Penjahit Hati

Penjahit Hati
Episode 59


__ADS_3

Jebakan Agnes


Kevin terdiam sepanjang perjalanan pulang. Hampir


saja ia melupakan perjanjian pra nikah mereka.


*”Perjanjian sialan!*”


Hujan masih turun dengan lebat saat mereka sampai


di rumah lagi. Kevin tidak mau menunggu security membawakan mereka payung dan


menarik Delina masuk ke dalam rumah. Pakaian mereka basah sebagian, “Hii...


dingin.” Delina mengusap lengannya agar lebih hangat.


“Cepetan mandi, ntar masuk angin.”Kevin menuntun


Delina naik ke lantai 2 menuju kamar mereka.


Delina melepaskan kerudungnya dan melepaskan


kancing di belakang pakaiannya. Ia lupa kalau Kevin ada di belakangnya. Tengkuk


putih mulus Delina, menarik perhatian Kevin. Tanpa permisi, Kevin mulai mencium


tengkuk Delina.


“Ach... hubby, apa yang kau lakukan?”


Delina berbalik cepat, ia melangkah mundur menjaga


jarak dari Kevin.


“Apa?”Kevin menatap bingung pada Delina. Untuk


sesaat tadi Kevin tidak bisa menguasai dirinya. “Mandilah duluan. Aku akan


ganti baju di kamar lain.”


Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia


ingin sekali menyentuh Delina tapi tidak bisa sembarangan. Akhirnya Kevin hanya


bisa terima nasib mengganti bajunya di kamar sebelah.


Beberapa hari berlalu dengan cepat, Delina mulai


bisa menerima Kevin adalah suaminya yang harus ia layani semua kebutuhannya.


Meskipun baru sebatas ciuman, Kevin selalu memintanya dari Delina. Saat


berangkat kerja, pulang kerja, setelah mandi, sebelum makan, sebelum tidur,


dalam sehari Delina harus menerima lebih dari 5 kali ciuman.


Delina sempat protes awalnya, tapi Kevin


mengerahkan seluruh rayuan gombalnya untuk meluluhkan hati Delina lagi. “Dasar


tuan muda pemaksa.”hanya itu yang dikatakan Delina saat Kevin kembali


menciumnya.


Seharian itu setelah Kevin berangkat kerja, Delina


sibuk menyelesaikan kebaya milik Ny. Amira. Ia sudah membuat beberapa sketsa


kebaya lagi dan Ny. Amira ingin secepatnya kebaya barunya jadi. Ketika


mendekati jam pulang kantor, Delina baru keluar dari kamarnya, masuk ke dapur.


“Mbak Sri, apa tuan besar dan Ny. Amira akan pulang


hari ini?”


“Belum, Delina. Mereka pulang besok.”

__ADS_1


Delina mengangguk, tinggal sebulan lagi sebelum


ulang tahun nenek Indri dan orang tua itu memanggil semua anak dan menantunya


untuk datang dan tinggal di rumah besar miliknya. Entah apa maksudnya tapi


menurut Kevin ini diluar kebiasaan neneknya.


Ali yang baru kembali dari rumah sakit, duduk di


meja bar ketika melihat Delina ada di dapur.


“Kakak ipar, ada makanan gak? Aku lapar sekali.”


Delina tersenyum, ia sedang membuatkan cemilan


untuk Kevin sambil menunggunya pulang. “Sebentar ya. Mau kopi juga?”


“Iya, kak. Hari ini rumah sakitnya ramai banget.


Tenagaku serasa sudah habis. Oh ya, kak. Apa kak Kevin sudah pulang?”


“Sepertinya belum. Kenapa?”


“Aku lihat mobilnya di depan, masa kakak gak liat


kak Kevin masuk?”


“Aku tadi di kamar jahit. Hmm... apa dia ada di


kamar ya?”


Delina beranjak dari dapur, toh cemilan masih


dikukus dan belum matang. “Kakak mau kemana?”tanya Ali.


“Mau liat hubby dulu.”


“Aku ikut, kak.”


Mereka berjalan beriringan menuju kamar Kevin di


sana. Seperti orang sedang melakukan sesuatu yang intim. Ali segera membuka


pintu dan menghidupkan lampu.


Deg! Deg! Delina memegang dadanya yang terasa


sakit, ia melihat Agnes dan Kevin diatas ranjang sedang melakukan itu. Kevin


berbaring telanjang dada dengan Agnes duduk diatasnya. Tubuh keduanya tampak


berkeringat. Wajah Agnes juga memerah, sementara Kevin memejamkan matanya.


“Apa yang kalian lakukan?!”teriak Ali geram.


Agnes bangkit dari atas tubuh Kevin, ia menarik


jubah tidurnya menutupi tubuhnya yang tadi hampir polos. “Apalagi, kami tidur


bersama. Lihat, Kevin sangat lelah sampai ketiduran. Satu jam nonstop. Hmm...


apa aku tunggu dia bangun ya dan kami bisa mulai lagi?”


“Kau sangat keterlaluan. Kevin sudah menikah,


bagaimana bisa kau lakukan hal seperti itu dengannya?!”jerit Ali lagi.


“Kenapa? Sejak awal aku sudah jadi milik Kevin.


Kehadiran dia, tidak merubah apapun. Kevin tetap membutuhkan aku. Kami


sama-sama punya hasrat satu sama lain.”kata Agnes dengan tidak tahu malu sambil


menunjuk-nunjuk Delina.


“Jadi selama ini hubungan kalian sudah sejauh

__ADS_1


ini?”lirih Delina mengatakannya. Air matanya sempat jatuh, tapi ia tidak


berteriak seperti Ali.


Agnes sempat terpaku melihat wajah cantik itu


terlihat sedih, “Apa kau kira Kevin bisa menahan dirinya tidak melakukan hal


itu sekian lama? Aku tahu kalian belum melakukannya kan? Berhubungan suami


istri. Kevin tentu saja perlu melakukannya dan ia sangat tidak sabaran. Sudahlah,


aku mau ke kamar. Pinggangku sakit.”


Agnes sengaja menabrak pundak Delina dan menatap


tajam ke arah Ali sebelum keluar dari kamar Kevin. Delina terhuyun sejenak, ia


sampai berpegangan pada tembok di sampingnya.


“Kakak ipar...”panggil Ali.


Delina keluar dari kamar itu, melangkah gontai


menuruni tangga. Ali melirik sebal pada Kevin yang bisa-bisanya tidur setelah


kejadian itu. Ia masuk ke kamar Kevin lagi dan mengguncang tubuh Kevin.


“Kak! Bangun! Kakak, bangun!”


Kevin mengerutkan keningnya, “Apa sich? Ganggu


orang tidur aja.”


“Bisa-bisanya kakak tidur habis bercinta sama


Agnes! Kakak ipar sakit hati melihat perbuatan kalian!”bentak Ali sambil


menarik selimut yang menutupi tubuh Kevin.


Mata Kevin terbelalak mendengar kata-kata Ali, “Apa


maksudmu? Aku gak ngerti.” Tapi saat melihat pakaiannya sudah berantakan dan


bekas ciuman di dadanya, Kevin mulai mempercayai apa yang barusan didengarnya.


“Gak mungkin. Aku gak inget sama sekali. Aku gak


mungkin tidur sama Agnes.”Kevin histeris sendiri. Ia ingat Delina memergokinya


juga.


“Dimana Delina?”tanya Kevin sambil memakai


pakaiannya lagi.


“Entahlah. Tadi turun. Aku gak nyangka kakak gitu.”


“Ali, aku pasti inget kalau sudah melakukan itu. Apa


aku salah minum?”


“Memangnya kakak minum apa?”


“Aku baru dateng tadi gak lihat Delina malah ketemu


Agnes. Ia memberiku air putih, habis aku minum aku ngantuk... Sial! Pasti ada


sesuatu di air itu.”


Kevin berlari keluar kamar, ia menuju kamar Delina


dan menggedornya karena pintu terkunci. “Delina, buka pintunya! Aku bisa


jelaskan.”


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2