My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
Bab 81 | Runtuhnya Tembok Penghalang


__ADS_3

" Jadi apa yang membuatmu mengajakku untuk makan malam?", tanya Sam.


Sam duduk berhadap hadapan dengan Ken disebuah restauran yang telah direservasi oleh Ken sebelumnya. Dengan meletakkan ponselnya, Sam menatap ke arah adiknya yang terlihat seperti tak ada gairah untuk menjalani hidupnya seperti yang lalu.


"Ck ck ck ... Kamu terlihat menyedihkan sekali. Katakan ada apa? Aku tak tahan melihatmu seperti ini", ucap Sam menggelengkan kepalanya menunggu adiknya yang tak kunjung bicara


" Kakak pernah bertengkar dengan kak Rein bukan? Bagaimana cara kalian menyelesaikannya?" Apakah berbicara saja cukup?", tanya Ken


"Tergantung masalahnya. Masalah apa yang sedang kamu alamai dengan Laura?", tanya Sam sambil memotong daging pada piringnya


" Aku tak tahu, aku tak memahaminya. Semakin hari ia semakin banyak menuntut dariku. Aku berusaha untuk membahagiakannya, memberikan kehidupan yang layak baginya. Namun baginya aku seperti tak melakukan yang terbaik sebagai seorang suami. Dan kami bahkan saling mendiamkan", ucap Ken menjelaskan pada Sam.


Sam mendengarkan penjelasan dari Ken sambil mengunyah makanannya dan sesekali melihat ke arah adiknya yang memasang wajah kusut.


"Pantas saja Laura bersikap begitu. Aku mengerti perasaannya", ucap Sam setelah mendengarkan cerita Sam


Ken mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Sam karena tak percaya pada perkataan kakaknya yang lebih memahami adik iparnya dari pada adik kandungnya sendiri. Raut wajah Ken berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kakak mengerti dan memahami Laura tapi tidak padaku? Yang benar saja", ucap Ken kesal


" Aku mengerti Laura karena aku sangat memahami bagaimana sikapmu Ken. Coba renungkan dari mana masalah ini terjafi pada awalnya", ucap Sam mencoba membantu adiknya.


Ken diam dan termenung, ia melakukan seperti apa yang kakaknya katakan. Ia mulai berpikir apa yang membuat Laura seperti ini dan menimbulkan masalah yang cukup besar. Sam melihat adiknya yang seperti kebingungan mencari jawaban dalam hatinya yang tak kunjung ia dapatkan.


"Mau ku bantu? Katakan apa saja yang sudah kamu lakukan untuk Laura" Ucap Sam


"Aku mencukupkannya, ku berikan yang terbaik dari diriku untuknya, dia bahkan tak kekurangan sedikitpun. Aku mencintainya, bukankah itu semua cukup?" Ucap Ken mencoba menyebutkannya


"Dengar Ken. Dalam hidup kita akan mengalami dua hal, suka dan duka. Kamu memberikan segalanya untuk Laura, kamu memberikannya kebahagiaan lalu apa kamu juga membagi duka mu juga?" Ucap Sam mencoba menyadarkan adiknya


"Bukankah selama ini kamu seperti itu pada Laura? Baik saat berpacaran hingga setelah kalian menikah. Kamu memberikan Laura kebahagiaan namun kamu menimbun kesedihanmu seorang diri. Kehidupan pernikahan tak berjalan seperti itu. Kalian berdua hidup dalam suka dan duka bersama sama", ucap Sam menyadarkan Ken.


Sekali lagi Ken menunduk dan mencoba menyeka air matanya yang perlahan mulai keluar. Ken menyadarinya dan ia tak menyangkal bahwa selama ini Ken menahan kesedihan dan kesakitannya seorang diri. Namun ia memiliki maksud didalamnya.


"Apakah yang ku lakukan salah? Saat aku hanya membahagiakan wanita yang ku cintai dan tak ingin membuatnya ikut bersedih atas kesusahan yang ku alami, apa hal itu salah?", ucap Ken

__ADS_1


" Tidak. Hal itu tidaklah salah. Kamu bahkan terlihat sebagai pria sejati saat kamu tak membiarkan wanitamu menangis. Kamu tak bisa menghadapi kehidupan ini seorang diri. Biarkan Laura mengambil perannya dan memberimu kekuatan Ken. Karena itulah tugas seorang wanita", ucap Sam menasihati Ken.


Pada akhirnya Ken menyadari betapa bodohnya ia selama ini, ia tak menyadari bahwa selama ini yang membuatnya kuat dan bisa bertahan hingga ia mampu menggapai impiannya adalah dengan bersma Laura. Ketakutan dalam hatinya sangat kuat hingga ia membangun sebuah pembatas yang sangat besar agar Laura tak masuk didalamnya dan menemani duka yang selama ini ia tanggung.


"Bagaimana aku harus memperbaikinya kak? Aku harus mulai dari mana?", tanya Ken dengan menahan tangisnya.


" Mulailah dari dirimu sendiri. Bereskan dirimu dan hancurkan pembatas itu. Jangan memperbaikinya seorang diri, ajak istrimu bersamamu. Biarakan ia juga merasakan duka mu. Biarkan dia memeluk dan memberimu semangat yang baru", ucap Sam memberi sarannya.


Hari sudah larut, dua kakak beradik itu pulang ke rumah masing masing. Hari yang dilalui Ken cukup berat beberapa hari ini namun karena Sam dan juga nasihat dari kakaknya, Ken memilih untuk berubah demi istri dan calon anaknya kelak. Ia menyadari ketakutan dalam dirinya sangat besar.


Jantung Ken berdebar cukup kencang ketika ia telah sampai di depan pintu apartemennya. Ken berdiri didepan pintu cukup lama kala itu, entah apa yang ia pikirkan. Ketika pintu telah terbuka ia melihat ke arah Laura yang berjalan kesana kemari seperti sedang menunggu dirinya sambil menangis.


Melihat suaminya datang, Laura berjalan menghampiri Ken dan memeluknya sambil menangis. Air matanya yerus mengalir dan tangisnanya tak kunjung berhenti. Ken membalas pelukan Laura dan memeluknya lebih erat seakan tak ingin melepaskannya.


"Aku mencintai mu Ken, maafkan aku yang selalu saja seperti menuntutmu hingga kamu merasa tak nyaman. Aku takkan melakukannya lagi" ucap Laura menangis


"Jangan. Kamu berhak atasku. Tak seharusnya aku membatasimu seperti ini. Aku salah Lau, aku hanya tak ingin kamu merasakan kesedihan dan duka yang ku alami. Maafkan aku yang selalu menyembunyikan keausahan, kegelisahan dari mu. Aku benar benar ingin membuatmu bahagia, biarkan aku yang merasakan kesulitannya" ucap Ke pada Laura.

__ADS_1


Perlahan tembok kokoh yang dibangun oleh Ken runtuh. Ia tak lagi membatasi Laura untuk ikut sedih bersamanya,ia tak lagi membatasi Laura untuk berada di dekatnya saat ia mengalami keaulitan. Pada akhirnya Ken menyadari bahwa tak hanya kebahagiaan yang Laura inginkan, menjadi bagian dari kesusahan dan kesedihannya juga ikut merasakannya adalah hal yang harus ia bagi bersama Laura


__ADS_2