
Delina menoleh saat pintu apartment Kevin terbuka
dan Kevin masuk kesana. Ia meletakkan tasnya di atas meja dan menjatuhkan
tubuhnya di sofa. Tangannya menarik dasi di lehernya dengan mata terpejam.
“Huft!”hembus Kevin yang merasa sangat lelah. Ia
memijat kepalanya yang berdenyut sakit. Tiba-tiba Kevin merasakan pijatan
nyaman di kepalanya. Pijatan itu membuat sakit kepalanya mereda dan tubuhnya
jadi rileks kembali. Kevin baru sadar kalau apartmentnya dipenuhi wangi Delina.
Ia tidak bisa menahan rasa kantuknya dan hampir tertidur kalau tidak menyadari
ada yang aneh.
“Delina?!”Kevin membuka matanya dan melihat sosok
Delina di belakangnya. “Kamu disini.”Kevin duduk tegak dari rebahannya. Ia
takut Delina datang untuk meminta cerai darinya. Delina menarik bahu Kevin agar
rebahan lagi. Ia kembali memijat kepala Kevin.
"Hubby
sudah makan? Kenapa hubby gak cukuran? Ini rambutnya kenapa berantakan?"
Kevin tersenyum
lebar meskipun Delina terus bertanya sambil sedikit mengomel. Ia tidak menjawab
pertanyaan Delina yang masih memijat kepala Kevin. Pijatan Delina membuatnya
mengantuk.
"Hubby?
Hubby tidur? Bangun dong. Makan dulu ya."
"Biarin
gini dulu, Delina. Aku capek banget. Pengen rebahan dulu sebentar."
Delina
melepaskan tangannya dari kepala Kevin. Ia mengambil makanan dari meja makan
dan membawanya ke depan Kevin. Delina meminta Kevin makan dulu, tapi Kevin lagi
malas ngapa-ngapain. Ia terlalu senang bertemu Delina lagi yang sepertinya
tidak marah padanya.
__ADS_1
“Hubby buka
mulut, aaa...”Delina menyendok nasi dan daging, mendekatkannya ke mulut Kevin
yang sedikit terbuka.
“Delina, aku
bukan anak kecil harus disuapin makan. Aaemm..”Kevin memakan sesuap besar nasi
dan daging itu. Ia membuka matanya ketika daging yang lembut lumer di lidahnya.
“Enak banget.
Aaaa...”
Delina
tersenyum manis melihat Kevin makan dengan lahap. Sampai Kevin mulai tersedak,
Delina berlari mengambil air putih. Kaki Delina tidak sengaja membentur kursi,
duk! “Aduch!!”
“Delina,
pelan-pelan...Uhuk! Uhuk!” Kevin mendekati Delina sambil batuk-batuk.
Delina
Kevin berlutut di depan Delina, menyibak dress panjangnya untuk memeriksa kaki
Delina. Ujung jari Delina hanya memerah tidak berdarah. Kakinya gemetar
merasakan ngilu di jarinya.
“Hubby, minum
dulu. Jangan berlutut lagi.”pinta Delina sambil memberikan segelas air pada
Kevin.
Kevin
menghabiskan satu gelas air minum. Delina memintanya melanjutkan makan tapi
Kevin masih ingin Delina menyuapinya.
“Hubby katanya
bukan anak kecil. Lanjutin makan ya. Aku siapin air mandinya dulu.”
“Nanti aja.
Suapin aku makan. Aku capek sekali, Delina.”
__ADS_1
Delina hampir
turun dari meja dapur, tapi Kevin dengan cepat membopong tubuh Delina kembali
ke sofa. Delina melanjutkan menyuapi Kevin makan sampai makanan ludes tidak
tersisa.
“Delina, apa
kamu sudah makan?”tanya Kevin melihat piring kosong. Delina menggeleng. Ia akan
makan setelah balik ke rumah nanti.
Kevin terdiam, ia memesan makanan online yang
datang setelah Delina selesai membersihkan piring dan rantang. Kevin meletakkan
satu nampan pizza dan kawan-kawannya di meja sofa.
“Delina, sini. Kamu makan sekarang. Jangan tunggu
nanti. Ini sudah malam.”
“Wow, pizza.”Mata Delina berbinar melihat pizza
ukuran extra besar di depannya. Kevin menyodorkan satu slice potongan pizza
dengan keju yang meleleh sempurna. Ia tersenyum melihat Delina memakannya
dengan lahap.
“Pelan-pelan makannya. Delina, maaf aku sudah
menciummu tanpa ijin.”
Kata-kata Kevin mengingatkannya akan ciuman manis
mereka di kincir ria. Kevin memperhatikan telinga Delina semburat merah, ia juga
menurunkan kecepatan makannya. Melihat Delina diam saja, Kevin bangkit dari
duduknya.
“Aku mandi dulu ya. Kalau kamu mau pulang, nanti
aku antar.”
“Hubby, tunggu.”Delina mendekati Kevin yang
berhenti berjalan.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
__ADS_1
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.