Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 52


__ADS_3

“Hubby, tunggu.”Delina mendekati Kevin yang


berhenti berjalan. “Aku siapkan air mandi dulu ya.”


Kevin membiarkan Delina melakukan apa yang ia


inginkan. Ia sangat merindukan Delina, hingga melihatnya ada di apartment itu,


membuat Kevin sangat senang. Kevin hampir menarik Delina dalam pelukannya, tapi


ia harus menahan dirinya atau Delina akan pergi darinya.


Delina mengisi bathup dengan air hangat dan


menuangkan aromatheraphy. Kevin melepaskan kemejanya, hampir meletakkan kemeja


kotor itu ke keranjang cucian, tapi Delina sudah mengambilnya lebih dulu. Ia


menatap wajah Kevin yang brewokan.


“Hubby, dimana krim cukurnya?”


Kevin celingukan mencari diatas wastafel tapi tidak


menemukannya. “Kayaknya uda habis ya. Aku gak kepikiran beli. Biarin aja.”


Delina keluar dari kamar mandi, ia mengambil tas


yang tadi dibawanya. Ada krim cukur, pisau cukur, samphoo dan sabun yang biasa


dipakai Kevin.


“Kamu bawa isi kamar mandi?”tanya Kevin heran.


“Iya. Airnya udah penuh, hubby. Masuk sana.”


Kevin menatap Delina sambil membuka celananya,


Delina menutup matanya dengan kerudung yang ia pakai. “Aku sudah masuk, kamu


bisa buka mata.” Kevin bersandar dengan nyaman, air hangat, aromatheraphy dan


gelembung sabun sangat sempurna untuk merilekskan tubuhnya yang penat.


Delina mendekati Kevin membawa perlengkapan yang


dibawanya tadi. Ia mengoleskan krim cukur ke dagu dan bawah hidung Kevin.


“Kamu bisa nyukur, Delina?”Kevin agak ngeri melihat

__ADS_1


Delina mengelap pisau cukurnya yang sangat tajam. Salah-salah lehernya bisa


terluka.


“Aku akan pelan-pelan, hubby. Diam ya. Jangan


bergerak.”


Kevin berendam dengan tenang, ia memperhatikan


detail wajah Delina yang sangat dekat dengannya. Aroma wangi tubuh Delina,


membuat Kevin mengantuk.


“Hubby, jangan tidur dulu. Siapa yang bersih-bersih


disini?”tanya Delina mengajak Kevin bicara.


Kevin merasakan dinginnya pisau cukur mengenai


dagunya. Ia mengatakan kalau ada pelayan yang dikirim setiap hari untuk


membersihkan apartmentnya. Kalau makanan, ia biasanya makan di kantor kalau


inget dan kebanyakan lupanya.


“Aku takut kembali ke rumah, Delina. Aku tahu kamu


apa-apa. “Kamu sama siapa kesini?”


“Ali yang nganter tadi. Tapi dia ke rumah sakit ada


panggilan darurat.”


Suasananya sangat sepi di kamar mandi itu, Kevin


tidak tahu lagi mau bicara apa. Ia diam menunggu Delina menyelesaikan mencukur


kumis dan jenggotnya.


“Aku udah gak marah, hubby. Tapi jangan diulangi


ya. Aku baru pertama kali dicium sama suamiku. Harusnya reaksiku gak berlebihan


gitu ya. Selama 5 hari ini, kenapa hubby gak pulang?”


“Aku takut kamu minta cerai kalau ketemu aku. Jadi aku


milih pulang kesini.”

__ADS_1


Delina mengelap wajah Kevin yang sudah bersih


kembali. Ia ingin mengeramasi Kevin sekarang. Pijatan Delina di kepalanya,


membuat Kevin beneran tertidur sekarang.


“Hubby bangun dong. Bilas dulu.”Delina mengguncang


bahu Kevin.


“Aku ngantuk. Lima menit lagi.”


“Sebentar aja, hubby. Bangun, sini aku pegangin.”


Kevin mendengus kesal, ia bangun dari bathup tanpa


peringatan.”Hiii..!!” Delina shock melihat apa yang seharusnya boleh ia lihat


sekarang. Ia cepat-cepat menutup matanya dengan kerudungnya. Kevin menarik


tangan Delina masuk ke bawah shower.


Delina merasakan air hangat membasahi kerudung dan


pakaiannya. “Hubby! Matikan airnya! Lepasin!” Delina meronta meraba mencari


kran air di dinding. “Hii!!” Ia salah memutar kran air dingin. Tubuh Delina


mulai menggigil kedinginan.


“Makanya diem. Tenang, Delina. Jangan memancingku


untuk menciummu lagi.”


Delina berhenti meronta, ia menyilangkan tangannya


di depan dada. Pakaian Delina sudah basah, memperlihatkan samar pakaian


dalamnya. Kevin menelan salivanya melihat tubuh Delina. Biar bagaimanapun, Delina


sudah jadi istrinya. Kevin memendam hasrat ingin memiliki Delina.


“Delina, sekali lagi. Boleh aku menciummu sekali


saja.”pinta Kevin dengan suara serak.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2