Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Sepupu Kevin


__ADS_3

PH - Sepupu Kevin


“Kamu dimana? Bisa ke klub malam ini?” tanya Kevin.


“Aku di rumah. Ya, sampai ketemu. Kau mau ditemani


siapa?” tanya Keanu sambil mengambil buku berisi puluhan foto wanita cantik


berikut hasil pemeriksaan medis mereka.


“Ada yang baru? Aku bosan dengan yang biasanya.”


kata Kevin sambil memilih pakaiannya di lemari.


“Hmm... Ada Gloria, dia baru kembali dari luar


negeri. Dia sempat mengatakan kalau dia free karena sedang liburan.” tawar


Keanu dengan santainya.


“Gloria? Boleh, pastikan dia bersih. Sampai


ketemu.” kata Kevin sambil memutus panggilan dan melempar ponselnya ke atas


sofa.


Ia harus makan malam dulu atau papanya tidak akan


mengijinkan ia keluar malam ini. Kevin mengganti pakaiannya, ia mengatur


rambutnya dengan pomade. Sekali lagi ia bercermin, penampilannya sudah


sempurna. Kevin menyemprotkan parfum ke tubuhnya, dan keluar dari kamar.


Ia berpapasan dengan Agnes yang juga akan turun untuk


makan malam. Agnes langsung merangkul lengan Kevin begitu melihat sepupunya


itu.



“Kevin, tadi aku mau bilang aku lulus audisi


bintang iklan produk kecantikan. Kamu senang kan?” kata Agnes manja.


“Hmm... Gimana sekolahmu?” tanya Kevin sambil


menuruni tangga, ia tidak menepis tangan Agnes.


“Aku sudah lulus, Vin. Kamu lupa? Sekarang aku


sudah kuliah semester 6.” ujar Agnes sambil cemberut.


Kevin tidak berkata apa-apa lagi, baginya Agnes


sudah seperti adiknya sendiri. Sejak SMA, Agnes sudah tinggal di rumah Kevin


karena ibunya, Giselle yang merupakan adik angkat Alvin, meminta agar Agnes


bisa tinggal disana dengan alasan lebih dekat ke sekolahnya. Padahal ada maksud


tersembunyi dari Giselle yang ingin menguasai harta warisan keluarga Raditya.


Giselle memaksa Agnes agar bisa menjadi sosok


wanita yang diinginkan Kevin. Agnes harus mencari tahu apa kesukaan Kevin dan


mengikuti semua kata-kata Kevin. Ia akan membenci apa yang dibenci Kevin dan


menyukai apa yang Kevin sukai. Agnes lama kelamaan menjadi seperti kembaran


Kevin.


Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Kevin dan


Agnes tidak terlalu akrab sebenarnya. Ditambah kesibukan Kevin bekerja di


perusahaan papanya dan Agnes tentu saja kuliah sekaligus bekerja sebagai model.


Tipe wanita kesukaan Kevin adalah wanita yang pintar, penurut dan juga memiliki


tubuh seperti model.


Ia akan mengejarnya kalau melihat wanita seperti


itu. Agnes sudah sangat hafal dengan kelakuan Kevin itu. Tapi apapun yang Agnes


lakukan untuk menyenangkan Kevin belum bisa meluluhkan hati Kevin yang lebih


keras dari baja.


Mereka sudah sampai di meja makan dan duduk


berdampingan. Tinggal menunggu Alvin dan Amira keluar dari kamar mereka. Lewat

__ADS_1


10 menit, kedua orang tua itu tidak kunjung keluar juga. Kevin melihat jam


tangannya dengan tidak sabaran. Perutnya sudah lapar lagi setelah makan cemilan


buatan Delina tadi.



“Mbak Sri, ibu sama ayah masih di kamar?” tanya


Kevin.


“Iya, tuan muda. Mau saya panggilkan?” tanya Sri.


“Emang mbak berani?” tanya Kevin lagi.


“Saya coba dulu, ya tuan muda.” Kata Sri lalu


berjalan mendekati kamar majikannya.


Tok, tok, tok...


“Ny. Besar, sudah waktunya makan malam.” Kata Sri


dari balik pintu.


Hening. Tidak ada tanda-tanda pintu kamar akan


dibuka.


Tok, tok, tok...


Sri mengetuk pintu sekali lagi dan Ny. Amira muncul


dari balik pintu. Sri membalik tubuhnya ketika melihat kekacauan di dalam kamar


majikannya itu.


“Maaf, Ny. Besar. Apa perlu makan malamnya saya


antarkan kesini?” tanya Sri sambil menahan senyumannya.


“Ya, Sri. Bawakan kesini sekarang. Suruh Kevin dan


Agnes untuk makan saja. Kami tidak akan keluar kamar.” Perintah Ny. Amira


dengan lesu. Ia terlihat lelah sekali.


“Baik, Ny. Besar.” Kata Sri sambil membungkuk.


mendekati meja makan, ia menghidangkan makan malam untuk Kevin dan Agnes.


“Mana ayah?” tanya Kevin pada Sri.


“Tuan Besar dan Ny. Besar tidak bisa keluar kamar,


tuan muda.” jelas Sri sambil meletakkan piring makan untuk kedua majikannya di


atas nampan.


“Kenapa?” tanya Kevin lagi sambil mulai memakan


makanannya.


“Tuan muda sepertinya lebih tahu.” ujar Sri sambil


tersenyum penuh arti.


“Oh, tidak...” kata Kevin sambil meminum air di


gelasnya.


Ia hampir tersedak mendengar kata-kata Sri. Kevin


melihat Sri membawakan makan malam ke dalam kamar orang tuanya dan keluar dari


sana dengan wajah merah. Agnes menatap Kevin kepo, ia mulai mengejar Kevin


minta penjelasan. Ia sampai menggelayut di lengan Kevin, membuat pria itu mulai


kesal.


“Anak kecil, makan saja. Cerewet sekali!” hardik


Kevin pada Agnes.


Agnes cemberut mendapat bentakan dari Kevin.


Sepupunya ini memang galak sekali dan gak pandang bulu kalau udah marah. Mereka


makan dalam diam, sampai Kevin selesai makan dan bangkit berdiri.


“Kau mau kemana?” tanya Agnes ketika melihat Kevin


mengambil kunci mobilnya.

__ADS_1


“Bukan urusanmu!” hardik Kevin lagi.


Agnes cemberut lagi dibentak Kevin, tapi ia hanya


menatap kepergian Kevin tanpa berniat mengejarnya. Coba saja kalau mamanya


disini, dia harus mengejar Kevin dan minta ikut padanya.


*****


Kevin masuk ke mobil mewahnya. Ia menyalakan mobil


itu dan penjaga dengan sigap membuka pintu gerbang. Kevin menjalankan mobilnya


menuju klub malam langganannya. Sesekali ia tersenyum mengingat rasa kopi dan


juga roti bakar buatan Delina.


“Heh. Gadis kampungan tapi kopi buatannya enak


sekali.” kata Kevin saat mobilnya terhenti karena lampu merah.


Sampai di klub malam, suasana belum terlalu ramai.


Kevin melihat mobil Keanu sudah ada disana. Ia memarkir mobilnya tepat


dihadapan mobil Keanu terparkir.


Kevin berjalan masuk ke dalam klub. Ia langsung


melihat Keanu sudah duduk di tempat favorit mereka bersama seorang gadis seksi.


“Yo, Vin!” panggil Keanu.


Kevin mendekat dan langsung duduk di samping gadis


yang dikatakan Keanu di telpon tadi.


“Hai, Kevin sayang.” sapa Gloria sambil nemplok di


dada Kevin.


“Hai, babe. Sudah pesan minuman?” tanya Kevin


menikmati rabaan Gloria di tubuhnya.


“Aku sudah pesan minumannya. Bukannya papamu di


rumah, kenapa kau bisa keluar?” tanya Keanu kepo.


“Heh! Papa mengurung mama di dalam kamar, bahkan


tidak keluar untuk makan malam. Mana mau tau aku pergi atau tidak? Lagian ada


si cantik ini... babe.” goda Kevin memasukkan tangannya ke balik rok mini


Gloria.


“Kevin, kau nakal sekali. Aku dulu, sayang.”


Keanu menatap malas pada kedua mahluk hidup di


depannya. Kevin beranjak dari duduknya bersama Gloria, bahkan minuman mereka


belum datang. Keanu dengan sigap menyodorkan pengaman pada Kevin.


Mereka berdua masuk ke salah satu kamar khusus


untuk pelanggan VVIP yang ada di klub malam itu. Gloria langsung membuka


kancing kemeja Kevin, ia meraba ABS Kevin sampai ke otot dibawah sana.


“Aku ke toilet dulu ya, sayang. Duduk situ


bentar.”ujar Gloria mendorong Kevin ke atas ranjang.


Kevin duduk santai menunggu kejutan untuknya. Saat


pintu kamar mandi terbuka, Kevin mengernyitkan keningnya mencium bau parfum


yang keluar dari tubuh Gloria. Wanita itu berjalan keluar kamar mandi tanpa


busana.


“Kau pakai parfum apa?! Baunya gak enak!!” hardik


Kevin.


“Aku gak pakai parfum, sayang. Aku dah siap nich.”


Kata Gloria sambil berpose sensual.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2