
PH - Kehangatan keluarga
“Saya tidak merasa seperti itu, tuan.”ucap Delina
sendu.
“Ya, mungkin kamu belum mengenal Kevin sebelumnya.
Kelakuan dia diluar sana, aku tahu semuanya. Apa kau mau tahu ceritanya?”tanya
Keanu.
“Mungkin lain kali, tuan. Saya akan membangunkan
tuan muda dulu.”
“Jangan panggil dia seperti itu. Biar bagaimanapun
Kevin sudah jadi suamimu sekarang.”kata Keanu.
“Saya tidak terbiasa, tuan.”kata Delina hampir
beranjak dari dapur.
Keanu geleng-geleng kepala melihat Delina yang
sudah menaiki tangga menuju kamar Kevin. Sri mendekati Keanu,
“Tuan, menurut tuan, apa mereka akan terus bersama?”tanya
Sri.
“Entahlah. Kalau Kevin berhasil membuat Delina
jatuh cinta, mereka bisa bersama selamanya. Tapi kalau tidak... Kenapa mbak Sri
kepo?”Keanu menggantung ucapannya sambil menaikkan bahunya.
“Saya hanya merasa senang kalau Delina terus
tinggal disini. Dia sangat baik dan juga tulus. Lagipula kalau tidak ada
Delina, tuan besar akan marah-marah karena kopi buatan saya tidak seenak kopi
buatan Delina.”jelas Sri.
“Ya mbak Sri benar. Maaf ya, mbak.”melas Keanu.
“Saya rapopo, tuan. Hihihi...”canda Sri.
Keanu menghabiskan kopi di depannya dan kembali
bengong. Gagal sudah mencari tahu tentang malam pertama Kevin dengan Delina.
Delina membangunkan Kevin yang masih betah tidur.
“Tuan muda, bangun. Sudah jam 6.”kata Delina masih
sabar.
“Hmm.”gumam Kevin sambil membuka sebelah matanya.
Kevin melihat Delina berdiri di depannya, memakai
pakaian kebesarannya seperti biasa. Wajah cantiknya tetap terlihat bersinar
meskipun ada kantung mata yang menghitam dibawah matanya sekarang.
“Lima menit lagi.”tawar Kevin sambil menarik tangan
Delina dan memeluknya dengan erat.
Delina hampir mencubit lengan Kevin yang melingkar
di pinggangnya, ketika pria itu tiba-tiba bangun dan melepaskannya hingga
terjatuh di pinggir tempat tidur.
“Aduch!! Tuan muda kenapa sich?”sengit Delina
sambil memegangi pinggangnya yang sakit.
“Maaf, maaf. Aku gak sengaja. Ampun, Delina.”melas
Kevin.
Ia menarik lengan Delina agar bangun dan
mendudukkannya di pinggir tempat tidur. Sekali lagi ia meminta maaf sambil
berlutut di depan Delina.
“Maaf, Delina. Aku gak bermaksud memelukmu. Itu
refleks, jangan marah ya. Ya?”kejar Kevin.
“Saya akan marah kalau tuan muda tidak mandi
sekarang. Aduch, pinggangku.”rintih Delina lagi.
__ADS_1
Kevin mengambil kotak obat dari laci nakas, ia
memberikan minyak urut pada Delina. Delina melotot padanya saat Kevin berkata
akan membantu Delina mengusapkan minyak itu ke pinggangnya yang sakit.
“Baik, aku cuma menawarkan saja. Jangan marah ya.
Aku mandi sekarang. Kau yakin tidak mau dibantu?”tanya Kevin lagi mencoba
bersikap baik.
“Cepat mandi!”bentak Delina.
Kevin masuk ke kamar mandi, Delina bangkit
perlahan, ia merapikan tempat tidur sambil meringis memegangi pinggangnya. Ia
juga menyiapkan pakaian untuk Kevin dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Delina menutup pintu walk in closet, ia ingin
mengurut pinggangnya dengan minyak yang diberikan Kevin tadi. Kevin sudah
selesai mandi, ia melihat pakaiannya sudah siap diatas tempat tidur. Tapi
dimana Delina?
Sambil bersenandung, Kevin memakai pakaian
kerjanya. Ia merapikan penampilan dan rambutnya di depan cermin meja rias. Seperti
kehilangan sesuatu, Kevin celingukan mencari jam tangannya.
“Delina lupa mengambil jam tanganku. Dompet, HP.
Aku harus ambil sendiri.”gumam Kevin.
Kevin membuka pintu walk in closet dan ternganga
melihat punggung mulus Delina terlihat jelas di depan matanya.
“Aarrgghh!! Keluar!”jerit Delina yang melihat Kevin
masuk tiba-tiba.
“Maaf, aku cuma mau ambil jam tangan. Kau perlu
bantuan?”tanya Kevin sambil menarik laci jam tangannya dan mengambil satu.
“Tidak! Cepat keluar!”usir Delina dengan wajah
Kevin menurut dan menutup pintu menutup kembali.
Senyum mengembang menghiasi wajah Kevin sepagi itu. Berbeda dengan wajah Delina
yang merona merah. Mereka menuju meja makan, Alvin, Amira, Giselle, Agnes dan Keanu
menoleh melihat kedatangan mereka.
“Maaf, ayah. Kami terlambat turun.”kata Kevin
dengan senyum manisnya.
Alvin melirik Delina yang meringis sambil mengusap
pinggangnya.
“Ehem! Ina, tolong buatkan saya kopi.”perintah
Alvin.
“Baik, tuan besar.”
“Delina, panggil ayah dong. Kamu...”Kevin tidak
melanjutkan ucapannya ketika melihat Delina melotot lagi padanya.
“Delina, aku juga mau kopi.”pinta Amira.
“Baik, Ny.Amira.”
“Aku juga, Delina.”kata Kevin.
Delina tidak menjawab Kevin, ia beranjak ke dapur
begitu saja. Kevin menggaruk kepalanya,
“Apa aku sudah keterlaluan ya?”tanya Kevin pada
dirinya sendiri.
“Hayo, habis ngapain kamu tadi? Kenapa Delina
megangin pinggangnya gitu?”tanya Keanu kepo.
“Kepo.”balas Kevin.
Delina membawakan kopi bersama dengan Sri yang
__ADS_1
membawa sarapan untuk mereka semua. Seperti biasa Alvin tersenyum senang
setelah meminum kopi buatan Delina. Amira meminta Delina duduk di samping Kevin
dan sarapan bersama mereka, tapi Delina mengatakan kalau ia akan sarapan nanti
saja.
“Ina, ada cemilan apa nanti?”tanya Alvin.
Giselle menoleh menatap kakaknya itu, sangat jarang
Alvin mau bicara saat makan. Ia tidak suka melihat Alvin akrab dengan Delina.
Bahkan ada panggilan khusus untuk Delina dari Alvin.
“Tuan besar mau dimsum udang?”tanya Delina.
“Dimsum udang. Itu makanan kesukaan Giselle dan
Agnes. Apa kau bisa membuat dimsum ayam juga?”tanya Alvin balik.
“Bisa, tuan besar. Dimsum udang dan ayam ya. Saya
buatkan untuk siang atau sore, tuan besar?”tanya Delina lagi.
“Untuk sore ya. Terima kasih, Ina.”
“Baik, tuan besar.”kata Delina.
Pagi itu suasana sarapan sedikit berbeda dari
biasanya. Amira tampak ngobrol tentang kebayanya dengan Delina. Alvin sesekali nimbrung
menanyakan cemilan apalagi yang bisa dibuat Delina. Kevin dan Keanu sibuk
berdebat karena Keanu masih kepo dengan malam pertama Kevin. Tentu saja dengan
suara yang sangat kecil.
Giselle dan Agnes hanya menatap mereka tanpa
berkata apa-apa. Sri memperhatikan suasana pagi itu, ia melihat kehangatan
keluarga tuan besar Alvin dan Amira. Sejak kedatangan Delina dalam kehidupan
mereka, Sri bisa merasakan keluarga itu kembali hangat.
Sopir dan penjaga yang kebingungan karena tuan
besar mereka belum juga keluar dari rumah, mencoba mengintip apa yang terjadi
di dalam rumah. Nyatanya, gara-gara asyik ngobrol, mereka semua terlambat
berangkat ke kantor.
Alvin berjalan cepat disusul Amira, mereka
berciuman di depan pintu sebelum masuk ke mobil masing-masing.
“Tuan besar, jasnya.”panggil Sri yang berlari
membawa jas Alvin.
Delina mengantar Kevin dan Keanu sampai ke mobil
Kevin. Delina melihat di sudut bibir Kevin masih tertinggal saus.
“Tuan muda, disitu ada saus.”tunjuk Delina ke sudut
bibir Kevin.
“Mana?”tanya Kevin sambil mengusap bagian bibir
yang salah.
Delina mengusap sudut bibir Kevin dengan cepat,
Kevin tersenyum pada Delina.
“Makasi, istriku. Apa penampilanku sudah rapi?”tanya
Kevin.
Delina memperhatikan penampilan Kevin sebentar dan
mengangguk.
“Aku berangkat kerja dulu ya.”pamit Kevin.
Delina mengulurkan tangannya meraih tangan Kevin
dan mencium tangan pria yang sudah menjadi suaminya itu. Kevin sangat terkejut
sekaligus senang menerima perlakuan Delina.
*****
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di
__ADS_1
novel saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.