
PH - Sepupu Kevin
“Kamu dimana? Bisa ke klub malam ini?” tanya Kevin.
“Aku di rumah. Ya, sampai ketemu. Kau mau ditemani
siapa?” tanya Keanu sambil mengambil buku berisi puluhan foto wanita cantik
berikut hasil pemeriksaan medis mereka.
“Ada yang baru? Aku bosan dengan yang biasanya.”
kata Kevin sambil memilih pakaiannya di lemari.
“Hmm... Ada Gloria, dia baru kembali dari luar
negeri. Dia sempat mengatakan kalau dia free karena sedang liburan.” tawar
Keanu dengan santainya.
“Gloria? Boleh, pastikan dia bersih. Sampai
ketemu.” kata Kevin sambil memutus panggilan dan melempar ponselnya ke atas
sofa.
Ia harus makan malam dulu atau papanya tidak akan
mengijinkan ia keluar malam ini. Kevin mengganti pakaiannya, ia mengatur
rambutnya dengan pomade. Sekali lagi ia bercermin, penampilannya sudah
sempurna. Kevin menyemprotkan parfum ke tubuhnya, dan keluar dari kamar.
Ia berpapasan dengan Agnes yang juga akan turun untuk
makan malam. Agnes langsung merangkul lengan Kevin begitu melihat sepupunya
itu.
“Kevin, tadi aku mau bilang aku lulus audisi
bintang iklan produk kecantikan. Kamu senang kan?” kata Agnes manja.
“Hmm... Gimana sekolahmu?” tanya Kevin sambil
menuruni tangga, ia tidak menepis tangan Agnes.
“Aku sudah lulus, Vin. Kamu lupa? Sekarang aku
sudah kuliah semester 6.” ujar Agnes sambil cemberut.
Kevin tidak berkata apa-apa lagi, baginya Agnes
sudah seperti adiknya sendiri. Sejak SMA, Agnes sudah tinggal di rumah Kevin
karena ibunya, Giselle yang merupakan adik angkat Alvin, meminta agar Agnes
bisa tinggal disana dengan alasan lebih dekat ke sekolahnya. Padahal ada maksud
tersembunyi dari Giselle yang ingin menguasai harta warisan keluarga Raditya.
Giselle memaksa Agnes agar bisa menjadi sosok
wanita yang diinginkan Kevin. Agnes harus mencari tahu apa kesukaan Kevin dan
mengikuti semua kata-kata Kevin. Ia akan membenci apa yang dibenci Kevin dan
menyukai apa yang Kevin sukai. Agnes lama kelamaan menjadi seperti kembaran
Kevin.
Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Kevin dan
Agnes tidak terlalu akrab sebenarnya. Ditambah kesibukan Kevin bekerja di
perusahaan papanya dan Agnes tentu saja kuliah sekaligus bekerja sebagai model.
Tipe wanita kesukaan Kevin adalah wanita yang pintar, penurut dan juga memiliki
tubuh seperti model.
Ia akan mengejarnya kalau melihat wanita seperti
itu. Agnes sudah sangat hafal dengan kelakuan Kevin itu. Tapi apapun yang Agnes
lakukan untuk menyenangkan Kevin belum bisa meluluhkan hati Kevin yang lebih
keras dari baja.
Mereka sudah sampai di meja makan dan duduk
berdampingan. Tinggal menunggu Alvin dan Amira keluar dari kamar mereka. Lewat
__ADS_1
10 menit, kedua orang tua itu tidak kunjung keluar juga. Kevin melihat jam
tangannya dengan tidak sabaran. Perutnya sudah lapar lagi setelah makan cemilan
buatan Delina tadi.
“Mbak Sri, ibu sama ayah masih di kamar?” tanya
Kevin.
“Iya, tuan muda. Mau saya panggilkan?” tanya Sri.
“Emang mbak berani?” tanya Kevin lagi.
“Saya coba dulu, ya tuan muda.” Kata Sri lalu
berjalan mendekati kamar majikannya.
Tok, tok, tok...
“Ny. Besar, sudah waktunya makan malam.” Kata Sri
dari balik pintu.
Hening. Tidak ada tanda-tanda pintu kamar akan
dibuka.
Tok, tok, tok...
Sri mengetuk pintu sekali lagi dan Ny. Amira muncul
dari balik pintu. Sri membalik tubuhnya ketika melihat kekacauan di dalam kamar
majikannya itu.
“Maaf, Ny. Besar. Apa perlu makan malamnya saya
antarkan kesini?” tanya Sri sambil menahan senyumannya.
“Ya, Sri. Bawakan kesini sekarang. Suruh Kevin dan
Agnes untuk makan saja. Kami tidak akan keluar kamar.” Perintah Ny. Amira
dengan lesu. Ia terlihat lelah sekali.
“Baik, Ny. Besar.” Kata Sri sambil membungkuk.
mendekati meja makan, ia menghidangkan makan malam untuk Kevin dan Agnes.
“Mana ayah?” tanya Kevin pada Sri.
“Tuan Besar dan Ny. Besar tidak bisa keluar kamar,
tuan muda.” jelas Sri sambil meletakkan piring makan untuk kedua majikannya di
atas nampan.
“Kenapa?” tanya Kevin lagi sambil mulai memakan
makanannya.
“Tuan muda sepertinya lebih tahu.” ujar Sri sambil
tersenyum penuh arti.
“Oh, tidak...” kata Kevin sambil meminum air di
gelasnya.
Ia hampir tersedak mendengar kata-kata Sri. Kevin
melihat Sri membawakan makan malam ke dalam kamar orang tuanya dan keluar dari
sana dengan wajah merah. Agnes menatap Kevin kepo, ia mulai mengejar Kevin
minta penjelasan. Ia sampai menggelayut di lengan Kevin, membuat pria itu mulai
kesal.
“Anak kecil, makan saja. Cerewet sekali!” hardik
Kevin pada Agnes.
Agnes cemberut mendapat bentakan dari Kevin.
Sepupunya ini memang galak sekali dan gak pandang bulu kalau udah marah. Mereka
makan dalam diam, sampai Kevin selesai makan dan bangkit berdiri.
“Kau mau kemana?” tanya Agnes ketika melihat Kevin
mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1
“Bukan urusanmu!” hardik Kevin lagi.
Agnes cemberut lagi dibentak Kevin, tapi ia hanya
menatap kepergian Kevin tanpa berniat mengejarnya. Coba saja kalau mamanya
disini, dia harus mengejar Kevin dan minta ikut padanya.
*****
Kevin masuk ke mobil mewahnya. Ia menyalakan mobil
itu dan penjaga dengan sigap membuka pintu gerbang. Kevin menjalankan mobilnya
menuju klub malam langganannya. Sesekali ia tersenyum mengingat rasa kopi dan
juga roti bakar buatan Delina.
“Heh. Gadis kampungan tapi kopi buatannya enak
sekali.” kata Kevin saat mobilnya terhenti karena lampu merah.
Sampai di klub malam, suasana belum terlalu ramai.
Kevin melihat mobil Keanu sudah ada disana. Ia memarkir mobilnya tepat
dihadapan mobil Keanu terparkir.
Kevin berjalan masuk ke dalam klub. Ia langsung
melihat Keanu sudah duduk di tempat favorit mereka bersama seorang gadis seksi.
“Yo, Vin!” panggil Keanu.
Kevin mendekat dan langsung duduk di samping gadis
yang dikatakan Keanu di telpon tadi.
“Hai, Kevin sayang.” sapa Gloria sambil nemplok di
dada Kevin.
“Hai, babe. Sudah pesan minuman?” tanya Kevin
menikmati rabaan Gloria di tubuhnya.
“Aku sudah pesan minumannya. Bukannya papamu di
rumah, kenapa kau bisa keluar?” tanya Keanu kepo.
“Heh! Papa mengurung mama di dalam kamar, bahkan
tidak keluar untuk makan malam. Mana mau tau aku pergi atau tidak? Lagian ada
si cantik ini... babe.” goda Kevin memasukkan tangannya ke balik rok mini
Gloria.
“Kevin, kau nakal sekali. Aku dulu, sayang.”
Keanu menatap malas pada kedua mahluk hidup di
depannya. Kevin beranjak dari duduknya bersama Gloria, bahkan minuman mereka
belum datang. Keanu dengan sigap menyodorkan pengaman pada Kevin.
Mereka berdua masuk ke salah satu kamar khusus
untuk pelanggan VVIP yang ada di klub malam itu. Gloria langsung membuka
kancing kemeja Kevin, ia meraba ABS Kevin sampai ke otot dibawah sana.
“Aku ke toilet dulu ya, sayang. Duduk situ
bentar.”ujar Gloria mendorong Kevin ke atas ranjang.
Kevin duduk santai menunggu kejutan untuknya. Saat
pintu kamar mandi terbuka, Kevin mengernyitkan keningnya mencium bau parfum
yang keluar dari tubuh Gloria. Wanita itu berjalan keluar kamar mandi tanpa
busana.
“Kau pakai parfum apa?! Baunya gak enak!!” hardik
Kevin.
“Aku gak pakai parfum, sayang. Aku dah siap nich.”
Kata Gloria sambil berpose sensual.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.