
PH - Gadis kampungan
“Aku gak pakai parfum, sayang. Aku dah siap nich.”
Kata Gloria sambil berpose sensual.
Kevin membiarkan Gloria mendekatinya, ia hanya
menatap tubuh wanita itu tanpa menyentuhnya. Gloria berinisiatif lebih dulu
memuaskan Kevin, tapi sekeras apapun ia berusaha, Kevin masih tidak bergeming. Gloria
sudah kegirangan melihat kegagahan Kevin yang sangat kokoh, ia membayangkan
bagaimana rasanya bercinta dengan Kevin sebentar lagi.
Mereka sudah hampir menyatu setelah Gloria memasang
pengaman pada Kevin. Tiba-tiba bau parfum Gloria kembali mengganggu penciuman
Kevin. Ia mengernyit dan mendorong wanita itu ke samping ranjang dengan kasar.
“Kevin! Kasar banget sich!” teriak Gloria.
“Aku sudah bilang kamu bau! Bikin mual!!” ketus
Kevin sambil memakai pakaiannya lagi.
Kevin keluar dari kamar itu, ia berjalan kembali ke
tempat duduk Keanu. Heran melihat bosnya itu cepat sekali kembali, ia menyeringai
pada Kevin,
“Baru sebentar, sudah KO.” ejek Keanu.
“Kau gak bilang dia bau. Aku hampir muntah di dalam
sana!” ketus Kevin mengambil gelas minumannya.
“Hei, dia kusuruh memakai parfum kesukaanmu. Kau
selalu mabuk kepayang kalau ada wanita yang memakai parfum itu. Bau darimana?”
tanya Keanu heran.
“Ganti parfum itu. Aku tidak tahan mencium baunya.”
Perintah Kevin.
Ia meneguk minumannya sampai habis dan menuangkan
lagi minuman dari botol. Hasratnya yang tadi membara jadi hilang gara-gara
parfum sialan itu. Kevin tidak melirik Gloria yang berjalan tergesa-gesa melewati
mereka. Jelas sekali wanita itu marah pada Kevin. Tapi Kevin tidak peduli.
“Sayang sekali wanita cantik pergi begitu
saja.”siul Keanu melambaikan tangan pada Gloria.
“Cantik tapi bau. Memuakkan!”ketus Kevin lagi.
Keanu geleng-geleng kepala melihat Kevin
menghabiskan minuman di gelasnya lagi.
“Kau ini gak capek marah-marah?” tanya Keanu.
“Aku kesal sekali! Aku salah mengira penjahit ibu
sebagai pelayan pribadiku.”terang Kevin.
“Apa maksudmu?”tanya Kevin kepo.
“Iya. Aku kira gadis itu pelayan pribadi yang
dikirim ibu untuk melayaniku, taunya dia cuma penjahit. Sialan! Mana kopi
buatannya enak.”kata Kevin menegak minumannya lagi.
“Apa kau bilang kopi buatannya enak? Kau tidak
pernah mengatakan hal seperti itu.”kata Keanu heran.
“Apa iya?”tanya Kevin.
“Hei, aku lebih tahu kamu daripada dirimu sendiri.
Kata-katamu tadi diluar kebiasaan. Apalagi yang dilakukan gadis itu selain
membuat kopi?”
“Dia membuat roti bakar yang enak, dia juga
__ADS_1
wangi.”kata Kevin lagi.
Keanu senyum-senyum melihat Kevin bercerita tentang
sosok gadis yang baru ditemuinya tadi. Yang membuat Keanu penasaran tentang
penampilan gadis itu yang kata Kevin sangat kampungan. Kevin bukan tipe orang
yang gampang bercerita tentang sesuatu kalau memang baginya itu tidak menarik.
Dan sepertinya gadis yang dibicarakan Kevin sudah menarik perhatian bocah galak
ini.
“Kalau kau mau, kau kan bisa minta ibumu memanggil
gadis itu untuk jadi pelayan pribadimu.”
Kevin berhenti minum, ia menunjuk-nunjuk Keanu yang
mulai cemas kalau-kalau dirinya akan kena pukul malam ini.
“Kau jenius.”tunjuk Kevin pada Keanu.
“Aku memang. Aku selalu memberi solusi untuk masalahmu,
kan.”kata Keanu bangga.
“Kau melayang terlalu tinggi. Itu tugasmu dan aku
membayarmu karena itu!”ketus Kevin menjatuhkan Keanu dengan telak.
Mereka melanjutkan minum-minum sampai sedikit
mabuk. Ya hanya sedikit, kalau tidak Alvin akan membunuh mereka malam itu juga.
Kevin memikirkan kata-kata Keanu untuk menjadikan gadis kampungan itu sebagai
pelayan pribadinya.
*****
Kevin sungguh tidak sabaran, ia mengejar ibunya
ketika mereka bertemu di pagi berikutnya. Untung saja Alvin belum bangun saat
itu, jadi mereka bisa sarapan sambil mengobrol.
“Bu, aku mau penjahit itu yang jadi pelayan
pribadiku.”kata Kevin to the point.
punya pekerjaan sendiri.”tolak Ny. Amira.
“Tapi, bu. Sampai kapan aku harus nunggu. Pokoknya
aku mau gadis itu atau mbak Sri harus jadi pelayan pribadiku!”kata Kevin
ngotot.
“Haih! Kau ini. Ibu gak janji tapi akan ibu coba
bicara sama Delina. Kalau dia gak mau, ibu akan tetap carikan yang lain. Mbak
Sri sudah cukup sibuk melayani ibu dan ayah.”kata Ny. Amira panjang lebar.
“Gadis itu atau mbak Sri. Ibu saja cari pelayan
yang lain. Aku ke kantor dulu.”kata Kevin tidak mau kalah. Kevin beranjak dari kursinya
tanpa menghabiskan sarapannya. Ny. Amira menatap kepergian Kevin sambil
berpikir.
“Ha-ah... aku terlalu memanjakannya. Semoga saja
Delina mau. Tapi ada bagusnya kalau dia tinggal disini, dia bisa fokus membuat
semua kebaya yang aku inginkan.”kata Ny. Amira tersenyum lebar. Ia mengambil
ponselnya dan mengirim chat pada Meri untuk meminta Delina datang ke kantornya
hari ini.
*****
Delina sedang memasak makanan untuk dirinya sendiri
ketika pintu rumahnya diketuk seseorang.
“Ya, siapa?” tanya Delina sambil berjalan mendekati
pintu.
“Ini aku, Meri.”
__ADS_1
“Loh, mbak. Pagi-pagi kenapa kesini? Kebaya Ny.
Amira belum jadi.”
“Aku kesini bukan buat ngambil kebaya. Ny. Amira
memintamu datang ke kantor hari ini. Kau bisa datang?”tanya Meri sambil
menghirup sesuatu yang baunya enak.
“Kenapa mbak gak SMS aja? Repot-repot kesini.
Masuk, mbak. Aku lagi masak.”
“Kamu masak apa? Baunya enak banget.”tanya Meri
sambil mengikuti Delina ke dapur.
“Masak semur tahu. Mbak Meri udah sarapan? Ayo
makan sama aku.”ajak Delina sambil mematikan kompor.
“Boleh. Hehe...aku gak sempat sarapan gara-gara
chat dari Ny.Amira. Aku lagi gak punya pulsa. Kamu juga sich, beli HP yang
baruan dikit kenapa sich. Biar kita bisa saling chat.”
Delina menghidangkan nasi dan semur tahu di hadapan
Meri. Wanita itu menghirup dalam-dalam wangi masakan Delina.
“Kalau mau pedes, ini sambelnya, mbak. Emangnya jam
berapa Ny.Amira minta aku datang?”tanya Delina.
“Kalau aku lihat jadwalnya sich sekitar jam 10 ada
waktu kosong. Kamu datang jam segitu aja. Masakanmu enak banget, Delina.”puji
Meri setelah memasukkan satu sendok penuh ke dalam mulutnya.
“Ach, biasa aja, mbak. Ntar aku datang jam segitu.
Tapi ada apa ya, mbak?”tanya Delina penasaran.
“Entahlah. Ny.Amira cuma bilang kamu suruh datang.
Gak ngasi alasannya.”
Mereka menghabiskan sarapan itu dan Meri
bersiap-siap berangkat ke kantornya.
“Aku ke kantor ya, Delina. Makasi sarapannya.”pamit
Meri.
“Ya, mbak. Sampai ketemu jam 10 nanti.”kata Delina
sambil mengantar Meri ke pintu depan.
Delina membereskan dapurnya setelah selesai masak
dan juga membersihkan rumah sampai bersih. Ia sesekali melirik jam dinding agar
tidak terlambat ke kantor Ny.Amira.
*****
Jam 09.50, Delina sudah sampai di depan kantor
Ny.Amira. Ia memberitahu pada security kalau Ny.Amira memintanya datang jam 10.
Delina diantar ke lobby dan resepsionis mengantarnya sampai ke lift.
Delina berjalan melewati lorong menuju ruangan
Ny.Amira. Ia berbelok ke kanan dan hampir menabrak seorang wanita yang berjalan
tergesa ke arahnya.
“Minggir!”teriak wanita cantik itu pada Delina.
Delina menyingkir dari jalan Agnes. Wanita di
hadapannya sangat cantik dengan mata bulat besar dan wajah yang sempurna.
Rambut panjangnya dicat coklat kekuningan. Tubuh wanita ini tinggi semampai
dengan pinggang ramping yang tampak ideal. Delina terpesona melihat Agnes.
“Nona Agnes! Nona!”teriak Meri keluar dari ruang
kerja Ny. Amira.
*****
__ADS_1
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.