My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 96 | Hati yang Berbunga


__ADS_3

Pukul sembilan kurang waktu yang berdetak di pergelangan tangan Mira, mobil yang mengantarkannya telah tiba tepat didepan rumah Mira, raut wajah panik terpancar dari wajahnya dan beberapa kali ia melihat ke arah jam yang berada di pergelangan tangannya, jemarinya mengetuk ketukkan tepat di daerah dengkulnya seperti tak sabar untuk segera masuk ke dalam rumah.


“Tenanglah Mira, kita sudah sampai”, ucap Arka memperlambat lajunya karena ia sudah berada tepat di depan rumah Mira, dengan cepat Mira melepas sabuk pengaman yang mengikatnya dan membuka pintu mobil dengan sangat tergesa gesa.


“Syukurlah aku sampai tepat waktu”, ucapnya setelah turun dari mobilnya.


“Masuklah, aku akan pergi setelah melihatmu masuk ke dalam rumah”, ucap Arka lembut pada Mira dari dalam mobilnya. Mira mengangguk sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya mengucapkan selamat tinggal pada Arka yang telah mengantarkannya sampai ke rumah dengan selamat.


Mira berlari masuk kedalam rumah dengan langkahnya yang terburu buru, perasaanya bercampur antara panik dan sedikit takut. Akankah papa marah padaku? Akankah aku dilarang pulang malam? Pikirnya. Mira membuka pintu rumahnya dan ia tak melihat siapapun didalam rumah, rumah sangat sepi seperti tak berpenghuni, lampu menyala, televisi menyala namun tak ada siapapun. Hanya Bi Sumbi yang ia lihat tiba tiba menampakkan dirinya untuk membersihkan ruang tengah. Dengan napasnya yang terengah karena berlari Mira menghampiri Bi Sumbi dan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya yang tak biasanya tak terlihat pada malam ini.


“Bi, kemana papa dan mama?”, tanya Mira dengan meminum segelas air di meja, entah milik siapa itu, jika tidak kedua orang tuanya maka itu milik adiknya, Grace.


“Bapak dan Ibu ada dikamarnya non”, ucap Bi Sumbi dengan menahan tawanya sambil menutup mulut dengan kedua tangannya lalu kembali ke arah dapur untuk membereskan bagian lain dari rumah itu. Mira melihat Bi Sumbi yang berkelakuan aneh. Namun Mira tak memusingkannya karena baginya ia tak terlambat pulang kerumah.


“Ada apa? Mengapa Bi Sumbi terkekeh?”, tanya Mira menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal sambil terus melangkahkan kakinya menaiki setiap anak tangga menuju ke kamarnya.. Perlahan lahan langkah kakinya diikuti oleh senyuman yang perlahan menghiasi wajahnya yang manis. Berjalan perlahan sambil memainkan tanagnnya lalu memegangi wajahnya dengan kedua tangannya dengan terus tersenyum. Kali ini Mira benar benar merasakan cinta yang memenuhi hatinya. Seakan hatinya berbunga bunga dan mungkin tiap bunga yang selalu menghiasi rumahnya dengan aroma wangi yang disebarkan akan kalah dengan bunga yang ada di hatinya.


“AAAA... Arka benar benar sangat manis memperlakukanku hari ini”, ucapnya mempercepat langkah kaki menuju ke kamarnya untuk kembali mengingat tentang hari ini.

__ADS_1


Brraakk


Aku dan Sam saling menatap mendengar suara pintu tertutup yang berasal dari kamar Mira, menandakan bahwa Mira telah sampai ke rumah tepat pukul sembilan malam seperti apa kata Sam padanya.


“Anakmu sudah pulang”, ucapku tersenyum padanya. Sam hanya mendeham dan kembali menutup matanya lalu tidur dengan tangan yang melingkar di pinggulku yang tertutup dengan selimut cukup tebal.


“Tidurlah, kamu tak lelah?”, tanya Sam dengan deep voice milknya yang selalu membuatku terpesona. Tiap pria yang menggunakan deep voice pada wanitanya dengan lembut, pastilah mampu mmebuat wanitanya jatuh hati dan tergila gila. Itulah yang terjadi padaku, ku sentuh wajahnya dengan lembut dan mulai menutup kedua mataku perlahan.


......................


Mira sedang bahagia di kamarnya, ia terus menatap layar ponselnya sambil berguling guling diatas kasurnya dengan berteriak namun tak mengeluarkan suaranya, ia tak ingin semua orang di rumah terkejut dengan teriakan bahagianya, wajar sekali, seorang gadis yang sedang jatuh cinta pasti tingkahnya sama gilanya dengan perasaan yang ia rasakan.


Mira membalas pesan dari Arka tiap lima sampai tujuh menit sekali agar terkesan bahwa dirinya sedang cukup sibuk dan tak terkesan seperti sedang menunggu chat darinya.


Arka [ belum tidur? ]


Mira [ belum ] balasnya singkat

__ADS_1


Mira membalikkan tubuhnya menatap langit langit kamarnya dan menggerak gerakkan kedua kakinya keatas juga menggoyang goyangkan tubuhnya, ia sangat bahagia mengetahui bahwa saat ini sedang berbalas balasan dengan pria yang sangat ia sukai.


Arka [ Bisakah kamu pergi denganku akhir minggu ini? Ada sebuah film baru yang sedang tayang, bagaimana? ]


Semakin menggila rasanya, jantung Mira berdetak tak karuan ketika membaca pesan dari Arka yang mengajaknya untuk pergi menonton, aktivitas yang sering dilakukan oleh sepasang kekasih, biasanya. Mira mengangguk sangat senang. Namun sayangnya pesan itu tak terkirim pada Arka, melainkan pada Raka, saabatnya. Karena nama mereka yang cukup mirip dan waktu chat masuk Arka dan Raka bersamaan, Mira tak sengaja mengirim balasan pada Raka, yang seharusnya ditujukan pada Arka.


Raka [ Sibuk? ]


Mira [ Baiklah, aku akan mengagendakannya ]


Raka [ Mengagendakan apa? ] Tanya Raka segera setelah ia medapatkan


Mira tersadar ketika mendapatkan balasan dari Raka. Ia menepuk jidatnya dan membolakan kedua matanya, ia ragu antara membalas pesan dari Raka atau membiarkannya saja, ia menunggu beberapa saat sebelum membalas pesan dari Raka, cukup lama Mira terdiam.


Raka [ Jawablah?! Online namun tak membalas chatku?! ] gerutu Raka dalam chatnya


Mira [ Lupakanlah, aku salah mengirimkannya padamu kak ]

__ADS_1


Raka [ Jadi? Apa dia pria? Dia kekasihmu? Atau sedang mendekatimu? Siapa dia? Beritahukan padaku!! ] Balas Raka dengan cepat


Mira [ Nanti saja akan ku beritahukan padamu. Sekarang aku ingin tidur. Aku mengantuk ] Balas Mira lalu mematikan data paket juga wi fi yang terhubung ke ponselnya agar Raka tak bisa menghubunginya.


__ADS_2