Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Jatuh cinta


__ADS_3

PH - Jatuh cinta


Kevin menyiram bajunya dengan minuman yang tersisa


di gelasnya. Membuat tubuhnya bau alkohol yang sangat menyengat. Keanu menepuk


jidatnya, ia akan ke rumah Kevin besok untuk melihat sendiri sosok wanita yang


membuat bos sekaligus sahabat dekatnya itu berubah.


*****


Delina mendadak berhenti melakukan aktifitasnya


merapikan pakaiannya di dalam lemari. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri,


memastikan tidak ada siapa-siapa di kamar itu.


“Kenapa tiba-tiba horor gini ya?”kata Delina pada


dirinya sendiri.


Ia melirik jam dinding diatas mesin jahit sudah


hampir jam 11 malam. Belum ada tanda-tanda Kevin akan pulang. Tapi baru saja


Delina akan merapikan lemarinya lagi, terdengar suara mesin mobil masuk ke


garasi.


Delina segera berlari keluar dari kamarnya dan


membuka pintu depan. Ia melihat Kevin bersandar di pintu depan dan hampir


jatuh. Delina dengan sigap menahan tubuh Kevin itu. Bau menyengat membuat


kening Delina mengernyit.


*Kenapa tuan mudanya ini bau sekali?*


“Selamat datang, tuan muda.”sapa Delina sambil


mencoba menahan tubuh Kevin.


Kevin tersenyum tipis, ia bisa sepuas-puasnya


menghirup aroma wangi dari tubuh Delina. Kevin pura-pura mabuk, ia memegangi


kepalanya. Dibantu Delina, Kevin berjalan menuju kamarnya. Sesekali Kevin


melemaskan tubuhnya agar bisa memeluk Delina. Dan Delina harus berusaha sekuat


tenaga menahan tubuh Kevin agar mereka berdua tidak jatuh.


Keringat membasahi kening Delina, ia mencoba


mengatur nafasnya yang mulai ngos-ngosan. Mereka hampir sampai di kamar Kevin.


“Tuan muda, tolong sadar. Tuan berat sekali.”kata


Delina di telinga Kevin.


Suara lembut Delina membuat telinga Kevin memerah.


Hasratnya mulai terpancing. Kevin menyudutkan Delina ke dinding sebelum pintu


kamarnya. Ia mulai mencium leher Delina yang masih tertutup kerudungnya.


Delina refleks mendorong tubuh Kevin dan


menghindar. Kepala Kevin membentur dinding, ia meringis kesakitan dan hampir


mengumpat pada Delina, tapi cepat-cepat berpura-pura lagi.


“Maaf, tuan muda tapi anda tidak sopan.”kata


Delina.


”Sempatnya kamu minta maaf, lihat saja sebentar


lagi. Akan kubuat kau mendesah dibawahku.”seringai Kevin licik.


Delina membantu Kevin lagi. Biar bagaimanapun dia


gak mungkin membiarkan tuan mudanya itu diluar kamar semalaman.


“Tuan muda, kenapa mabuk-mabukan gini sich? Gak


sayang sama badan ya.”kata Delina lagi.

__ADS_1


Delina membuka pintu kamar Kevin, ia membawa Kevin


sampai ke tempat tidurnya. Hati-hati sekali Delina mendudukkan dan membaringkan


Kevin di atas tempat tidurnya. Kevin tertegun merasakan kelembutan Delina. Belum


pernah ada yang memperlakukannya selembut itu kalau dia sedang mabuk.


Keanu akan melemparnya ke atas kasur dan membiarkan


mbak Sri mengganti bajunya. Kevin merasakan Delina melepas sepatu dan kaos


kakinya. Delina mencium bau menyengat Kevin menempel di kerudungnya. Ia berjalan


masuk ke walk in closet dan kembali membawa sesuatu.


Kevin mengintip dari sudut matanya saat Delina


masuk ke kamar mandi dan keluar membawa baskom berisi air.


“Tuan muda, maaf sekali. Saya harus buka baju tuan


kalau nggak tuan bisa masuk angin pake baju basah.”kata Delina lembut.


Nyes! Hati Kevin terasa sejuk mendengar kata-kata Delina.


Ia merasa bersalah sempat berpikir mesum tadi. Delina melihat tubuh Kevin


menggigil, ragu-ragu ia membuka satu persatu kancing kemeja Kevin. Delina menarik


tangan Kevin agar tubuhnya terduduk dan ia bisa meloloskan kemeja Kevin dari


tubuhnya.


Delina menyandarkan tubuh Kevin ke tubuhnya. Ia


mengambil handuk kecil dan membasahinya dengan air hangat. Kevin bisa merasakan


tubuh dan tangan Delina gemetar ketika mengelap punggungnya. Tapi ia merasa


senang bisa menghirup aroma tubuh Delina.


Setelah merasa cukup, Delina menarik handuk kering


dan bathrobe. Ia memakaikan bathrobe ke tubuh Kevin dan lanjut mengelap tubuh


bagian depannya. Kevin melihat wajah Delina memerah di bagian pipinya saat


*Dia manis sekali kalau malu-malu gitu.*


Selesai membersihkan tubuh atas Kevin, Delina


lanjut membuka gesper sabuk Kevin. Ia melakukannya lebih cepat dan menurunkan


celana Kevin setelah menutupinya dengan bathrobe. Jantung Kevin berdebar


kencang saat Delina tidak sengaja menyentuh kegagahannya.


”Jangan lihat. Shit! Dia bangun!”teriak Kevin


dalam hati.


Delina melihat sesuatu bergerak di balik bathrobe


Kevin. Ia segera menutup tubuh Kevin dengan selimut dan membereskan alat-alat


disekitarnya. Seperti teringat sesuatu, Delina kembali ke dalam kamar mandi


membawa handuk kecil. Ia membuka mini bar di kamar Kevin dan mengambil kaleng


minuman di dalam sana.


“Apa dia mau minum malam-malam begini?”


Delina mendekati Kevin lagi, ia membungkus kaleng


itu dengan handuk dan menempelkannya di kening Kevin.


“Ugh...sss. sakit.”rintih Kevin yang merasakan


dingin di keningnya tempat ia terbentur tadi.


“Maaf, tuan muda. Saya akan hati-hati.”kata Delina


sambil meniup kening Kevin.


Rasa sakit yang dirasakan Kevin pada kepalanya langsung


hilang ditiup Delina. Ia memegang tangan Delina yang menyentuh pipinya dan

__ADS_1


meletakkannya di keningnya.


“Taruh disitu sebentar.”lirih Kevin.


*Tangannya halus sekali.*


Kevin membuka matanya saat Delina menarik tangannya


dan duduk sedikit menjauh darinya.


“Kamu ngapain?”tanya Kevin dingin.



“Tuan muda sudah bangun. Saya ambilkan air ya.”kata


Delina sambil tersenyum.


Delina menyodorkan gelas minum pada Kevin setelah


membantu Kevin duduk. Ia membantu Kevin berbaring lagi dan menyelimutinya.


“Tuan muda silakan istirahat. Saya keluar dulu.”


Kevin tidak ingin Delina pergi dari sana, ia


mengaduh lagi dan Delina dengan cepat menempelkan handuk dingin ke kening


Kevin.


“Tetap disini. Kepalaku sakit.”pinta Kevin.


“Tuan muda, tidak baik laki-laki dan perempuan yang


belum menikah berada dalam satu kamar terlalu lama. Saya mohon tuan muda


mengerti.”jelas Delina dengan lembut.


“Kau berani melawanku?!”hardik Kevin.


“Saya hanya mengatakan yang sebenarnya, tuan muda.


Kalau tuan muda marah, silahkan pecat saja saya. Saya permisi.”


Kevin meradang ketika mendengar kata-kata Delina,


ia menarik tangan Delina dengan kasar dan menjatuhkan tubuh gadis itu ke atas


tempat tidurnya. Mata Delina terbelalak saat Kevin mengukungnya dengan kedua


lengan kekarnya.


Kevin menatap mata jernih Delina yang melotot


padanya. Wajah cantik Delina dengan rona merah di pipinya. Bibir yang terbuka


sedikit berwarna merah muda yang tampak lembab. Kevin ingin mencicipi bibir


mungil itu.



“Tuan muda, tolong lepaskan saya. Tuan muda, jangan


mendekat!”jerit Delina sambil memiringkan tubuhnya.


Kevin melihat tubuh Delina gemetar dan memilih


menjatuhkan dirinya di samping Delina.


“Keluar!”bentak Kevin tanpa melihat Delina.


Delina ingin bangun, tapi kerudung dan pakaiannya


ditimpa Kevin. Dengan susah payah Delina menarik pakaian dan kerudungnya


sebelum turun dari atas ranjang Kevin dan berlari keluar kamar Kevin.


Kevin tertawa melihat kekonyolan yang baru saja ia


lakukan. Tubuhnya berbalik tengkurap di tempat Delina terbaring tadi. Ia


menggosokkan hidungnya ke tempat tidurnya dan perlahan mulai terlelap setelah


menghirup aroma tubuh Delina yang menempel di tempat tidurnya.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel

__ADS_1


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2