
Rasa senang bercampur bahagia terpancar dari wajah Meli. Meli menyayangi Pak Rudy seperti ayah kandungnya sendiri, namun meskipun sangat menyayanginya hal itu tak membuat Meli mengurungkan niatnya untuk menceraikan Reno dan menghancurkannya. Meli sudah punya rencana cadangan untuk itu. Ketika Pak Rudy sudah lanjut usia, Meli akan menjaga dan merawatnya. Hal yang tak akan pernah bisa dilakukannya pada ayah kandungnya, dia akan melakukannya pada Pak Rudy kelak. Karena Meli tahu bahwa Reno pasti takkan pernah mau merawat ayahnya sendiri. Bahkan hanya untuk mengunjungi ayahnya dan melihat keadaannya saja enggan dilakukan Reno.
Meli kembali ke rumahnya untuk meyiapkan rencana selanjutnya. Berharap Dara akan mau bekerja sama dengannya. Meli membuka aplikasi chat miliknya dan mengetik nama Dara untuk memastikan akan janji yang telah mereka buat, namun belum sempat Meli mengetik nama Dara, dirinya teringat Rein sahabatnya. Hubungan kami sedikit kacau karena perbedaan pendapat. Namun tak dapat dipungliri bahwa Meli sangat merindukan Rein dan ingin rasanya berbagi cerita tentang hari ini pada Rein.
“Aku benar benar ingin menceritakan tentang hari ini Rein, namun aku tahu kamu pasti akan melarangku melakukannya. Aku tak ingin di goyahkan lagi. Keputusanku sudah bulat.” Seru Meli dengan menatap layar ponselnya.
Disituasi lain, Laura berada diruangannya ditemani secangkir kopi kesukaannya dan membuat laporan juga menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk persidangan client miliknya minggu depan. Cukup lelah Laura bekerja hari itu, meskipun waktu masih siang hari, namun Laura benar benar merasa lelah dan pusing dengan semua ini.
“Aaarggg... Aku muak dengan semua pekerjaan ini.” Teriaknya diruangannya sambil mengacak acak rambutnya.
“Kalau kamu muak berhenti saja, biarkan aku mengambil tempatmu Laura.” Seru Tari, teman satu ruangan dengan Laura.
“Hei bodoh, aku bilang muak, bukan ingin berhenti bekerja.” Katanya dengan kesal.
“Sudahlah, menikah saja dan jadilah ibu rumah tangga. Biarkan juniormu mengambil alih seluruh pekerjaanmu di sini.” Timpal Tari yang makin membuat Laura kesal.
“Se muak apapun aku, aku tetap akan menyelesaikan tugsku sampai akhir. Jadi kalau kamu ingin mengalahkan seniormu yang hebat ini, bekerjalah lebih keras anak muda.” Jawab Laura sambil mengerutkan keningnya .
Pekerjaan yang menumpuk dikerjakan Laura tanpa menyadari bahwa waktu makan siang telah tiba. Laura masih saja sibuk bekerja sampai dirinya dikejutkan dengan suara telepon dari ponselnya sendiri.
“Selamat siang dengan saya Laura” Jawab Laura sambil menatap layar laptopnya.
“Saya pesan ikan bakarnya satu ya” Jawab Ken.
Laura mengerutkan keningnya dan melihat layar ponselnya. Tak menyadari bahwa telepon itu adalah dari kekasihnya sendiri dan Laura menjawabnya dengan bahasa yang formal.
“Oh God.. Ken.. Maaf sayang. Aku terlalu fokus dengan pekerjaanku sampai tak menyadari kamu yang menghubungiku. Ada apa?” Tanya Laura dengan tetap konsentrasi pada lapotop miliknya.
“Have lunch yet?” Tanya Ken.
“Not yet. I’m bussy” Jawab Laura.
“So, i’m in front of you office. Let we luch together” Jawab Ken
Laura mengerutkan keningnya dan melihat dari jendela untuk memastikan bahwa Ken benar benar ada di depan kantornya.
“Ken, aku ada banyak pekerjaan. Aku tak bisa makan siang sekarang.” Jawab Laura sambil melihat ke luar jendela.
“Bekerjalah setelah makan, jangan siksa dirimu Lau. Aku berjanji tak akan lama, aku sudah pesan satu temapat.” Jawab Ken meyakinkah Laura.
“promise me isn’t long Ken” Tanya Laura
“I promise my Lau”
__ADS_1
Laura mematikan ponselnya dan langsung mengambil barang barangnya untuk makan siang bersama kekasihnya. Meskipun Laura berusaha menolak karena pekerjaannya, namun Laura tetap berharap bahwa Ken mengajaknya keluar untuk makan siang. Laura turun dengan senang karena bisa bertemu dengan kekasihnya walau hanya sebentar.
“Ken..” Seru Laura sambil berlari memeluk Ken.
“Ayo masuk cepat. Kamu tidak bisa berlama lama denganku.” Jawab Ken sambil membukakan pintu mobil untuk Laura.
Ken masuk ke mobil dan langsung menuju ke resto yang telah di pesannya untuk makan siang. Ken sangat mengenal Laura dengan baik, bahkan Ken sampai memesan temat khusus untuk makan siang bersama kekasihnya karena dirinya mengetahui bahwa Laura sangat sangat sibuk akhir akhir ini dan sering melewatkan jam makan siang.
“You look so tired Lau” Tanya Sam sambil sesekali melihat wajah Laura ketika menyetir.
“Bekerja sebagai pengacara yang cukup dikenal banyak orang benar benar membunuhku Ken. Aku lelah dan ingin istirahat yang cukup.” Jawab Laura sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ken.
Ken tersenyum dan mengecuk kening Laura yang saat ini ada di bahunya dan mengusap hidungnya ke rambut Laura.
“Lalu apa kamu ingin berhenti? Aku bisa mencukupi kebutuhanmu Lau” Seru Ken.
“Mengapa jawabanmu sama dengan Tari? Aku tak ingin berhenti, aku menyukai pekerjaan ini, aku hanya lelah dan muak dengan semua ini.” Jawab Laura sambil sedikit meregek.
“Baiklah. kalau begitu sempatkan libur dua hari bulan depan. Aku akan mengajakmu berlibur kemanapun kamu mau” Jawab Ken.
Laura menatap ke arah Ken dengan terkejut sambil menahan senyumnya. Ken melihat raut wajah Laura sangat senang namun sedikit tak percaya dengan ucapannya itu.
“Why? I’m serious.” Jawab Ken sambil tersenyum
Perasaan senang terpasang diwajahnya saat ini. Ken tersenyum melihat kekasihnya tersenyum senang seperti ini. Rasa lelah Laura seketika menghilang mendengar Ken mengajaknya berlibur kemanapun dia mau.
Ken dan Laura sampai di resto tujuan mereka, mereka masuk dan duduk. Tanpa menunggu lama dan tanpa memesan, makanan sudah tiba dan mereka langsung makan tanpa membuang waktu lagi.
“Pesanan atas nama Bapak Kenan” Seru pelayan resto itu sambil membawakan pesanannya.
Ken dan Laura langsung melahap makanan itu dengan cepat. Ken senang melihat kekasihnya makan dengan lahap sampai tak mengeluarkan satu katapun ketika makan.
“Kamu lapar sekali? Ambil jatahku. Aku tak begitu lapar” Seru Ken.
Laura tersenyum dengan nasi yang menepel di sisi kanan bibirnya, membuat Ken tertawa melihat cara Laura makan. Ken memberikan setengah jatahnya pada Laura dan membersihkan satu butir nasi yang berada di sisi kanan bibirnya.
“Pelan pelan sayang.” Seru aken.
Beberapa menit kemudian, Laura dan Ken selesai makan. Seperti tak bisa bergerak rasanya, perut Laura benar benar sangat kenyang, dia menghabiskan miliknya juga setengah milik Ken.
“Kamu kenyang?” Tanya Ken sambil memegang tangan Laura.
“Iya Ken. Terimakasih yaa.. Kamu menjaga dan merawatku dengan sangat baik sampai aku bertambah gemuk.” Jawab Laura.
__ADS_1
“Meskipun kamu berubah menjadi wanita yang gemuk sekalipun, tak masalah bagiku.” Jawabnya sambil mencium tangan Laura.
Ken memberikan kunci mobil pada Laura dan menyuruhnya masuk ke mobil terlebih dahulu karena Ken akan membayar tagihannya.
“Masuklah ke mobil dulu Lau, aku akan membayar sebentar” Seru Ken sambil memberikan kunci mobil pad Laura.
Laura menurut dan mengambil kunci mobil itu dari tangan Ken sedang Ken ke arah kasir untuk membayar tagihannya.
“Total berapa?” Tanya Ken.
“Seratus lima puluh pak” Jawab pegawai itu.
Ken memberikan uang tunai dan langsung menuju ke mobil untuk mengantarkan Laura ke kantornya dan kembali bekerja.
“Oke, ku antar kamu terlebih dulu.” Seru Ken sambil menyalakan mobilnya.
“Thank you Ken for today Ken. Dan maaf kalau akhir akhir ini aku tak punya banyak waktu untukmu.” Seru Laura di dalam mobil.
“Sudahlah. Kita bukan anak SMA lagi yang harus terus saling menghubungi 24/7 Lau. Kita punya kesibukan juga pekerjaan masing masing, agar bisa meraih mimpi masa depan bersama.” Jawab Ken sambil mencium kening Laura.
“Oh Ken, besok agenda kita menonton bersama apa bisa di tunda? Aku mendadak harus bertemu client ku besok. Yang pernah ku ceritakan dulu, dia ingin bercerai dari suaminya.” Seru Laura.
“Ahh... Baiklah, siapa namanya? Meli?” Jawab Ken.
“Iya.. Namanya Meli.”
Ken mengerutkan keningnya juga memutar bola matanya. Nama itu seperti tak asing baginya, Ken seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya.
“Siapa nama suaminya?” Tanya Ken meyakinkan dirinya.
“Emm.. Kalau tidak salah namanya Reno. Ada apa? Kamu mengenalnya?” Tanya Laura.
“Ohh.. Tidak, hanya penasaran saja, ku pikir Meli orang yang ku kenal” Jawab Ken.
Ken merasa bahwa Meli yang dibicarakan oleh Laura dan Meli sahabat kakak iparnya adalah Meli yang sama.
.
.
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘
__ADS_1