukmu


__ADS_3

Pak Rudy, ayah mertua Meli masih tetap terbaring lemah di atas ranjangnya dan tak bisa menggerakkan tubuhnya tanpa bantuan orang lain. Dengan kata lain kursi direktur utama sedang kosong untuk sementara waktu. Reno telah merencanakan hal ini sebelumnya, membuat ayahnya sendiri lemah tak berdaya agar ia bisa menguasai apa yang seharusnya menjadi hak nya sejak dahulu.


“Sayang, sebentar lagi perusahaan akan jatuh ke dalam genggamanku. Papa sedang terbaring lemah di rumah dan siapa lagi penerus perusahaan kalau bukan satu satunya anak kandung kesayangannya ini”, ucap Reno dengan penuh percaya diri.


“Jadi benar yang dikatakan Meli kemarin?” tanya Kinan


Reno hanya mengangguk dan tersenyum pada Kinan. Dengan sangat percaya diri Reno yakin bahwa perusahaan akan jatuh ke dalam tangannya seperti yang ia pikirkan. Tibalah esok hari dimana Reno telah bersiap untuk berangkat ke kantor dan berniat menggantikan posisi ayahnya. Dengan setelan jas terbaik yang ia miliki, ia mengenakkannya lalu bercermin untuk melihat penampilannya.


“Aku sangat pantas untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan. Dengan penampilanku yang luar biasa ini semua orang pasti tunduk padaku”, ucapnya sembari bercermin.


“Sayang... Cepatlah atau kamu akan terlambat”, teriak Kinan


Reno turun dan melihat ke arah meja makan yang tak tersedia apapun untuk dimakan, raut wajahnya seakan bingung dan melihat ke arah Kinan yang sedang asik memainkan ponselnya dengan canda tawa. Reno menghampiri Kinan yang tengah bersantai dengan wajah penuh tanya


“Apa kamu tak memasak apapun untukku?”, tanya Reno lembut


“Kamu gila? Aku memasak? Sejak kapan aku bisa memasak? Seharusnya kamu yang menyiapkannya untukku. Bukankah dahulu kamu selalu seperti itu?”, jawab Kinan


Reno mengertutkan keningnya dan tak menghiraukan Kinan karena ia sudah hampir terlambat. Segera Reno mengambil kunci mobil dan barang barang miliknya lalu pergi ke kator dengan perut yang masih kosong.


“Aku akan mencari makan di luar, urus rumah dengan baik Kinan”, ucap Reno lalu meninggalkan rumah


Reno meninggalkan rumah dalam keadaan lapar dan kesal, ingin sekali ia berteriak pada Kinan yang tak bisa mengurus rumah dan dirinya dengan baik seperti Meli namun apa boleh buat, Reno sangat mencintai Kinan hingga kemarahannya pun dengan mudahnya diredam olehnya.


Sesampainya di kantor, Reno berjalan dengan santainya dan tak memperdulikan tatapan orang tentang dirinya. Semua orang tahu bahwa Reno adalah satu satunya anak dari Pak Rudy, direktur utama perusahaan ini namun satu hal yang tak diketahui Reno adalah perusahaan telah memiliki pengganti Pak Rudy untuk sementara.


Salahs satu orang kepercayaan Pak Rudy menghalangi langkah Reno disaat Reno akan masuk ke ruang direktur utama dengan menahan tubuhnya.


“Apa yang anda lakukan disini?”, tanya nya


“Apa maksudmu? Sebagai anak satu satunya bukankah sudah menjadi tugasku untuk menggantikan posisi direktur utama selama beliau sakit bukan?”, jawab Reno.


“Namun tak ada yang memerintahkan anda untuk datang ketempat ini dan saya tak mendapatkan laporan bahwa posisi direktur utama sementara diserahkan pada anda”, balsa nya

__ADS_1


Reno cukup bingung dengan situasi yang tengah terjadi saat ini, seharusnya ia yang menggantikan ayahnya duduk di kursi pemimpin dan menjalankan perusahaan menggantikannya. Namun ia merasa bahwa sesuatu telah terjadi tanpa sepengetahuannya


“Saya anak satu satunya dari Pak Rudy, pemimpi perusahaan ini dan saya juga bekerja di tempat ini. Ketika beliau sakit bukankah seharusnya saya yang menggantikan posisinya? Lalu mengapa langkah saya dihalangi?”, tanya Reno kesal.


Seorang wanita dengan penampilan yang memukau dan sangat anggun datang dan berjalan melewati Reno seakan akan tak ada siapapun di sana. Dia adalah Meli, menantu dari Pak Rudy yang dipercaya untuk menggantikannya disaat Pak Rudy sedang tak bisa memimpin perusahaan


.


.


**** Flash Back satu tahun yang lalu****


.


Pak Rudy membooking seluruh kursi di sebuah restauran agar ia dan pengacara pribadinya bisa berbicara dengan sangat nyaman. Usia Pak Rudy sudah tak muda lagi dan ia imgin segera memilih penerusnya untuk menjalankan sebuah perusahaan yang selama ini ia kelola hingga besar hingga pilihan itu jatuh pada satu orang.


“Aku memilih Meli untuk meneruskan perusahaan yang telah ku bangun dan ku tunjuk orang kepercayaanku untuk melatihnya menjadi pemimpin yang hebat”, ucap Pak Rudy


“Bukankah anak anda masih hidup?”, tanya pengacara itu


“Bukankah anda menyayangi anak anda? Mengapa bukan dia yang anda latih menjadi pemimpin yang hebat seperti anda?”, tanya nya kembali.


“Karena aku sangat menyayanginya, aku tak ingin ia dihina karena tak kompeten sama sekali dalam memimpin” balas Pak Rudy


.


.


****Falsh on di kantor****


.


Meli berjalan terus tanpa melihat ke arah Reno sedikitpun. Tiba tiba langkahnya terhenti ketika ia mendengar Reno memanggil namanya dengan suara yang lantang dan terdengar cukup kasar baginya.

__ADS_1


“Meli!!!!”, teriaknya


Meli hanya menoleh ke arah Reno yang memanggilnya dan kembali berhadapan dengan Reno, penampilannya yang sangat luar bisa membuat Reno tak bisa berbicara apapun lagi. Reno masih tak menyadari keadaannya saat ini dan dengan siapa ia sedang berhadapan.


“Apa yang ia lakukan disini?”, tanya Meli sambil menunjuk ke arah Reno


“Tidak apa apa bu, hanya ada kesalahan kecil saja”, jawab Pak hendra, orang kepercayaan Pak Rudy


“Kalau begitu suruh dia untuk kembali bekerja”, ucap Meli


Meli meninggalkan Reno dan masuk ke ruangan direktur utama. Reno sangat terkejut melihatnya masuk begitu saja sedangkan ia tak diijinkan masuk. Segera Reno menoleh ke arah Pak Hendra dan wajahnya seperti meminta penjelasan darinya.


“Jadi anda belum mendengar beritanya?”, ucap Pak Hendra sambil mengangguk


“Maksudnya?”, tanya Reno tak mengerti.


“Pak Rudy telah menunjuk Bu Meli untuk menggantikan posisi direktur utama untuk sementara selama beliau sedang sakit”, jelas Pak Hendra


Reno terdiam dan membolakan kedua matanya seperti tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Reno tak habis pikir karena ayahnya sendiri tak memberikan sebuah peran penting adalah perusahaan untuk Meli dan bukan untuknya yang adalah anak kandungnya sendiri. Sambil mengepalkan kedua tangannya ia mencoba masuk ke ruang direktur utama dan mencoba mengusi Meli dari posisi itu dengan paksa. Namun langkahnya kembali terhenti oleh Pak Hendra.


“Apa yang akan anda lakukan?”, ucapnya mengentikan Reno.


“Lepaskan saya. Saya lebih ber hak atas posisi itu dari pada wanita itu!”, ucapnya dengan kemarahan.


“Silahkan kembali bekerja atau anda bisa keluar dari tempat ini!!”, ancam Pak Hendra


Reno tak mempedulikan ancaman dari Pak Hendra yang adalah orang kepercayaan ayahnya dan menerobos ruang direktur utama dan berjalan ke arah Meli yang sedang duduk dengan menyilangkan kedua tangannya seperi sedang menunggu kedatangan Reno pada nya. Reno semakin mendekati Meli lalu ia menggebrak meja di hadapan Meli


BRAAKKK


“Perempuan gila!!! Apa yang kamu lakukan? Pergi dari tempat itu atau aku yang akan menyeretmu!!”, ucap Reno kasar


Meli tanpa rasa takut berdiri sejajar dengan Reno dan menghadapi amarah Reno yang sedang meluap luap. Sikap tenang Meli makin membuat Reno marah karena ia merasa bahwa Meli sedang meremehkannya. Tatapan kemarahan Reno dan tatapan dingin dari Meli membuat gempar seisi ruangan hingg terdengar sampai ke luar.

__ADS_1


“Pak Hendra, tolong bawa dia keluar!!”, perintah Meli


__ADS_2