
Sandiwara
Setiap hari Clara menonton berita yang menampilkan
kehebatan Kevin di dunia bisnis. Semua kekayaannya, asetnya yang diperlihatkan
Kevin membuat Clara mulai tamak. Dan mulai menyusun rencana untuk mengambil
hati pria itu lewat putri mereka. Meskipun diantara mereka sudah ada
perjanjian, tapi Clara berharap Kevin bisa jatuh cinta padanya.
Clara sengaja mengirim adik sepupunya, Rita untuk
jadi pengasuh Emilia. Selama bertahun-tahun Rita membangun kedekatan dengan
gadis kecil itu sampai Emilia percaya padanya. Bahkan mengikuti setiap kata-katanya.
Ketamakan Clara sampai harus mengorbankan putrinya
sendiri sampai sakit seperti ini untuk menghancurkan hubungan Delina dengan
orang tua Kevin. Clara ingin orang tua Kevin menganggap Delina tidak suka
dengan Emilia dan ingin menyingkirkannya.
Ali keluar dari ruang ICU, kondisi Emilia sudah
membaik. Ia perlu dirawat beberapa hari sebelum diperbolehkan pulang.
“Hubby, aku akan tetap disini menemani Emi.”kata
Delina.
“Ada Rita yang nemenin dia. Body guard ayah juga
sudah datang. Kita pulang saja ya. Ali juga akan berjaga malam ini. Besok kita
kesini lagi.”ajak Kevin memaksa Delina pulang bersamanya.
“Tapi hubby...”cegah Delina.
“Delina, kita harus selesaikan masalah ini dulu di
rumah. Ibu pasti tidak akan menerima kondisi Emi seperti ini. Kamu ngerti,
Delina.”kata Kevin membuat Delina mengangguk sedih.
Rita tersenyum licik, rencana mereka sepertinya
akan berhasil. Tinggal memanas-manasi Emilia sedikit lagi. Kevin dan Delina
kembali ke mobil Kevin setelah berpesan pada Rita untuk menjaga Emilia.
“Hubby, maaf aku sangat teledor. Aku tidak akan mengulangi
kesalahan ini lagi.”tutur Delina sedih. Air matanya sudah jatuh membasahi
pipinya.
Kevin yang sejak masuk ke dalam mobil, hanya fokus
pada ponselnya, tidak melihat Delina menangis. Ia menelpon seseorang tampak
bicara sangat serius.
“Tetap awasi mereka dengan ketat. Ingat, jangan
sampai mereka curiga.”tutup Kevin sambil meletakkan ponselnya di samping
kemudi.
Kevin melirik ke samping, ia melihat Delina
mengusap air matanya dengan kerudungnya. Tangan Kevin mengepal geram. Ia
menghidupkan mesin mobil langsung melajukan mobilnya menembus jalan raya menuju
rumah besar Alvin.
Selama dalam perjalanan, Delina terus terisak.
Kevin hanya diam, tidak berusaha menenangkan Delina. Sesekali mata Kevin
melirik spion tengah mobil, ia ingin sekali menghentikan mobilnya dan memeluk
__ADS_1
Delina. Tapi seseorang mengikuti mereka dari rumah sakit.
Sampai di rumah besar, Kevin menarik Delina keluar
dari mobil. Delina mengusap air matanya, takut dilihat Armando. Nyatanya bocah
kecil itu sudah tidur duluan. Ia lelah bermain dengan Alvin sepanjang kepergian
Delina dan Kevin ke rumah sakit.
Kevin membawa Delina masuk ke ruang kerja. Alvin
dan Amira sudah ada di dalam sana. Setelah pintu tertutup sempurna, Kevin
langsung menarik Delina ke dalam pelukannya. Diciuminya wajah Delina sampai
wanita itu kebingungan dengan sikap Kevin.
“Hu...hubby... mmm... hubby!!”pekik Delina saat
melihat Alvin dan Amira ada disana. “Malu, ada ayah sama ibu. Hubby ngapain
sich?”
Kevin langsung berlutut di kaki Delina, “Hubby,
bangun.” Delina tidak bisa bergerak saat Kevin memeluk pahanya.
“Vin, lepasin Ina dulu. Dia bingung tuch.”kata
Alvin.
“Nggak, yah. Ntar dia minta pisah lagi. Nggak mau!”kata
Kevin ngeyel.
“Hubby mau kita pisah?”tanya Delina sedih. Air
matanya hampir jatuh lagi, tapi Kevin dengan cepat berdiri menghentikan
tangisan Delina.
“Nggak, sayang. Bukan gitu maksudku. Jangan nangis
Alvin tiba-tiba mual.
“Cepetan duduk!”ketus Alvin mulai tidak sabaran.
Delina didudukkan Kevin di sofa, ia merangsek
memeluk istrinya itu sampai tubuh Delina tenggelam di pelukan Kevin. Delina
masih terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi, tapi Kevin tetap tidak mau
bicara.
“Ina, ayah takut ini akan sedikit mengejutkanmu.
Tapi Emi sakit karena Clara.”jelas Alvin.
Mata Delina membulat sempurna. Tapi Clara adalah
ibu kandung Emi. Bagaimana bisa seorang ibu tega menyakiti putrinya sendiri?
Alvin mengatakan kalau ia selalu curiga pada Clara.
Hanya dua tipe sifat manusia dalam kasus Clara, pertama Clara memang baik hati
dan yang kedua, ia sangat licik. Selama lima tahun ini Alvin melihat tidak ada
pergerakan yang berarti dilakukan Clara.
Ia hanya menjalani hidupnya dengan nyaman tanpa
perlu bekerja keras seperti sebelumnya. Itulah salah satu alasannya Clara
mempertahankan kehamilannya. Ia ingin memeras keluarga Alvin lewat Emilia.
Delina menutup mulutnya yang keceplosan mengerang.
Bukan hanya memeluk Delina, tangan Kevin mulai tidak bisa diam menyentuh bagian
tubuh Delina. Alvin berdehem menatap tajam pada Kevin. Delina memukul tangan
Kevin, ia tidak bisa konsentrasi mendengar penjelasan ayah mertuanya.
__ADS_1
Amira geleng-geleng kepala melihat tingkah Kevin,
ia melanjutkan penjelasan Alvin. Waktu Rita datang ke rumah besar sebagai baby
sitter Emilia, sebenarnya Amira sudah curiga. Ia mengirim orang untuk
menyelidiki latar belakang Rita. Mereka tidak menemukan keanehan atau kaitan
apapun dengan Clara waktu itu.
Tapi orang yang menyelidiki hal itu menemukan kalau
Rita pernah melakukan operasi wajah dan merubah namanya dari Rianti menjadi Rita.
Temuan itu baru mereka dapatkan setelah setahun Rita bekerja di rumah besar.
“Clara hanya kebetulan memiliki sepupu yang merubah
wajahnya karena kecelakaan. Ia memanfaatkan hal itu untuk menyusupkan Rita ke
rumah ini.”ujar Amira.
“Ibu nggak memberhentikan dia setelah tahu semua
ini?”tanya Delina.
Amira menggeleng, karena Alvin mengatakan kalau
memang Rita dikirim oleh Clara, mereka harus tetap pura-pura nggak tahu. Lebih
baik mengetahui siapa pengkhianatnya daripada Clara menyusupkan orang lain lagi
yang mereka tidak tahu.
Delina manggut-manggut mendengar kedua orang tua di
depannya bergantian bercerita. Tahun-tahun berikutnya, Rita tidak melakukan hal
yang membahayakan Emilia. Ia terlihat tulus menyayangi gadis kecil itu.
Kadang-kadang Rita keluar dari rumah besar saat libur. Tapi ia tidak pernah
sekalipun bertemu dengan Clara. Sepertinya mereka hanya berkomunikasi lewat
ponsel.
“Waktu tadi kamu buat es krim kacang, ibu sudah
memperhatikan gelagat Rita. Ibu memang nggak liat kapan dia naruh es krim
buatanmu ke gelas Emi, tapi ibu yakin kalau itu perbuatan Rita. Siapa lagi yang
ada di dapur selain kamu sama dia. Ibu percaya, kamu sangat tulus, Delina.”kata
Amira sambil tersenyum pada Delina.
Delina merasa terharu mendengar kata-kata Amira. Ia
kembali mewek dalam pelukan Kevin. Sungguh keluarga Kevin sangat baik padanya.
Sejak Delina mengenal mereka kemudian menjadi istri Kevin, dirinya dilimpahi
kasih sayang seperti putri sendiri di rumah besar itu. Sebuah kepercayaan yang
sampai sekarang tetap dijaga dengan baik oleh Delina.
“Mulai sekarang ayah mau kita bersandiwara. Ayah
dan ibu akan bersikap dingin sama kamu, Ina. Kita buat seolah-olah kami percaya
kalau kamu yang mencelakai Emi. Nggak usah berlebihan, biarkan mengalir. Kamu
ingat kan waktu pertama kamu tinggal di rumah ini. Sikap ayah, sikap ibu, sikap
Kevin. Seperti itulah yang akan kita lakukan.”
Delina mengangguk, saat ini ia hanya perlu
mengikuti permainan ayah mertuanya saja.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
__ADS_1