
Aku mau kawin
Glek! Keanu menelan salivanya. Ia menatap intens
tubuh Wina, kulitnya yang tidak terlalu putih tapi sangat mulus tanpa bulu.
Perlahan Keanu mendekati Wina yang memegang handuknya dengan erat. Tubuhnya
sedikit menggigil terkena udara dingin dari AC.
“Wina, berapa uang yang kau perlukan? Aku tidak
bisa memberi banyak, tapi cukup untuk hidupmu.”kata Keanu menyentuh dagu Wina.
“Apa tuan perlu pembantu? Saya cuma perlu uang
untuk bayar kost, makan, dan sedikit menabung. Saya mau kuliah, tuan.”tutur
Wina banyak bicara dengan mata berbinar.
Keanu meminta Wina menyebutkan nominalnya. Wina mengatakan
kalau dalam sehari ia bekerja di dua sampai tiga tempat dan ia mendapat lima
puluh sampai tujuh puluh lima ribu sehari. Terhadang sampai seratus lima puluh
ribu sehari tapi itu sangat jarang.
“Aku akan biayai hidupmu, kuliah juga, tapi kau
harus tinggal disini.”kata Keanu.
“Beneran, tuan? Tapi saya kerja apa disini?”tanya Wina
tersenyum senang.
Keanu tidak menjawab Wina, ia meraih pinggang Wina,
memeluk tubuhnya yang wangi sabun mandi milik Keanu. Cup! Diciumnya leher
jenjang Wina, gadis itu sedikit berontak.
“Geli, tuan. Ach...”desah Wina mengacaukan akal
sehat Keanu.
Sret! Handuk Wina terlempar ke samping tempat
tidur. Keanu menjauh sedikit menatap tubuh Wina yang sibuk menutupi tubuhnya
dengan tangan.
“Tuan, handuk saya. Tuan mau apa? Jangan
dekat-dekat, tuan. Saya takut.”kata Wina.
Terlambat bagi Wina merasakan takut sekarang. Keanu
tidak berniat untuk berhenti malam ini. Pria itu mendekati Wina lagi. Sedikit
pengaruh alkohol menundukkan Keanu dalam hasrat yang membara.
Wina semakin takut saat Keanu mendorong tubuhnya
hingga terjatuh ke atas tempat tidur. Keanu mengukungnya dengan kedua tangan
dan kakinya. Wajah Wina kembali merona, ketika Keanu menatapnya dalam.
“Panggil namaku, Wina.”pinta Keanu. Wina
menggeleng, jantungnya berdebar sangat cepat sampai rasanya nyaris berhenti. “Sebut
namaku, sayang.”
Rona merah itu semakin meluas sampai ke telinga
Wina. Gadis itu kembali menatap Keanu.
“...nu.”bisik Wina sangat kecil membuat Keanu
mengkerutkan keningnya.
“Lebih keras, sayang. Panggil namaku. Keanu.”bisik
Keanu.
“Keanu.”Hanya sepatah kata itu yang keluar dari
mulut Wina, tapi efeknya bagi Keanu sangat besar. Wina menatap Keanu lagi saat
mendengar pria itu mengerang. Ia memejamkan matanya merasakan sentuhan pria itu
__ADS_1
di tubuhnya. Selanjutnya Wina kebingungan sendiri,
“Tuan? Apa sudah selesai?”tanya Wina belum berani
bergerak.
Merasa sesak ditimpa tubuh Keanu yang lebih besar
darinya, Wina mencoba mengatur nafasnya. Sungguh ia tidak bisa bergerak sama
sekali.
Grok!! Suara ngorok Keanu terdengar jelas di dalam
kamar yang sangat sepi itu. Bahkan suara kendaraan lewat di luar sana sama
sekali tidak terdengar. Wina jadi penasaran kalau hujan, apa suaranya akan
seberisik atap di kamar kost-nya.
Sibuk membandingkan kamar kost-nya yang sebesar
kamar mandi Keanu dengan apartment itu membuat Wina kelelahan dan akhirnya
tertidur lelap.
*****
Kring! Kring! Suara ponselnya membuat kening Keanu
mengkerut. Ia merapatkan pelukannya pada guling yang sedikit keras. Tiba-tiba
mata Keanu terbuka lebar, di kamarnya tidak ada guling, lalu apa yang sedang
dipegangnya sekarang.
Keanu melihat ke bawah, ada seorang gadis di dalam
pelukannya. Ia ingat siapa gadis itu, yang membuat Keanu melotot adalah letak
tangannya di dada Wina. Keanu bisa saja melepaskan tangannya tapi melihat Wina
tertidur pulas, pria itu malah tersenyum lalu lanjut memeluk Wina.
Kring! Kring! Keanu melotot horor menatap ponselnya
yang berisik. Siapa juga yang menelponnya sepagi itu. Keanu bangkit sedikit
“Ya, bos?”tanya Keanu.
“Lo kemana aja? Udah jam sembilan,
woiii...!!”lengking Kevin di telinga Keanu.
Wina ikutan terperanjat bangun mendengar teriakan
Kevin padahal Keanu tidak menekan tombol loudspeaker. Ia seperti orang linglung
ketika menyadari keberadaannya diatas tempat tidur super empuk yang sangat
nyaman dengan seorang pria sedang memeluknya.
“Aarrgghhh!!!”teriak Wina kaget.
Kevin langsung diam mendengar suara seorang wanita
dari ponsel Keanu sepagi itu. Ia mencoba menguping apa yang dilakukan Keanu
saat itu. Keanu membalik tubuh Wina, lalu memeluknya lebih erat.
“Jangan berisik. Tunggu bentar. Jangan gerak.”bisik
Keanu. “Sorry, bos. Boleh dateng telat dikit?”tawar Keanu pada Kevin.
“Mau ngapain lo? Semalem belum cukup?”tanya Kevin
mulai cengengesan. Keanu yang terkenal anti membawa wanita pulang malah
kepergok Kevin bersama wanita sepagi itu.
“Belum ngapa-ngapain, bos. Gue nyampe kantor
setengah jam lagi.”kata Keanu hampir menutup telponnya.
“Sekalian nggak usah kerja. Tapi lo harus cerita
siapa dia ya.”perintah Kevin tegas.
“Ya bos. Sampai jumpa.”ujar Keanu menutup
telponnya.
__ADS_1
Wina menatap Keanu yang juga menatapnya. “Aku harus
pergi kerja. Kau mau kuantar kemana?”tanya Keanu.
“Hari ini saya kerja jam sepuluh di mini market
sampai jam tiga. Habis itu ke klub yang semalem lagi, tuan.”kata Wina.
Keanu mengatakan kalau ia akan mengantar Wina ke
mini market itu dan Wina harus berhenti kerja disana. Wina mengangguk, ia ingin
bangun tapi malu melihat tubuh polosnya. Keanu tersenyum, lalu melepas
kemejanya untuk dipakai Wina.
Saat Wina hampir beranjak dari atas tempat tidur,
Keanu menarik tangan gadis itu lagi.
“Aku mau morning kiss. Sini.”kata Keanu.
“Tuan, itu nama sarapan ya? Roti ya, tuan?”tanya
Wina polos sambil mengerjapkan matanya.
Keanu menggaruk kepalanya, ia hanya bisa mengangguk
dan membiarkan Wina mandi lebih dulu. Setelah Wina keluar dari kamar mandi,
Keanu ganti masuk dan mandi dengan cepat. Ia harus melapor ke kantor secepatnya
atau Kevin akan punya alasan untuk memotong bonusnya.
Mereka berdua segera keluar dari apartment Keanu
dan masuk ke mobilnya. “Maaf ya, kita tidak sempat sarapan. Ini uang, kamu beli
makanan buat sarapan sama makan siang ya. Nanti sore aku jemput kamu di klub
itu. Bilang sama pemilik klub kalau kau menungguku.” Wina hanya mengangguk.
Mereka segera sampai di mini market tempat Wina
bekerja. Setelah Keanu menurunkannya di depan mini market, Wina segera masuk
kesana. Keanu berpura-pura menerima telpon, ia masih memarkir mobilnya di depan
mini market itu.
Wina keluar dari mini market, sudah berganti
seragam mini market dan sedang sibuk membereskan sampah yang berserakan di
pinggir jalan. Mobil Keanu sudah menghilang dari parkiran berganti mobil hitam
dengan kaca yang gelap. Dua orang pria di dalam sana, memperhatikan gerak-gerik
Wina dengan intens.
Keanu yang sudah sampai di kantornya, segera
melapor ke ruang kerja Kevin. Ia tertegun melihat Alvin ada disana. “Selamat
pagi, tuan besar. Kevin.”sapa Keanu sedikit membungkuk.
“Keanu, apa itu benar? Kau terlambat karena membawa
pulang wanita?”tanya Alvin tanpa memberi kesempatan Keanu mengambil nafas.
Keanu melirik Kevin yang cengar-cengir tanpa
perasaan. ”Tuan muda, kenapa nggak sekalian kau katakan ke semua orang di
kantor ini tentang privasiku.”
“Tuan besar, sebenarnya bukan gadis biasa, tapi
calon istri saya.”kata Keanu.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.
Visual Keanu
Visual Wina
__ADS_1