Penjahit Hati

Penjahit Hati
PH - Menikah lagi


__ADS_3

PH - Menikah lagi


Ketika Alvin dan Amira keluar dari ruang kerja


untuk ganti pakaian, mereka di cegat Giselle yang penasaran dengan apa yang


terjadi.


Beberapa pelayan tampak menggelar karpet di ruang


tengah setelah menyingkirkan sofa besar yang terdapat disana. Sebuah meja juga


untaian bunga segar tampak di letakkan diatas karpet itu.


Kevin meminta Delina mengikutinya berganti pakaian di


kamarnya. Ia sudah menyiapkan sesuatu untuk Delina. Kevin menyempatkan dirinya


membeli pakaian untuk Delina ketika ia di luar kota. Delina mengatakan ia ikut


Kevin hanya karena ia masih pelayan pribadi Kevin sekarang.


Mereka berdua masuk ke kamar Kevin dan Kevin


langsung membongkar kopernya.


“Ini, pakai ini. Sana di kamar mandi ganti


pakaianmu.”kata Kevin sambil memberikan sebuah paper bag pada Delina.


Delina menerima paper bag itu dan masuk ke kamar


mandi. Ia akan menolak memakainya kalau pakaian yang dipilihkan Kevin tidak


sesuai dengan pakaian yang biasa ia pakai. Kevin juga berganti pakaian di dalam


walk in closetnya.


Ketika ia keluar dari walk in closet, ia melihat


Delina berdiri di depan kamar mandi sedang merapikan kerudungnya. Pakaian yang


ia pilihkan sangat pas dipakai Delina. Jelas saja Delina mau memakainya,


pakaian itu mirip dengan pakaian yang biasa dipakai Delina sehari-hari.


Tentu saja dengan bahan dan juga aksesoris yang


lebih modern. Kerudungnya juga sangat lembut menutupi rambut Delina yang


panjang dan halus.


“Wow, cantik.”kata Kevin tanpa sadar berjalan


mendekati Delina.


“Tuan muda, jangan mendekat lagi kalau tujuan anda


ingin menyentuh saya.”kata Delina sambil menghindar dari Kevin.


Kevin menahan dirinya. Ia memilih membuka pintu


kamarnya dan mempersilakan Delina jalan duluan. Mereka berjalan menuruni tangga


dan melihat penghulu sudah siap duduk di depan meja. Delina sempat berhenti di


tengah tangga, ia jadi ragu lagi untuk menikah ulang dengan Kevin.


“Kenapa berhenti? Kau lupa dengan perjanjian


kita?”tanya Kevin sambil berbisik di telinga Delina.


“Tidak, tuan muda. Tolong jangan dekat-dekat saya.”pinta


Delina hampir berjalan menuruni tangga lagi.


“Kau istriku, Delina. Aku berhak dekat-dekat


denganmu.”kata Kevin sambil menuruni tangga duluan.


Kevin sudah duduk di depan penghulu. Amira yang


baru keluar dari kamarnya, mendorong Delina yang berjalan seperti siput.


“Kau cantik memakai baju ini, Delina. Siapa yang


memberikannya?”tanya Amira.


“Tuan muda, Ny. Saya terpaksa memakainya atau tuan


muda akan marah-marah lagi.”kata Delina sambil menatap penampilan Amira yang


cantik.


“Ny. cantik sekali.”puji Delina sambil tersenyum


pada Amira.

__ADS_1


“Makasih, Delina. Sekarang duduk di samping


Kevin.”pinta Amira.


Delina duduk di samping Kevin yang tersenyum


senang. Penghulu menanyakan kesediaan Delina untuk menikah dan Delina akhirnya


mengangguk. Kevin semangat sekali menjabat tangan penghulu dan memulai


mengucapkan satu kalimat panjang pada Kevin.


Kevin langsung menjawab dengan lantang dan tegas.


Suasana hening di ruang tengah itu berganti menjadi teriakan sah dari pengacara


Juni dan Keanu. Mereka berdoa bersama untuk kehidupan baru Kevin dan Delina. Saat


giliran foto bersama, Delina sama sekali tidak menunjukkan senyumannya. Beberapa


kali Kevin meminta Delina tersenyum, tapi ia tidak mau melakukannya.


*****


Malam itu adalah malam pertama pernikahan Delina


dan Kevin. Delina tampak sedang sibuk menata pakaiannya di salah satu lemari


Kevin. Kevin yang masih menunggu Delina di tempat tidurnya, mulai gelisah.


“Delina! Kenapa lama sekali?”tanya Kevin.


Hening! Tidak ada sautan dari Delina yang berada di


walk in closet-nya. Kevin bangkit dari tempat tidur dan mengintip ke dalam


sana. Delina masih merapikan pakaian Kevin.


“Delina, ayo tidur.”rengek Kevin.


“Tuan muda tidur saja duluan. Saya masih lama.”kata


Delina dingin.


“Tapi, sekarang sudah malam. Kau akan terlambat


bangun besok.”bujuk Kevin lagi.


Kevin ingin sekali menggendong Delina dan


menjatuhkannya diatas ranjangnya. Bagaimanapun juga Delina sudah jadi istri


bayangan surat perjanjian yang terus berseliweran di pikirannya, membuat Kevin


mengalah dan naik ke tempat tidurnya lagi.


Waktu. Kevin akan memberi Delina waktu untuk


menerima kenyataan kalau ia sudah menjadi istri Kevin. Cepat atau lambat,


Delina akan menjadi milik Kevin seutuhnya. Dengan pemikiran itu Kevin bisa


tertidur dengan lelap.


Delina yang keluar dari walk in closet, melihat


Kevin sudah tertidur lelap. Ia masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya


dengan pakaian tidurnya yang tidak jauh berbeda. Delina menatap bayangannya di


cermin kamar mandi.


Ia meraba pakaian yang tadi diberikan Kevin.


Hatinya masih belum bisa menerima kalau dia sudah menikah dengan Kevin. Pakaian


bagus dan juga cincin emas yang melingkar di jarinya, tidak membuat hatinya


bahagia.


“Ayah, Ibu, Delina sudah menikah. Tapi kenapa


Delina tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti ayah dan ibu?”lirih Delina.


Delina keluar dari kamar mandi, ia menggantung


pakaian dari Kevin itu di lemari. Alih-alih berbaring di samping Kevin, Delina


memilih duduk di sofa dan perlahan terlelap disana.


*****


Keanu yang kepo dengan malam pertama Delina dan


Kevin, datang pagi-pagi sekali ke rumah itu. Ia duduk dengan sabar menunggu


penghuni rumah itu terbangun.

__ADS_1


“Mbak Sri, semalem ada gempa gak?”tanya Keanu iseng


pada Sri yang sedang membuat sarapan.


“Nggak ada gempa, tuan. Memangnya jam berapa


gempanya?”


“Yah sekitar jam 12 malem, mbak.”jawab Keanu asal.


“Jam 12? Nggak kerasa, tuan. Mungkin tidur saya


terlalu lelap. Tuan mau kopi?”tawar Sri.


“Dimana Delina? Aku mau kopi buatannya.”tanya Keanu


sambil melihat sekeliling.


“Sepertinya masih di kamar tuan muda, tuan.”


”Kevin ini, apa mereka sudah melakukannya?


Bisa-bisa dia akan ke kantor nanti siang atau bahkan tidak ke kantor sama


sekali. Delina, sayang sekali kamu harus jadi istri Kevin. Dimana lagi aku


harus mencari wanita baik sepertimu.”


Delina muncul dari dalam kamarnya. Keanu terkejut


melihat Delina keluar dari dalam kamarnya sendiri. Ia melihat ke arah tangga,


tidak ada tanda-tanda Kevin turun dari lantai 2.


“Pagi, Delina. Kenapa kamu bisa keluar dari sana?”tanya


Keanu kepo.


“Itu bukan urusan tuan Keanu.”kata Delina dingin.


“Kamu marah ya? Aku minta maaf, Delina.”kata Keanu


memelas.


Keanu tahu kalau Delina marah padanya karena


membantu Kevin agar bisa menikahi Delina diam-diam. Ia jadi tidak enak bertemu


dengan Delina.


“Kenapa saya harus marah? Tuan cuma melaksanakan


perintah kan?”sindir Delina.


Keanu terdiam, tidak ada gunanya bicara dengan


orang yang sedang marah. Keanu duduk sambil menopang kepalanya dengan tangan. Ia


mengetuk-ngetuk meja bar tempat ia duduk sambil menunggu Kevin atau Alvin


bangun.


Melihat Keanu bengong sendirian, Delina membuatkan


kopi untuk Keanu. Wajah Keanu sumringah saat melihat secangkir kopi yang


dibuatkan Delina untuknya.


“Makasih, Delina.”kata Keanu dengan manis.


“Maaf, tuan. Kalau saya bersikap tidak baik tadi.”kata


Delina sopan.


“Memang aku juga salah tidak bisa melarang Kevin. Tapi


dia tulus mencintai kamu, Delina. Berkat kamu, dia sudah banyak berubah


sekarang jadi lebih baik.”tutur Keanu panjang lebar.


Keanu menyeruput kopi di depannya.


“Dulu Kevin tidak seperti sekarang. Dia sering


meninggalkan kantor diam-diam untuk pergi bersama wanita-wanita teman


kencannya. Tapi sekarang dia bahkan mau mengambil tanggung jawab mengawasi


langsung jalannya proyek sampai selesai. Cinta memang gila ya. Bisa merubah


seseorang menjadi lebih baik.”jelas Keanu lagi.


“Saya tidak merasa seperti itu, tuan.”ucap Delina


sendu.


*****

__ADS_1


Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel


saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.


__ADS_2