
PH - Menikah lagi
Ketika Alvin dan Amira keluar dari ruang kerja
untuk ganti pakaian, mereka di cegat Giselle yang penasaran dengan apa yang
terjadi.
Beberapa pelayan tampak menggelar karpet di ruang
tengah setelah menyingkirkan sofa besar yang terdapat disana. Sebuah meja juga
untaian bunga segar tampak di letakkan diatas karpet itu.
Kevin meminta Delina mengikutinya berganti pakaian di
kamarnya. Ia sudah menyiapkan sesuatu untuk Delina. Kevin menyempatkan dirinya
membeli pakaian untuk Delina ketika ia di luar kota. Delina mengatakan ia ikut
Kevin hanya karena ia masih pelayan pribadi Kevin sekarang.
Mereka berdua masuk ke kamar Kevin dan Kevin
langsung membongkar kopernya.
“Ini, pakai ini. Sana di kamar mandi ganti
pakaianmu.”kata Kevin sambil memberikan sebuah paper bag pada Delina.
Delina menerima paper bag itu dan masuk ke kamar
mandi. Ia akan menolak memakainya kalau pakaian yang dipilihkan Kevin tidak
sesuai dengan pakaian yang biasa ia pakai. Kevin juga berganti pakaian di dalam
walk in closetnya.
Ketika ia keluar dari walk in closet, ia melihat
Delina berdiri di depan kamar mandi sedang merapikan kerudungnya. Pakaian yang
ia pilihkan sangat pas dipakai Delina. Jelas saja Delina mau memakainya,
pakaian itu mirip dengan pakaian yang biasa dipakai Delina sehari-hari.
Tentu saja dengan bahan dan juga aksesoris yang
lebih modern. Kerudungnya juga sangat lembut menutupi rambut Delina yang
panjang dan halus.
“Wow, cantik.”kata Kevin tanpa sadar berjalan
mendekati Delina.
“Tuan muda, jangan mendekat lagi kalau tujuan anda
ingin menyentuh saya.”kata Delina sambil menghindar dari Kevin.
Kevin menahan dirinya. Ia memilih membuka pintu
kamarnya dan mempersilakan Delina jalan duluan. Mereka berjalan menuruni tangga
dan melihat penghulu sudah siap duduk di depan meja. Delina sempat berhenti di
tengah tangga, ia jadi ragu lagi untuk menikah ulang dengan Kevin.
“Kenapa berhenti? Kau lupa dengan perjanjian
kita?”tanya Kevin sambil berbisik di telinga Delina.
“Tidak, tuan muda. Tolong jangan dekat-dekat saya.”pinta
Delina hampir berjalan menuruni tangga lagi.
“Kau istriku, Delina. Aku berhak dekat-dekat
denganmu.”kata Kevin sambil menuruni tangga duluan.
Kevin sudah duduk di depan penghulu. Amira yang
baru keluar dari kamarnya, mendorong Delina yang berjalan seperti siput.
“Kau cantik memakai baju ini, Delina. Siapa yang
memberikannya?”tanya Amira.
“Tuan muda, Ny. Saya terpaksa memakainya atau tuan
muda akan marah-marah lagi.”kata Delina sambil menatap penampilan Amira yang
cantik.
“Ny. cantik sekali.”puji Delina sambil tersenyum
pada Amira.
__ADS_1
“Makasih, Delina. Sekarang duduk di samping
Kevin.”pinta Amira.
Delina duduk di samping Kevin yang tersenyum
senang. Penghulu menanyakan kesediaan Delina untuk menikah dan Delina akhirnya
mengangguk. Kevin semangat sekali menjabat tangan penghulu dan memulai
mengucapkan satu kalimat panjang pada Kevin.
Kevin langsung menjawab dengan lantang dan tegas.
Suasana hening di ruang tengah itu berganti menjadi teriakan sah dari pengacara
Juni dan Keanu. Mereka berdoa bersama untuk kehidupan baru Kevin dan Delina. Saat
giliran foto bersama, Delina sama sekali tidak menunjukkan senyumannya. Beberapa
kali Kevin meminta Delina tersenyum, tapi ia tidak mau melakukannya.
*****
Malam itu adalah malam pertama pernikahan Delina
dan Kevin. Delina tampak sedang sibuk menata pakaiannya di salah satu lemari
Kevin. Kevin yang masih menunggu Delina di tempat tidurnya, mulai gelisah.
“Delina! Kenapa lama sekali?”tanya Kevin.
Hening! Tidak ada sautan dari Delina yang berada di
walk in closet-nya. Kevin bangkit dari tempat tidur dan mengintip ke dalam
sana. Delina masih merapikan pakaian Kevin.
“Delina, ayo tidur.”rengek Kevin.
“Tuan muda tidur saja duluan. Saya masih lama.”kata
Delina dingin.
“Tapi, sekarang sudah malam. Kau akan terlambat
bangun besok.”bujuk Kevin lagi.
Kevin ingin sekali menggendong Delina dan
menjatuhkannya diatas ranjangnya. Bagaimanapun juga Delina sudah jadi istri
bayangan surat perjanjian yang terus berseliweran di pikirannya, membuat Kevin
mengalah dan naik ke tempat tidurnya lagi.
Waktu. Kevin akan memberi Delina waktu untuk
menerima kenyataan kalau ia sudah menjadi istri Kevin. Cepat atau lambat,
Delina akan menjadi milik Kevin seutuhnya. Dengan pemikiran itu Kevin bisa
tertidur dengan lelap.
Delina yang keluar dari walk in closet, melihat
Kevin sudah tertidur lelap. Ia masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya
dengan pakaian tidurnya yang tidak jauh berbeda. Delina menatap bayangannya di
cermin kamar mandi.
Ia meraba pakaian yang tadi diberikan Kevin.
Hatinya masih belum bisa menerima kalau dia sudah menikah dengan Kevin. Pakaian
bagus dan juga cincin emas yang melingkar di jarinya, tidak membuat hatinya
bahagia.
“Ayah, Ibu, Delina sudah menikah. Tapi kenapa
Delina tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti ayah dan ibu?”lirih Delina.
Delina keluar dari kamar mandi, ia menggantung
pakaian dari Kevin itu di lemari. Alih-alih berbaring di samping Kevin, Delina
memilih duduk di sofa dan perlahan terlelap disana.
*****
Keanu yang kepo dengan malam pertama Delina dan
Kevin, datang pagi-pagi sekali ke rumah itu. Ia duduk dengan sabar menunggu
penghuni rumah itu terbangun.
__ADS_1
“Mbak Sri, semalem ada gempa gak?”tanya Keanu iseng
pada Sri yang sedang membuat sarapan.
“Nggak ada gempa, tuan. Memangnya jam berapa
gempanya?”
“Yah sekitar jam 12 malem, mbak.”jawab Keanu asal.
“Jam 12? Nggak kerasa, tuan. Mungkin tidur saya
terlalu lelap. Tuan mau kopi?”tawar Sri.
“Dimana Delina? Aku mau kopi buatannya.”tanya Keanu
sambil melihat sekeliling.
“Sepertinya masih di kamar tuan muda, tuan.”
”Kevin ini, apa mereka sudah melakukannya?
Bisa-bisa dia akan ke kantor nanti siang atau bahkan tidak ke kantor sama
sekali. Delina, sayang sekali kamu harus jadi istri Kevin. Dimana lagi aku
harus mencari wanita baik sepertimu.”
Delina muncul dari dalam kamarnya. Keanu terkejut
melihat Delina keluar dari dalam kamarnya sendiri. Ia melihat ke arah tangga,
tidak ada tanda-tanda Kevin turun dari lantai 2.
“Pagi, Delina. Kenapa kamu bisa keluar dari sana?”tanya
Keanu kepo.
“Itu bukan urusan tuan Keanu.”kata Delina dingin.
“Kamu marah ya? Aku minta maaf, Delina.”kata Keanu
memelas.
Keanu tahu kalau Delina marah padanya karena
membantu Kevin agar bisa menikahi Delina diam-diam. Ia jadi tidak enak bertemu
dengan Delina.
“Kenapa saya harus marah? Tuan cuma melaksanakan
perintah kan?”sindir Delina.
Keanu terdiam, tidak ada gunanya bicara dengan
orang yang sedang marah. Keanu duduk sambil menopang kepalanya dengan tangan. Ia
mengetuk-ngetuk meja bar tempat ia duduk sambil menunggu Kevin atau Alvin
bangun.
Melihat Keanu bengong sendirian, Delina membuatkan
kopi untuk Keanu. Wajah Keanu sumringah saat melihat secangkir kopi yang
dibuatkan Delina untuknya.
“Makasih, Delina.”kata Keanu dengan manis.
“Maaf, tuan. Kalau saya bersikap tidak baik tadi.”kata
Delina sopan.
“Memang aku juga salah tidak bisa melarang Kevin. Tapi
dia tulus mencintai kamu, Delina. Berkat kamu, dia sudah banyak berubah
sekarang jadi lebih baik.”tutur Keanu panjang lebar.
Keanu menyeruput kopi di depannya.
“Dulu Kevin tidak seperti sekarang. Dia sering
meninggalkan kantor diam-diam untuk pergi bersama wanita-wanita teman
kencannya. Tapi sekarang dia bahkan mau mengambil tanggung jawab mengawasi
langsung jalannya proyek sampai selesai. Cinta memang gila ya. Bisa merubah
seseorang menjadi lebih baik.”jelas Keanu lagi.
“Saya tidak merasa seperti itu, tuan.”ucap Delina
sendu.
*****
__ADS_1
Like, vote, komen dong kk, tinggalkan jejakmu di novel
saya. Beri semangat untuk saya agar bisa up tiap hari ya.