Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 103


__ADS_3

Aku mau kawin


Glek! Keanu menelan salivanya. Ia menatap intens


tubuh Wina, kulitnya yang tidak terlalu putih tapi sangat mulus tanpa bulu.


Perlahan Keanu mendekati Wina yang memegang handuknya dengan erat. Tubuhnya


sedikit menggigil terkena udara dingin dari AC.


“Wina, berapa uang yang kau perlukan? Aku tidak


bisa memberi banyak, tapi cukup untuk hidupmu.”kata Keanu menyentuh dagu Wina.


“Apa tuan perlu pembantu? Saya cuma perlu uang


untuk bayar kost, makan, dan sedikit menabung. Saya mau kuliah, tuan.”tutur


Wina banyak bicara dengan mata berbinar.


Keanu meminta Wina menyebutkan nominalnya. Wina mengatakan


kalau dalam sehari ia bekerja di dua sampai tiga tempat dan ia mendapat lima


puluh sampai tujuh puluh lima ribu sehari. Terhadang sampai seratus lima puluh


ribu sehari tapi itu sangat jarang.


“Aku akan biayai hidupmu, kuliah juga, tapi kau


harus tinggal disini.”kata Keanu.


“Beneran, tuan? Tapi saya kerja apa disini?”tanya Wina


tersenyum senang.


Keanu tidak menjawab Wina, ia meraih pinggang Wina,


memeluk tubuhnya yang wangi sabun mandi milik Keanu. Cup! Diciumnya leher


jenjang Wina, gadis itu sedikit berontak.


“Geli, tuan. Ach...”desah Wina mengacaukan akal


sehat Keanu.


Sret! Handuk Wina terlempar ke samping tempat


tidur. Keanu menjauh sedikit menatap tubuh Wina yang sibuk menutupi tubuhnya


dengan tangan.


“Tuan, handuk saya. Tuan mau apa? Jangan


dekat-dekat, tuan. Saya takut.”kata Wina.


Terlambat bagi Wina merasakan takut sekarang. Keanu


tidak berniat untuk berhenti malam ini. Pria itu mendekati Wina lagi. Sedikit


pengaruh alkohol menundukkan Keanu dalam hasrat yang membara.


Wina semakin takut saat Keanu mendorong tubuhnya


hingga terjatuh ke atas tempat tidur. Keanu mengukungnya dengan kedua tangan


dan kakinya. Wajah Wina kembali merona, ketika Keanu menatapnya dalam.


“Panggil namaku, Wina.”pinta Keanu. Wina


menggeleng, jantungnya berdebar sangat cepat sampai rasanya nyaris berhenti. “Sebut


namaku, sayang.”


Rona merah itu semakin meluas sampai ke telinga


Wina. Gadis itu kembali menatap Keanu.


“...nu.”bisik Wina sangat kecil membuat Keanu


mengkerutkan keningnya.


“Lebih keras, sayang. Panggil namaku. Keanu.”bisik


Keanu.


“Keanu.”Hanya sepatah kata itu yang keluar dari


mulut Wina, tapi efeknya bagi Keanu sangat besar. Wina menatap Keanu lagi saat


mendengar pria itu mengerang. Ia memejamkan matanya merasakan sentuhan pria itu

__ADS_1


di tubuhnya. Selanjutnya Wina kebingungan sendiri,


“Tuan? Apa sudah selesai?”tanya Wina belum berani


bergerak.


Merasa sesak ditimpa tubuh Keanu yang lebih besar


darinya, Wina mencoba mengatur nafasnya. Sungguh ia tidak bisa bergerak sama


sekali.


Grok!! Suara ngorok Keanu terdengar jelas di dalam


kamar yang sangat sepi itu. Bahkan suara kendaraan lewat di luar sana sama


sekali tidak terdengar. Wina jadi penasaran kalau hujan, apa suaranya akan


seberisik atap di kamar kost-nya.


Sibuk membandingkan kamar kost-nya yang sebesar


kamar mandi Keanu dengan apartment itu membuat Wina kelelahan dan akhirnya


tertidur lelap.


*****


Kring! Kring! Suara ponselnya membuat kening Keanu


mengkerut. Ia merapatkan pelukannya pada guling yang sedikit keras. Tiba-tiba


mata Keanu terbuka lebar, di kamarnya tidak ada guling, lalu apa yang sedang


dipegangnya sekarang.


Keanu melihat ke bawah, ada seorang gadis di dalam


pelukannya. Ia ingat siapa gadis itu, yang membuat Keanu melotot adalah letak


tangannya di dada Wina. Keanu bisa saja melepaskan tangannya tapi melihat Wina


tertidur pulas, pria itu malah tersenyum lalu lanjut memeluk Wina.


Kring! Kring! Keanu melotot horor menatap ponselnya


yang berisik. Siapa juga yang menelponnya sepagi itu. Keanu bangkit sedikit


“Ya, bos?”tanya Keanu.


“Lo kemana aja? Udah jam sembilan,


woiii...!!”lengking Kevin di telinga Keanu.


Wina ikutan terperanjat bangun mendengar teriakan


Kevin padahal Keanu tidak menekan tombol loudspeaker. Ia seperti orang linglung


ketika menyadari keberadaannya diatas tempat tidur super empuk yang sangat


nyaman dengan seorang pria sedang memeluknya.


“Aarrgghhh!!!”teriak Wina kaget.


Kevin langsung diam mendengar suara seorang wanita


dari ponsel Keanu sepagi itu. Ia mencoba menguping apa yang dilakukan Keanu


saat itu. Keanu membalik tubuh Wina, lalu memeluknya lebih erat.


“Jangan berisik. Tunggu bentar. Jangan gerak.”bisik


Keanu. “Sorry, bos. Boleh dateng telat dikit?”tawar Keanu pada Kevin.


“Mau ngapain lo? Semalem belum cukup?”tanya Kevin


mulai cengengesan. Keanu yang terkenal anti membawa wanita pulang malah


kepergok Kevin bersama wanita sepagi itu.


“Belum ngapa-ngapain, bos. Gue nyampe kantor


setengah jam lagi.”kata Keanu hampir menutup telponnya.


“Sekalian nggak usah kerja. Tapi lo harus cerita


siapa dia ya.”perintah Kevin tegas.


“Ya bos. Sampai jumpa.”ujar Keanu menutup


telponnya.

__ADS_1


Wina menatap Keanu yang juga menatapnya. “Aku harus


pergi kerja. Kau mau kuantar kemana?”tanya Keanu.


“Hari ini saya kerja jam sepuluh di mini market


sampai jam tiga. Habis itu ke klub yang semalem lagi, tuan.”kata Wina.


Keanu mengatakan kalau ia akan mengantar Wina ke


mini market itu dan Wina harus berhenti kerja disana. Wina mengangguk, ia ingin


bangun tapi malu melihat tubuh polosnya. Keanu tersenyum, lalu melepas


kemejanya untuk dipakai Wina.


Saat Wina hampir beranjak dari atas tempat tidur,


Keanu menarik tangan gadis itu lagi.


“Aku mau morning kiss. Sini.”kata Keanu.


“Tuan, itu nama sarapan ya? Roti ya, tuan?”tanya


Wina polos sambil mengerjapkan matanya.


Keanu menggaruk kepalanya, ia hanya bisa mengangguk


dan membiarkan Wina mandi lebih dulu. Setelah Wina keluar dari kamar mandi,


Keanu ganti masuk dan mandi dengan cepat. Ia harus melapor ke kantor secepatnya


atau Kevin akan punya alasan untuk memotong bonusnya.


Mereka berdua segera keluar dari apartment Keanu


dan masuk ke mobilnya. “Maaf ya, kita tidak sempat sarapan. Ini uang, kamu beli


makanan buat sarapan sama makan siang ya. Nanti sore aku jemput kamu di klub


itu. Bilang sama pemilik klub kalau kau menungguku.” Wina hanya mengangguk.


Mereka segera sampai di mini market tempat Wina


bekerja. Setelah Keanu menurunkannya di depan mini market, Wina segera masuk


kesana. Keanu berpura-pura menerima telpon, ia masih memarkir mobilnya di depan


mini market itu.


Wina keluar dari mini market, sudah berganti


seragam mini market dan sedang sibuk membereskan sampah yang berserakan di


pinggir jalan. Mobil Keanu sudah menghilang dari parkiran berganti mobil hitam


dengan kaca yang gelap. Dua orang pria di dalam sana, memperhatikan gerak-gerik


Wina dengan intens.


Keanu yang sudah sampai di kantornya, segera


melapor ke ruang kerja Kevin. Ia tertegun melihat Alvin ada disana. “Selamat


pagi, tuan besar. Kevin.”sapa Keanu sedikit membungkuk.


“Keanu, apa itu benar? Kau terlambat karena membawa


pulang wanita?”tanya Alvin tanpa memberi kesempatan Keanu mengambil nafas.


Keanu melirik Kevin yang cengar-cengir tanpa


perasaan. ”Tuan muda, kenapa nggak sekalian kau katakan ke semua orang di


kantor ini tentang privasiku.”


“Tuan besar, sebenarnya bukan gadis biasa, tapi


calon istri saya.”kata Keanu.


*****


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


Visual Keanu



Visual Wina

__ADS_1



__ADS_2