Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 68


__ADS_3

Delina minta Kevin bercerita tentang kehidupannya


sebelum bertemu Delina. Kevin meyakinkan Delina dulu apa ia akan marah padanya


atau tidak karena masa lalu Kevin bisa dibilang sedikit nakal. Delina


menggeleng, siap mendengarkan daripada Kevin memaksa melakukan itu.


Kevin mulai bercerita bagaimana kenakalannya dulu.


Ia sering mengabaikan pekerjaan dan mencuri waktu untuk keluyuran di luar


bersama wanita teman kencannya. Tak terhitung lagi berapa banyak uang yang


sudah dihabiskan Kevin sampai ayahnya selalu mengamuk melihat tagihan kartu


kreditnya membengkak.


Kevin selalu membelikan barang-barang mewah untuk


teman kencannya yang tentu saja harganya tidak murah, “Hubby boros sekali.


Lagian kenapa juga harus barang-barang mewah seperti itu. Toh sama saja bakalan


rusak. Dibuang dech, buang-buang uang.”cerocos Delina.


Kevin tersenyum, ia menempelkan keningnya ke kening


Delina. Kevin sadar kalau istrinya ini dari keluarga tidak mampu. Bahkan untuk hidup


saja, ia harus berjuang siang dan malam menjahit kebaya. “Trus, hubby dapet apa


kalo uda beliin mereka barang-barang itu?” Delina menyebut mereka dengan santai


meskipun hatinya nyeri mendengar masa lalu Kevin dengan banyak wanita.


“Ya, itu...”Kevin terdiam memilih kata yang tepat,


ia menimbang harus jujur atau mengelak saja. Delina yang tidak sabaran,


menoel-noel perut Kevin.


“Aah...”desah Kevin di telinga Delina. “Sayang,


kamu mau tahu apa yang kudapatkan?”


Delina mengangguk ragu, ia melihat tatapan mata


Kevin kembali seperti tadi saat mencumbunya. Kevin mengarahkan tangan Delina


lebih kebawah, ia meminta Delina mengikuti petunjuknya. Tangan Delina sedikit


gemetar tapi ia memberanikan dirinya. Kevin pernah memaksanya melakukan itu


dulu, tapi kali ini Delina bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi


sebenarnya.


Kevin belingsatan merasakan nikmat di pusat


kegagahannya, Delina benar-benar melakukan apa yang ditunjukkan Kevin tadi


dengan baik. Meskipun dengan wajah merona dan bingung disaat bersamaan, ekspresi


wajah Delina tampak seksi di mata Kevin.


Delina sempat menghentikan tangannya saat Kevin


mencium bibirnya, tapi Kevin memintanya melanjutkan apa yang sedang ia lakukan.


Tak lama Kevin mengerang, kedua tangannya menyentuh dada Delina, membuat Delina


mengerang juga.


Kevin terbaring, memejamkan matanya, Delina baru


saja membantunya melepaskan hasratnya tanpa penyatuan. “Tanganku basah, hubby.”


“Makasih, sayang. Itu calon anak kita.”kata Kevin


melihat wajah bingung Delina. “Kalau itu masuk kesini, akan jadi anak kita


kelak.”

__ADS_1


“Gimana cara masukinnya?”tanya Delina polos.


Seringai mesum muncul di wajah Kevin, ia hampir


mengukung Delina tapi ketukan di pintu kamar hotel, membuatnya menoleh. Kevin


mengambil bathrobe yang tadi dipakai Delina, menutupi tubuh polosnya. Ia


membuka pintu sedikit, wajah Keanu yang kepo muncul dari depan pintu.


“Hai, bos. Sibuk?”Keanu mendongak ingin melihat apa


yang sudah terjadi di dalam sana.


“Ngapain lo kesini? Ganggu!”bentak Kevin ketus.


“Eh, lo nyuruh gue beli bikini sama baju ganti. Ya,


udah kalo gak mau.”tungkas Keanu hampir berbalik.


“Mana?”pinta Kevin dengan wajah juteknya.


“Kasi tau dulu uda gol berapa kali?”


“Belum gol.”saut Kevin dengan wajah nelangsa. “Pake


tangan aja, itupun baru sekali.”


“Buahahahahahaha... selama ini, udah sampe malem


juga. Harusnya Delina udah gak bisa jalan. Lo banyak berubah ya. Udah tobat,


lo?”


“Sialan berani ngatain gue. Gue sumpahin jom...”


“Eits, gak boleh nyumpahin gue gitu atau gue


sumpahin balik lo gak bisa gituan sama Delina.”potong Keanu cepat.


“Lo...!”hardik Kevin makin kesal.


“Lo duluan yang mulai. Gue akan nikahin cewek


pertama yang ketemu gue habis ini. Biar gak jomblo lagi.”


ini.”


Kevin mengambil paper bag di tangan Keanu dengan


cepat, ia hampir menutup pintu kamar tapi Keanu sudah memberi tahunya kalau


mereka harus segera kembali sebelum malam semakin larut.


Kevin berbalik menatap Delina yang berada di bawah


selimut, wanita itu mengerubungi dirinya dengan selimut sampai hanya terlihat


matanya saja.


“Kamu ngapain sich?”


“Aku takut tuan Keanu masuk kesini. Aku kan belum


pake baju, hubby.”


“Gak akan kubiarkan dia masuk. Akan kuhajar dia


kalau berani melihatmu, atau menyentuhmu. Kau millikku, Delina.”


Keanu meletakkan paper bag diatas ranjang, ia


mengeluarkan isinya. Delina melihat dress panjang berwarna hijau yang sangat


indah di matanya. Ia melepaskan selimutnya, meraih dress itu. “Bagus sekali,


hubby.”


Delina fokus memperhatikan detail dress di


tangannya, ia melupakan tubuh polosnya sedang di scan Kevin. “Coba pake


ini.”Kevin menyodorkan satu set bikini pada Delina.

__ADS_1


“Apa ini, hubby? Baju dalem? Tapi bentuknya aneh


banget. Gimana cara pakenya?”


Kevin membantu Delina memakai bikini itu. Ia


menelan salivanya kasar melihat kemolekan tubuh mulus Delina, Kevin berusaha


menahan hasratnya. Setelah selesai memakaikan bikini pada Delina, hasratnya


benar-benar tidak bisa dibendung lagi. Kevin memagut bibir Delina sedikit


kasar. Ia menyesap rasa manis dari bibir Delina, keningnya mengkerut merasakan ada


darah di bibir Delina.


“Hubby, sakit. Pelan-pelan dong.”


Kevin menjauhkan kepalanya, melihat bibir Delina


jontor dengan sedikit darah di permukaannya. Kevin menggeram kesal. Ia hanya


ingin melalui malam pertama dengan Delina setelah mengetahui perasaan istrinya


itu padanya, tapi banyak banget cobaannya.


Akhirnya Kevin memakaikan dress panjang yang


tergeletak di atas ranjang pada Delina. Dirapikannya rambut Delina, lalu


memasangkan kerudung panjang yang senada. “Delina, aku boleh kan melakukannya?


Meminta hakku sebagai suamimu.”


“Iya, hubby.”


“Bisakan perjanjian itu kita batalkan? Aku mau


bersamamu selamanya.”


“Selamanya?”


Kevin mengangguk, ia tersenyum senang melihat Delina


juga mengangguk. Sungguh ia belum ingin pulang sekarang, tapi mereka harus


segera kembali.


Setelah keduanya siap, Keanu memberi tahu kalau ia


sudah menunggu di lobby dan mengancam akan meninggalkan Kevin dan Delina kalau


tidak segera turun. Mereka segera menemui Keanu di bawah.


Pukul 20.30, mereka sampai di rumah besar. “Delina,


bangun sayang. Kita sudah sampai.” Kevin membangunkan Delina yang ketiduran


tadi. Delina membuka matanya melihat keluar jendela, mereka memang sudah


sampai. Kevin menuntun Delina turun, Keanu dan sopir langsung berlalu karena


hari sudah malam.


Sampai di dalam rumah, Kevin dan Delina melihat


sekeliling rumah yang sepi. Seharusnya Alvin dan Amira masih ada di meja makan


sekarang. “Kita ke kamar aja ya. Kamu pasti capek.”ajak Kevin. Delina


mengangguk, ia memang sudah lelah duduk di dalam mobil terlalu lama. Meskipun


sempat tertidur, tubuhnya tetap lelah.


“Kevin...! Delina...!”


Keduanya menoleh ke arah orang yang memanggil


Kevin. Kevin menelan salivanya melihat siapa orang itu. Sementara Delina jadi


gugup melihat orang itu. Ia mengeratkan pegangan tangannya pada Kevin.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2